Steker, Stopkontak dan Arus Listrik

Steker, Stopkontak dan Arus Listrik
Gambar : Steker berkaki-tiga pada laptop / notebook

halaman 1 dari 4

Saya duduk terdiam memerhatikan “steker ber-kaki tiga” dari laptop di rumah, sambil terus bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana cara mereka (pabrikan pembuat laptop) menentukan (posisi) arus positif atau netral (serta arde) di steker ini?”

Cukup lama saya duduk terdiam hanya untuk memandangi steker laptop berkaki tiga itu. Kemudian, saya tancapkan steker tersebut pada stop kontak dan menyalakan laptop untuk mencari “petunjuk” di Google yang sekiranya memiliki hubungan dengan pertanyaan di kepala saya.

Kata kunci pencarian yang digunakan adalah “3 pin plug in electrical”, dan tak lama kemudian muncul daftar situs / blog di layar laptop yang memiliki tema informasi terkait dengan kata kunci. Selain itu, disajikan juga beberapa potongan gambar tiga dimensi meng-ilustrasi-kan jeroan fisik steker berkaki-tiga dengan kondisi dilihat dari bagian punggung steker. Saya meng-klik gambar steker berkaki tiga tersebut. Disitu terdapat keterangan yang menyertai arus positif (sebelah kaki kanan steker) dengan simbol huruf “L” (Line), arus negatif (sebelah kaki kiri steker) dengan simbol “N” (Neutral) dan jalur arde (di bagian tengah steker) dengan simbol “E” (Earth).

Steker, Stopkontak dan Arus ListrikKemudian saya meng-klik menu Images (Gambar) pada browser untuk menampilkan semua gambar yang berhubungan dengan steker berkaki-tiga. Hanya ada tiga gambar berbeda yang secara jelas memvisualisasikan bentuk steker berkaki-tiga disertai keterangan arus listrik di setiap ketiga kakinya. Ketiga gambar steker kaki tiga yang ditampilkan, memberikan keterangan yang sama mengenai arus listrik yang seharusnya menjadi bagian dari masing-masing setiap kaki steker sebagaimana yang saya ceritakan diatas.

Saya kembali berpikir, bahwa jika memang setiap steker kaki tiga memiliki kesamaan arus listrik di setiap kakinya, apakah konsep yang sama juga diberlakukan untuk memposisikan arus listrik pada steker ber-kaki dua juga? Lalu, saya ketik-an kata kunci untuk mencari informasi tentang steker berkaki dua…

Hanya satu gambar dari hasil pencarian yang memberikan keterangan terkait perihal yang saya ingin ketahui. Mungkin kata kunci yang diajukan kurang tepat dengan sasaran informasi yang saya inginkan. Atau, memang tidak banyak informasi yang menjelaskan mengenai sosok steker berkaki dua.

Melihat informasi yang disajikan lebih banyak dan lebih meyakinkan berhubungan dengan steker berkaki tiga, saya pun memutuskan untuk menggunakan informasi tersebut sebagai acuan dalam mengupayakan kejelasan letak jenis arus listrik yang seharusnya terpasang pada kaki-kaki di setiap steker.
cara memasang steker listrik

Mendefinisikan arus listrik pada stop kontak

Mari kita awali rangkaian hubungannya dari stop kontak yang merupakan “pasangan hidup” steker. Karena, arus listrik yang mengalir melalui kaki-kaki steker akan mengikuti arus listrik yang terpasang pada lubang stop kontak tempat kaki-kaki steker ditancapkan.

Nah, kemudian kita urai keterkaitan hubungan tersebut menggunakan informasi mengenai posisi arus listrik steker berkaki-tiga yang saya dapatkan dari pencarian di Google.

Jika, dengan posisi dilihat dari bagian “punggung steker”, kaki sebelah kanan steker berkaki-tiga digunakan untuk arus listrik positif, berarti lubang stop kontak tempat kaki sebelah kanan steker berkaki-tiga ditancapkan juga harus membawa arus listrik bermuatan positif.

Jadi, untuk semua dan setiap stop kontak yang dipasang guna kepentingan tempat menancapkan steker berkaki-tiga, harus memiliki satu kesamaan posisi letak arus listrik positifnya, yaitu di lubang sisi sebelah kanan saat kita berhadapan dengan stop kontak tersebut. Artinya, formasi kawat kabel listrik pada stop kontak untuk steker berkaki-tiga yang terpasang di dinding rumah, memiliki susunan sbb. :

  • Kawat berwarna merah (arus positif) disisi kanan stop kontak,
  • Kawat berwarna biru (arus netral) di sisi kiri stop kontak
  • Kawat berwarna kuning (arde) ditengah stop kontak.

Anda dapat membaca uraian selengkapnya tentang steker berkaki-tiga di artikel Memasang Steker Listrik ber-kaki Tiga.


Kalau susunan pemasangan kawat kabel di stop kontak untuk steker berkaki-tiga harus dan sudah pasti seperti itu, lalu bagaimana susunan kawat kabel yang seharusnya terpasang pada stop kontak untuk steker berkaki dua?

Menurut saya, sudah semestinya harus sama.

Jika tidak ada perbedaan, lalu bagaimana caranya seandainya kita hendak merangkai sendiri steker berkaki-dua di rumah? Mana bagian yang disebut sebagai kaki-kanan dan kaki-kiri dari sebuah steker berkaki dua?
Mendefinisikan arus listrik pada stop kontak

Steker bawaan pabrik (built-in power cord)

Steker, Stopkontak dan Arus Listrik
Gambar : Steker berkaki-dua bawaan pabrik – berbentuk huruf “L” terbalik.

Steker berkaki-dua bawaan pabrik (gambar kiri) dari sebuah / beberapa perangkat listrik / elektronik, biasanya sudah dalam keadaan terbungkus permanen. Casing steker umumnya berbahan campuran plastik-karet yang sangat “alot”. Tidak ada celah maupun mur / baut untuk kita bisa membuka / membongkarnya. Sehingga, kita tidak memiliki pilihan untuk melihat kawat yang tersambung pada setiap kaki steker bawaan pabrik selain dengan cara me-robek-nya menggunakan cutter. Namun demikian, saya rasa tidak diperlukan tindakan hingga sedemikian rumit dan ekstrim seperti itu demi untuk mengetahui jenis arus listrik di masing-masing kaki steker yang terbungkus permanen.

Banyak steker bawaan pabrik saat ini berbentuk huruf “L” terbalik. Baik yang berkaki-tiga maupun berkaki-dua, bentuk steker seperti itu memberi kepastian kepada pemakainya mengenai bagaimana posisi yang seharusnya saat steker hendak ditancapkan ke stop kontak. Bentuk fisik steker yang sedemikian rupa itu, setidaknya, bisa meminimalkan kemungkinan tertukarnya letak arus listrik dari steker setelah kaki-kakinya menancap di stop kontak. Dengan begitu, kemungkinan perangkat elektronik / listrik menerima arus listrik terbalik, dapat terhindar dengan sendirinya. Kecuali, memang terdapat kesalahan posisi arus listrik pada stop kontak tempat steker ditancapkan.

Steker, Stopkontak dan Arus Listrik
Gambar : Steker berkaki-dua eceran – berbentuk huruf “L” terbalik.

Walau pun sudah banyak digunakan, bukan berarti semua steker bawaan pabrik dari perangkat listrik / elektronik sudah pasti selalu memiliki bentuk “L” terbalik. Pada perangkat listrik / elektronik berkualitas rendah dan berharga murah, biasanya hanya dilengkapi dengan steker bawaan pabrik berkaki dua berbentuk “pipih”.

Steker berbentuk pipih seperti itu, tidak memiliki petunjuk pasti yang menerangkan masing-masing letak posisi arus listrik di setiap kaki-nya. Pada beberapa perangkat listrik / elektronik, permukaan steker benar-benar polos. Tidak ada simbol atau kode apa pun yang bisa dijadikan petunjuk untuk menerangkan posisi arus listrik positif yang terpasang.

Steker, Stopkontak dan Arus Listrik
Gambar : Steker berkaki-dua bawaan pabrik – berbentuk pipih

Saya kembali mencoba menyusun ulang semua informasi yang sebelumnya telah terkumpul. Beranjak dari posisi arus listrik positif pada stop kontak pada steker berkaki-tiga, saya mencoba me-meta-kan bahwa jalur aturan main yang berlaku untuk pemasangan kawat bermuatan listrik positif di setiap stop kontak. Yaitu : harus berada di sisi kanan saat kita berhadapan dengan stop kontak tersebut. Jadi, posisi arus listrik positif pada kaki steker berkaki-dua pun akan berlaku mengikuti posisi yang sama dengan kita saat berhadapan dengan stop kontak.

Sekarang, tinggal menentukan cara bagaimana agar posisi dari masing-masing kaki steker berkaki-dua dapat langsung dikenali sebagai kaki sebelah kiri atau kanan.

Lalu, saya mengambil dan mengamati fisik steker berkaki dua. Pada permukaan luar steker tercetak beberapa gambar simbol dan tulisan. Setelah beberapa kali diperhatikan, saya mendapatkan satu simbol / tulisan yang dapat digunakan sebagai parameter secara umum untuk menentukan posisi dari kedua kaki sebenar-nya, yaitu tulisan 250V~16A atau tulisan lain dengan maksud dan tujuan sama. Tulisan itu merupakan tanda kemampuan hantar arus yang dimiliki oleh steker. Hampir semua steker berkaki-dua berbentuk pipih, baik bawaan pabrik atau bukan, memiliki cetakan tulisan seperti itu. Mengenai kebenaran antara tulisan yang tercetak dengan kenyataan kemampuan dari steker itu sendiri, saya agak meragukannya.

Untuk saat ini, saya memutuskan bahwa kaki steker yang terletak disebelah kiri tulisan 250V~16A, berfungsi untuk membawa arus listrik bermuatan positif. Sedangkan kaki lainnya untuk arus listrik netral. Benarkah demikian? Saya akan membahasnya lagi setelah mendapatkan informasi yang lebih pasti.
Steker bawaan pabrik (built-in power cord)

Iklan

4 thoughts on “Steker, Stopkontak dan Arus Listrik”

  1. Urusan listrik apalagi mengenai strum, bagi sebagian orang cukup bin keder. Walaupun banyak juga cukup biasa dgn urusan ini…

    Suka

    1. Walau cukup banyak menulis artikel tentang listrik, sampai sekarang pun saya masih “keder” ketika harus berurusan dengan listrik. 😀
      Setiap orang memiliki batas kenyamanan tersendiri ketika harus berhadapan dengan listrik dan saya berharap, batas kenyamanan itu dapat bertambah melalui artikel-artikel tentang listrik di blog ini.

      Terima kasih telah berkunjung, sukses selalu untuk “Secangkir narasi alam”!

      Suka

      1. Info yang bermanfaat & sudah saya buktikan pada monitor LCD komputer saya yang sedikit terlihat berkedip kedit pada bagian atas.Setelah saya tukar posisi stekernya masalah berkedip sudah tidak lagi.Terima kasih sudah berbagi ilmu & pengalamannya.

        Suka

Komentar ditutup.