Setelah upgrade otomatis ke Kit-Kat, sering muncul pesan Device Overheating di bagian atas layar gadget. Anda mengalami kasus serupa seperti itu? Jika pernah atau bahkan sering, berarti kita berada dalam perahu yang sama. 😀

Saya menemukan dua penyebab utama yang mengaktifkan pesan Device Overheating itu muncul, yaitu :

1. Aktivitas software yang berhubungan dengan koneksi internet.

Saya pertama kali menemukan pesan Device Overheating ini saat gadget masih ber-status Android – Jelly Beans. Ketika itu, saya menggunakan software pihak ketiga yang berfungsi untuk mem-“boosting internet connection” untuk mengakomodir saat koneksi internet melemah. Munculnya pesan Device Overheating terjadi hampir setiap kali tidak lama setelah software pihak ketiga tersebut saya aktifkan. Kondisi tersebut baru bisa diatasi setelah software di buang (uninstall).

Pada Kit-Kat, hampir semua software untuk “boosting internet connection” bisa menyebabkan pesan itu muncul.

Saya mendapatkan sedikit informasi pada keterangan salah satu software pihak ketiga yang ada di Google Play Store menyatakan, bahwa hanya gadget keluaran Samsung yang memiliki standar konsep kerja koneksi internet : “ping” harus turut aktif saat selama fitur wifi / data diaktifkan. Dan, menurutnya, memang harus seperti itu.

Jadi, untuk saat ini saya menyimpulkan bahwa software “boosting internet connection” hanya akan bermasalah jika diinstall ke dalam gadget keluaran Samsung saja. Karena aktivitas software sejenis itu akan membuat kinerja gadget mem-ping menjadi hiper-aktif.

2. Aktifnya fitur Power Saving Mode.

Pada fitur Power Saving Mode, terdapat tiga opsi yang berhubungan dengan mengkondisikan pemakaian daya baterai, yaitu : membatasi kinerja CPU, tampilan layar dan (kalau tidak salah) efek getar. Diantara ketiga opsi tersebut, pemakaian daya untuk kebutuhan tampilan layar-lah yang terbesar meng-konsumsi daya. Tetapi, menggunakan gadget berpenampilan layar “suram” sungguh tidak menyenangkan, maka saya mengosongkan kotak centang opsi ini dan membiarkan kotak di dua opsi lainnya tetap tercentang.

Setelah hal itu dikerjakan, saya tidak meng-install software apa pun dari Google Play Store. Oleh sebab itu, ketika pesan Device Overheating mulai aktif muncul di bagian atas layar, dugaan saya langsung tertuju pada fitur Power Saving Mode. Karena, hanya itu yang terakhir di utak-atik dan memiliki hubungan langsung dengan sistem operasi (OS Android).

Baiklah, mungkin memang harus ketiga opsi dalam kondisi dicentang. Benar, setelah dikondisikan seperti itu, kehadiran teror pesan Device Overheating agak berkurang. Tetapi, pesan pasti akan muncul kembali saat gadget digunakan untuk bermain game online.

Secara teknik pemrograman komputer, saya tidak memahami hubungan antara opsi-opsi di fitur ini dengan munculnya pesan Device Overheating. Saya hanya merasakan setiap kali terjadi pemakaian perangkat dengan aktivitas layar yang bersifat sangat dinamis (seperti bermain game), pesan “konyol” itu pasti muncul. Setelah fitur Power Saving Mode di non aktifkan, pesan itu pun menghilang selamanya.

Next…