Cara Menghitung Kapasitas dan Pemakaian Daya Listrik di Rumah

halaman 1 dari 2

Cara Menghitung Kapasitas dan Pemakaian Daya Listrik di Rumah.Berapa besar kapasitas listrik yang kita butuhkan di rumah?

Ada perbedaan pengertian antara kapasitas listrik terpasang dengan jumlah pemakaian listrik. Jumlah pemakaian listrik di sebuah rumah, tidak harus mencerminkan besar kapasitas listrik terpasang di rumah. Demikian juga sebaliknya.

Karena keduanya berhubungan erat dengan besaran daya yang dibutuhkan perangkat elektronik, seringkali kita keliru mengartikan perbedaan antara keduanya. Pembahasan tersendiri mengenai pemakaian daya telah banyak saya ceritakan di blog ini. Anda dapat membaca ulasannya di artikel Cara menghitung daya listrik pada Perangkat Elektronik.

Lalu, dimana perbedaan Pemakaian Daya dengan Kapasitas Listrik Terpasang?

icon.top.par

Kapasitas Listrik Terpasang vs Pemakaian Daya

Kapasitas Listrik Terpasang, bisa diumpamakan sebagai satu hotel. Sedangkan, Pemakaian Daya (listrik) merupakan rombongan tamu yang datang menginap selama jangka waktu tertentu.

Misalnya, satu hotel memiliki daya tampung 1300 tamu untuk menginap.

Pagi hari, kedatangan rombongan wisatawan pertama berjumlah 350 orang yang hendak menginap selama 8 hari. Siangnya, rombongan wisatawan kedua berjumlah 500 orang datang menginap selama 3 hari, dan sorenya rombongan wisatawan ketiga berjumlah 600 orang menginap selama 5 hari.

Jumlah orang dari rombongan pertama dan kedua adalah 850 orang. Dengan demikian, sisa tempat untuk tamu menginap tinggal 450 orang.

Karena rombongan ketiga memiliki jumlah anggota sebanyak 600 orang, sedangkan tempat yang tersisa untuk tamu menginap hanya 450 orang, maka rombongan ini tidak dapat diterima menginap di hotel.

Jadi, untuk selanjutnya, hotel hanya bisa menerima rombongan tamu untuk menginap berjumlah maksimum 450 orang saja.

Kira-kira, seperti itulah analogi hubungan kapasitas listrik terpasang dengan pemakaian daya.

Kapasitas listrik terpasang hanya berfungsi menampung besar daya (jumlah orang) dari perangkat elektronik (rombongan) untuk menyala selama jangka waktu tertentu (lama waktu menginap). Berapa pun besar daya dari perangkat-perangkat elektronik yang hendak dinyalakan, tidak akan menambah atau mengurangi nilai dari kapasitas listrik terpasang.

Sedangkan pemakaian daya adalah besar daya (jumlah orang) dari perangkat elektronik (rombongan) yang bisa dinyalakan (menginap di hotel). Nilainya akan terus bertambah mengikuti lama waktu kondisi perangkat menyala (lama waktu menginap). Seandainya nilai daya perangkat elektronik sebesar 350 Watt dan menyala selama waktu 8 jam, maka pemakaian daya yang telah terjadi adalah sebesar 8 x 350 = 2.800 Watt.

icon.top.par

Pemahaman Kapasitas Listrik Terpasang pada Umumnya

Kita sering mendengar / membaca tentang istilah “listrik 450VA”, “listrik 1300VA”, “listrik 2200VA” dst. Istilah itu mengartikan nilai batas besaran listrik yang bisa dipakai di satu rumah. Seandainya listrik di rumah kita saat ini nilainya 1300VA, maka total input listrik dari semua perangkat elektronik yang ada dan menyala di rumah saat ini “tidak bisa” melebihi nilai 1300VA. Bukan berarti kita tidak boleh memiliki perangkat elektronik dalam jumlah lebih banyak. Selama input daya perangkat elektronik yang “menyala” masih dalam batas 1300VA, tidak ada masalah.

Ada beberapa cara untuk kita mengetahui besaran kapasitas listrik yang saat ini terpasang di rumah. Bisa dengan melihatnya pada kategori pelanggan yang tertera di resi pembelian / pembayaran biaya listrik bulanan. Bisa juga dengan mencari keberadaan tulisan berupa angka yang diakhiri dengan rangkaian huruf VA pada MCB di meteran.

Namun, apakah benar sejumlah itu listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari di rumah? Apakah tidak kebesaran atau kekecilan nilainya? Mengapa bisa berbeda-beda antara kebutuhan satu rumah dengan lainnya?

icon.top.par

Memperkirakan Kebenaran Nilai Kapasitas Listrik Terpasang

Pertama-tama, hal yang harus kita pahami terlebih dulu adalah besaran listrik bernilai 1300VA sama dengan besaran listrik bernilai 1.040 Watt (1300VA x 0,8 = 1.040 Watt). Nilai 0,8 merupakan nilai Faktor Daya dan sudah menjadi ketentuan dari PLN. Hal tersebut juga berlaku pada kapasitas listrik yang bukan 1300VA. Seperti : 900VA = 720 Watt, 2200VA = 1.760 Watt, dst.

Dengan demikian, batas nilai pemakaian listrik yang sebenarnya menjadi lebih jelas. Kapasitas listrik terpasang 2200VA bukan berarti kita bisa menggunakan pemakaian listrik sebesar 2.200 Watt. Melainkan hanya sebesar 1.760 Watt saja

Misalnya, perangkat elektronik yang ada di rumah adalah :

  • 1 unit AC 1 pk ~ @ 540 Watt
  • 1 unit kulkas ~ @ 100 Watt
  • 1 unit coffee maker ~ @ 750 Watt
  • 1 mesin cuci ~ @ 350 Watt
  • 10 buah lampu ~ @ 18 Watt
  • 1 unit kipas angin ~ @ 45 Watt
  • 2 unit televisi ~ @ 128 Watt

Kita kelompokan perangkat-perangkat tersebut berdasarkan waktu pemakaiannya :

Perangkat elektronik yang menyala bersamaan setiap malam adalah :

  • 1 unit AC 1 pk ~ @ 540 Watt
  • 1 unit kulkas ~ @ 100 Watt
  • 10 buah lampu ~ @ 18 Watt
  • 2 unit televisi ~ @ 128 Watt

Dengan demikian, total daya yang dibutuhkan untuk malam hari adalah sebesar : 540 + 100 + 180 + 254 = 1.074 Watt

Saat siang hari, perangkat elektronik yang menyala bersamaan adalah :

  • 1 unit kulkas ~ @ 100 Watt
  • 1 unit coffee maker ~ @ 750 Watt
  • 1 mesin cuci ~ @ 350 Watt
  • 1 unit kipas angin ~ @ 45 Watt
  • 1 unit televisi ~ @ 128 Watt

Maka, total daya yang dibutuhkan untuk siang hari adalah sebesar : 100 + 750 + 350 + 45 + 128 = 1.373 Watt

Dari kedua nilai total daya (1.074 Watt dan 1.373 Watt) yang diperlukan untuk menyalakan perangkat elektronik dari kedua waktu (siang dan malam) tersebut adalah nilai terbesar yang dijadikan acuan dalam menentukan besar kapasitas listrik terpasang, yaitu : 1.373 Watt.

Karena, kapasitas listrik terpasang sebesar 1300VA adalah sama dengan 1300 x 0,8 = 1.040 Watt, maka tidak cukup untuk mendukung nyala dari semua perangkat elektronik yang sebesar 1.373 Watt. Jadi, nilai kapasitas listrik yang saat ini terpasang di rumah adalah 2200VA atau sama dengan 2200 x 0,8 = 1.760 Watt.

Kalau nilai kapasitas listrik terpasang lebih kecil dari nilai total input daya perangkat elektronik, maka hanya ada dua kemungkinan :

  • Ada kesalahan dalam perhitungan yang anda kerjakan.
  • Jeroan MCB yang terpasang di meteran telah dimodifikasi (MCB siluman).

icon.top.par

Memanfaatkan Sisa Kapasitas Listrik Terpasang

Melanjutkan contoh model perhitungan di atas…

Dengan demikian, masih terdapat sisa kapasitas listrik yang dapat digunakan sebesar 1.760 – 1.373 = 387 Watt. Nilai sisa itulah yang menjadi cadangan listrik untuk bisa kita gunakan dengan bebas. Baik untuk menyalakan perangkat elektronik yang sudah ada untuk waktu pemakaian yang berbeda atau pun perangkat elektronik baru yang hendak kita beli. Pokoknya, selama masih dalam batas kapasitas listrik 2200VA (1.760 Watt), perangkat akan tetap bisa menyala tanpa masalah.

Misalnya, memasang 1 unit AC 0,5 pk ~ 350 Watt baru untuk pemakaian di siang hari. Total nilai daya perangkat elektronik yang menyala berbarengan menjadi 1.373 Watt + 350 Watt = 1.723 Watt. Nilai itu masih di bawah 1.760 Watt.

Mengapa tidak menggunakan AC 1 pk ~ 540 Watt yang sudah ada saja?

Jika tindakan itu dikerjakan, maka listrik pasti nge-jepret karena total nilai daya yang menyala menjadi 1.373 Watt + 540 Watt = 1.913 Watt. Nilai itu berada di atas batas yang diperkenankan, yaitu 1.760 Watt.

icon.top.par

Iklan

2 thoughts on “Cara Menghitung Kapasitas dan Pemakaian Daya Listrik di Rumah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s