Category Archives: Perhitungan Daya / Energi Listrik

Router Gratis Hadiah dari Telkom

Foto ini adalah gambar router gratis hadiah dari Telkom yang saya dapatkan beberapa hari lalu. Awalnya, setiap pelanggan telkom (fixed phone) ditawarkan untuk mengganti kabel telpon lama dengan kabel telpon yang baru.

Jika pelanggan bersedia, maka telkom akan menghadiahi satu unit router gratis kepada si pelanggan. Karena, sambungan kabel telpon yang baru, hanya bisa berfungsi jika menggunakan router.
Continue reading Router Gratis Hadiah dari Telkom

Power Supply Unit, Kapasitas Listrik dan Stabilizer

Power Supply Unit atau sering disingkat dengan PSU saja, merupakan satu perangkat yang digunakan untuk mendistribusikan aliran listrik ke komputer desktop (PC Desktop).

Dibawah ini adalah foto spesifikasi dari salah satu produk PSU yang saya peroleh dari internet :

Photo credit : tweaktown.com

Melihat nilai dikisaran 10 kali konsumsi dan distribusi listrik laptop yang ada di rumah, timbul penasaran dalam benak saya.
Seberapa besar kapasitas sarana pendukung listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan komputer dengan PSU seperti itu?

Continue reading Power Supply Unit, Kapasitas Listrik dan Stabilizer

Cara Menghitung Kapasitas dan Pemakaian Daya Listrik di Rumah

Berapa besar kapasitas listrik yang kita butuhkan di rumah?

Ada perbedaan pengertian antara kapasitas listrik terpasang dengan jumlah pemakaian listrik. Jumlah pemakaian listrik di sebuah rumah, tidak harus mencerminkan besar kapasitas listrik terpasang di rumah. Demikian juga sebaliknya.

Karena keduanya berhubungan erat dengan besaran daya yang dibutuhkan perangkat elektronik, seringkali kita keliru mengartikan perbedaan antara keduanya. Pembahasan tersendiri mengenai pemakaian daya telah banyak saya ceritakan di blog ini. Anda dapat membaca ulasannya di artikel Cara menghitung daya listrik pada Perangkat Elektronik.

Lalu, dimana perbedaan Pemakaian Daya dengan Kapasitas Listrik Terpasang?

Continue reading Cara Menghitung Kapasitas dan Pemakaian Daya Listrik di Rumah

Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???

Ada dua komentar mengenai listrik seperti judul di atas yang ditanyakan pada Q&A. Pertama tentang pemakaian listrik mesin cuci dan kedua tentang pemakaian listrik AC di malam hari.

Begini pertanyaan dan jawaban untuk pemakaian listrik mesin cuci :

Tanya :

apabila menggunakan mesin cuci di malam hari, daya yang digunakan oleh mesin cuci tersebut lebih besar di bandingkan di pagi atau siang hari. benarkah hal tersebut?

Jawab :

PLN, membagi dua waktu pemakaian listrik pelanggannya dengan istilah “Waktu Beban Puncak” (WBP) dan “Luar Waktu Beban Puncak” (LWBP). Rentang waktu pemakaian listrik saat WBP (17.00 s/d 22.00) merupakan saat-saat dimana pemakaian listrik oleh pelanggan terjadi secara hampir bersamaan. Dalam kondisi seperti itu, PLN harus memasok daya dalam jumlah sangat besar agar para pelanggannya bisa menikmati listrik di waktu relatif bersamaan di rentang waktu jam-jam tersebut.

Apakah pemakaian mesin cuci di malam hari yang anda maksud berkaitan dengan saat “Waktu Beban Puncak” (WBP) yang saya ceritakan di atas?

Jika benar demikian, maka seperti di bawah ini pendapat saya.

Pemikiran saya tentang perilaku konsumsi daya dari sebuah produk perangkat listrik / elektronik seperti mesin cuci adalah besaran daya yang dikonsumsi hanya bisa dan akan berubah jika voltase listriknya juga berubah. Jadi, ketika voltase turun, maka konsumsi daya (Watt) perangkat akan berkurang. Saat voltase naik, maka konsumsi daya perangkat akan bertambah.

Di dalam rentang jam awal dan akhir WBP, umumnya, kondisi voltase listrik yang terjadi di beberapa rumah pelanggan PLN adalah cenderung turun (di bawah 220Volt). Saya belum pernah mendapat informasi bahwa voltase listrik memiliki kecenderungan untuk naik (di atas 220Volt) di saat WBP.

Jadi, hingga saat ini, tidak pernah terlintas dibenak saya bahwa konsumsi daya dari pemakaian sebuah perangkat listrik / elektronik di saat WBP bisa dan akan menjadi bertambah besar dibanding perangkat digunakan di saat LWBP.

Menurut saya, selama mesin cuci bisa dioperasikan secara normal, berarti voltase listrik di rumah anda pun cenderung normal. Jadi, besaran daya yang dikonsumsi oleh mesin cuci anda pun pasti sama, baik di saat WBP maupun LWBP .

Dan ini pertanyaan dan jawaban untuk pemakaian listrik AC :

Tanya :

mau tanya, kalo nyalain ac di bawah jam 10 malam itu narik pulsa lebih banyak(lebih mahal) ? Dibanding nyalain jam 10 keatas ? Apakah ada pengaruh nya waktu dengan penarikan listrik?

Jawab :

Sulit untuk dibuktikan kebenaran teori adanya hubungan antara waktu dengan penarikan listrik sebagaimana yang anda tanyakan. Secara pribadi, sebenarnya, saya juga setuju dengan teori tersebut .

Ada korelasi sangat erat dimana perangkat elektronik akan mengkonsumsi Watt secara berlebih saat Voltase turun. Voltase listrik di masa Waktu Beban Puncak (WBP) antara pukul 17.00 s/d 22.00 dan 05.00 s/d 07.00, memiliki kecenderungan turun akibat tingginya pemakaian listrik oleh pelanggan PLN. Sehingga, pemakaian perangkat elektronik seperti AC di kedua jeda WBP tersebut, memiliki kemungkinan akan mengkonsumsi listrik jauh lebih banyak dibanding saat di Luar Waktu Beban Puncak (LWBP).

Namun, sekali lagi, hal itu sulit untuk dibuktikan kebenarannya.

Hal yang ditanyakan mengenai pemakaian listrik di malam hari lebih besar / mahal adalah benar dan memiliki persepsi yang sama. Hanya saja terdapat kontradiksi dengan jawaban yang saya sampaikan atas kedua pertanyaan. Lalu, apakah ada kesalahan dari salah satu jawaban yang telah saya sampaikan?

Continue reading Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???

Memasang Panel Surya di Rumah

Panel Surya atau dikenal juga dengan nama Solar Panel, merupakan sekumpulan perangkat untuk memproduksi listrik hanya dengan menggunakan sinar matahari sebagai bahan baku utamanya. Bagaimana persisnya teknologi yang digunakan dan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat satu perangkat Panel Surya, saya tidak memahaminya secara detail.

Namun, secara garis besar, cara kerja perangkat Panel Surya sangat sederhana. Yaitu, mengubah sinar matahari menjadi listrik menggunakan lembar sejenis kaca film. Listrik yang dihasilkan dari kaca film tersebut dialirkan ke dalam baterai (aki kering) untuk disimpan dan kemudian digunakan saat baterai sudah dipenuhi dengan listrik.

Jika kita menginvestasikan uang untuk membangun penghasil listrik mandiri berupa Panel Surya, berarti sama dengan kita membeli sejumlah listrik guna pemakaian selama periode waktu tertentu. Konsepnya, mirip dengan listrik prabayar yang diterapkan oleh PLN. Hanya saja listrik yang diperoleh bukan berasal dari PLN dan waktu pemakaian manfaat listrik yang jauh lebih lama.

Dalam listrik prabayar, PLN sudah membuat ketetapan harga listrik per kWh yang dijual. Kita (pelanggan) tinggal menyiapkan uang untuk membeli jumlah listrik yang hendak kita pakai selama beberapa waktu ke depan. Bagaimana dengan Panel Surya? Berapa uang yang harus kita persiapkan untuk diinvestasikan agar bisa memenuhi kebutuhan pemakaian listrik di rumah dengan menggunakan Panel Surya?

Continue reading Memasang Panel Surya di Rumah