Tag Archives: Stabilizer

Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

Stabilizer untuk kepentingan listrik skala rumah tangga, yang saya ketahui saat ini beredar di pasaran, terdiri dari dua model input listriknya.

Model pertama, dengan menggunakan kabel yang dilengkapi steker berkaki-dua. Kabel ini sudah terpasang menyertai saat kita membeli stabilizer. Saya menamakannya dengan sebutan stabilizer siap pakai. Tinggal menancapkan steker-nya ke stop kontak, maka sudah langsung dalam kondisi siap pakai. Kapasitas stabilizer model ini, yang saya pernah temukan, adalah 500VA, 1000VA dan 1500VA. Bisa digunakan sebagai pendukung satu atau dua unit perangkat elektronik sekaligus sesuai kapasitasnya input listriknya, seperti : kulkas (lemari es), televisi, komputer (PC) dan lain-lain .

Model kedua, saya namakan stabilizer tanpa kabel. Karena, memang dijual tanpa menggunakan kabel sama sekali. Artinya, kita (pembeli) yang harus menyediakan dan memasang sendiri kabel pada stabilizer agar bisa tersambung dengan jaringan kabel listrik di rumah. Untuk stabilizer tanpa kabel ini, minimal kapasitas dimulai dari 2500VA hingga 10 kVA. Bisa digunakan untuk mendukung kestabilan pemakaian listrik satu rumah dengan kapasitas listrik terpasang mulai 1300VA s/d 6600VA.


Continue reading Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

Stabilizer : Mengalihkan Efek Petir

Saat mendung menjadikan suasana pukul 03.00 sore seperti menjelang malam, disertai iringan kilat petir dan suara guntur saling bersahutan, menciptakan sebuah suasana yang membuat perasaan merinding menghinggapi bulu kuduk.

Saya mencoba untuk tidak mengindahkannya. Duduk di sofa ruang depan, seraya menggenggam smartphone, berusaha tetap memfokuskan pikiran melanjutkan membaca berita online yang nampak di layar.

Saat menjentikkan abu rokok ke dalam asbak, kemudian meraih cuping cangkir kopi di meja, saya terhenyak sesaat melihat cahaya petir berkelebat berbentuk mirip seutas tali yang ujungnya terlontar menyentuh permukaan dinding dalam ruangan. Melintas sekitar 2 meter tepat di hadapan saya dan menciptakan suasana terang sekejap di seluruh ruangan.

Di luar rumah, beberapa anak yang sedang bermain menyerukan ajakan kepada teman-temannya untuk segera pulang. Rupanya, ada diantaranya yang juga melihat kilatan petir melintas di dekat mereka. Suasana yang semula ramai langsung menjadi hening. Continue reading Stabilizer : Mengalihkan Efek Petir

Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???

Ada dua komentar mengenai listrik seperti judul di atas yang ditanyakan pada Q&A. Pertama tentang pemakaian listrik mesin cuci dan kedua tentang pemakaian listrik AC di malam hari.

Begini pertanyaan dan jawaban untuk pemakaian listrik mesin cuci :

Tanya :

apabila menggunakan mesin cuci di malam hari, daya yang digunakan oleh mesin cuci tersebut lebih besar di bandingkan di pagi atau siang hari. benarkah hal tersebut?

Jawab :

PLN, membagi dua waktu pemakaian listrik pelanggannya dengan istilah “Waktu Beban Puncak” (WBP) dan “Luar Waktu Beban Puncak” (LWBP). Rentang waktu pemakaian listrik saat WBP (17.00 s/d 22.00) merupakan saat-saat dimana pemakaian listrik oleh pelanggan terjadi secara hampir bersamaan. Dalam kondisi seperti itu, PLN harus memasok daya dalam jumlah sangat besar agar para pelanggannya bisa menikmati listrik di waktu relatif bersamaan di rentang waktu jam-jam tersebut.

Apakah pemakaian mesin cuci di malam hari yang anda maksud berkaitan dengan saat “Waktu Beban Puncak” (WBP) yang saya ceritakan di atas?

Jika benar demikian, maka seperti di bawah ini pendapat saya.

Pemikiran saya tentang perilaku konsumsi daya dari sebuah produk perangkat listrik / elektronik seperti mesin cuci adalah besaran daya yang dikonsumsi hanya bisa dan akan berubah jika voltase listriknya juga berubah. Jadi, ketika voltase turun, maka konsumsi daya (Watt) perangkat akan berkurang. Saat voltase naik, maka konsumsi daya perangkat akan bertambah.

Di dalam rentang jam awal dan akhir WBP, umumnya, kondisi voltase listrik yang terjadi di beberapa rumah pelanggan PLN adalah cenderung turun (di bawah 220Volt). Saya belum pernah mendapat informasi bahwa voltase listrik memiliki kecenderungan untuk naik (di atas 220Volt) di saat WBP.

Jadi, hingga saat ini, tidak pernah terlintas dibenak saya bahwa konsumsi daya dari pemakaian sebuah perangkat listrik / elektronik di saat WBP bisa dan akan menjadi bertambah besar dibanding perangkat digunakan di saat LWBP.

Menurut saya, selama mesin cuci bisa dioperasikan secara normal, berarti voltase listrik di rumah anda pun cenderung normal. Jadi, besaran daya yang dikonsumsi oleh mesin cuci anda pun pasti sama, baik di saat WBP maupun LWBP .

Dan ini pertanyaan dan jawaban untuk pemakaian listrik AC :

Tanya :

mau tanya, kalo nyalain ac di bawah jam 10 malam itu narik pulsa lebih banyak(lebih mahal) ? Dibanding nyalain jam 10 keatas ? Apakah ada pengaruh nya waktu dengan penarikan listrik?

Jawab :

Sulit untuk dibuktikan kebenaran teori adanya hubungan antara waktu dengan penarikan listrik sebagaimana yang anda tanyakan. Secara pribadi, sebenarnya, saya juga setuju dengan teori tersebut .

Ada korelasi sangat erat dimana perangkat elektronik akan mengkonsumsi Watt secara berlebih saat Voltase turun. Voltase listrik di masa Waktu Beban Puncak (WBP) antara pukul 17.00 s/d 22.00 dan 05.00 s/d 07.00, memiliki kecenderungan turun akibat tingginya pemakaian listrik oleh pelanggan PLN. Sehingga, pemakaian perangkat elektronik seperti AC di kedua jeda WBP tersebut, memiliki kemungkinan akan mengkonsumsi listrik jauh lebih banyak dibanding saat di Luar Waktu Beban Puncak (LWBP).

Namun, sekali lagi, hal itu sulit untuk dibuktikan kebenarannya.

Hal yang ditanyakan mengenai pemakaian listrik di malam hari lebih besar / mahal adalah benar dan memiliki persepsi yang sama. Hanya saja terdapat kontradiksi dengan jawaban yang saya sampaikan atas kedua pertanyaan. Lalu, apakah ada kesalahan dari salah satu jawaban yang telah saya sampaikan?

Continue reading Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???