About Me

Hai…

Perkenalkan nama saya Omar Ramlee, admin dari blog “Listrik di Rumah” ini. Latar belakang edukasi saya adalah computer database programming di bidang Akuntansi. Pernah bekerja menjadi staff IT – programmer di sebuah bank swasta dan saat ini sebagai freelance Author. Saya memiliki ketertarikan pada banyak hal, terutama pada sesuatu yang dapat membuat sebuah kemudahan dan efisiensi dalam satu sistem kerja maupun rutinitas kehidupan sehari-hari.

Saya menyukai sebuah konsep dari keadaan yang memiliki proses kerja sederhana dan tepat sasaran, namun tidak melanggar aturan main / norma-norma yang berlaku. Banyak yang telah memulai dan menerapkan cara berpikir seperti itu, dan saya hanyalah salah satu yang mencoba mengambil bagian untuk bergabung di dalamnya.

icon.top.par

Mengapa harus “Listrik di Rumah”?

Banyak hal yang sebenarnya bisa diceritakan tentang keadaan sehari-hari di sekeliling kita. Listrik hanyalah salah satu diantaranya.

Keterlibatan saya terhadap listrik, lebih dikarenakan sebuah kondisi “mau – tidak mau”. Biaya bulanan pemakaian listrik yang kian tidak terkendali, memaksa perhatian harus terfokuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Benarkah itu memang disebabkan tarif listrik yang terus naik?

Ataukah kesalahan atas ketidaktahuan dari pemakaian listrik yang tidak efisien?

Dalam kondisi sama sekali buta tentang listrik, maka langkah awal yang saya tempuh untuk mengetahui jawaban yang sebenarnya atas kedua pertanyaan tersebut adalah dengan mulai menelusuri struktur komponen biaya pemakaian listrik di rumah yang harus dibayar bulanan.

Dari situlah asal-muasal dasar pengetahuan yang saya miliki dan sampaikan melalui artikel-artikel tentang listrik di blog ini. Semuanya berlandaskan pada ilmu akuntansi (keuangan). Bukan berlandaskan ilmu teknik listrik. Artinya, apapun yang menjadi pertanyaan, akan dibenturkan pada kebenaran efektivitas dan efisiensi yang dipandang dan dihitung dari sudut perbandingan antara debet dan kredit.

Apakah merupakan cara mempelajari listrik yang benar?

Dalam konteks pemahaman listrik secara keilmuan, saya rasa tidak benar. Tapi, dalam konteks untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, itu adalah cara yang paling realistis. Apapun yang memiliki keterkaitan dengan listrik, tidak saya fokuskan sekadar pada besar-kecilnya jumlah uang yang bisa dibelanjakan saja, tetapi juga pada lama waktu pemakaian nilai manfaat dan kepentingan dari uang setelah dibelanjakan.

Itu sebabnya saya berpendapat bahwa :

Sebagai pemakai, kita hanya perlu mengetahui dasar memperlakukan listrik dengan benar, agar dapat memberikan manfaat terbaik dalam kehidupan sehari-hari di rumah…

Jadi, kepentingan saya mempelajari listrik, tidak untuk menjadi seseorang yang ahli di bidangnya. Melainkan untuk mendapatkan manfaat terbaik dari listrik yang dipakai berdasarkan pola pikir sudut ilmu akuntansi. Sehingga, kalkulasi biaya dan manfaat dari semua hal yang memiliki keterkaitan dengan listrik di rumah, bisa memiliki landasan lebih nyata untuk dipahami dalam bentuk nilai rupiah.

icon.top.par

Hak cipta…

Pemakaian semua konten (judul blog / situs, logo, artikel, gambar dsb.) yang bersumber dan ada dalam listrikdirumah.com oleh pihak di luar listrikdirumah.com, mengacu pada ketentuan dan hukum sesuai tertera di semua undang-undang hak cipta yang berlaku di negara Indonesia dan juga undang-undang hak cipta yang menjadi ketentuan WordPress.com sebagai penyelenggara / induk / host dari listrikdirumah.com.

listrikdirumah.com akan selalu menyetujui tindakan sepihak apa pun yang dilakukan oleh WordPress.com terkait dengan tindak pelanggaran hak cipta atas pemakaian semua konten (judul blog / situs, logo, artikel, gambar dsb.) yang bersumber dan ada dalam listrikdirumah.com oleh pihak di luar listrikdirumah.com, baik yang berlokasi di dalam mau pun di luar wilayah hukum negara Indonesia.

listrikdirumah.com tidak bertanggung jawab atas pemakaian sebagian / satu / beberapa / semua konten dalam listrikdirumah.com oleh pihak di luar listrikdirumah.com dengan / untuk tujuan komersialisasi dalam bentuk apa pun.

Lebih jauh mengenai UUHC (Undang-undang Hak Cipta) dapat dipelajari pada alamat-alamat di bawah ini :

Terima kasih anda telah meluangkan waktu untuk mengunjungi situs-situs saya.

Salam…
icon.top.document

Iklan

2 thoughts on “About Me”

  1. Yth. Pak Omar,

    Perkenalkan saya Rendie. Saya menemukan beberapa artikel bapak yang mengulas mengenai stabilizer, bagaimana pemasangan stabilizer di rumah sampai dengan cara menghitung kapasitas stabilizer. Namun, ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan setelah membaca beberapa paparan tersebut, antara lain:

    1. Dalam melakukan pemasangan stabilizer tanpa kabel sesuai dengan beberapa skema yang telah bapak sampaikan, saya masih sedikit bingung mengapa stabilizer dipasang justru sebelum MCB. Bukankah Stabilizer memiliki batasan kapasitas yang dia tanggung? Dan yang ada dalam pemahaman saya, listrik yang langsung dari tiang PLN bisa saja menghantarkan daya listrik lebih dari daya listrik di rumah, sehingga seharusnya stabilizer tanpa kabel dipasang setelah MCB baru kemudian disambungkan kembali kepada kabel instalasi listrik di rumah. Mohon advice nya pak untuk hal ini.

    2. Kalau seandaikan saya menggunakan stabilizer siap pakai di rumah untuk beberapa titik stop kontak, apakah masing-masing stabilizer tetap harus lebih besar dari daya listrik di rumah (misal: daya listrik rumah 1300VA, sehingga masing-masing stabilizer harus 1700an VA) atau cukup di bawah 1300VA?

    3. Apakah ada kontak Bapak yang dapat saya hubungi untuk berdiskusi dan tukar pikiran? Email juga lebih dari cukup Pak 🙂

    Tolong dibantu pak saya yang sangat awam dengan kelistrikan. Terima kasih sebelumnya Pak. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

    Salam,
    Rendie Febian

    Suka

    1. Salam kenal juga Rendie,

      Coba lihat uraian di artikel Cara Menghitung Kapasitas Stabilizer. Beberapa hal yang terkait mengenai pertanyaan anda sudah saya sampaikan disitu.

      Kalau memang masih ada yang hendak ditanyakan, tolong sampaikan di bagian Q & A saja. Supaya diskusinya bisa diikuti juga oleh pengunjung yang lain.

      Kita sama-sama belajar, tidak perlu sungkan.

      Salam. ☺

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s