Tarif Listrik Rumah Tangga Juli – September 2022

Pada kwartal ketiga tahun 2022 ini, terjadi penyesuaian tarif listrik untuk golongan pelanggan rumah tangga golongan R2 dan R3 dari Rp. 1.444,70,- menjadi Rp. 1.699,53,-. Sedangkan bagi golongan pelanggan rumah tangga R1, tarif listrik yang dikenakan masih sama dengan tarif listrik kwartal kedua tahun 2022. Continue reading “Tarif Listrik Rumah Tangga Juli – September 2022”

Tarif Listrik Rumah Tangga Januari – Maret 2022

Mulai tahun 2022, PLN kembali menetapkan pemakaian penyesuaian tarif listrik untuk harga listrik per kWh. Penyesuaian tarif ini dikenakan pada pelanggan rumah tangga non-subsidi mulai dari golongan tarif 900VA s/d 6600VA dan termasuk golongan tarif di atas 6600VA.

Berikut adalah lampiran tarif listrik per Januari s/d Maret tahun 2022 :

Continue reading “Tarif Listrik Rumah Tangga Januari – Maret 2022”

Cara Menentukan Batas Pelanggaran Pemakaian Listrik di Rumah

Pelanggaran pemakaian listrik terjadi karena pelanggan dengan sengaja mengkondisikan satu keadaan agar dapat menggunakan listrik tanpa mempedulikan ketentuan yang berlaku, khususnya terkait tarif listrik. Atau lebih dikenal dengan istilah mencuri listrik.

Cara yang dipakai bemacam-macam, salah satunya yang cukup banyak dipakai adalah dengan memodifikasi meteran. Ada dua model modifikasi yang umum dipakai, yaitu :

  1. mengurangi laju pencatatan pemakaian listrik
  2. menambah kapasitas listrik terpasang

Kedua modifikasi sifatnya independen, bisa diterapkan sendiri-sendiri atau berbarengan tanpa ada masalah. Dan, semua itu hanya bisa dikerjakan oleh mereka yang sangat memahami fungsi kerja teknis dari meteran dengan benar.

Bagi saya, semua urusan terkait mencuri listrik, bukanlah hal yang menarik untuk dipelajari. Karena, mengerti atau tidak mengerti, tidak membuat banyak perubahan berarti dalam hidup saya selanjutnya.

Tapi, bagaimana seandainya tetiba ada orang yang datang mengaku sebagai petugas PLN dan mengatakan, bahwa saya telah melakukan pelanggaran pemakaian listrik (mencuri listrik)?

Darimana saya bisa tahu kalau meteran di rumah saat ini memang bermasalah atau tidak?

Cerita selanjutnya adalah tentang cara bagaimana saya mencoba mendefinisikan batas pelanggaran pemakaian listrik menggunakan perhitungan matematika sederhana. Untuk itu, saya terlebih dulu harus mendefinisikan Nilai Maksimum Pemakaian Listrik dan Nilai Wajar Pemakaian Listrik, yang mana nantinya berperan dalam membentuk parameter Batas Pelanggaran Pemakaian Listrik.

Continue reading “Cara Menentukan Batas Pelanggaran Pemakaian Listrik di Rumah”

Tarif Listrik Agustus 2019

Meski sekarang masih bulan Agustus 2019, pernyataan PLN beserta kementerian ESDM untuk tidak menaikkan tarif listrik selama tahun 2019, bisa dibilang sudah mendekati realisasi sepenuhnya. Bahkan, di awal tahun, tarif listrik golongan pelanggan 900VA non-subsidi diturunkan dari Rp. 1.352,- menjadi Rp. 1.300,-

Tidak terlalu signifikan jumlahnya, namun cukup terasa bagi pelanggan 900VA non-subsidi yang memiliki rata-rata pemakaian listrik besar.

Sampai artikel ini dibuat, saya belum mendapatkan informasi perkembangan terakhir mengenai status tarif listrik 900VA non-subsidi tersebut. Rasanya, masih berada di nilai Rp. 1.300,-.

Tarif listrik untuk golongan pelanggan non-subsidi rumah tinggal lainnya, nilai tarif listrik SAAT INI masih sama dengan nilai tarif listrik yang berlaku di awal tahun 2017. Tidak ada perubahan apapun. Dengan demikian, jika ada pihak/pelanggan menyatakan tarif listrik yang terus naik, maka bisa dipastikan bahwa penyebabnya adalah jumlah pemakaian listrik dari pihak/pelanggan itu sendiri. Bukan perubahan nilai tarif listrik oleh PLN. Continue reading “Tarif Listrik Agustus 2019”

Tarif Listrik 2019…?

Apa kabar dengan tarif listrik di penghujung tahun 2018 ini?
Masih sama nilainya dengan yang saya ceritakan di artikel Tarif Listrik bulan Juli 2018. Tidak ada perubahan ataupun terdengar isu terkait dengan tarif listrik di akhir tahun 2018. Sehingga, sudah bisa dipastikan tidak akan ada kejutan mengenai harga tarif listrik di awal periode tahun 2019 nanti.
Malahan, hal itu sudah di konfirmasikan pihak PLN di saat mereka di dera nilai tukar kurs Rp. 15.000,- per 1 US $ pada kwartal III tahun 2018.

Sungguh sebuah situasi yang (menurut saya) terasa ganjil dan baru terjadi selama pemerintahan era reformasi ini.
Continue reading “Tarif Listrik 2019…?”

Tarif listrik Juli 2018

Pada bulan Februari 2018 lalu, melalui kementerian ESDM pemerintah mewacanakan untuk tidak menaikkan tarif listrik selama tahun 2018.

Saat itu, saya tidak terlalu ambil pusing dengan wacana tersebut.

Hingga saat ini, PLN masih menggunakan faktor nilai tukar kurs Rupiah terhadap Dollar, harga minyak dunia dan inflasi sebagai penentu besaran nilai tarif listrik. Selama ketergantungan terhadap faktor-faktor tersebut masih ada, menurut saya, wacana kebijakan apapun terkait besaran nilai tarif listrik merupakan satu hal yang tidak dapat dipegang konsistensinya.

Namun, perkiraan saya mengenai hal itu ternyata meleset. Sepertinya, situasi yang terjadi saat ini agak berbeda dari yang biasanya. Continue reading “Tarif listrik Juli 2018”

PLN : Tarif Listrik Januari 2018

Memasuki ke pergantian tahun 2018, saya nyaris melupakan informasi dan berita tentang pergerakan tarif listrik. Hingar-bingar berita tentang tarif listrik yang biasa menyertai di setiap menyambut awal pergantian tahun, kini terasa sepi.

Secara realita, nilai yang menjadi dasar tarif listrik golongan pelanggan rumah tinggal tidak berubah (Rp. 1.467,28,- per kWh) sejak ditetapkan per Januari 2017 hingga Januari 2018. Mulai dari golongan 450VA 1300VA hingga 6600VA.
Continue reading “PLN : Tarif Listrik Januari 2018”

PLN : Satu Harga Listrik pelanggan Rumah Tangga?

Awalnya, saudara Feriyadiramen yang menanyakan pendapat saya perihal wacana tentang pemberlakuan satu TDL Rumah Tangga. Beberapa hari setelahnya, seorang sahabat dan seorang tetangga menanyakan juga pendapat saya mengenai hal yang sama.

Sejak wacana kebijakan tersebut pertama kali disuarakan kementerian ESDM, saya (sebagai pelanggan PLN) tidak merasa itu akan membuat masalah cukup berarti di kemudian hari.
Continue reading “PLN : Satu Harga Listrik pelanggan Rumah Tangga?”

Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga per Juli – Agustus – September 2017

Setelah pencabutan subsidi tahap ketiga selesai di akhir Juni 2017 untuk pelanggan golongan 900VA yang dikategorikan “mampu”, maka besaran nilai tarif listrik adjustment pelanggan golongan rumah tangga per Juli – Agustus – September 2017 yang berlaku adalah sbb. : Continue reading “Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga per Juli – Agustus – September 2017”

Cara Menghitung Kapasitas dan Pemakaian Daya Listrik di Rumah

Berapa besar kapasitas listrik yang kita butuhkan di rumah?

Ada perbedaan pengertian antara kapasitas listrik terpasang dengan jumlah pemakaian listrik. Jumlah pemakaian listrik di sebuah rumah, tidak harus mencerminkan besar kapasitas listrik terpasang di rumah. Demikian juga sebaliknya.

Karena keduanya berhubungan erat dengan besaran daya yang dibutuhkan perangkat elektronik, seringkali kita keliru mengartikan perbedaan antara keduanya. Pembahasan tersendiri mengenai pemakaian daya telah banyak saya ceritakan di blog ini. Anda dapat membaca ulasannya di artikel Cara menghitung daya listrik pada Perangkat Elektronik.

Lalu, dimana perbedaan Pemakaian Daya dengan Kapasitas Listrik Terpasang?

Continue reading “Cara Menghitung Kapasitas dan Pemakaian Daya Listrik di Rumah”

Stabilizer : Mengalihkan Efek Petir

Saat mendung menjadikan suasana pukul 03.00 sore seperti menjelang malam, disertai iringan kilat petir dan suara guntur saling bersahutan, menciptakan sebuah suasana yang membuat perasaan merinding menghinggapi bulu kuduk.

Saya mencoba untuk tidak mengindahkannya. Duduk di sofa ruang depan, seraya menggenggam smartphone, berusaha tetap memfokuskan pikiran melanjutkan membaca berita online yang nampak di layar.

Saat menjentikkan abu rokok ke dalam asbak, kemudian meraih cuping cangkir kopi di meja, saya terhenyak sesaat melihat cahaya petir berkelebat berbentuk mirip seutas tali yang ujungnya terlontar menyentuh permukaan dinding dalam ruangan. Melintas sekitar 2 meter tepat di hadapan saya dan menciptakan suasana terang sekejap di seluruh ruangan.

Di luar rumah, beberapa anak yang sedang bermain menyerukan ajakan kepada teman-temannya untuk segera pulang. Rupanya, ada diantaranya yang juga melihat kilatan petir melintas di dekat mereka. Suasana yang semula ramai langsung menjadi hening. Continue reading “Stabilizer : Mengalihkan Efek Petir”

Subsidi listrik pelanggan 450VA & 900VA akan dicabut pada 2017

Ini dia tindakan lanjutan dari wacana pencabutan subsidi listrik pelanggan 450VA dan 900VA oleh PLN yang tertunda lebih dari setahun.

Pencabutan dikerjakan secara bertahap di 2017, sebanyak 4 kali untuk pelanggan 450VA dan 3 kali untuk 900VA. Namun, khusus 450VA, tidak semua pelanggan pasti dicabut subsidi-nya. Tergantung dari kriteria kepantasan mendapatkan subsidi listrik.

Sampai dimana batasan kriteria pantas-tidaknya menerima subsidi listrik, akan ditentukan kemudian oleh PLN.

Anda bisa membaca sumbernya disini.

Semoga bermanfaat! ☺

Tarif Listrik per Agustus 2016

Tarif Listrik (TTL) Agustus 2016 Turun!!!

Terasa sedikit “heboh” 😨 di pikiran saya saat membaca judul berita yang kira-kira menyiratkan makna turunnya harga listrik. Namun setelah disimak isi beritanya, ternyata adalah tarif listrik yang kembali disesuaikan 😩. Turun… naik… turun… naik… seperti yang sebelum-sebelumnya terjadi 😴.

Nilai tarif untuk pemakaian listrik per Agustus 2016 turun (lebih tepatnya disesuaikan) menjadi sebesar Rp.1.409,- atau turun sebesar Rp. 4,- dari tarif bulan Juli 2016, yang sebesar Rp. 1.413,- per kWh. Continue reading “Tarif Listrik per Agustus 2016”

Lampu Indikator Meteran, Stabilizer dan Grounding

Sekitar pertengahan tahun 2014, meteran pascabayar lama (900VA) rumah saya yang berlokasi di Jakarta, diganti (gratis) dengan meteran pascabayar baru. Saat penggantian dikerjakan, saya melihat kawat arde dipotong oleh petugas. Menurut si petugas, kini kawat arde sudah tidak dibutuhkan lagi. Karena, fungsinya bisa digabungkan dengan kawat netral.

“Listrik sekarang sudah canggih, Pak. Beda dengan dulu yang masih pake kawat arde.”, begitu penjelasan si petugas.

Saya hanya bisa meng-iya-kan sambil mengangguk-anggukan kepala. Tidak ada yang bisa saya kerjakan untuk mencegahnya, karena yang menyatakan hal itu adalah seorang teknisi listrik resmi dari PLN. Namun, seiring berjalannya waktu, memperlihatkan bahwa pernyataan tersebut tidak sepenuh bisa berlaku sama dengan kawat Arde yang dikondisikan tetap ada dan terhubung meteran kWh PLN.

Continue reading “Lampu Indikator Meteran, Stabilizer dan Grounding”

Tarif Listrik Januari 2016 Turun!!!

Awal tahun 2016, PLN menyesuaikan tarif listrik rumah tangga dengan penurunan sebesar Rp. 100,- per kWh. Nilai tarif listrik yang sebelumnya sebesar Rp. 1.509,- per kWh, kini menjadi Rp. 1.409,- per kWh.

Penurunan tarif ini, dipicu dengan turunnya harga dari bahan yang menjadi faktor penentu untuk memproduksi listrik. Seperti perubahan harga dari minyak dunia, inflasi dan kurs mata uang. Disamping itu, PLN juga mengklaim faktor keberhasilan melakukan efisiensi sebagai salah satu penunjang turunnya tarif sebesar Rp. 100,- per kWh ini.

Continue reading “Tarif Listrik Januari 2016 Turun!!!”

Tariff Adjustment Listrik… apa sih maksudnya???

Saat mencari informasi mengenai perubahan tarif listrik efektif per 01 Desember 2015, saya menemukan istilah tariff adjustment banyak disebutkan. Secara ilmu akuntansi, tariff adjustment / penyesuaian tarif, mengartikan pada sebuah nilai / harga yang harus dikoreksi / disesuaikan kembali karena terdapat faktor eksternal yang memengaruhi setelah nilai / harga akhir selesai ditetapkan. Kemudian, saya meng-googling untuk mencari definisi pengertian dari istilah tersebut secara pemahaman pihak PLN.

Tidak ketemu! 😕

Namun, berdasarkan beberapa ulasan berita mengenai penyesuaian tarif listrik, saya mencoba menyimpulkan definisi dari istilah tariff adjustment tersebut.

Continue reading “Tariff Adjustment Listrik… apa sih maksudnya???”

Tarif Tenaga Listrik tahun 2016

Mulai tanggal 01 Desember 2015, pemerintah dan PLN memutuskan untuk menghentikan subsidi tarif listrik para pelanggan rumah tangga mulai golongan 1300VA dan selanjutnya.

Sedangkan tarif listrik untuk pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA, akan tetap disubsidikan. Jadi, untuk saat ini, tidak ada perubahan tarif untuk kedua golongan pelanggan tersebut.

Karena mulai diberlakukan Desember 2015, berarti, biaya pemakaian listrik berdasarkan tarif listrik baru yang harus dibayar pelanggan pascabayar, akan efektif pada tagihan bulan Januari 2016. Sedangkan untuk pelanggan prabayar, tarif listrik baru akan efektif berlaku begitu setelah pengumuman kenaikan tarif di sosialisasi kan, yaitu per tanggal 01 Desember 2015.
Continue reading “Tarif Tenaga Listrik tahun 2016”

Provider Pulsa Listrik yang Setengah Mafia…

Persoalan tarif listrik prabayar kembali naik ke permukaan. Bermula dari pernyataan yang dikemukakan oleh Bpk. Rizal Ramli, bahwa nilai beli pulsa listrik sebesar Rp. 100.000,- hanya diterima sebesar Rp. 73.000,- saja oleh pelanggan meter prabayar. Dalam hal ini, pihak yang beliau jadikan tersangka penggelapan sebesar Rp. 27.000,- tertuju pada pihak provider penyedia pulsa listrik prabayar.

Senekad itukah nyali penyelenggara provider pulsa listrik prabayar?

Continue reading “Provider Pulsa Listrik yang Setengah Mafia…”

Cara Menghitung Voucher Listrik Prabayar / Token

Beberapa hari kemarin, iseng-iseng saya menyimak kembali lampiran keputusan tarif listrik tahun 2015 di layar laptop. Kemudian, meng-googling informasi mengenai cara pembelian kuota listrik prabayar. Dari beberapa yang ditemukan, semuanya memiliki dasar konsep transaksi yang sama. Yaitu, kuota listrik dikemas ke dalam bentuk voucher dengan beberapa paket harga penawaran.

Hmmm…. sebuah teknik transaksi yang cukup menarik dan fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan listrik pelanggan prabayar secara menyeluruh ke berbagai tingkat golongan keuangan. Lalu, salah satu mana “harus” di beli diantara beberapa paket harga voucher-voucher yang ditawarkan yang bisa memenuhi kebutuhan pemakaian listrik di rumah selama satu bulan penuh?

Continue reading “Cara Menghitung Voucher Listrik Prabayar / Token”

Memahami Kebijakan Tarif Tenaga Listrik Rumah Tangga tahun 2015

Mengacu pada lampiran keputusan pengenaan tarif listrik pelanggan golongan Rumah Tangga per Januari 2015, terdapat catatan kaki yang menyatakan pemakaian minimum listrik bagi pelanggan pascabayar, yaitu :

RM1 = 40 (Jam Nyala) x Daya Tersambung (kVa) x Biaya Pemakaian

Saya sempat salah memahami catatan kaki tersebut dengan menganggapnya sebagai minimum pemakaian 40 kWh x daya tersambung x biaya pemakaian.

Berapa sebenarnya nilai minimum pemakaian listrik yang dimaksud oleh catatan kaki tersebut?

Continue reading “Memahami Kebijakan Tarif Tenaga Listrik Rumah Tangga tahun 2015”

Meteran Listrik Pascabayar vs Prabayar?

Banyak pelanggan PLN yang merasa diuntungkan setelah melakukan “migrasi” dari meteran pascabayar ke prabayar. Di pihak yang sama, banyak juga pelanggan yang merasa dirugikan dari terpasangnya meteran prabayar di rumah mereka.

Pertanyaan mengenai perbedaan menggunakan meteran pascabayar dengan prabayar pun bergulir kencang. Keraguan beberapa pelanggan yang hendak melakukan migrasi meteran semakin besar. Mayoritas dari mereka, mulai terfokus pada pertanyaan : “Benarkah menggunakan meteran prabayar akan lebih menguntungkan dibanding meteran pascabayar?”.

Continue reading “Meteran Listrik Pascabayar vs Prabayar?”

Tarif Tenaga Listrik (TTL) periode Agustus 2014

Bagaimana perkembangan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) hingga bulan Agustus 2014 ini? Berikut adalah lampiran dua tagihan rekening TTL (paskabayar) di rumah saya. Lampiran pertama adalah tagihan pemakaian daya bulan Juni 2014 yang harus dibayar di bulan Juli 2014, dan lampiran kedua adalah pemakaian daya bulan Agustus 2014 yang harus dibayar di bulan September 2014. Struk bulan Juni 2014 (sebelum terjadi kenaikan tarif) Keterangan :

  • Total tagihan sebelum pajak : (Rp. 214.733,- – Rp. 6.000,-) / 1,03 = Rp. 208.733,- / 1,03 = 202.653,39
  • Total pemakaian daya : 39869 – 39662 = 207
  • Harga Listrik per kwh untuk bulan Juni 2014 adalah Rp. 202.653,39,- / 207 = Rp. 979,- atau Rp. 979,- x 1,03 = Rp. 1.008,37,- setelah pajak.

Lembar resi bulan Agustus 2014 (setelah terjadi kenaikan tarif) Keterangan :

  • Total tagihan sebelum pajak : (Rp. 276.733,- –  Rp. 6.000,-) / 1.03 = Rp. 270.733,- / 1,03 = Rp. 262.847,57,-
  • Total pemakaian daya : 40323 – 40083 = 240
  • Harga Listrik per kwh untuk bulan Agustus 2014 adalah Rp. 262.847,57,- / 240 = Rp. 1.095,19,- atau Rp. 1.095,19,- x 1,03 = Rp. 1.128,05,- setelah pajak.

Continue reading “Tarif Tenaga Listrik (TTL) periode Agustus 2014”

(Kenaikan) Tarif Listrik mulai 1 Juli 2014.

Tarif Listrik Dikeluhkan“… begitu judul artikel yang saya baca di harian Kompas halaman 15 edisi Jumat, 13 Juni 2014. Dalam artikel tersebut, diceritakan rangkuman bagaimana tanggapan beberapa warga tentang isu kenaikkan harga tarif listrik serta nilai prosentase kenaikkan tarif tenaga listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga (R-1) 1300 VA dan 2200 VA yang mulai berlaku mulai 1 Juli 2014. Continue reading “(Kenaikan) Tarif Listrik mulai 1 Juli 2014.”

Penampakan Tarif Tenaga Listrik per 2013

Di bawah ini adalah lampiran Tarif Listrik per 2013 yang sebelumnya lebih dikenal dengan istilah Tarif Dasar Listrik (TDL), kini berganti menjadi Tarif Tenaga Listrik (TTL). Mungkin ini juga penyebabnya saya tidak pernah menemukan daftar Tarif Listrik terakhir di Google, karena selalu mencari menggunakan kata-kunci : Tarif Dasar Listrik TDL PLN 2013. Sungguh sebuah tindakan sangat kreatif dari PLN.
Continue reading “Penampakan Tarif Tenaga Listrik per 2013”

Tarif listrik R1 – 1300VA per Agustus 2013…

Berapa kenaikan tarif listrik golongan R1 – 1300VA (pasca bayar) hingga bulan Agustus 2013?

Saya memiliki struk pembayaran rekening listrik pada bulan Desember 2012 dan Agustus 2013, dengan garis besar perincian sbb. :

Desember 2012
Pemakaian : 242 kwh (awal : 03577100 – akhir : 03601300)
Jumlah tagihan : Rp. 196.915,-
Harga per kwh : 196.915 / 242 = Rp. 813,7,-

Agustus 2013
Pemakaian : 204 kwh (awal : 03762800 – akhir : 03783200)
Jumlah tagihan : Rp. 194.638,-
Harga per kwh : 194.638 / 204 = Rp. 954,1,-

Prosentase kenaikan :

= ((954,1 – 813,7) / 813,7) x 100%

= (140,4 /  813,7) x 100%

= 0.1725451640653804 x 100%

= 17,25% atau Rp. 140,4,- per kwh

Berapa besar daya yang harus dikurangi agar total jumlah biaya listrik sama dengan tahun lalu?
Misalnya : seperti pemakaian daya pada Desember 2012 di atas sebesar 242 kwh. Jika saya hendak tetap membayar biaya rekening bulanan bulan September 2013 dengan jumlah yang sama, maka saya harus mengurangi pemakaian perangkat elektronik apa pun di rumah hingga sebesar :

= 242 – (196.915 / 954.1)

= 242 – 206,4

= 35,6 dibulatkan ke atas menjadi 36 kwh per bulan

atau sama dengan 36 / 30 = 1,2 kwh per hari

atau sama dengan (1,2 x 1000) / 24 = 1200 / 24 = 50 Watt per jam.

Seandainya untuk selanjutnya anda berniat untuk mengurangi pemakaian daya hingga 50 Watt per jam (1,2 kwh per hari), lebih baik anda mulai memikirkan untuk menukar perangkat elektronik yang saat ini dipakai dengan perangkat elektronik baru berdaya listrik lebih kecil. Atau bisa juga dengan cara mengefektifkan perlakuan menggunakan beberapa perangkat elektronik / listrik di rumah, seperti lampu penerangan, pompa air, lemari es / kulkas dan mesin cuci.

Apa pun keputusan dari tindakan yang hendak dijalankan nanti, sebaiknya, turut diperhitungkan juga dampaknya terhadap faktor kenyamanan sehari-hari di rumah. Karena, pada akhirnya, rumah merupakan satu-satunya tempat untuk beristirahat dan menghilangkan ketidaknyamanan yang telah kita alami selama berada di tempat bekerja.

Saya menulis garis besar dinamika tarif listrik pada artikel Memahami Perhitungan Tarif Listrik yang membahas mengenai perkembangan tarif listrik hingga saat ini. Semoga apa yang telah saya ceritakan disitu dapat membuat anda mengerti bagaimana cara terakhir PLN membebani tarif listrik kepada pelanggannya.

Salam…