Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

halaman 1 dari 2

Stabilizer untuk kepentingan listrik skala rumah tangga, yang saya ketahui saat ini beredar di pasaran, terdiri dari dua model input listriknya.

Model pertama, dengan menggunakan kabel yang dilengkapi steker berkaki-dua. Kabel ini sudah terpasang menyertai saat kita membeli stabilizer. Saya menamakannya dengan sebutan stabilizer siap pakai. Tinggal menancapkan steker-nya ke stop kontak, maka sudah langsung dalam kondisi siap pakai. Kapasitas stabilizer model ini, yang saya pernah temukan, adalah 500VA, 1000VA dan 1500VA. Bisa digunakan sebagai pendukung satu atau dua unit perangkat elektronik sekaligus sesuai kapasitasnya input listriknya, seperti : kulkas (lemari es), televisi, komputer (PC) dan lain-lain .

Model kedua, saya namakan stabilizer tanpa kabel. Karena, memang dijual tanpa menggunakan kabel sama sekali. Artinya, kita (pembeli) yang harus menyediakan dan memasang sendiri kabel pada stabilizer agar bisa tersambung dengan jaringan kabel listrik di rumah. Untuk stabilizer tanpa kabel ini, minimal kapasitas dimulai dari 2500VA hingga 10 kVA. Bisa digunakan untuk mendukung kestabilan pemakaian listrik satu rumah dengan kapasitas listrik terpasang mulai 1300VA s/d 6600VA.
icon.top.par

Hubungan Stabilizer dengan Muatan Arus Listrik

Pada dasarnya, stabilizer juga merupakan perangkat elektronik seperti yang lain ada di rumah kita saat ini, seperti : lampu, kipas angin, kulkas, pompa air dll. Bedanya, stabilizer tidak mengubah arus Fasa dan Netral yang dikonsumsinya. Sedangkan perangkat elektronik bukan stabilizer, mengubah kedua arus tersebut ke dalam satu bentuk energi bukan listrik.

Secara garis besar, hubungan keterkaitan stabilizer dengan muatan arus listrik sangatlah sederhana. Stabilizer akan memodifikasi arus Fasa dan Netral agar sesuai dengan default dari kedua arus tersebut. Kemudian dialirkan untuk keperluan konsumsi perangkat elektronik yang membutuhkannya.

Hanya itu saja… sederhana sekali, bukan?

Namun, semua kesederhanaan itu hanya akan terjadi jika kondisi kabel input dan output yang terpasang pada stabilizer sudah benar dan sesuai pada tempatnya.

Mengapa harus dikerjakan seperti itu?

Ketika input arus listrik itu kita tukar, dimana : Fasa menjadi Netral dan Netral menjadi Fasa, tidak akan menyebabkan kinerja jeroan stabilizer otomatis menyesuaikan dengan perubahan muatan arus listrik yang diterimanya. Input muatan arus Fasa akan tetap ditangani dan diperlakukan oleh jeroan stabilizer sebagai arus Netral. Dan input arus Netral akan tetap ditangani dan diperlakukan sebagai arus Fasa. Kondisi input muatan arus listrik yang salah seperti ini, berdampak pada daya tahan jeroan stabilizer akibat mendapatkan porsi menangani muatan arus listrik yang tidak semestinya.

Itu sebabnya kebenaran input muatan jenis arus listrik menjadi penting untuk diperhatikan dalam pemasangan stabilizer.  Karena tujuan stabilizer mengkonsumsi listrik adalah untuk kepentingan memperbaiki kualitas masing-masing jenis muatan arus listrik tersebut agar menjadi aman saat dikonsumsi perangkat elektronik. Bukan menyatukan kedua jenis muatan arus listrik untuk menghasilkan sebuah energi yang berbeda sebagaimana yang dikerjakan perangkat elektronik lainnya.

Gejala awal yang paling sering terjadi diakibatkan tertukarnya input muatan arus listrik pada stabilizer siap pakai adalah sikring stabilizer yang mendadak putus saat hendak dinyalakan. Sedangkan untuk stabilizer tanpa kabel, MCB (meteran, boks MCB atau stabilizer) akan kembali trip saat hendak dinyalakan.

Seandainya anda mengalami salah satu dari kedua gejala tersebut saat pertama kali memasang dan menyalakan stabilizer baru, hentikan dan jangan melanjutkan memaksa listrik harus tetap menyala. Santai saja… luangkan sedikit waktu untuk memeriksa kembali kebenaran pemasangan bagian input dan output stabilizer sesuai dengan muatan arus listrik sumbernya.

Biasanya, setelah kabel input dan output sudah terpasang dengan benar posisi muatan arus listriknya, stabilizer akan bisa dinyalakan tanpa ada perlawanan.
icon.top.par

Memasang Stabilizer Siap Pakai

Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

Sebagaimana peruntukkannya yang siap pakai, stabilizer ini memang dibuat sedemikian rupa agar siapa pun bisa dengan cepat memahami garis besar cara penggunaannya  Hal itu terlihat jelas dari fitur-fitur yang turut melengkapi fisik stabilizer terasa umum dan sering dijumpai pada perangkat listrik sehari-hari. Kita bisa langsung menancapkan steker stabilizer ke stop kontak di dinding, kemudian menancapkan steker perangkat elektronik ke stop kontak di stabilizer, maka kualitas voltase listrik yang nantinya dikonsumsi perangkat elektronik sudah dalam kondisi aman.

Walaupun begitu, saat steker stabilizer maupun perangkat elektronik hendak ditancapkan ke stop kontak, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum akhirnya saklar stabilizer dinyalakan.

1. Mempersiapkan Stabilizer Siap Pakai

Langkah Pertama :

Tentukan stop kontak yang nantinya dijadikan sumber input listrik stabilizer. Kemudian, kita harus memastikan salah satu lubang stop kontak yang dialiri muatan arus Fasa. Gunakan tespen (test pen) untuk memeriksanya (baca uraiannya di : Tespen , Kawat Hitam dan MCB). Tandai setelah diketahui agar nantinya lebih mudah untuk ditemukan.

Langkah Kedua :

Ambil steker (colokan) kabel stabilizer. Tandai mana diantara kedua kakinya yang menjadi kaki sebelah kanan steker (baca uraiannya di Steker, Stopkontak dan Arus Listrik). Pastikan nantinya kaki sebelah kanan steker ini menancap masuk di lubang stop kontak yang bermuatan arus Fasa.Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

Untuk steker berbentuk huruf “L” terbalik, kaki kanan steker sudah langsung bisa diketahui dengan memosisikan default pemasangan steker tersebut ke stop kontak.

Langkah Ketiga :

Di bagian belakang produk stabilizer tertentu, terdapat switch yang menunjukkan nilai tegangan listrik yang nantinya menjadi input stabilizer. Pastikan switch tersebut menunjuk pada angka yang sama dengan tegangan listrik di rumah anda saat ini. Kalau kurang yakin, lihat dulu pada MCB yang terpasang di meteran PLN. Jika disitu tertera nilai 220V, maka tegangan listrik rumah anda adalah 220 Volt. Demikian juga halnya dengan yang 110 Volt.Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

Langkah Keempat :

Setelah ketiga kondisi diatas telah dipastikan kebenarannya, tancapkan steker stabilizer ke stop kontak. Jangan lupa untuk memposisikan kaki kanan steker pada lubang stop kontak yang bermuatan arus Fasa.

Hingga tahap ini, stabilizer sudah dalam kondisi siap untuk dihubungkan ke perangkat elektronik.

2. Menancapkan Steker Perangkat Elektronik ke Stabilizer

Langkah Kelima :

Umumnya, terdapat tiga titik stop kontak pada stabilizer siap pakai. Dua titik di bagian depan dan sisa satu titik lagi di bagian belakang stabilizer. Dua titik yang di bagian depan, masing-masing memilki voltase listrik yang berbeda, yaitu 220 Volt dan 110 Volt. Sedangkan satu titik dibelakang, hampir selalu bernilai 220 Volt di setiap stabilizer siap pakai.Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

Ketiga titik stop kontak ini, setahu saya, bisa digunakan secara berbarengan sekaligus. Tetapi, hingga saat ini, saya sendiri tidak memiliki keberanian untuk mencobanya. Penerapan pemakaian yang biasa saya kerjakan adalah hanya pemakaian satu titik stop kontak saja, yang ditambahkan panjangan kabel agar bisa melayani beberapa perangkat elektronik sekaligus. Sebelumnya, konsumsi listrik setiap perangkat telah dihitung terlebih dulu supaya tidak melebihi kapasitas kemampuan stabilizer.

Langkah Keenam :

Harap diingat dan diperhatikan, bahwa lubang di setiap titik stop kontak yang ada di stabilizer juga mengikuti aturan posisi letak muatan arus listrik yang standar. Lubang sebelah kanan bermuatan listrik Fasa dan Netral di sisi kiri. Jika menggunakan panjangan kabel, maka kita harus memastikan lubang bermuatan arus fasa setiap titik stop kontak yang terpasang di ujung panjangan kabel.

Saat hendak menancapkan steker perangkat elektronik ke titik-titik stop kontak tersebut, ikuti aturan main cara menancapkan kaki steker kabel stabilizer yang telah dideskripsikan pada langkah kedua di atas.Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

Setelah beres, nyalakan saklar pada stabilizer… sudah selesai.

3. Perlakuan Selama Pemakaian

Untuk waktu selanjutnya, matikan saklar pada stabilizer setelah selesai pemakaian perangkat elektronik yang tersambung dengannya. Karena, memang tidak ada gunanya juga jika stabilizer dibiarkan menyala sementara perangkat elektronik yang tersambung dengannya telah dimatikan.

icon.top.par

 

Selanjutnya⇒

Iklan