Tarif Listrik Rumah Tangga Januari – Maret 2022

Mulai tahun 2022, PLN kembali menetapkan pemakaian penyesuaian tarif listrik untuk harga listrik per kWh. Penyesuaian tarif ini dikenakan pada pelanggan rumah tangga non-subsidi mulai dari golongan tarif 900VA s/d 6600VA dan termasuk golongan tarif di atas 6600VA.

Berikut adalah lampiran tarif listrik per Januari s/d Maret tahun 2022 :

Continue reading “Tarif Listrik Rumah Tangga Januari – Maret 2022”

Tarif Listrik Agustus 2019

Meski sekarang masih bulan Agustus 2019, pernyataan PLN beserta kementerian ESDM untuk tidak menaikkan tarif listrik selama tahun 2019, bisa dibilang sudah mendekati realisasi sepenuhnya. Bahkan, di awal tahun, tarif listrik golongan pelanggan 900VA non-subsidi diturunkan dari Rp. 1.352,- menjadi Rp. 1.300,-

Tidak terlalu signifikan jumlahnya, namun cukup terasa bagi pelanggan 900VA non-subsidi yang memiliki rata-rata pemakaian listrik besar.

Sampai artikel ini dibuat, saya belum mendapatkan informasi perkembangan terakhir mengenai status tarif listrik 900VA non-subsidi tersebut. Rasanya, masih berada di nilai Rp. 1.300,-.

Tarif listrik untuk golongan pelanggan non-subsidi rumah tinggal lainnya, nilai tarif listrik SAAT INI masih sama dengan nilai tarif listrik yang berlaku di awal tahun 2017. Tidak ada perubahan apapun. Dengan demikian, jika ada pihak/pelanggan menyatakan tarif listrik yang terus naik, maka bisa dipastikan bahwa penyebabnya adalah jumlah pemakaian listrik dari pihak/pelanggan itu sendiri. Bukan perubahan nilai tarif listrik oleh PLN. Continue reading “Tarif Listrik Agustus 2019”

Tarif Listrik 2019…?

Apa kabar dengan tarif listrik di penghujung tahun 2018 ini?
Masih sama nilainya dengan yang saya ceritakan di artikel Tarif Listrik bulan Juli 2018. Tidak ada perubahan ataupun terdengar isu terkait dengan tarif listrik di akhir tahun 2018. Sehingga, sudah bisa dipastikan tidak akan ada kejutan mengenai harga tarif listrik di awal periode tahun 2019 nanti.
Malahan, hal itu sudah di konfirmasikan pihak PLN di saat mereka di dera nilai tukar kurs Rp. 15.000,- per 1 US $ pada kwartal III tahun 2018.

Sungguh sebuah situasi yang (menurut saya) terasa ganjil dan baru terjadi selama pemerintahan era reformasi ini.
Continue reading “Tarif Listrik 2019…?”

Tarif listrik Juli 2018

Pada bulan Februari 2018 lalu, melalui kementerian ESDM pemerintah mewacanakan untuk tidak menaikkan tarif listrik selama tahun 2018.

Saat itu, saya tidak terlalu ambil pusing dengan wacana tersebut.

Hingga saat ini, PLN masih menggunakan faktor nilai tukar kurs Rupiah terhadap Dollar, harga minyak dunia dan inflasi sebagai penentu besaran nilai tarif listrik. Selama ketergantungan terhadap faktor-faktor tersebut masih ada, menurut saya, wacana kebijakan apapun terkait besaran nilai tarif listrik merupakan satu hal yang tidak dapat dipegang konsistensinya.

Namun, perkiraan saya mengenai hal itu ternyata meleset. Sepertinya, situasi yang terjadi saat ini agak berbeda dari yang biasanya. Continue reading “Tarif listrik Juli 2018”

PLN : Tarif Listrik Januari 2018

Memasuki ke pergantian tahun 2018, saya nyaris melupakan informasi dan berita tentang pergerakan tarif listrik. Hingar-bingar berita tentang tarif listrik yang biasa menyertai di setiap menyambut awal pergantian tahun, kini terasa sepi.

Secara realita, nilai yang menjadi dasar tarif listrik golongan pelanggan rumah tinggal tidak berubah (Rp. 1.467,28,- per kWh) sejak ditetapkan per Januari 2017 hingga Januari 2018. Mulai dari golongan 450VA 1300VA hingga 6600VA.
Continue reading “PLN : Tarif Listrik Januari 2018”

Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga per Juli – Agustus – September 2017

Setelah pencabutan subsidi tahap ketiga selesai di akhir Juni 2017 untuk pelanggan golongan 900VA yang dikategorikan “mampu”, maka besaran nilai tarif listrik adjustment pelanggan golongan rumah tangga per Juli – Agustus – September 2017 yang berlaku adalah sbb. : Continue reading “Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga per Juli – Agustus – September 2017”

Tarif Listrik per Agustus 2016

Tarif Listrik (TTL) Agustus 2016 Turun!!!

Terasa sedikit “heboh” 😨 di pikiran saya saat membaca judul berita yang kira-kira menyiratkan makna turunnya harga listrik. Namun setelah disimak isi beritanya, ternyata adalah tarif listrik yang kembali disesuaikan 😩. Turun… naik… turun… naik… seperti yang sebelum-sebelumnya terjadi 😴.

Nilai tarif untuk pemakaian listrik per Agustus 2016 turun (lebih tepatnya disesuaikan) menjadi sebesar Rp.1.409,- atau turun sebesar Rp. 4,- dari tarif bulan Juli 2016, yang sebesar Rp. 1.413,- per kWh. Continue reading “Tarif Listrik per Agustus 2016”

Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???

Ada dua komentar mengenai listrik seperti judul di atas yang ditanyakan pada Q&A. Pertama tentang pemakaian listrik mesin cuci dan kedua tentang pemakaian listrik AC di malam hari.

Begini pertanyaan dan jawaban untuk pemakaian listrik mesin cuci :

Tanya :

apabila menggunakan mesin cuci di malam hari, daya yang digunakan oleh mesin cuci tersebut lebih besar di bandingkan di pagi atau siang hari. benarkah hal tersebut?

Jawab :

PLN, membagi dua waktu pemakaian listrik pelanggannya dengan istilah “Waktu Beban Puncak” (WBP) dan “Luar Waktu Beban Puncak” (LWBP). Rentang waktu pemakaian listrik saat WBP (17.00 s/d 22.00) merupakan saat-saat dimana pemakaian listrik oleh pelanggan terjadi secara hampir bersamaan. Dalam kondisi seperti itu, PLN harus memasok daya dalam jumlah sangat besar agar para pelanggannya bisa menikmati listrik di waktu relatif bersamaan di rentang waktu jam-jam tersebut.

Apakah pemakaian mesin cuci di malam hari yang anda maksud berkaitan dengan saat “Waktu Beban Puncak” (WBP) yang saya ceritakan di atas?

Jika benar demikian, maka seperti di bawah ini pendapat saya.

Pemikiran saya tentang perilaku konsumsi daya dari sebuah produk perangkat listrik / elektronik seperti mesin cuci adalah besaran daya yang dikonsumsi hanya bisa dan akan berubah jika voltase listriknya juga berubah. Jadi, ketika voltase turun, maka konsumsi daya (Watt) perangkat akan berkurang. Saat voltase naik, maka konsumsi daya perangkat akan bertambah.

Di dalam rentang jam awal dan akhir WBP, umumnya, kondisi voltase listrik yang terjadi di beberapa rumah pelanggan PLN adalah cenderung turun (di bawah 220Volt). Saya belum pernah mendapat informasi bahwa voltase listrik memiliki kecenderungan untuk naik (di atas 220Volt) di saat WBP.

Jadi, hingga saat ini, tidak pernah terlintas dibenak saya bahwa konsumsi daya dari pemakaian sebuah perangkat listrik / elektronik di saat WBP bisa dan akan menjadi bertambah besar dibanding perangkat digunakan di saat LWBP.

Menurut saya, selama mesin cuci bisa dioperasikan secara normal, berarti voltase listrik di rumah anda pun cenderung normal. Jadi, besaran daya yang dikonsumsi oleh mesin cuci anda pun pasti sama, baik di saat WBP maupun LWBP .

Dan ini pertanyaan dan jawaban untuk pemakaian listrik AC :

Tanya :

mau tanya, kalo nyalain ac di bawah jam 10 malam itu narik pulsa lebih banyak(lebih mahal) ? Dibanding nyalain jam 10 keatas ? Apakah ada pengaruh nya waktu dengan penarikan listrik?

Jawab :

Sulit untuk dibuktikan kebenaran teori adanya hubungan antara waktu dengan penarikan listrik sebagaimana yang anda tanyakan. Secara pribadi, sebenarnya, saya juga setuju dengan teori tersebut .

Ada korelasi sangat erat dimana perangkat elektronik akan mengkonsumsi Watt secara berlebih saat Voltase turun. Voltase listrik di masa Waktu Beban Puncak (WBP) antara pukul 17.00 s/d 22.00 dan 05.00 s/d 07.00, memiliki kecenderungan turun akibat tingginya pemakaian listrik oleh pelanggan PLN. Sehingga, pemakaian perangkat elektronik seperti AC di kedua jeda WBP tersebut, memiliki kemungkinan akan mengkonsumsi listrik jauh lebih banyak dibanding saat di Luar Waktu Beban Puncak (LWBP).

Namun, sekali lagi, hal itu sulit untuk dibuktikan kebenarannya.

Hal yang ditanyakan mengenai pemakaian listrik di malam hari lebih besar / mahal adalah benar dan memiliki persepsi yang sama. Hanya saja terdapat kontradiksi dengan jawaban yang saya sampaikan atas kedua pertanyaan. Lalu, apakah ada kesalahan dari salah satu jawaban yang telah saya sampaikan?

Continue reading “Pemakaian Listrik lebih Besar di bawah jam 10 malam???”

Tarif Listrik Januari 2016 Turun!!!

Awal tahun 2016, PLN menyesuaikan tarif listrik rumah tangga dengan penurunan sebesar Rp. 100,- per kWh. Nilai tarif listrik yang sebelumnya sebesar Rp. 1.509,- per kWh, kini menjadi Rp. 1.409,- per kWh.

Penurunan tarif ini, dipicu dengan turunnya harga dari bahan yang menjadi faktor penentu untuk memproduksi listrik. Seperti perubahan harga dari minyak dunia, inflasi dan kurs mata uang. Disamping itu, PLN juga mengklaim faktor keberhasilan melakukan efisiensi sebagai salah satu penunjang turunnya tarif sebesar Rp. 100,- per kWh ini.

Continue reading “Tarif Listrik Januari 2016 Turun!!!”

Tariff Adjustment Listrik… apa sih maksudnya???

Saat mencari informasi mengenai perubahan tarif listrik efektif per 01 Desember 2015, saya menemukan istilah tariff adjustment banyak disebutkan. Secara ilmu akuntansi, tariff adjustment / penyesuaian tarif, mengartikan pada sebuah nilai / harga yang harus dikoreksi / disesuaikan kembali karena terdapat faktor eksternal yang memengaruhi setelah nilai / harga akhir selesai ditetapkan. Kemudian, saya meng-googling untuk mencari definisi pengertian dari istilah tersebut secara pemahaman pihak PLN.

Tidak ketemu! 😕

Namun, berdasarkan beberapa ulasan berita mengenai penyesuaian tarif listrik, saya mencoba menyimpulkan definisi dari istilah tariff adjustment tersebut.

Continue reading “Tariff Adjustment Listrik… apa sih maksudnya???”

Tarif Tenaga Listrik tahun 2016

Mulai tanggal 01 Desember 2015, pemerintah dan PLN memutuskan untuk menghentikan subsidi tarif listrik para pelanggan rumah tangga mulai golongan 1300VA dan selanjutnya.

Sedangkan tarif listrik untuk pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA, akan tetap disubsidikan. Jadi, untuk saat ini, tidak ada perubahan tarif untuk kedua golongan pelanggan tersebut.

Karena mulai diberlakukan Desember 2015, berarti, biaya pemakaian listrik berdasarkan tarif listrik baru yang harus dibayar pelanggan pascabayar, akan efektif pada tagihan bulan Januari 2016. Sedangkan untuk pelanggan prabayar, tarif listrik baru akan efektif berlaku begitu setelah pengumuman kenaikan tarif di sosialisasi kan, yaitu per tanggal 01 Desember 2015.
Continue reading “Tarif Tenaga Listrik tahun 2016”

Cara Menghitung Voucher Listrik Prabayar / Token

Beberapa hari kemarin, iseng-iseng saya menyimak kembali lampiran keputusan tarif listrik tahun 2015 di layar laptop. Kemudian, meng-googling informasi mengenai cara pembelian kuota listrik prabayar. Dari beberapa yang ditemukan, semuanya memiliki dasar konsep transaksi yang sama. Yaitu, kuota listrik dikemas ke dalam bentuk voucher dengan beberapa paket harga penawaran.

Hmmm…. sebuah teknik transaksi yang cukup menarik dan fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan listrik pelanggan prabayar secara menyeluruh ke berbagai tingkat golongan keuangan. Lalu, salah satu mana “harus” di beli diantara beberapa paket harga voucher-voucher yang ditawarkan yang bisa memenuhi kebutuhan pemakaian listrik di rumah selama satu bulan penuh?

Continue reading “Cara Menghitung Voucher Listrik Prabayar / Token”

Memahami Kebijakan Tarif Tenaga Listrik Rumah Tangga tahun 2015

Mengacu pada lampiran keputusan pengenaan tarif listrik pelanggan golongan Rumah Tangga per Januari 2015, terdapat catatan kaki yang menyatakan pemakaian minimum listrik bagi pelanggan pascabayar, yaitu :

RM1 = 40 (Jam Nyala) x Daya Tersambung (kVa) x Biaya Pemakaian

Saya sempat salah memahami catatan kaki tersebut dengan menganggapnya sebagai minimum pemakaian 40 kWh x daya tersambung x biaya pemakaian.

Berapa sebenarnya nilai minimum pemakaian listrik yang dimaksud oleh catatan kaki tersebut?

Continue reading “Memahami Kebijakan Tarif Tenaga Listrik Rumah Tangga tahun 2015”

Meteran Listrik Pascabayar vs Prabayar?

Banyak pelanggan PLN yang merasa diuntungkan setelah melakukan “migrasi” dari meteran pascabayar ke prabayar. Di pihak yang sama, banyak juga pelanggan yang merasa dirugikan dari terpasangnya meteran prabayar di rumah mereka.

Pertanyaan mengenai perbedaan menggunakan meteran pascabayar dengan prabayar pun bergulir kencang. Keraguan beberapa pelanggan yang hendak melakukan migrasi meteran semakin besar. Mayoritas dari mereka, mulai terfokus pada pertanyaan : “Benarkah menggunakan meteran prabayar akan lebih menguntungkan dibanding meteran pascabayar?”.

Continue reading “Meteran Listrik Pascabayar vs Prabayar?”

Tarif Tenaga Listrik tahun 2015

Berapa tarif tenaga listrik mulai Januari 2015?

Mungkin anda telah membaca artikel (Kenaikan) Tarif Listrik mulai Juli 2014. Disitu saya sertakan tabel skenario kenaikan tarif yang telah disetujui DPR saat itu. Nilai penyesuaian kenaikan tarif yang dilakukan bertahap untuk golongan 1300VA s/d 5500VA hingga Desember 2014, berada dikisaran Rp. 1.392,- per kwh. Nilai tarif tersebut, akan menjadi nilai dasar dalam penentuan penyesuaian harga listrik per kwh di waktu-waktu selanjutnya.

Benarkah nilai kenaikan yang terjadi hingga akhir Desember 2014 sebesar itu?

Continue reading “Tarif Tenaga Listrik tahun 2015”

Tarif Tenaga Listrik (TTL) periode Agustus 2014

Bagaimana perkembangan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) hingga bulan Agustus 2014 ini? Berikut adalah lampiran dua tagihan rekening TTL (paskabayar) di rumah saya. Lampiran pertama adalah tagihan pemakaian daya bulan Juni 2014 yang harus dibayar di bulan Juli 2014, dan lampiran kedua adalah pemakaian daya bulan Agustus 2014 yang harus dibayar di bulan September 2014. Struk bulan Juni 2014 (sebelum terjadi kenaikan tarif) Keterangan :

  • Total tagihan sebelum pajak : (Rp. 214.733,- – Rp. 6.000,-) / 1,03 = Rp. 208.733,- / 1,03 = 202.653,39
  • Total pemakaian daya : 39869 – 39662 = 207
  • Harga Listrik per kwh untuk bulan Juni 2014 adalah Rp. 202.653,39,- / 207 = Rp. 979,- atau Rp. 979,- x 1,03 = Rp. 1.008,37,- setelah pajak.

Lembar resi bulan Agustus 2014 (setelah terjadi kenaikan tarif) Keterangan :

  • Total tagihan sebelum pajak : (Rp. 276.733,- –  Rp. 6.000,-) / 1.03 = Rp. 270.733,- / 1,03 = Rp. 262.847,57,-
  • Total pemakaian daya : 40323 – 40083 = 240
  • Harga Listrik per kwh untuk bulan Agustus 2014 adalah Rp. 262.847,57,- / 240 = Rp. 1.095,19,- atau Rp. 1.095,19,- x 1,03 = Rp. 1.128,05,- setelah pajak.

Continue reading “Tarif Tenaga Listrik (TTL) periode Agustus 2014”

(Kenaikan) Tarif Listrik mulai 1 Juli 2014.

Tarif Listrik Dikeluhkan“… begitu judul artikel yang saya baca di harian Kompas halaman 15 edisi Jumat, 13 Juni 2014. Dalam artikel tersebut, diceritakan rangkuman bagaimana tanggapan beberapa warga tentang isu kenaikkan harga tarif listrik serta nilai prosentase kenaikkan tarif tenaga listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga (R-1) 1300 VA dan 2200 VA yang mulai berlaku mulai 1 Juli 2014. Continue reading “(Kenaikan) Tarif Listrik mulai 1 Juli 2014.”

Benarkah Stabilizer dapat Menghemat Energi Listrik…???

Ketika saya hendak memulai menulis artikel terkait dengan stabilizer (2012) di blog ini, ada keraguan untuk dapat menyajikannya dalam sebuah bentuk informasi yang bermanfaat. Walau pun pada saat itu saya telah merasakan manfaat dari pemasangan stabilizer di rumah, tidak ada informasi yang bisa direferensikan untuk dijadikan sumber pendukung sesuai kejadian yang saya alami.

Kesulitan lainnya adalah saya tidak memiliki pendidikan formal di bidang kelistrikan. Sehingga, saya harus mencari cara untuk dapat “menerjemahkan” sebuah hasil teknis dalam format non-teknis.

Beberapa minggu sebelum artikel ini dipublikasikan (September 2013), saya beruntung menemukan kembali resi (lembaran slip bukti) pembayaran rekening listrik PLN mulai periode bulan February 2006 s/d January 2011 terselip diantara tumpukan buku-buku komputer. Setidaknya saya dapat memahami cara menggunakan data yang tertera di resi pembayaran tersebut sebagai rujukan dalam format non-teknis yang bisa menggambarkan rangkuman hasil dari efek pemasangan stabilizer.

Continue reading “Benarkah Stabilizer dapat Menghemat Energi Listrik…???”

Tarif listrik R1 – 1300VA per Agustus 2013…

Berapa kenaikan tarif listrik golongan R1 – 1300VA (pasca bayar) hingga bulan Agustus 2013?

Saya memiliki struk pembayaran rekening listrik pada bulan Desember 2012 dan Agustus 2013, dengan garis besar perincian sbb. :

Desember 2012
Pemakaian : 242 kwh (awal : 03577100 – akhir : 03601300)
Jumlah tagihan : Rp. 196.915,-
Harga per kwh : 196.915 / 242 = Rp. 813,7,-

Agustus 2013
Pemakaian : 204 kwh (awal : 03762800 – akhir : 03783200)
Jumlah tagihan : Rp. 194.638,-
Harga per kwh : 194.638 / 204 = Rp. 954,1,-

Prosentase kenaikan :

= ((954,1 – 813,7) / 813,7) x 100%

= (140,4 /  813,7) x 100%

= 0.1725451640653804 x 100%

= 17,25% atau Rp. 140,4,- per kwh

Berapa besar daya yang harus dikurangi agar total jumlah biaya listrik sama dengan tahun lalu?
Misalnya : seperti pemakaian daya pada Desember 2012 di atas sebesar 242 kwh. Jika saya hendak tetap membayar biaya rekening bulanan bulan September 2013 dengan jumlah yang sama, maka saya harus mengurangi pemakaian perangkat elektronik apa pun di rumah hingga sebesar :

= 242 – (196.915 / 954.1)

= 242 – 206,4

= 35,6 dibulatkan ke atas menjadi 36 kwh per bulan

atau sama dengan 36 / 30 = 1,2 kwh per hari

atau sama dengan (1,2 x 1000) / 24 = 1200 / 24 = 50 Watt per jam.

Seandainya untuk selanjutnya anda berniat untuk mengurangi pemakaian daya hingga 50 Watt per jam (1,2 kwh per hari), lebih baik anda mulai memikirkan untuk menukar perangkat elektronik yang saat ini dipakai dengan perangkat elektronik baru berdaya listrik lebih kecil. Atau bisa juga dengan cara mengefektifkan perlakuan menggunakan beberapa perangkat elektronik / listrik di rumah, seperti lampu penerangan, pompa air, lemari es / kulkas dan mesin cuci.

Apa pun keputusan dari tindakan yang hendak dijalankan nanti, sebaiknya, turut diperhitungkan juga dampaknya terhadap faktor kenyamanan sehari-hari di rumah. Karena, pada akhirnya, rumah merupakan satu-satunya tempat untuk beristirahat dan menghilangkan ketidaknyamanan yang telah kita alami selama berada di tempat bekerja.

Saya menulis garis besar dinamika tarif listrik pada artikel Memahami Perhitungan Tarif Listrik yang membahas mengenai perkembangan tarif listrik hingga saat ini. Semoga apa yang telah saya ceritakan disitu dapat membuat anda mengerti bagaimana cara terakhir PLN membebani tarif listrik kepada pelanggannya.

Salam…