Question & Answer ~ 2017

icon-bohlam-2016-q-and-aHi,

Selamat datang di Question and Answer (Pertanyaan dan Jawaban). Halaman ini khusus disediakan bagi anda yang memiliki pertanyaan / komentar seputar topik dari artikel-artikel yang telah saya publikasikan.

Tujuan di-ada-kannya halaman Q & A ini, selain memudahkan saya dalam mengatur jawaban dari komentar / pertanyaan yang masuk, juga untuk menghindari duplikasi komentar / pertanyaan dan jawaban. Sehingga, setiap komentar yang dipublikasikan menjadi unik dan tidak membosankan untuk ditelusuri satu per satu.

Komentar yang diperkenankan dan tidak.

Sebagaimana selama ini perlakuan yang diterapkan terhadap setiap komentar yang masuk, saya akan menampilkan semua pertanyaan / komentar yang tidak bersifat mem-promosi-kan apa pun.

Pertanyaan / komentar atas sebuah perangkat elektronik / listrik yang memang bermanfaat, memiliki hubungan erat dengan efektifitas kehidupan sehari-hari dengan efisiensi pemakaian daya yang tinggi, akan saya publikasikan tanpa menyertai brand / merek dari perangkat tersebut.

Penerapan perlakuan komentar seperti ini bertujuan untuk menjaga fokus pembahasan tetap pada porsinya.

Saya berharap, dengan keberadaan halaman Q & A ini, dapat mempermudah anda dalam menemukan jawaban / solusi berdasarkan pertanyaan / komentar para pengunjung lain blog / situs ini.

* Untuk melihat dan membaca kembali Q & A periode tahun 2014 s/d awal 2017, silahkan klik disini.

Salam… ☺

Iklan

26 thoughts on “Question & Answer ~ 2017”

  1. Terimakasih artikel2nya sangat bermanfaat.
    Terus terang saya awam mengenai kelistrikan dirumah, cuman akhir2 ini iseng ingin menambah titik stop kontak sendiri dirumah. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah jika sebuah kabel NYM isi 3 kita hubungkan salah satu ujungnya (kabel hitam) ke sebuah sumber kabel fase yg sudah ada dirumah, terus kita coba tes pake tespen. Kenapa kabel2 yg lain (warna biru dan kunjng) jadi ada listriknya semua meski kecil (redup). Padahal semua ujung kabel biru dan kuning tidak nyambung kemana mana. Apakah ini normal?

    Suka

    1. Terima kasih atas apresiasinya. ☺

      Jawaban dari situasi yang anda tanyakan adalah tidak normal. Hanya kawat hitam saja yang harus menyala ketika di tespen dan sama sekali tidak boleh ada arus listrik di dua kawat lainnya.

      Salam. ☺

      Suka

  2. Saya punya 1 titik saklar tunggal rencananya akan diganti dengan saklar + stopkontak, kabel yg tertanam skrg, biru ( ada arus/negatif ), hitam ( tdk ada arus ), kuning ( ground/arde ).
    Bagaimana cara wiringnya, supaya saklar berfungsi sebagai on off lampu, stopkontak berfungsi sbg sumber arus alat listrik yang lain.
    Mohon petunjuknya ya pak, karena unit itu akan difungsikan pada saat lamaran adik saya.
    tks ya pak

    Suka

    1. Coba anda lihat skema wiring di artikel Memasang Unit Stop kontak + Saklar ~ Inbow di bagian Stopkontak Mengaktifkan Saklar.

      Saya asumsikan unit saklar + stopkontak yang hendak anda pasang adalah sama persis dengan unit pada foto di artikel tersebut.

      Kalau diterapkan pada situasi yang hendak anda ubah saat ini, maka yang harus dikerjakan pertama adalah mengganti jalur kabel ke saklar tunggal dari kabel isi 2 kawat menjadi kabel isi 3 kawat (3 x 1,5mm).

      Dari ketiga kawat yang ada dalam kabel itu, anda pasang sesuai sambungan yang terdapat pada gambar skema dengan kondisi :
      1. kawat hitam pada skema, anda jadikan biru.
      2. kawat biru pada skema, anda jadikan hitam.
      3. kawat kuning pada skema, tidak berubah.

      Kawat kuning (arde) yang terpasang di jaringan kabel rumah anda saat ini, tetap sama.

      Salam. ☺

      Suka

  3. Salam, saya mau tanya, Di rumah saya di pasang stop kontak Outbow, kmarin stop kontak itu konslet karena di sarangi semut, apa akan jadi masalah kalo saya pasang jadi tipe inbow?

    Suka

    1. Kalau secara fungsi, tidak ada bedanya antara inbow dengan outbow. Jadi, tidak ada masalah jika anda hendak menukarnya. Tapi, baik inbow maupun outbow, tetap memiliki kemungkinan untuk semut kembali bersarang di dalamnya.

      Solusinya bisa dengan meng-kuas-kan pestisida anti-rayap di sekeliling tembok tempat stopkontak. Atau di dalam dinding tempat dimana inbow ditanam. Kerjakan itu sebelum stopkontak di pasang dan tunggu hingga benar-benar kering (6 s/d 12 jam).

      Salam. ☺

      Suka

  4. Saya ingin pasang stabilizer 3000VA untuk rumah. Pertanyaan saya:
    1. Apakah sebaiknya pemasangan di dekat MCB (listrik sentral)? Jika iya, apakah perlu membobok tembok?
    2. Bagaimana sebaiknya teknik pemasangannya?
    3. Siapakah yang sebaiknya melakukan pemasangan?

    Terimakasih sebelumnya untuk jawaban/komentarnya. 😊

    Salam,

    Suka

  5. Salam sejahtera mas,
    Saya mau nanya, indikator di rumah saya lampu led kuningnya sering nyala dan kadang lampu juga sering redup nyala mati nyala mati, kemarin malah listriknya tidak ngangkat, terus saya lapor ke petugas pln ternyata kena nul atau apanya yg dikotak pln itu saya kurang paham. Nah setelah dibenahi lampu saya tidak mota mati lagi, tapi lampu led kuning di indikator kadang masih menyala, terus kadang juga masih kedengeran kayal suara listrik “cleret”, penyebab dan solusinya apa ya mas?
    Makasih sebelumnya , maaf kalau agak mbulet soalnya gak paham listrik

    Suka

    1. Salam sejahtera, juga…

      Saya sudah membahas kasus indikator lampu led kuning yang nyala itu di artikel Lampu Indikator Meteran, Stabilizer dan Grounding. Silahkan disimak terlebih dulu. ☺

      Mengenai ada yang bunyi, saya tidak mengerti penyebabnya. Mesti ditanyain ke petugas PLN yang kemaren ini dateng nge-benerin meteran.

      Salam. ☺

      Suka

  6. Komentar / pertanyaan dari Sdr. Robby Suhendra :

    Assalamualaikum pak Omar Ramlee,,

    salam kenal, sy pak Robby mau meminta saran jika kondisi di rumah saya dengan daya 2200watt ( sdh Token )
    tetapi jika malam hari daya listrik saya tidak lg 2200wat melainkan hanya 1600watt, dan sering kali lampu dirumah redup lalu tarang kembali, yg paling parah adalah AC dirumah jika sdh jam 2 malam baru terasa dingin, pertanyaan saya :

    1.adakah alat seperti travo buat 1 rumah..?
    2.apakah ada stabilizzer untuk mengcover daya agar stabil 1 rumah..? jiak ada, merk/type nya apa, untuk daya 2200watt ?

    demikian yang dapat saya tayakan, terima kasih ats perhatian dan bantuan nya.

    salam
    robby

    Suka

    1. Salam kenal juga…,

      Semisalnya instalasi listrik di rumah anda belum ada grounding, coba dibuat dan dipasang terlebih dulu. Keberadaan grounding bisa membantu agar voltase listrik tidak terlalu drop.

      Untuk menstabilkan voltase menjadi 220 Volt, gunakan stabilizer untuk 1 rumah (stabilizer tanpa kabel) berkapasitas 5000VA. Di rumah saya menggunakan stabilizer merk OKI. Namun, anda bisa menggunakan stabilzer merk lain yang berkapasitas setara. Yang penting, pemasangannya dikerjakan dengan benar.

      Sebaiknya, gunakan jasa teknisi listrik untuk mengerjakan semua itu.

      Salam. ☺

      Suka

  7. Melanjut dari pertanyaan saya di artikel Pak Omar terbarunya yaa..

    Bukankah setiap orang punya kemahiran berbeda-beda, Pak omar? Maksudnya, seseorang bisa ahli dalam satu bidang namun belum tentu ahli atau bisa membuat DIY seperti bapak?

    Saya seorang perempuan, saya ahli dalam urusan administrasi, tetapi tdk bisa saya membuat filter air / kipas BBT seperti ide dari Pak Omar.

    Saya paham dan mencoba konsep – konsep bapak misalnya saja pada tema udara. seperti kelembapan (sampai saya beli hygronometer sendiri), membuat kisi-kisi bersirip untuk langit-langit rumah, meratakan sebaran hembusan udara, dan akhirnya saya menyerah. Hahaha.. sudah saya coba tapi rumah saya tetap puanas. (Saya tinggal di Cikarang daerah industri pak. Udara sejuk disini mahal pak, harus beli AC dulu). Padahal saya menghindari ketergantungan saya terhadap AC. Mudah saja sih bagi orang-orang untuk membeli AC kan. Praktis. Namun saya merasa bertanggung jawab menjaga bumi kita.

    Jadi, kenapa tidak “dikomersilkan” saja ide nya ini, pak? untuk orang-orang yang kurang ahli “bikin-bikin” seperti saya. Saya sih berharap ide – ide Pak Omar ini tidak hanya berhenti pada artikel saja. Tapi juga bisa dibuktikan dan berlanjut membantu “pengemarnya” untuk ikut merasakan kreatifitas Pak Omar dalam berkarya. Tidak ada salahnya sih Pak menurut saya. Ini pangsa pasarnya luas loh. Hehehe

    Mohon maaf jika kata-kata saya kurang berkenan.

    Salam.

    Suka

  8. Sore mas Omar, saya sudah baca artikel ttg LPF, disana disebutkan kalau LPF tidak bisa diterapkan kalau sumber airnya dari pompa air sumur/air tanah, hal itu kenapa ya pak?

    Suka

    1. Bukan masalah pada sumber airnya yang menjadikan tidak bisa. Tapi, pada kekuatan tekanan aliran air yang masuk ke perangkat LPF. Intinya, tekanan aliran air yang masuk ke dalam perangkat LPF harus berkekuatan kurang dari 10 liter per menit. Jadi, harus ada wadah sebagai penampungan sementara (toren air kotor) dari air yang dipompakan dari dalam sumur. Dengan demikian, pompa hanya akan menyala saat toren air kotor kosong, tidak nyala-mati berulang kali.

      Kira-kira, seperti ini rancangan susunannya :

      Sumur – pompa – toren air kotor – perangkat LPF – toren air bersih – jaringan pipa dalam rumah.

      Keterangan :

      Air sumur dipompakan ke dalam toren air kotor. Outlet toren air kotor masuk ke perangkat LPF. Outlet perangkat LPF masuk ke toren air bersih. Outlet toren air bersih dialirkan ke jaringan pipa dalam rumah.

      Ketinggian toren air kotor harus di atas perangkat LPF. Dan outlet perangkat LPF harus lebih tinggi dari inlet toren air bersih.

      Toren air kotor dipasangi RADAR untuk mengatur pengisian air secara otomatis.

      Toren air bersih dipasangi pelampung analog untuk mengatur pengisian air bersih dari perangkat LPF.

      Suka

      1. Kalau seperti ini berarti kita harus sering nguras toren kotornya dong ya pak, soalnya air sumur dari pompa langsung masuk ke toren utama/kotor baru masuk keperangkat LPF.

        O iya pak kalo mengunakan toren utama sebagai wadah air kotor berarti perangkat LPF nya hanya terdiri hanya 3 tabung ya, 1 tabung yg isinya media organik dan 2 tabung isi kapas dan perangkatnya di letakkan di dalam toren air kotor?

        Lalu keluaran outlet dari tabung terakhir masuk ke pipa keluaran toren air kotor kemudian masuk ke inlet toren bersih yg posisi pipanya sejajar dengan outlet dari toren air kotor.

        Kalau seperti ini di toren air bersih bagaimana memasang pelampung analognya ya pak karena posisi inlet toren bersih ada di bawah?

        Kira2 skemanya seperti ini ya pak?

        * link dihapus oleh admin *

        Suka

      2. O iya saya lupa infokan, toren yg terpasang saat ini di rumah saya kapasitas 500 liter rencananya bila konsep LPF ini diterapkan saya ingin membeli 1 lagi untuk toren air bersihnya tp kapasitas 250 liter apakah itu memungkinkan pak?

        Suka

  9. Permisi pak mau tanya tanya nih seputaran stabilizer yg udh bpk posting.
    Saya punya stabilizer 2 unit masing2 5.000VA dg merk matsu*oto dan ok*. Nah rencana salah satu nya saya mau pake buat dipake kelistrikan rumah. Listrik rumah 1300VA dan beban yg dipakai dri kulkas tv lampu dll kurang lebih sekitar 2.850 watt.
    Apakah bisa stabilizer sy yg 5.000VA buat listrik rumah sy?. (Yg dipake 1 unit stabilizer aja) sekalian yg bagus dri 2 merk itu yg mana yg bakal sy pasang buat listrik rumah.
    Terimakasih

    Suka

    1. Perhitungan nilai minimum kapasitas stabilizer untuk pemakaian listrik 2850 Watt :

      = 2850 Watt / 0,75 / 0,8
      = 4750 VA

      Jadi, stabilizer berkapasitas 5000VA bisa untuk mengakomodir tingkat kestabilan voltase pemakaian listrik di rumah anda yang sebesar 2850 Watt.

      Kapasitas listrik di rumah saya 1300VA dan sudah 10 thn menggunakan 2 unit stabilizer merk ok* ~ 3000VA. Hingga saat ini, tidak pernah ada masalah. Stabilizer merk lain juga bagus… yang penting jaringan kabel listrik di dalam rumah sudah benar dan terhubung ke Grounding.

      Salam. ☺

      Suka

  10. listrik pulsa di kontrakan saya 900 watt, mcb nya selalu jeglek saat menyalakan tv,kulkas dan memasak nasi di magic com.
    apakah tidak kuat atau ada masalah di lainnya?
    terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: