Keberadaan dan pemakaian kompor gas dalam aktivitas memasak sehari-hari dengan harga elpiji yang mahal, membuat persoalan tersendiri bagi sebagian orang. Termasuk saya salah satu diantaranya.

Foto : Elpiji 12 kg

Mensiasati cara memasak agar pemakaian elpiji menjadi lebih hemat, merupakan opsi yang tidak sepenuhnya bisa diterapkan untuk setiap masakan. Situasi seperti itu telah memposisikan bagi siapapun yang berkeberatan atas mahalnya harga elpiji tabung 12 kg menjadi tersudut dan mau- tidak mau harus menerima serta menjalani keputusan harga elpiji yang tidak bisa ditawar lagi.

Ketika upaya hendak mengganti elpiji 12 kg menjadi elpiji 3 kg mendapatkan respon yang sangat tidak menyenangkan, memberikan isyarat kalau opsi tersebut bukanlah jalan keluar yang tepat untuk dilanjutkan.

Selain opsi menggunakan elpiji 3 kg, ada opsi lain yang tidak biasa dan mungkin bakalan cukup rumit untuk dijalani, yaitu menggunakan kompor listrik.

Pertengahan bulan Juli 2022, saya pun membeli satu unit kompor listrik.

Foto : Kompor Listrik

Setelah lewat 1 bulan mencoba memanfaatkan kompor listrik, barulah nampak situasi yang sesungguhnya. Kalau hanya dengan satu unit kompor listrik saja, tidak akan bisa mengimbangi aktivitas memasak yang biasa dikerjakan dengan menggunakan kompor gas 2 tungku. Sehingga, setidaknya dibutuhkan satu unit kompor listrik lagi sebagai tambahan.

Namun jika tindakan tersebut dikerjakan, maka harus dilakukan penambahan daya agar kapasitas listrik terpasang di rumah bisa mendukung aktivitas memasak menggunakan 2 unit kompor listrik secara berbarengan.

Dari situ, saya mulai mendapatkan gambaran lebih nyata bagaimana efek domino yang cukup panjang untuk tindakan mengalihfungsikan peran kompor gas ke kompor listrik.

Saya pun sampai pada tahap bimbang, apakah langkah mengganti kompor gas ke kompor listrik merupakan ide yang buruk?

Rice Cooker sebagai Pendukung

Di satu siang, saya terhenyak saat mendengar suara “klik” dari rice cooker yang telah menyelesaikan pekerjaannya menanak nasi.

Foto : Rice Cooker

Terdiam sambil menatap rice cooker, terlintas pemikiran, “Kenapa nggak coba masak pakai rice cooker aja yach?”.

Kebetulan saya memang memiliki rice cooker cadangan.

Foto : Rice Cooker

Dengan dua unit rice cooker, pekerjaan memasak yang sifatnya berkaitan dengan merebus dan mengukus makanan, bisa dikerjakan berbarengan untuk dua bahan makanan berbeda. Meski awalnya terasa janggal, setelah beberapa minggu kemudian baru terasa kalau rice cooker sangat dapat diandalkan dalam urusan memasak yang membutuhkan waktu lama untuk mematangkan masakan. Seperti misalnya merebus jagung :

Foto : Jagung Rebus

Dengan 2 unit rice cooker + 1 unit kompor listrik, sebagian besar pemakaian kompor gas bisa dialihfungsikan hingga dapat menekan pemakaian elpiji 12 kg di rumah saya yang biasanya hanya efektif untuk 1,5 bulan saja.

Maka, pertanyaan selanjutnya adalah :

Berapa besar manfaat yang didapat dari aktivitas memasak menggunakan kompor listrik + rice cooker?

Perbandingan Biaya Pemakaian Kompor Gas vs Kompor Listrik + Rice Cooker

Tiga bulan setelah pembelian kompor listrik, saya membeli elpiji 12 kg baru seharga Rp. 220.000,- (awal November 2022).

Saat ini (pertengahan Maret 2023) pemakaian elpiji yang dibeli di awal November 2022 tersebut telah berjalan selama 4,5 bulan. Elpiji masih tersisa dalam tabung dan masih bisa dipakai untuk aktivitas memasak.

Jika elpiji dianggap habis hingga untuk pemakaian 4,5 bulan saja, berarti dengan kompor listrik + rice cooker saya telah berhasil menekan pemakaian elpiji 12 kg sebanyak 2 (dua) tabung.

Satu perubahan yang signifikan dimana sebelumnya satu elpiji 12 kg untuk pemakaian 1,5 bulan menjadi 4,5 bulan. Mungkin bisa lebih lama. Nanti akan saya update lagi setelah ada perkembangan terbaru.

Dengan mengalihkan sebagian besar aktivitas memasak dari kompor gas ke kompor listrik + rice cooker, telah menambah biaya pemakaian listrik di rumah saya setiap bulannya dikisaran Rp. 25.000,-. Jika diakumulasikan selama 4,5 bulan terakhir, berarti total biaya listrik yang terjadi hanya untuk keperluan aktivitas memasak adalah sebesar Rp. 112.500,-.

Sekarang kita tambahkan nilai Rp. 112.500,- tersebut dengan harga elpiji 12 kg yang dipakai awal November 2022. Maka total biaya energi listrik + gas untuk keperluan memasak yang saya harus bayar selama 4,5 bulan adalah sebesar :

= Rp. 220.000,- + Rp. 112.500,-
= Rp. 332.500,-.

Sedangkan jika aktivitas memasak hanya menggunakan kompor gas selama 4,5 bulan dengan rutinitas membeli elpiji 12 kg setiap 1,5 bulan, maka saya seharusnya telah mengeluarkan uang untuk pembelian tiga elpiji 12 kg dengan total harga :

= Rp. 220.000,- x 3
= Rp. 660.000,-.

Jika diperbandingkan dengan pemakaian listrik + gas yang telah terjadi selama 4,5 bulan, maka terdapat selisih harga sebesar :

= Rp. 660.000,- – Rp. 332.500,-
= Rp. 327.500,-.

Atau sama dengan :

= Rp. 327.500,- / 4,5
= Rp. 72.777,8,- per bulan.

Nilai selisih tersebut akan terakumulasi hingga akhirnya semua biaya investasi dari perangkat dapur yang berhubungan dengan pemakaian listrik untuk aktivitas memasak sehari-hari akan terbayarkan dengan sendirinya.

Perkiraan saya, jika tidak ada perangkat yang rusak dan harga elpiji serta tarif listrik per kWh masih sama dengan sekarang (Maret 2023), maka seluruh investasi perangkat memasak untuk kompor listrik tersebut akan impas ditahun kedua sejak pembelian pada Juli 2022 lalu.

Jadi setelah mencapai waktu akhir bulan Juli 2024 nanti, selisih pengurangan biaya tersebut berubah statusnya menjadi keuntungan.

Suhu Ruangan relatif Dingin meski Sering Memasak

Masa penyesuaian (masa pengalihan) kebiasaan memasak dari kompor gas ke rice cooker + kompor listrik berlangsung sekitar 3 bulan. Waktu yang cukup lama karena prosesnya dikerjakan sekenanya saja. Namun itulah bagian yang menyenangkan dari upaya mengalihkan pemakaian kompor gas ke rice cooker + kompor listrik ini.

Tidak mesti dipaksakan untuk harus selalu menggunakan pemakaian kompor listrik atau rice cooker disetiap aktivitas memasak. Saya menerapkan dengan cara memperkirakan durasi proses waktu memasak yang bakal berlangsung.

Untuk proses memasak yang hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit, gunakanlah kompor gas. Lebih 10 menit, pakai kompor listrik atau rice cooker.

Foto : Mengukus Siomay

Cukup cuma itu saja… 😀

Selain itu, karena memang tidak ada hal yang harus dikerjakan secara terburu-buru atau harus tepat waktu, saya hampir selalu menggunakan kompor listrik untuk aktivitas memasak makanan yang paling sederhana sekalipun, seperti misalnya memasak mie instant.

Dan di saat semua aktivitas itu sedang berlangsung, suhu ruangan di seluruh bagian rumah tetap dingin.

Tidak terbatas hanya untuk memasak mie instant saja, tapi juga memasak yang membutuhkan waktu cukup lama seperti memanggang pepes :

Foto : Memanggang Pepes

Atau, menggodok daging :

Foto : Memasak Sayur Lempah

Betapapun lama waktu yang dibutuhkan atau sebanyak apapun aktivitas memasak dikerjakan dalam sehari, suhu ruangan relatif tetap dingin. Situasi itulah merupakan faktor yang tidak pernah saya dapatkan selama menggunakan kompor gas.

Jadi…?

Akhir kata, saya tidak dalam rangka mempromosikan atau pun membujuk Anda untuk mulai menggunakan kompor listrik / kompor induksi / rice cooker.

Perangkat atau alat pendukung apapun yang digunakan, akan menjadi baik fungsinya jika kita mendapatkan rasa nyaman saat proses pengerjaannya. Demikian juga halnya dengan aktivitas memasak. Dalam kasus masak-memasak ini, saya mendapatkan kenyamanan lebih baik dengan menggunakan 2 (dua) unit rice cooker + kompor listrik daripada kompor gas 2 (dua) tungku.

Memang, butuh waktu dalam menyesuaikan kebiasaan memasak dan biaya untuk melengkapi perangkat memasak yang bisa efektif digunakan pada kompor listrik. Namun, semua itu sepadan dengan dampak yang dihasilkan, diantaranya :

  1. berkurangnya pembelian elpiji
  2. ongkos memasak lebih murah
  3. suhu ruangan yang relatif dingin sepanjang hari

Dari dampak yang ditimbulkan tersebut, kalau dari sudut pandang saya, menyertakan pemakaian perangkat memasak berenergi listrik disamping gas untuk aktivitas memasak sehari-hari, tidak ada ruginya dan layak untuk dijalani.

Foto : Udang Rebus

Semoga bermanfaat! 🙂

Satu tanggapan untuk “Kompor Listrik, Rice Cooker & Kompor Gas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *