Arsip Kategori: Stabilizer

Power Supply Unit, Kapasitas Listrik dan Stabilizer

Power Supply Unit atau sering disingkat dengan PSU saja, merupakan satu perangkat yang digunakan untuk mendistribusikan aliran listrik ke komputer desktop (PC Desktop).

Dibawah ini adalah foto spesifikasi dari salah satu produk PSU yang saya peroleh dari internet :

Photo credit : tweaktown.com

Melihat nilai dikisaran 10 kali konsumsi dan distribusi listrik laptop yang ada di rumah, timbul penasaran dalam benak saya.

Seberapa besar kapasitas sarana pendukung listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan komputer dengan PSU seperti itu?

icon.top.par

Lanjutkan membaca Power Supply Unit, Kapasitas Listrik dan Stabilizer

Iklan

Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

halaman 1 dari 2

Stabilizer untuk kepentingan listrik skala rumah tangga, yang saya ketahui saat ini beredar di pasaran, terdiri dari dua model input listriknya.

Model pertama, dengan menggunakan kabel yang dilengkapi steker berkaki-dua. Kabel ini sudah terpasang menyertai saat kita membeli stabilizer. Saya menamakannya dengan sebutan stabilizer siap pakai. Tinggal menancapkan steker-nya ke stop kontak, maka sudah langsung dalam kondisi siap pakai. Kapasitas stabilizer model ini, yang saya pernah temukan, adalah 500VA, 1000VA dan 1500VA. Bisa digunakan sebagai pendukung satu atau dua unit perangkat elektronik sekaligus sesuai kapasitasnya input listriknya, seperti : kulkas (lemari es), televisi, komputer (PC) dan lain-lain .

Model kedua, saya namakan stabilizer tanpa kabel. Karena, memang dijual tanpa menggunakan kabel sama sekali. Artinya, kita (pembeli) yang harus menyediakan dan memasang sendiri kabel pada stabilizer agar bisa tersambung dengan jaringan kabel listrik di rumah. Untuk stabilizer tanpa kabel ini, minimal kapasitas dimulai dari 2500VA hingga 10 kVA. Bisa digunakan untuk mendukung kestabilan pemakaian listrik satu rumah dengan kapasitas listrik terpasang mulai 1300VA s/d 6600VA.
icon.top.par

Lanjutkan membaca Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah

Stabilizer : Mengalihkan Efek Petir

Stabilizer : Mengalihkan Efek PetirSaat mendung menjadikan suasana pukul 03.00 sore seperti menjelang malam, disertai iringan kilat petir dan suara guntur saling bersahutan, menciptakan sebuah suasana yang membuat perasaan merinding menghinggapi bulu kuduk.

Saya mencoba untuk tidak mengindahkannya. Duduk di sofa ruang depan, seraya menggenggam smartphone, berusaha tetap memfokuskan pikiran melanjutkan membaca berita online yang nampak di layar.

Saat menjentikkan abu rokok ke dalam asbak, kemudian meraih cuping cangkir kopi di meja, saya terhenyak sesaat melihat cahaya petir berkelebat berbentuk mirip seutas tali yang ujungnya terlontar menyentuh permukaan dinding dalam ruangan. Melintas sekitar 2 meter tepat di hadapan saya dan menciptakan suasana terang sekejap di seluruh ruangan.

Di luar rumah, beberapa anak yang sedang bermain menyerukan ajakan kepada teman-temannya untuk segera pulang. Rupanya, ada diantaranya yang juga melihat kilatan petir melintas di dekat mereka. Suasana yang semula ramai langsung menjadi hening. Lanjutkan membaca Stabilizer : Mengalihkan Efek Petir

Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???

Tarif listrik malam dan siang hariAda dua komentar mengenai listrik seperti judul di atas yang ditanyakan pada Q&A. Pertama dari Sylvia yang berkaitan dengan pemakaian mesin cuci dan kedua Bril yang berkaitan dengan pemakaian AC. Hal yang ditanyakan adalah benar dan memiliki persepsi yang sama. Hanya saja terdapat kontradiksi dengan jawaban yang saya sampaikan atas kedua pertanyaan. Lalu, apakah ada kesalahan dari salah satu jawaban yang telah saya sampaikan?

Lanjutkan membaca Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???

Lampu Indikator Meteran, Stabilizer dan Grounding

halaman 1 dari 2

Arti lampu indikator meteran PLN Sekitar pertengahan tahun 2014, meteran pascabayar lama (900VA) rumah saya yang berlokasi di Jakarta, diganti (gratis) dengan meteran pascabayar baru. Saat penggantian dikerjakan, saya melihat kawat arde dipotong oleh petugas. Menurut si petugas, kini kawat arde sudah tidak dibutuhkan lagi. Karena, fungsinya bisa digabungkan dengan kawat netral.

“Listrik sekarang sudah canggih, Pak. Beda dengan dulu yang masih pake kawat arde.”, begitu penjelasan si petugas.

Saya hanya bisa meng-iya-kan sambil mengangguk-anggukan kepala. Tidak ada yang bisa saya kerjakan untuk mencegahnya, karena yang menyatakan hal itu adalah seorang teknisi listrik resmi dari PLN. Namun, seiring berjalannya waktu, memperlihatkan bahwa pernyataan tersebut tidak sepenuh bisa berlaku sama dengan kawat Arde yang dikondisikan tetap ada dan terhubung meteran kWh PLN.
Arti lampu indikator meteran PLN

Lanjutkan membaca Lampu Indikator Meteran, Stabilizer dan Grounding

Diskusi seputar mengatasi rendahnya voltase listrik di Rumah

Tulisan : Omar Ramlee ~ Kontributor : Anto Syahputra

Saya mendapatkan beberapa pertanyaan dan sharing pengalaman oleh saudara Anto Syahputra (Anto) di bagian Q & A situs ini seputar pemakaian stabilizer pada kondisi voltase listrik yang rendah (120 Volt) di rumahnya. Sungguh pertanyaan dan pengalaman yang menarik dan sayang untuk dipublikasikan hanya sebagai pertanyaan – jawaban belaka. Oleh sebab itu, saya mencoba merangkai-nya menjadi sebuah tulisan. Lanjutkan membaca Diskusi seputar mengatasi rendahnya voltase listrik di Rumah

Benarkah Stabilizer dapat Menghemat Energi Listrik…???

Ketika saya hendak memulai menulis artikel yang berhubungan dengan stabilizer (2012) di situs ini, ada keraguan untuk dapat menyajikannya dalam sebuah bentuk informasi yang bermanfaat. Walau pun pada saat itu saya telah merasakan manfaat dari pemasangan stabilizer di rumah, tidak ada informasi yang bisa direferensikan untuk dijadikan sumber pendukung sesuai kejadian yang saya alami.

Kesulitan lainnya adalah saya tidak memiliki pendidikan formal di bidang kelistrikan. Sehingga, saya harus mencari cara untuk dapat “menerjemahkan” sebuah hasil teknis dalam format non-teknis.

Sekitar dua minggu yang lalu, saya beruntung menemukan kembali resi (lembaran slip bukti) pembayaran rekening listrik PLN mulai periode bulan February 2006 s/d January 2011 terselip diantara tumpukan buku-buku komputer. Setidaknya saya dapat memahami cara menggunakan data yang tertera di resi pembayaran tersebut sebagai rujukan dalam format non-teknis yang bisa menggambarkan rangkuman hasil dari efek pemasangan stabilizer.

Sebagaimana cara yang biasa saya gunakan dalam menyampaikan informasi bersifat teknis kelistrikan, cenderung dijabarkan dalam bentuk perhitungan ilmu akuntansi dasar yang sederhana. Dengan kata lain, besaran pemakaian daya listrik disesuaikan ke dalam format perhitungan matematika dari ilmu akuntansi dasar. Cara itulah yang saya gunakan dalam menyampaikan efek positif dari pemasangan stabilizer.

Semoga uraian hasil eksperimen mengenai penghematan energi listrik menggunakan stabilizer pada artikel Realisasi Menghemat Energi Listrik dapat anda pahami dengan mudah.

Salam…