Arsip Kategori: Instalasi Listrik

Stabilizer : Mengalihkan Efek Petir

Stabilizer : Mengalihkan Efek PetirSaat mendung menjadikan suasana pukul 03.00 sore seperti menjelang malam, disertai iringan kilat petir dan suara guntur saling bersahutan, menciptakan sebuah suasana yang membuat perasaan merinding menghinggapi bulu kuduk.

Saya mencoba untuk tidak mengindahkannya. Duduk di sofa ruang depan, seraya menggenggam handphone, berusaha tetap memfokuskan pikiran melanjutkan membaca berita online yang nampak di layar.

Saat menjentikkan abu rokok ke dalam asbak, kemudian meraih cuping cangkir kopi di meja, saya terhenyak sesaat melihat cahaya petir berkelebat berbentuk mirip seutas tali yang ujungnya terlontar menyentuh permukaan dinding dalam ruangan. Melintas sekitar 2 meter tepat di hadapan saya dan menciptakan suasana terang sekejap di seluruh ruangan.

Di luar rumah, beberapa anak yang sedang bermain menyerukan ajakan kepada teman-temannya untuk segera pulang. Rupanya, ada diantaranya yang juga melihat kilatan petir melintas di dekat mereka. Suasana yang semula ramai langsung menjadi hening. Baca lebih lanjut

Iklan

Lampu Indikator Meteran, Stabilizer dan Grounding

Arti lampu indikator meteran PLN Sekitar pertengahan tahun 2014, meteran pascabayar lama (900VA) rumah saya yang berlokasi di Jakarta, diganti (gratis) dengan meteran pascabayar baru. Saat penggantian dikerjakan, saya melihat kawat arde dipotong oleh petugas. Menurut si petugas, kini kawat arde sudah tidak dibutuhkan lagi. Karena, fungsinya bisa digabungkan dengan kawat netral.

“Listrik sekarang sudah canggih, Pak. Beda dengan dulu yang masih pake kawat arde.”, begitu penjelasan si petugas.

Saya hanya bisa meng-iya-kan sambil mengangguk-anggukan kepala. Tidak ada yang bisa saya kerjakan untuk mencegahnya, karena yang menyatakan hal itu adalah seorang teknisi listrik resmi dari PLN. Namun, seiring berjalannya waktu, memperlihatkan bahwa pernyataan tersebut tidak sepenuh bisa berlaku sama dengan kawat Arde yang dikondisikan tetap ada dan terhubung meteran kWh PLN.
Arti lampu indikator meteran PLN

Baca lebih lanjut

Listrik : Batas Tanggung Jawab PLN dan Pelanggannya

Listrik : Batas Tanggung Jawab PLN dan Pelanggannya
Di bawah ini adalah “potongan” cuplikan pernyataan resmi pihak PLN mengenai batas tanggung jawab antara PLN dengan kita, sebagai pelanggannya.

Saya hanya mengambil bagian yang sekiranya penting untuk kita ketahui sebagai pelanggan PLN saja :

….
Sesuai UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, tak semua proses penyambungan baru listrik menjadi tanggung jawab PLN. Ada yang menjadi tanggung jawab pelanggan, tanggung jawab instalatur listrik, dan tanggung jawab lembaga pemeriksa instalasi.

Batas kewenangan PLN dalam proses penyambungan baru listrik di mulai dari pemasangan jaringan tegangan rendah, sambungan rumah, sampai dengan alat pembatas dan pengukur (kWh Meter & MCB). Meski demikian, penyambungan baru bisa dilakukan setelah pelanggan memiliki sertifikat laik operasi dari lembaga pemeriksa instalasi, membayar biaya pemasangan, dan masih ditambah dengan uang jaminan berlangganan bagi pelanggan meter pasca bayar serta menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PLN.

Selanjutnya, pelanggan bertanggung jawab atas instalasi rumah/bangunan. Dalam memasang instalasi, pelanggan dapat menghubungi instalatur dan, untuk kepengurusan sertifikat laik operasi, pelanggan dapat berhubungan langsung dengan lembaga pemeriksa instalasi.

UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan Pasal 15-17 dan PP No 62/2012 mengatur usaha penunjang tenaga listrik, di mana instalatur listrik, yang tergabung dalam asosiasi AKLI, Alkindo, Paklina, Aklinas, Askonas, dan lain-lain, bertugas membuat gambar dan memasang instalasi di rumah/bangunan pelanggan.

Berdasarkan UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan Pasal 44, Peraturan Pemerintah No 14/2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 5/2014 tentang Tata Cara Akreditasi dan Sertifikasi Ketenagalistrikan, serta sesuai hasil putusan Mahkamah konstitusi atas perkara Nomor 58/PUU-XII/2014 pada 22 September 2015, Menteri ESDM dapa menunjuk Konsuil dan PPILLN untuk menerbitkan sertifikat laik operasi bagi pengguna listrik. Untuk diketahui, setiap instalasi listrik memang wajib memiliki sertifikat laik operasi.

Lembaga pemeriksa instalasi (Konsuil, PPILN) bertugas memeriksa kelaikan operasi instalasi listrik tegangan rendah yang sudah dipasang oleh instalatur listrik dan mengeluarkan sertifikat laik operasi. Isinya menyatakn bahwa instalasi dalam rumah/bangunan pelanggan aman dan memenuhi standar instalasi.

ARIES DWIANTO
Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi, PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.

Demikian bunyi dari potongan cuplikan yang saya peroleh dari kolom surat pembaca, harian Kompas, Jumat 15 Januari 2015.

Baca lebih lanjut

Memasang Panel Surya di Rumah

Memasang Panel Surya di RumahPanel Surya atau dikenal juga dengan nama Solar Panel, merupakan sekumpulan perangkat untuk memproduksi listrik hanya dengan menggunakan sinar matahari sebagai bahan baku utamanya. Bagaimana persisnya teknologi yang digunakan dan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat satu perangkat Panel Surya, saya tidak memahaminya secara detail.

Namun, secara garis besar, cara kerja perangkat Panel Surya sangat sederhana. Yaitu, mengubah sinar matahari menjadi listrik menggunakan lembar sejenis kaca film. Listrik yang dihasilkan dari kaca film tersebut dialirkan ke dalam baterai (aki kering) untuk disimpan dan kemudian digunakan saat baterai sudah dipenuhi dengan listrik.

Jika kita menginvestasikan uang untuk membangun penghasil listrik mandiri berupa Panel Surya, berarti sama dengan kita membeli sejumlah listrik guna pemakaian selama periode waktu tertentu. Konsepnya, mirip dengan listrik prabayar yang diterapkan oleh PLN. Hanya saja listrik yang diperoleh bukan berasal dari PLN dan waktu pemakaian manfaat listrik yang jauh lebih lama.

Dalam listrik prabayar, PLN sudah membuat ketetapan harga listrik per kWh yang dijual. Kita (pelanggan) tinggal menyiapkan uang untuk membeli jumlah listrik yang hendak kita pakai selama beberapa waktu ke depan. Bagaimana dengan Panel Surya? Berapa uang yang harus kita persiapkan untuk diinvestasikan agar bisa memenuhi kebutuhan pemakaian listrik di rumah dengan menggunakan Panel Surya?
Memasang Panel Surya di Rumah

Baca lebih lanjut

Meteran Listrik Pascabayar vs Prabayar?

icon.bohlam.2016.rupiahBanyak pelanggan PLN yang merasa diuntungkan setelah melakukan “migrasi” dari meteran pascabayar ke prabayar. Di pihak yang sama, banyak juga pelanggan yang merasa dirugikan dari terpasangnya meteran prabayar di rumah mereka.

Pertanyaan mengenai perbedaan menggunakan meteran pascabayar dengan prabayar pun bergulir kencang. Keraguan beberapa pelanggan yang hendak melakukan migrasi meteran semakin besar. Mayoritas dari mereka, mulai terfokus pada pertanyaan : “Benarkah menggunakan meteran prabayar akan lebih menguntungkan dibanding meteran pascabayar?”.

Baca lebih lanjut

Satu rumah dua meteran listrik? Bolehkah…?

Di salah satu artikel, saya pernah menyinggung sedikit mengenai melakukan penambahan unit baru meteran listrik prabayar PLN. Sehingga pelanggan PLN dapat memiliki dua meteran listrik terpasang di rumahnya. Pada dasarnya, jumlah kebutuhan pokok akan listrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak besar. Seperti lampu penerangan, kulkas, kipas angin, mesin air (pompa air), strika, rice cooker dan televisi. Kapasitas daya 900VA dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan listrik dari semua perangkat tersebut secara bersamaan di sebuah rumah berpenghuni dua hingga empat orang.
Baca lebih lanjut

Lebih jauh tentang fungsi Arde

Jika kita membuka casing-stopkontak, akan terlihat tiga “penjepit” kawat tembaga kabel. Dua penjepit berada di pinggir dan satu di tengah. Penjepit di bagian pinggir digunakan untuk menyematkan kawat positif dan kawat netral, sedang di bagian tengah diperuntukkan khusus arde. Penjepit bagian tengah akan terhubung dengan bumi / tanah melalui kawat arde. Dan, bagian ini tidak pernah terhubung dengan kedua kawat yang berada di kedua sisinya (positif dan netral).

Baca lebih lanjut