Tag Archives: Tarif Tenaga Listrik

Tarif Listrik Agustus 2019

Meski sekarang masih bulan Agustus 2019, pernyataan PLN beserta kementerian ESDM untuk tidak menaikkan tarif listrik selama tahun 2019, bisa dibilang sudah mendekati realisasi sepenuhnya. Bahkan, di awal tahun, tarif listrik golongan pelanggan 900VA non-subsidi diturunkan dari Rp. 1.352,- menjadi Rp. 1.300,-

Tidak terlalu signifikan jumlahnya, namun cukup terasa bagi pelanggan 900VA non-subsidi yang memiliki rata-rata pemakaian listrik besar.

Sampai artikel ini dibuat, saya belum mendapatkan informasi perkembangan terakhir mengenai status tarif listrik 900VA non-subsidi tersebut. Rasanya, masih berada di nilai Rp. 1.300,-.

Tarif listrik untuk golongan pelanggan non-subsidi rumah tinggal lainnya, nilai tarif listrik SAAT INI masih sama dengan nilai tarif listrik yang berlaku di awal tahun 2017. Tidak ada perubahan apapun. Dengan demikian, jika ada pihak/pelanggan menyatakan tarif listrik yang terus naik, maka bisa dipastikan bahwa penyebabnya adalah jumlah pemakaian listrik dari pihak/pelanggan itu sendiri. Bukan perubahan nilai tarif listrik oleh PLN. Continue reading Tarif Listrik Agustus 2019

Tarif Listrik 2019…?

Apa kabar dengan tarif listrik di penghujung tahun 2018 ini?
Masih sama nilainya dengan yang saya ceritakan di artikel Tarif Listrik bulan Juli 2018. Tidak ada perubahan ataupun terdengar isu terkait dengan tarif listrik di akhir tahun 2018. Sehingga, sudah bisa dipastikan tidak akan ada kejutan mengenai harga tarif listrik di awal periode tahun 2019 nanti.
Malahan, hal itu sudah di konfirmasikan pihak PLN di saat mereka di dera nilai tukar kurs Rp. 15.000,- per 1 US $ pada kwartal III tahun 2018.

Sungguh sebuah situasi yang (menurut saya) terasa ganjil dan baru terjadi selama pemerintahan era reformasi ini.
Continue reading Tarif Listrik 2019…?

Tarif listrik Juli 2018

Pada bulan Februari 2018 lalu, melalui kementerian ESDM pemerintah mewacanakan untuk tidak menaikkan tarif listrik selama tahun 2018.

Saat itu, saya tidak terlalu ambil pusing dengan wacana tersebut.

Hingga saat ini, PLN masih menggunakan faktor nilai tukar kurs Rupiah terhadap Dollar, harga minyak dunia dan inflasi sebagai penentu besaran nilai tarif listrik. Selama ketergantungan terhadap faktor-faktor tersebut masih ada, menurut saya, wacana kebijakan apapun terkait besaran nilai tarif listrik merupakan satu hal yang tidak dapat dipegang konsistensinya.

Namun, perkiraan saya mengenai hal itu ternyata meleset. Sepertinya, situasi yang terjadi saat ini agak berbeda dari yang biasanya. Continue reading Tarif listrik Juli 2018

Tarif Listrik per Agustus 2016

Tarif Listrik (TTL) Agustus 2016 Turun!!!

Terasa sedikit “heboh” 😨 di pikiran saya saat membaca judul berita yang kira-kira menyiratkan makna turunnya harga listrik. Namun setelah disimak isi beritanya, ternyata adalah tarif listrik yang kembali disesuaikan 😩. Turun… naik… turun… naik… seperti yang sebelum-sebelumnya terjadi 😴.

Nilai tarif untuk pemakaian listrik per Agustus 2016 turun (lebih tepatnya disesuaikan) menjadi sebesar Rp.1.409,- atau turun sebesar Rp. 4,- dari tarif bulan Juli 2016, yang sebesar Rp. 1.413,- per kWh. Continue reading Tarif Listrik per Agustus 2016

Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???

Ada dua komentar mengenai listrik seperti judul di atas yang ditanyakan pada Q&A. Pertama dari Sylvia yang berkaitan dengan pemakaian mesin cuci dan kedua Bril yang berkaitan dengan pemakaian AC. Hal yang ditanyakan mengenai pemakaian listrik di malam hari lebih besar / mahal adalah benar dan memiliki persepsi yang sama. Hanya saja terdapat kontradiksi dengan jawaban yang saya sampaikan atas kedua pertanyaan. Lalu, apakah ada kesalahan dari salah satu jawaban yang telah saya sampaikan?

Continue reading Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???

Tarif Listrik Januari 2016 Turun!!!

Awal tahun 2016, PLN menyesuaikan tarif listrik rumah tangga dengan penurunan sebesar Rp. 100,- per kWh. Nilai tarif listrik yang sebelumnya sebesar Rp. 1.509,- per kWh, kini menjadi Rp. 1.409,- per kWh.

Penurunan tarif ini, dipicu dengan turunnya harga dari bahan yang menjadi faktor penentu untuk memproduksi listrik. Seperti perubahan harga dari minyak dunia, inflasi dan kurs mata uang. Disamping itu, PLN juga mengklaim faktor keberhasilan melakukan efisiensi sebagai salah satu penunjang turunnya tarif sebesar Rp. 100,- per kWh ini.

Continue reading Tarif Listrik Januari 2016 Turun!!!

Tariff Adjustment Listrik… apa sih maksudnya???

Saat mencari informasi mengenai perubahan tarif listrik efektif per 01 Desember 2015, saya menemukan istilah tariff adjustment banyak disebutkan. Secara ilmu akuntansi, tariff adjustment / penyesuaian tarif, mengartikan pada sebuah nilai / harga yang harus dikoreksi / disesuaikan kembali karena terdapat faktor eksternal yang memengaruhi setelah nilai / harga akhir selesai ditetapkan. Kemudian, saya meng-googling untuk mencari definisi pengertian dari istilah tersebut secara pemahaman pihak PLN.

Tidak ketemu! 😕

Namun, berdasarkan beberapa ulasan berita mengenai penyesuaian tarif listrik, saya mencoba menyimpulkan definisi dari istilah tariff adjustment tersebut.

Continue reading Tariff Adjustment Listrik… apa sih maksudnya???

Tarif Tenaga Listrik tahun 2016

Mulai tanggal 01 Desember 2015, pemerintah dan PLN memutuskan untuk menghentikan subsidi tarif listrik para pelanggan rumah tangga mulai golongan 1300VA dan selanjutnya.

Sedangkan tarif listrik untuk pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA, akan tetap disubsidikan. Jadi, untuk saat ini, tidak ada perubahan tarif untuk kedua golongan pelanggan tersebut.

Karena mulai diberlakukan Desember 2015, berarti, biaya pemakaian listrik berdasarkan tarif listrik baru yang harus dibayar pelanggan pascabayar, akan efektif pada tagihan bulan Januari 2016. Sedangkan untuk pelanggan prabayar, tarif listrik baru akan efektif berlaku begitu setelah pengumuman kenaikan tarif di sosialisasi kan, yaitu per tanggal 01 Desember 2015.
Continue reading Tarif Tenaga Listrik tahun 2016

Cara Menghitung Voucher Listrik Prabayar / Token

Beberapa hari kemarin, iseng-iseng saya menyimak kembali lampiran keputusan tarif listrik tahun 2015 di layar laptop. Kemudian, meng-googling informasi mengenai cara pembelian kuota listrik prabayar. Dari beberapa yang ditemukan, semuanya memiliki dasar konsep transaksi yang sama. Yaitu, kuota listrik dikemas ke dalam bentuk voucher dengan beberapa paket harga penawaran.

Hmmm…. sebuah teknik transaksi yang cukup menarik dan fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan listrik pelanggan prabayar secara menyeluruh ke berbagai tingkat golongan keuangan. Lalu, salah satu mana “harus” di beli diantara beberapa paket harga voucher-voucher yang ditawarkan yang bisa memenuhi kebutuhan pemakaian listrik di rumah selama satu bulan penuh?

Continue reading Cara Menghitung Voucher Listrik Prabayar / Token