Mana yang benar? Menanak beras (rice) menjadi nasi (rice cooked) atau menanak nasi (rice cooked) menjadi nasi (rice cooked)?   😀

Untuk saat ini, jangan terlalu dihiraukan…

Inti pembahasan yang hendak saya sampaikan di bawah ini adalah bagaimana caranya membuat beras menjadi nasi menggunakan rice cooker. Jumlah banyak air memegang peran terbesar agar beras yang ditanak bisa menghasilkan nasi yang sesuai dengan selera kita. Saya tidak meng-istilah-kan “menjadi nasi yang enak / pulen”, karena setiap orang memiliki selera yang berbeda untuk hal itu.

Sebenarnya ada dua versi ukuran umum dalam menentukan jumlah / banyak air yang harus dipakai untuk menanak beras menjadi nasi. Gambar di bawah ini bisa memberikan penjelasan lebih baik untuk dua ukuran tersebut :

Banyak orang menggunakan ukuran jumlah air seperti di gambar 1 (tinggi air = 1 ruas jari), tapi saya menggunakan ukuran di gambar 2 (tinggi air = menutupi permukaan jari) untuk menanak beras di rumah. Perbedaannya terletak pada tingkat “kekeringan” dari nasi yang dihasilkan. Di luar masalah kualitas beras yang digunakan, tinggi permukaan air setiap proses menanak adalah sama untuk berapa pun banyak beras yang hendak di tanak. Jadi, tinggi permukaan air di atas permukaan beras, harus berada pada ukuran salah satu dari dua gambar di atas.

Anda dapat mencobanya sendiri, sebagaimana yang saya telah nyatakan sebelumnya, semua ini ditentukan dari selera masing-masing orang yang meng-konsumsinya.

Perlu di perhatikan bahwa lebih-kurang ketinggian permukaan air di atas beras ini akan membuat hasil tanak menjadi “tidak biasa”. Jika jumlah air melebihi ukuran gambar 1, maka beras akan menjadi “setengah bubur“… Dan, jika tinggi air kurang dari ukuran gambar 2, maka beras akan menjadi “setengah nasi” (nasi pera / nasi gigih).

Perbedaan jumlah air untuk menanak beras seperti gambar di atas, tidak “terlalu” memengaruhi jumlah pemakaian daya listrik rice cooker.

 

Proses setelah menanak beras (rice cooking) selesai…

Menurut saya, selain tinggi permukaan air di atas permukaan beras, ada langkah terakhir dari proses menanak beras yang perlu dikerjakan untuk menghasilkan nasi yang enak.

Caranya :

setelah proses menanak selesai, matikan rice cooker dengan cara mencabut steker-nya dari stopkontak. Jangan biarkan dalam kondisi “keep-warm”. Diamkan selama 20 menit, baru kemudian nasi di aduk.

Untuk memudahkan pengaturan waktu mulai awal menanak beras hingga akhirnya mengaduk nasi, gunakan cooking timer. Caranya, atur waktu cooking timer sesuai lama waktu biasanya anda menanak beras (umumnya 25 menit) saat setelah tombol “cook” (memasak) di tekan. Setelah 25 menit cooking timer berbunyi, pastikan nyala lampu indikator “cook” telah berpindah ke indikator “keep warm” (tetap hangat).

Jika masih belum berpindah, atur kembali waktu cooking timer selama 5 menit. Terus kerjakan seperti itu hingga nyala indikator “cook” berpindah menjadi “keep warm”. Dengan demikian, anda akan mendapatkan pengaturan waktu cooking timer yang lebih akurat untuk menentukan jeda waktu proses menanak beras di kemudian hari.

Setelah nyala indikator “keep warm” menyala, atur waktu cooking timer selama 20 menit begitu setelah steker rice cooker dicabut dari stopkontak.

Dengan cara seperti itu, nasi matang merata di seluruh bagian. Setelah tindakan mengaduk selesai, anda bisa kembali menyalakan rice-cooker dengan mode “keep-warm” untuk membuat kondisi nasi tetap hangat.

Cara Menghitung Pemakaian Listrik Rice Cooker

Penjelasan mengenai pemakaian listrik untuk magic com di bawah ini menggunakan spesifikasi konsumsi daya magic com dan kuantitas beras yang saya masak setiap hari di rumah.

Untuk satu kali proses menanak beras sebanyak 3 cup, dibutuhkan waktu kira-kira selama 20 menit. Sehingga, untuk 2 kali menanak beras, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit. Konsumsi daya yang dibutuhkan magic-com untuk menanak beras adalah 380 Watt / jam.

Maka, jumlah pemakaian daya untuk menanak beras sebanyak 2 kali dengan total waktu 40 menit adalah sbb. :

= (380/1000) x (40/60)

= 0,38 x 0,67

= 0,2546 kwh atau 0,2546 x 1000

= 254,6 Watt (dibulatkan menjadi 255 Watt)

Setelah menanak beras selesai, magic-com secara otomatis berpindah pada mode siaga (keep-warmed). Besar konsumsi daya dalam kondisi mode siaga adalah 58 Watt.

Dengan pemakaian kondisi siaga selama 12 jam sehari, berarti jumlah waktu 12 jam tersebut harus dikurangi lama waktu menanak beras selama 40 menit.

Sehingga, kondisi waktu siaga yang sebenarnya adalah 12 jam – 40 menit = 11 jam 20 menit. Atau sama dengan 11 + (20 / 60) = 11,33 jam.

Maka, jumlah pemakaian daya saat magic-com dalam kondisi siaga selama 11,33 jam adalah sbb. :

= (58 / 1000) x 11,33

= 0,058 x 11,33

= 0,65714 kwh atau 0,65714 x 1000

= 657,14 Watt (dibulatkan menjadi 657 Watt)

Jadi, total pemakaian daya magic-com untuk menanak beras sebanyak 2 kali dengan tambahan waktu siaga (keep-warmed) selama 11,33 jam adalah :

= 255 Watt + 657 Watt

= 912 Watt (0,912 kwh) per hari.

Untuk menggunakan perhitungan di atas, Anda perlu melakukan penyesuaian pada nilai :

  • lama waktu magic-com saat menanak beras
  • konsumsi daya magic-com untuk proses menanak beras
  • konsumsi daya magic-com dalam kondisi siaga

Hal itu disebabkan jumlah cup menentukan lama waktu proses menanak beras dan spesifikasi daya magic-com antara satu merk dengan lainnya tidak selalu sama.

Selamat mencoba! ☺