Cara Menghitung Kapasitas Stabilizer

halaman 1 dari 2

Cara Menghitung Kapasitas StabilizerPemahaman kita selama ini mengenai stabilizer adalah sebuah perangkat elektronik untuk mengkondisikan voltase listrik tidak stabil menjadi stabil, sehingga arus listrik dapat dengan aman di konsumsi oleh perangkat elektronik yang terhubung dengannya. Bagaimana prosesnya, itu urusan stabilizer yang menanganinya. Jika memang hanya demikian fungsi stabilizer, mengapa seringkali terdengar kasus stabilizer bermasalah?
icon.top.par

Logika faktor penentu nilai kapasitas stabilizer

Jika mengacu pada pemahaman mengenai stabilizer seperti yang disebutkan di atas, berarti, kondisi voltase listrik tidak stabil sudah pasti akan diterima stabilizer selama menjalankan fungsinya. Sama dengan perangkat elektronik lainnya, stabilizer juga membutuhkan kondisi arus listrik yang stabil saat bekerja menstabilkan voltase. Jadi, saat pekerjaan menstabilkan voltase sedang berlangsung, arus listrik yang dikonsumsi oleh stabilizer (harus) sudah dalam kondisi stabil.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Bukankah stabilizer juga menggunakan listrik yang sama untuk dan selama bekerja menstabilkan voltase?

Dugaan saya, ada sebagian kapasitas yang dimiliki stabilizer memang sengaja (harus) disisakan / dicadangkan untuk kepentingannya sendiri selama beroperasi dalam kondisi voltase tidak stabil. Jadi, ada sebagian area dari total kapasitas yang sudah menjadi bagian stabilizer sebagai sumber konsumsi daya saat beroperasi. Baik pada saat sedang menstabilkan arus listrik atau tidak, area ini akan terus terpakai selama stabilizer dalam kondisi aktif / menyala.

Ketika ada permintaan konsumsi daya arus listrik dari perangkat elektronik yang terhubung dengannya, stabilizer akan mengerjakan pada area yang berbeda. Sehingga, sebelum bekerja menghasilkan output voltase listrik yang stabil untuk perangkat elektronik lain, stabilizer telah terlebih dulu bekerja menstabilkan voltase untuk dirinya sendiri. Dengan demikian, stabilizer tetap dapat melakukan pekerjaannya menstabilkan voltase listrik dengan benar, meski input listrik yang dikonsumsinya dalam keadaan tidak stabil.

Kalau dugaan saya benar seperti itu, artinya, ada dua faktor penentu nilai kapasitas dari sebuah stabilizer, yaitu :

  1. Nilai kapasitas dari konsumsi daya perangkat elektronik yang terhubung dengannya.
  2. Nilai kapasitas konsumsi daya untuk dirinya sendiri.

Jadi, seandainya kita hendak menggunakan stabilizer untuk menstabilkan konsumsi daya sebuah perangkat elektronik, kedua nilai tersebut harus kita ketahui dan jumlahkan guna mendapatkan nilai total kapasitas minimal stabilizer.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, sebesar 75% dari total kapasitas stabilizer digunakan untuk kepentingan menstabilkan perangkat elektronik. Sisa kapasitas sebesar 25% digunakan untuk dirinya sendiri.
icon.top.par

Contoh penerapan pemakaian Nilai Kapasitas Stabilizer

Misalnya, jika kita hendak menstabilkan input voltase listrik untuk sebuah kulkas dengan konsumsi daya 150 Watt. Dengan mengikuti teori di atas, diperlukan stabilizer dengan nilai kapasitas minimal sebesar 150 Watt + 25% dari 150 Watt.

Hitungan untuk mendapatkan nilai Watt sebesar 25% untuk stabilizer itu adalah :

= (150 Watt / 0,75) – 150 Watt
= 200 Watt – 150 Watt
= 50 Watt

Sehingga, total kapasitas stabilizer untuk menstabilkan kulkas dengan konsumsi daya sebesar 150 Watt adalah sebesar 200 Watt. Jika dikonversi ke dalam satu VA (Volt Ampere) yang biasa digunakan pada stabilizer, maka nilai kapasitas stabilizer 200 Watt akan menjadi :

= 200 Watt / 0,8
= 250 VA

Jika kedua hitungan disederhanakan, maka akan sama dengan :

= 150 / 0,75 / 0,8
= 250 VA

Jadi, nilai kapasitas minimal yang dibutuhkan dari stabilizer untuk menstabilkan input voltase listrik kulkas sebesar 150 Watt adalah 250 VA.

Namun, secara praktek, nilai hasil perhitungan besaran kapasitas tersebut seringkali (bahkan sama sekali) tidak dapat digunakan dan berakhir dengan kerusakan pada unit stabilizer.

Dimana letak kesalahannya?

Ada dua kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya, yaitu :

  1. Kesalahan pemasangan kabel jalur arus listrik stabilzer.
  2. Nilai kapasitas stabilizer yang (ternyata) masih terlalu rendah.

Solusi untuk kemungkinan penyebab pertama, uraiannya telah saya ceritakan di artikel Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah.

Sedangkan untuk kemungkinan penyebab kedua, cenderung dikarenakan dinamika peredaran listrik di jaringan kabel akibat perbedaan perilaku mengkonsumsi listrik yang dimiliki perangkat-perangkat elektronik di dalam rumah. Solusinya adalah dengan memasang stabilizer untuk menstabilkan listrik sebesar kapasitas listrik yang saat ini terpasang di rumah.
icon.top.par

Kapasitas berdasarkan instalasi listrik terpasang

Untuk menentukan besaran kapasitas stabilizer sesuai kapasitas listrik terpasang di rumah tidaklah sulit. Sama saja dengan menghitung nilai kapasitas stabilizer untuk sebuah perangkat elektronik. Hanya saja nilainya yang jauh lebih besar dan lebih mudah menghitungnya.

Kita hanya perlu menghitung tambahan 25% dari kapasitas listrik terpasang di rumah untuk menentukan nilai stabilizer yang hendak dipasang. Karena, satuan listrik yang digunakan antara stabilizer dengan kapasitas listrik terpasang di rumah adalah sama, yaitu Volt Ampere ( VA ).

Rumusnya : nilai kapasitas stabilizer (=) nilai kapasitas listrik (/) 0,75

Misalnya : nilai kapasitas listrik terpasang di rumah adalam 1300VA. Maka, nilai kapasitas stabilizer yang diperlukan adalah sebesar :

= 1300 VA / 0,75
= 1733,33 VA

Nilai sebesar 1733,33 VA itu adalah nilai minimal, yang artinya boleh lebih besar tapi (diusahakan) jangan kurang dari 1733,33 VA.

Stabilizer untuk keperluan satu rumah memiliki cara pemasangan yang berbeda dengan stabilizer untuk satu perangkat elektronik. Mengenai hal itu, saya telah ceritakan juga di artikel Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah.

icon.top.par

Logika Alasan Tingkat Keamanan yang lebih Baik

Metode pemasangan / instalasi stabilizer dengan posisi di jalur kabel antara meteran PLN dengan box MCB dalam rumah bertujuan (semata-mata) untuk melindungi stabilizer dari pengaruh langsung kondisi ekstrim yang mungkin terjadi dari arus listrik. Walaupun kapasitas stabilizer lebih besar dari instalasi listrik terpasang, tidak menjamin untuk pasti dapat bertahan terhadap efek kondisi ekstrim dari ketidakstabilan voltase yang berkesinambungan.

Di jalur kabel ini, efek negatif yang mungkin terjadi dari masing-masing jalur (input = PLN dan output = dalam rumah) akan lebih dulu diminimalisir oleh MCB di masing-masing jalur sebelum mengenai stabilizer.

Pada jalur input arus listrik yang berasal dari PLN, MCB pada unit meteran akan menghentikan semua kondisi aliran arus listrik diluar kapasitasnya. Dengan demikian, stabilizer hanya akan mendapatkan kondisi arus listrik masih dalam porsi / batas toleransi kemampuan MCB meteran PLN saja. Selama kapasitas stabilzer lebih besar dari MCB di meteran PLN, besaran arus listrik yang masuk akan tetap lebih kecil daripada kapasitas stabilizer.

Sehingga, kondisi apa pun yang terjadi, akan tetap dapat diakomodir oleh stabilizer dengan baik. Arus listrik akan tetap berada pada porsi kapasitas MCB, sehingga stabilizer masih (pasti) tetap dalam kondisi aman.

Konsep yang sama juga akan berlaku pada jalur output. Seandainya terjadi hubungan pendek pada instalasi kabel dalam rumah, arus listrik akan diputuskan oleh MCB yang terpasang pada box MCB. Kalau pun masih ada efek dari kondisi tersebut, stabilizer menerimanya tidak sebesar kondisi awal saat hubungan pendek terjadi.
icon.top.par

Logika kemampuan kinerja yang lebih Baik

Efek listrik hasil kinerja stabilizer untuk satu rumah tidak akan pernah bisa disamaratakan dengan stabilizer hanya untuk satu perangkat elektronik.

Ketika kita memasang stabilizer untuk satu kulkas, maka kapasitas ruang yang tersedia untuk stabilizer mengerjakan tugas menstabilkan voltase listrik hanya sebatas untuk kulkas + stabilizer saja. Namun, jika kita memasang stabilizer untuk satu rumah, maka akan selalu tersedia sisa ruang kapasitas yang lebih besar untuk stabilizer mengerjakan tugas menstabilkan voltase.

Bisa terjadi seperti itu karena ada perbedaan interval waktu mengkonsumsi listrik yang menjadi bawaan dari masing-masing perangkat elektronik. Selain itu, kita tidak selalu menyalakan semua perangkat elektronik yang ada di rumah secara berbarengan. Seandainya bisa terjadi, paling banyak dua atau tiga perangkat elektronik saja. Kalaupun dipaksakan untuk semua perangkat elektronik menyala di waktu yang bersamaan, tetap masih bisa diakomodir jumlahnya oleh stabilizer.

Jadi, selama jumlah daya yang digunakan untuk menyalakan perangkat-perangkat elektronik di rumah masih dalam batas kapasitas listrik terpasang (tidak membuat MCB meteran nge-jepret), maka stabilizer tetap bisa bekerja menstabilkan voltase listrik untuk pemakaian setiap perangkat elektronik dengan baik.
icon.top.par

 

Selanjutnya⇒

Iklan

6 thoughts on “Cara Menghitung Kapasitas Stabilizer”

  1. mo nanya pak bro…gmna solusi tuk listrik di rumah saya sring turun hngga tinggal 100v (angka jarum amper) apakah stavol mmpu beroperasi utk menghidupkan elektronik 220v (freezer dll) tlg pak solusi nya ke almt email saya.tq

    Suka

  2. Salam kenal, saya mau tanya listrik dirumah berdaya 900Watt dari PLN. Kalau saya pasang stabilizer 2000VA untuk kebutuhan seluruh rumah apakah cukup? untuk pemakaian normal rumah tangga pada umumnya AC,komputer,mesin cuci-lemari es-pompa air dsb nya yang diatur bergantian. Selama ini stabilizer tersebut saya pasang hanya untuk AC-Komputer-TV LED-dan Home Theatre saja.
    Terima kasih atas jawabannya.
    Rgds,
    Aries

    Suka

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Cukup, bahkan masih ada sisa 500VA (900 / 0,8 / 0,75 = 1500VA). Tidak masalah, malahan lebih baik seperti itu. Kalau pun anda tidak sengaja telah menggunakan pemakaian daya melebihi 900 Watt, MCB meteran PLN yang akan terlebih dulu “trip”.

      Salam.

      Suka

  3. mau tanya pa…listrik di rumah saya 1300watt, saya beli stavol 5000va setelah dipasang kata orang yg pasang tidak mau ngisi. kenapa bisa seperti itu pak. apa stabilizer/stavol nya kebesaran va. apa saya harus menaikan daya listrik rumah?. trimakasih

    Suka

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Saya kurang paham mengenai pernyataan “tidak mau ngisi” dari tekhnisi yang mengerjakan pemasangan stabilizer tersebut. Setahu saya, prinsip kerja stabilizer hanya menerima, memperbaiki dan (kemudian) menyalurkan listrik saja. Tidak ada media penyimpan energi seperti baterei kering yang ada di UPS.
      Besar kapasitas stabilizer pun, setahu saya, tidak ada pengaruhnya dengan kapasitas listrik di rumah anda. Berapa pun besar kapasitas stabilizer, akan tetap berfungsi setelah inputnya tersambung dengan instalasi listrik di rumah.
      Kalau setelah pemasangan, stabilizer anda kondisinya mati total, saya rasa, memang ada masalah dengan stabilizer anda. Bukan kapasitas stabilizer mau pun listrik di rumah yang menjadi penyebabnya.

      Salam.

      Suka

Komentar ditutup.

Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: