Tespen, Kawat Hitam dan MCB

halaman 1 dari 3

Tespen, Kawat Hitam dan MCBKabel, sebagaimana kita kenal, merupakan media yang digunakan untuk menghantarkan arus listrik. Seperti biasa kita dengar dan lihat di media elektronik atau membacanya dari media cetak, ada dua jenis arus listrik yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, yaitu arus positif (aktif) dan arus negatif (netral). Dengan menggunakan kabel, kedua arus listrik tersebut bisa mengalir dari satu ke lain tempat.
Tespen, Kawat Hitam dan MCB

Warna Kawat Kabel

Kabel itu sendiri pada dasarnya adalah kumpulan kawat tembaga yang dibungkus dengan bahan sejenis karet. Masing-masing pembungkus kawat tembaga memiliki warna berbeda antara satu dengan lainnya. Warna-warna tersebut berfungsi sebagai tanda pengenal untuk mewakili jenis arus listrik yang mengalir di setiap kawat didalam pembungkus.

Kabel isi 3 (tiga) Kawat

Ada empat warna pembungkus kawat dalam sebuah kabel isi 3 kawat yang pernah saya lihat, yaitu : merah, hitam, biru dan kuning.

Pembungkus berwarna merah dan hitam, diidentifikasikan sebagai kawat untuk penghantar muatan arus positif yang dilambangkan dengan karakter tambah (+). Sedangkan pembungkus berwarna biru sebagai kawat untuk menghantar muatan arus negatif yang dilambangkan dengan karakter kurang (-). Pada kesehariannya, kawat dengan pembungkus berwarna merah / hitam sering disebut sebagai kawat fasa / fase, sedangkan yang berwarna biru disebut sebagai kawat netral.

Dari pemakaian secara umum atau yang paling sering digunakan sebagai media aliran listrik adalah kawat berwarna merah, hitam dan biru. Kawat berwarna kuning (berbalut hijau) lebih banyak difungsikan sebagai arde untuk menyalurkan kelebihan listrik yang ditimbulkan arus positif ke grounding.

Kabel isi 2 (dua) Kawat

Banyaknya ragam warna pembungkus yang terdapat pada produk kabel isi 2 kawat, seringkali membingungkan saat kita hendak menyambungnya dengan kabel isi 3 kawat.

Seperti : merah-biru, hitam-biru dan merah-hitam.

Jika berada dalam situasi ketidaksesuaian warna antara kabel isi 3 dengan kabel isi 2 yang hendak kita gabungkan, maka gunakan parameter pembungkus berwarna merah sebagai yang utama dan selalu untuk listrik bermuatan positif. Sedangkan pembungkus berwarna biru, selalu menjadi warna utama untuk listrik bermuatan negatif.

Contoh :

» Kabel berisi dua kawat dengan pembungkus berwarna merah dan hitam. Maka, warna merah untuk positif dan hitam untuk negatif.

» Kabel berisi dua kawat dengan pembungkus berwarna hitam dan biru. Maka, warna hitam untuk positif dan biru untuk negatif.

Jadi, jika ditemukan warna merah dan biru, maka gunakan keduanya sebagai pilihan warna utama untuk Positif (merah / fasa) dan Negatif (biru / netral). Sedangkan hitam akan selalu menjadi sebagai warna pengganti dari kedua warna tersebut.

Dengan demikian, untuk setiap pemasangan kabel semua perangkat listrik, kecuali saklar lampu, selalu gunakan acuan warna merah sebagai pembawa arus positif (fasa) atau warna biru sebagai pembawa arus negatif (netral).

Bagaimana dengan susunan warna yang digunakan untuk memasang saklar lampu, yang mana keduanya merupakan pembawa arus listrik positif?

Saya sarankan untuk menyeragamkan penggunaan warna merah / hitam sebagai pembawa arus positif yang masuk (line-in) ke saklar dan warna selain merah (atau hitam) sebagai pembawa arus positif yang keluar (line-out) dari saklar.

Dalam praktek di lapangan, hampir selalu semua kabel khusus untuk pemakaian listrik dua arah (AC), hanya menggunakan 3 warna pembungkus kawat. Yaitu hitam untuk Fasa, biru untuk Netral dan kuning berbalut hijau untuk Arde. Diluar ketiga warna tersebut, lebih sering digunakan kabel untuk pemakaian listrik satu arah (DC).
Tespen, Kawat Hitam dan MCB

Tespen dan arus listrik

tespen
Gambar : Tespen

Selain dari warna pembungkus kawat sebagai cara untuk mengenali jenis arus listrik yang dihantarkan oleh masing-masing kawat tembaga dalam kabel, cara lainnya adalah dengan menggunakan alat yang disebut “tespen”. Bentuknya sama dengan obeng “min”, namun terdapat lampu sikring di bagian dalam pegangannya. Lampu sikring ini akan menyala jika ujung tespen ditempelkan pada kawat penghantar arus positif. Dan akan mati jika ditempelkan pada kawat penghantar arus netral dan arde.

Seberapa jauh kepentingan kita untuk memiliki sebuah tespen?

Kawat-kawat tembaga dalam kabel saat tidak bermuatan arus listrik, apapun ceritanya, hanyalah merupakan kawat tembaga saja. Secara fisik, kawat-kawat tersebut satu dengan lainnya adalah sama. Tidak ada perbedaan antara kawat penghantar arus positif, netral dan arde. Warna-warni kulit pembungkus kawat tembaga yang berbeda-beda, digunakan untuk membantu kita untuk mengingat dan mengenali jenis arus listrik dari masing-masing kawat saat sedang mengerjakan penyambungan antar kabel atau pemasangan unit perangkat listrik (stop kontak / saklar lampu).

Namun saat kita hendak memperbaiki sambungan antar kabel, sering kita dibuat bingung akibat banyaknya jumlah kawat tembaga yang saling melilit satu dengan lainnya. Pada bagian ini, sulit mengandalkan hanya pada warna pembungkus kawat untuk menentukan kawat penghantar arus positif.

Disinilah kita memerlukan tespen untuk membantu dalam menentukan kawat mana yang menghantarkan arus positif. Karena, hal pertama dan utama yang harus diketahui dan ditemukan sebelum melakukan modifikasi apa pun pada jaringan kabel adalah kawat mana yang menjadi penghantar arus positif. Tidak peduli apa pun warna pembungkus kawatnya. Setelah kawat penghantar arus positif ditemukan, kita akan mendapat gambaran lebih jelas mengenai posisi kawat penghantar arus netral dan kawat arde.

Men-tespen MCBDemikian juga saat hendak memasangkan unit MCB atau saklar lampu. Dengan mengetahui posisi kawat penghantar arus positif, kita dapat terhindar dari kesalahan memasangkan kawat penghantar dengan jenis arus yang tidak seharusnya.

Cara menggunakan tespen sangatlah mudah. Misalnya, jika kita hendak mengetahui jenis arus listrik dari dua lubang pada stopkontak. Tusukkan ujung tespen yang berbentuk obeng min (-) ke dalam salah satu lubang, kemudian tempelkan jari pada bahan metal di bagian ekor tespen. Jika lampu di bagian gagang (pegangan) tespen menyala, berarti lubang tersebut mengandung arus positif. Seandainya mati, maka lubang tersebut mengandung arus netral. Contohnya seperti gambar di bawah ini :

Men-Tespen Stop KontakKonsep penggunaan tespen yang sama jika hendak mengetahui jenis arus listrik pada kawat tembaga atau unit MCB.


PENTING DIPERHATIKAN & DIKETAHUI !!!

Biasakan untuk menggunakan alas kaki (sandal karet / sepatu ber-sol karet) dan dalam kondisi kering (tidak basah) pada seluruh anggota tubuh (khususnya kaki dan tangan), jika hendak melakukan tindakan apa pun yang berhubungan dengan listrik di saat sedang menyala. Lebih baik untuk mencegah untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, walau pun sepele sifatnya.


Mengapa sangat penting untuk mengetahui posisi kawat penghantar arus positif saat hendak memasangkan unit MCB atau saklar lampu?

Tespen dan arus listrik

Keseragaman letak pemasangan kawat listrik

Pemahaman bahwa kawat pembawa arus positif (fasa) yang harus melalui MCB atau saklar lampu adalah agar aliran arus Fasa bisa dimatikan kapanpun kita menghendakinya. Ketika switch dari kedua perangkat tersebut di posisikan mati (OFF), maka aliran arus Fasa juga harus mati. Kita pun tidak akan merasakan apa-apa saat memegang kedua kawat meski salah satunya masih dialiri oleh arus Netral.

Dengan demikian, seandainya hendak melakukan penggantian rumah (fitting) lampu, maka kita hanya perlu memastikan bahwa switch saklar lampu dalam posisi mati (OFF). Begitu juga saat hendak melakukan penggantian stop kontak, cukup memastikan switch MCB dalam posisi mati saja.

Jadi, MCB dan saklar lampu bisa disebut sebagai perangkat untuk mengendalikan nyala-mati aliran arus Fasa ke stop kontak / lampu.

Pada prakteknya, walau arus Netral tidak menimbulkan reaksi pada tubuh kita, fungsi dan keberadaannya mirip dengan arus Fasa. Lampu yang sedang menyala, juga akan padam jika aliran arus Netral-nya kita hentikan / matikan. Meski pada saat yang sama, arus Fasa masih tetap mengalir ke lampu.

Dalam kondisi arus Fasa masih tetap mengalir seperti itu, lampu tespen akan menyala jika kita tempelkan pada fitting lampu. Itu bedanya antara MCB atau saklar yang dipasang “tidak” pada jalur kawat yang dialiri arus Fasa. Masih terdapat “setrum” yang mengalir di dalam kabel.

Artinya, konsumsi / pemakaian listrik tetap terjadi meskipun lampu dalam keadaan padam. Walau jumlahnya tidak sebesar saat lampu dalam kondisi menyala. Hal serupa juga berlaku pada perangkat elektronik yang steker-nya menancap di stopkontak jika kawat yang di pasang ke MCB bermuatan arus Netral.
Keseragaman letak pemasangan kawat listrik

 

Selanjutnya⇒

Iklan
Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: