Menentukan Batas Pelanggaran Pemakaian Listrik

Dari deskripsi toleransi nilai wajar pemakaian listrik, kita bisa mendapatkan gambaran lebih nyata mengenai batas kejanggalan pemakaian listrik.

Secara umum, nilai wajar pemakaian listrik di sebuah rumah tinggal berada dikisaran 1/3 hingga 1/2 dari kapasitas listrik terpasang. Pada situasi-situasi tertentu, jumlah pemakaian listrik juga bisa terjadi sangat rendah hingga dikisaran 1/6 kapasitas listrik terpasang atau sangat tinggi hingga melebihi 2/3 kapasitas listrik terpasang. Diluar situasi yang diperkenankan, pemakaian listrik yang terus menerus dibawah 1/4 dan di atas 2/3 dari kapasitas listrik terpasang sudah masuk dalam kategori janggal.

Apakah kemudian akan menjadi pelanggaran atau tidak, pihak PLN yang memutuskan.

Sebenarnya, hal-hal seperti itu tidak perlu untuk kita pelajari maupun ketahui. PLN sudah menyediakan aturan berapapun pemakaian listrik yang dikehendaki pelanggan disesuaikan dengan tarif yang dikenakan. Kita cukup mengajukan permohonan untuk pemasangan meteran dengan besaran kapasitas listrik sesuai dengan yang kita inginkan.

Tapi, realitanya, selalu ada pelanggan yang melakukan berbagai macam cara agar bisa sekehendaknya melakukan pemakaian listrik dengan tarif semurah mungkin.

Pihak PLN sendiri sangat memahami situasi tersebut. Itu sudah menjadi bagian yang harus mereka antisipasi sebagai pemasok listrik. Dan, memang, bukan perkara sulit bagi PLN untuk dengan cepat bisa menemukan kejanggalan pemakaian listrik yang terjadi di satu area pemukiman.

Itu sebabnya, kalau memang pemakaian listrik masih dalam rentang batas toleransi, sampai kapanpun tidak akan ada petugas PLN yang datang melakukan pemeriksaan kebenaran fungsi meteran.

Namun lama kelamaan, situasinya makin berkembang dan berbalik. Selain masih tetap ada pelanggan yang melakukan pelanggaran agar bisa menikmati listrik dengan harga murah, para oknum PLN memanfaatkan model pelanggaran tersebut dan menerapkannya terhadap pelanggan yang tidak melakukan pelanggaran. Banyak diantara kita (pelanggan) terpedaya dengan berbagai model tuduhan pelanggaran pemakaian listrik yang sebenarnya tidak pernah kita tahu ataupun lakukan.

Jika kondisinya sudah terbentuk seperti itu dan kita tidak pernah ber-ulah secara sengaja memodifikasi meteran, bagaimana mengetahui ada-tidaknya pelanggaran pemakaian listrik di rumah kita sebelum para oknum petugas PLN tersebut sempat menjalankan aksi dari niat mereka?

Sama seperti pertanyaan saya di awal artikel, bagaimana bisa mengetahui meteran di rumah saat ini memang bermasalah atau tidak?

Selama nilai pemakaian listrik per bulan masih dalam rentang nilai wajar pemakaian listrik, sebenarnya sudah menginformasikan kalau tidak ada yang salah dengan kebenaran fungsi pencatatan pemakaian listrik di meteran.

Seandainya kita mendapat tuduhan telah melakukan pelanggaran dalam pemakaian listrik, kita bisa menanyakan bukti yang menjadi dasar atas pelanggaran yang dituduhkan. Bukti tersebut, hanya bisa diperoleh dari meteran yang masih berfungsi (di aliri listrik). Dari situ petugas PLN yang berwenang akan menunjukkan bagaimana dan di bagian mana pelanggaran telah terjadi.

Oknum petugas PLN, biasanya, bergerak cepat memutus aliran listrik ke meteran, membongkar dan membuatnya tidak berfungsi. Mereka berdalih kalau meteran harus dibawa ke kantor PLN untuk dilakukan uji tera. Dengan begitu, kita tidak akan pernah bisa melihat bukti yang menyatakan bahwa pelanggaran yang dituduhkan memang benar terjadi atau tidak.

Adakah cara untuk mencegah tindakan sepihak dari oknum petugas PLN tersebut?

Sejauh yang saya ketahui, tidak ada. Kalau memang sudah diniatkan, mereka dapat mengerjakannya di saat kapanpun itu dikehendaki. Beruntung seandainya kita sendiri yang menghadapi secara langsung. Kita bisa menanyakan surat perintah tugas dan identitas mereka sebagai petugas PLN dan meminta ijin untuk mengabadikannya via kamera seluler.

Atau, kalau mau lebih lengkap, kita bisa memasang kamera CCTV di area sekitar meteran untuk merekam proses saat kejadian berlangsung.

Setidaknya kita harus memiliki bukti pendukung yang bisa dipakai jika kemudian terjadi hal yang tidak sebagaimana kenyataannya.

Untuk pelanggan prabayar, semestinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pasokan listrik diatur sepenuhnya berdasarkan jumlah kuota listrik yang terdapat di meteran. Bagaimanapun kondisinya, pasokan listrik akan terhenti secara otomatis begitu setelah kuota habis terpakai.

Selain itu, meteran prabayar sangat sensitif terhadap perubahan yang terjadi diluar default instalasi pemasangan dan pemakaiannya. Meteran akan otomatis mengunci dan membutuhkan petugas PLN untuk membenahi nya. Karena itu, tidak akan pernah ada kemungkinan untuk siapapun melakukan perubahan/modifikasi pada meteran prabayar diluar kewenangan petugas PLN.

Jadi…?

Memang, penjelasan tentang batas pelanggaran pemakaian listrik ini tidak akan menihilkan kemungkinan masalah yang ditimbulkan oknum petugas PLN. Semua ini hanya sekadar untuk memberikan garis besar pemahaman tentang batasan pemakaian listrik yang terdapat di rumah sendiri. Setidaknya bisa memberikan satu parameter mengenai tindakan yang harus dikerjakan untuk bisa tetap aman dan nyaman dalam pemakaian listrik sesuai dengan kebiasaan menggunakan perangkat elektronik di rumah.

Karena itu, saya tidak melihat alasan apapun yang dibutuhkan terkait tindakan untuk memodifikasi fungsi meteran. Keuntungan apapun yang sekiranya bisa diperoleh dari tindakan tersebut, pada dasarnya tidak ada artinya selama digunakan untuk kepentingan pemakaian listrik di rumah tinggal. Pokok permasalahan tidak terselesaikan dengan benar dan makin lama makin kuat meng-akar memengaruhi kepentingan- kepentingan yang lain.

Seandainya kita membutuhkan jumlah pemakaian listrik yang lebih besar dari yang ada sekarang, ajukan saja permohonan penambahan daya ke PLN. Ikuti aturan main yang berlaku. Karena, hanya dengan cara itu kita bisa meminimalkan masalah yang mungkin terjadi dari pihak-pihak yang sebenarnya tidak memiliki kepentingan dan wewenang apapun dengan aturan yang ditetapkan PLN.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *