Perangkat Dapur : Termos Listrik

halaman 1 dari 2

termos listrikTermos ListrikBeginilah penampakan termos air panas yang menggunakan tenaga listrik. Beberapa diantara kita, mungkin, sudah mengenal perangkat dapur ini dengan akrab. Karena, air panas yang dihasilkan, boleh dibilang, memiliki tingkat panas mirip seperti kita memasak air di atas kompor api.

Air dengan tingkat panas yang demikian (nyaris benar-benar mendidih), sangat baik untuk digunakan berbagai macam kepentingan. Seperti : menyeduh susu atau kopi, membersihkan kerak sisa memasak di penggorengan, membuat bubur bayi, pendukung saat mengolah masakan dll.

Sehingga, meskipun masih masuk kategori perangkat dapur, termos listrik juga banyak disukai oleh mereka yang tidak menyenangi melakukan aktivitas masak-memasak. Karena, pada dasarnya, kebutuhan akan air panas akan selalu ada hampir di setiap situasi di saat dan selama kita beraktivitas. Dalam kasus ini, termos listrik bisa mengakomodir kebutuhan tersebut dengan lebih mudah dan praktis bagi banyak kalangan.
icon.top.par

Garis Besar Pemakaian Termos Listrik

Pemakaiannya pun sangat sederhana. Untuk pertama kali sebelum steker termos ditancapkan ke stop kontak, kita harus mengisikan termos terlebih dulu dengan air biasa hingga batas yang tertera di dinding bagian dalam termos. Tutup kepala termos dan kunci (lock). Kemudian, tempelkan bagian ujung kabel yang mengandung magnet sesuai tempatnya. Lalu, tancapkan steker ke stop kontak.

Termos ListrikTunggu proses mendidihkan air hingga selesai. Jangan lakukan apapun sebelum nyala lampu indikator boil berpindah ke indikator keep warm. Jika nyala lampu sudah berubah, pindahkan tungkai pengunci ke mode isi ulang (reload). Taruh gelas atau mug di bagian bawah jalur keluar air panas, lalu tekan pompa di bagian atas kepala termos.

Hati-hati saat mengerjakannya, karena besar kemungkinan percikan air panas keluar dari dalam gelas saat proses menuangkan berlangsung.

Jika indikator air dalam termos sudah turun hampir tigaperempat bagian, itu menandakan termos harus diisi kembali. Cukup menuangkan air baru (mentah) ke dalam termos, lalu ulangi tahapan seperti langkah pertama menggunakan termos.icon.top.par

Beda termos listrik dengan bukan-listrik

Memang benar, kemampuan termos listrik untuk menyediakan kebutuhan air yang relatif mendidih dalam waktu cukup lama seperti itu, belum bisa ditandingi oleh perangkat sejenis lainnya seperti teko listrik atau dispenser. Begitu juga fitur pompa built-in yang memudahkan untuk menuangkan air panas keluar dari dalam termos hanya dengan cukup menekan bagian atasnya saja. Namun demikian, semua keistimewaan termos listrik itu, tidak selesai begitu air yang kita tuangkan ke dalam termos mencapai titik didih dan siap untuk dipakai.

Setelah air berhasil di-didih-kan (boil), termos akan beralih ke mode tetap hangat (keep warm). Pada mode keep warm, konsumsi listrik akan tetap berlangsung walau tidak sebesar saat proses mendidihkan air. Namun demikian, mode keep warm ini akan terus berlanjut dan mengkonsumsi listrik hingga sebelum akhirnya termos kita matikan.

Pertanyaannya : pada waktu kapan kita harus mematikan termos setelah proses mendidihkan air selesai dikerjakan?

Termos Listrik Termos Listrik

Itulah yang membedakan antara termos listrik dengan termos biasa (bukan listrik). Saat air selesai di-didih-kan dan dimasukkan ke dalam termos biasa, maka pemakaian energi tidak berlanjut. Air mendidih dalam termos biasa, bisa bertahan dalam waktu jauh lebih lama di banding termos listrik. Setidaknya, selama rentang waktu 6 jam, masih bisa digunakan untuk menghasilkan cita rasa seduhan kopi tubruk yang enak.

Sehingga, meskipun sama-sama terjadi pemakaian energi untuk menghasilkan air panas, pemakaian termos biasa akan jauh lebih efisien dalam mempertahankan suhu panas air selama beberapa jam ke depan tanpa mengkonsumsi energi apapun.icon.top.par

Bijaksana dalam Pemakaian

Jika seperti itu kenyataannya, apakah termos biasa jauh lebih menguntungkan untuk kita pakai sehari-hari di rumah dibanding termos listrik?

Termos ListrikUntuk memenuhi kebutuhan air panas di rumah sehari-hari, memang benar bahwa pemakaian termos biasa akan jauh lebih efektif dan efisien. Ini dikarenakan kebutuhan air panas dalam jumlah dan waktu yang hanya sebatas kebiasaan mengkonsumsi dari para penghuni rumah saja.

Namun, berbeda halnya pada saat-saat khusus ketika merayakan hari-hari yang spesial seperti : lebaran, natal, tahun baru dan ulang tahun di rumah. Pada situasi yang demikian, kemungkinan lebih banyak orang yang bukan penghuni rumah akan berada dalam situasi dan waktu secara bersamaan. Saat kita tidak mengetahui kebiasaan mengkonsumsi air panas yang dimiliki satu atau beberapa orang sekaligus, maka keberadaan termos listrik akan sangat banyak membantu mempermudah menyediakannya.

Disinilah peran kita sebagai pengguna / pemakai yang memang harus lebih bijak untuk menentukan sejauh mana kepentingan situasi yang membutuhkan pemakaian termos listrik.

Jadi, kita tidak perlu merasa sia-sia jika hendak memiliki termos listrik yang digunakan hanya untuk memenuhi kepentingan-kepentingan di waktu terbatas saja. Malahan, lebih baik seperti itu. Selain menghemat listrik karena tidak digunakan setiap hari, akan selalu tetap ada situasi dimana termos dipakai sesekali dalam rentang waktu setahun. Termos tetap terjaga dan awet untuk pemakaian dalam waktu yang lebih lama.icon.top.par

 

Selanjutnya⇒

Iklan

One thought on “Perangkat Dapur : Termos Listrik”

Komentar ditutup.