Arsip Tag: tarif listrik

Tariff Adjustment Listrik… apa sih maksudnya???

Saat mencari informasi mengenai perubahan tarif listrik efektif per 01 Desember 2015, saya menemukan istilah tariff adjustment banyak disebutkan. Secara ilmu akuntansi, tariff adjustment / penyesuaian tarif, mengartikan pada sebuah nilai / harga yang harus dikoreksi / disesuaikan kembali karena terdapat faktor eksternal yang memengaruhi setelah nilai / harga akhir selesai ditetapkan. Kemudian, saya meng-googling untuk mencari definisi pengertian dari istilah tersebut secara pemahaman pihak PLN.

Tidak ketemu! 😕

Namun, berdasarkan beberapa ulasan berita mengenai penyesuaian tarif listrik, saya mencoba menyimpulkan definisi dari istilah tariff adjustment tersebut.

Lanjutkan membaca Tariff Adjustment Listrik… apa sih maksudnya???

Tarif Tenaga Listrik tahun 2016

Mulai tanggal 01 Desember 2015, pemerintah dan PLN memutuskan untuk menghentikan subsidi tarif listrik para pelanggan rumah tangga mulai golongan 1300VA dan selanjutnya.

Sedangkan tarif listrik untuk pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA, akan tetap disubsidikan. Jadi, untuk saat ini, tidak ada perubahan tarif untuk kedua golongan pelanggan tersebut.

Karena mulai diberlakukan Desember 2015, berarti, biaya pemakaian listrik berdasarkan tarif listrik baru yang harus dibayar pelanggan pascabayar, akan efektif pada tagihan bulan Januari 2016. Sedangkan untuk pelanggan prabayar, tarif listrik baru akan efektif berlaku begitu setelah pengumuman kenaikan tarif di sosialisasi kan, yaitu per tanggal 01 Desember 2015.
Lanjutkan membaca Tarif Tenaga Listrik tahun 2016

Cara Menghitung Voucher Listrik Prabayar / Token

Beberapa hari kemarin, iseng-iseng saya menyimak kembali lampiran keputusan tarif listrik tahun 2015 di layar laptop. Kemudian, meng-googling informasi mengenai cara pembelian kuota listrik prabayar. Dari beberapa yang ditemukan, semuanya memiliki dasar konsep transaksi yang sama. Yaitu, kuota listrik dikemas ke dalam bentuk voucher dengan beberapa paket harga penawaran.

Hmmm…. sebuah teknik transaksi yang cukup menarik dan fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan listrik pelanggan prabayar secara menyeluruh ke berbagai tingkat golongan keuangan. Lalu, salah satu mana “harus” di beli diantara beberapa paket harga voucher-voucher yang ditawarkan yang bisa memenuhi kebutuhan pemakaian listrik di rumah selama satu bulan penuh?

Lanjutkan membaca Cara Menghitung Voucher Listrik Prabayar / Token

Memahami Kebijakan Tarif Tenaga Listrik Rumah Tangga tahun 2015

Mengacu pada lampiran keputusan pengenaan tarif listrik pelanggan golongan Rumah Tangga per Januari 2015, terdapat catatan kaki yang menyatakan pemakaian minimum listrik bagi pelanggan pascabayar, yaitu :

RM1 = 40 (Jam Nyala) x Daya Tersambung (kVa) x Biaya Pemakaian

Saya sempat salah memahami catatan kaki tersebut dengan menganggapnya sebagai minimum pemakaian 40 kWh x daya tersambung x biaya pemakaian.

Berapa sebenarnya nilai minimum pemakaian listrik yang dimaksud oleh catatan kaki tersebut?

Lanjutkan membaca Memahami Kebijakan Tarif Tenaga Listrik Rumah Tangga tahun 2015

Meteran Listrik Pascabayar vs Prabayar?

Banyak pelanggan PLN yang merasa diuntungkan setelah melakukan “migrasi” dari meteran pascabayar ke prabayar. Di pihak yang sama, banyak juga pelanggan yang merasa dirugikan dari terpasangnya meteran prabayar di rumah mereka.

Pertanyaan mengenai perbedaan menggunakan meteran pascabayar dengan prabayar pun bergulir kencang. Keraguan beberapa pelanggan yang hendak melakukan migrasi meteran semakin besar. Mayoritas dari mereka, mulai terfokus pada pertanyaan : “Benarkah menggunakan meteran prabayar akan lebih menguntungkan dibanding meteran pascabayar?”.

Lanjutkan membaca Meteran Listrik Pascabayar vs Prabayar?

Tarif Tenaga Listrik tahun 2015

Berapa tarif tenaga listrik mulai Januari 2015?

Mungkin anda telah membaca artikel (Kenaikan) Tarif Listrik mulai Juli 2014. Disitu saya sertakan tabel skenario kenaikan tarif yang telah disetujui DPR saat itu. Nilai penyesuaian kenaikan tarif yang dilakukan bertahap untuk golongan 1300VA s/d 5500VA hingga Desember 2014, berada dikisaran Rp. 1.392,- per kwh. Nilai tarif tersebut, akan menjadi nilai dasar dalam penentuan penyesuaian harga listrik per kwh di waktu-waktu selanjutnya.

Benarkah nilai kenaikan yang terjadi hingga akhir Desember 2014 sebesar itu?

Lanjutkan membaca Tarif Tenaga Listrik tahun 2015

Tarif Tenaga Listrik (TTL) periode Agustus 2014

Bagaimana perkembangan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) hingga bulan Agustus 2014 ini? Berikut adalah lampiran dua tagihan rekening TTL (paskabayar) di rumah saya. Lampiran pertama adalah tagihan pemakaian daya bulan Juni 2014 yang harus dibayar di bulan Juli 2014, dan lampiran kedua adalah pemakaian daya bulan Agustus 2014 yang harus dibayar di bulan September 2014. Struk bulan Juni 2014 (sebelum terjadi kenaikan tarif) Juni.2014Keterangan :

  • Total tagihan sebelum pajak : (Rp. 214.733,- – Rp. 6.000,-) / 1,03 = Rp. 208.733,- / 1,03 = 202.653,39
  • Total pemakaian daya : 39869 – 39662 = 207
  • Harga Listrik per kwh untuk bulan Juni 2014 adalah Rp. 202.653,39,- / 207 = Rp. 979,- atau Rp. 979,- x 1,03 = Rp. 1.008,37,- setelah pajak.

Lembar resi bulan Agustus 2014 (setelah terjadi kenaikan tarif) Agustus.2014Keterangan :

  • Total tagihan sebelum pajak : (Rp. 276.733,- –  Rp. 6.000,-) / 1.03 = Rp. 270.733,- / 1,03 = Rp. 262.847,57,-
  • Total pemakaian daya : 40323 – 40083 = 240
  • Harga Listrik per kwh untuk bulan Agustus 2014 adalah Rp. 262.847,57,- / 240 = Rp. 1.095,19,- atau Rp. 1.095,19,- x 1,03 = Rp. 1.128,05,- setelah pajak.

Lanjutkan membaca Tarif Tenaga Listrik (TTL) periode Agustus 2014

(Kenaikan) Tarif Listrik mulai 1 Juli 2014.

Tarif Listrik Dikeluhkan“… begitu judul artikel yang saya baca di harian Kompas halaman 15 edisi Jumat, 13 Juni 2014. Dalam artikel tersebut, diceritakan rangkuman bagaimana tanggapan beberapa warga tentang isu kenaikkan harga tarif listrik serta nilai prosentase kenaikkan tarif tenaga listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga (R-1) 1300 VA dan 2200 VA yang mulai berlaku mulai 1 Juli 2014. Lanjutkan membaca (Kenaikan) Tarif Listrik mulai 1 Juli 2014.

Benarkah Stabilizer dapat Menghemat Energi Listrik…???

Ketika saya hendak memulai menulis artikel yang berhubungan dengan stabilizer (2012) di situs ini, ada keraguan untuk dapat menyajikannya dalam sebuah bentuk informasi yang bermanfaat. Walau pun pada saat itu saya telah merasakan manfaat dari pemasangan stabilizer di rumah, tidak ada informasi yang bisa direferensikan untuk dijadikan sumber pendukung sesuai kejadian yang saya alami.

Kesulitan lainnya adalah saya tidak memiliki pendidikan formal di bidang kelistrikan. Sehingga, saya harus mencari cara untuk dapat “menerjemahkan” sebuah hasil teknis dalam format non-teknis.

Sekitar dua minggu yang lalu, saya beruntung menemukan kembali resi (lembaran slip bukti) pembayaran rekening listrik PLN mulai periode bulan February 2006 s/d January 2011 terselip diantara tumpukan buku-buku komputer. Setidaknya saya dapat memahami cara menggunakan data yang tertera di resi pembayaran tersebut sebagai rujukan dalam format non-teknis yang bisa menggambarkan rangkuman hasil dari efek pemasangan stabilizer.

Sebagaimana cara yang biasa saya gunakan dalam menyampaikan informasi bersifat teknis kelistrikan, cenderung dijabarkan dalam bentuk perhitungan ilmu akuntansi dasar yang sederhana. Dengan kata lain, besaran pemakaian daya listrik disesuaikan ke dalam format perhitungan matematika dari ilmu akuntansi dasar. Cara itulah yang saya gunakan dalam menyampaikan efek positif dari pemasangan stabilizer.

Semoga uraian hasil eksperimen mengenai penghematan energi listrik menggunakan stabilizer pada artikel Realisasi Menghemat Energi Listrik dapat anda pahami dengan mudah.

Salam…

Tarif listrik R1 – 1300VA per Agustus 2013…

Berapa kenaikan tarif listrik golongan R1 – 1300VA (pasca bayar) hingga bulan Agustus 2013?

Saya memiliki struk pembayaran rekening listrik pada bulan Desember 2012 dan Agustus 2013, dengan garis besar perincian sbb. :

Desember 2012
Pemakaian : 242 kwh (awal : 03577100 – akhir : 03601300)
Jumlah tagihan : Rp. 196.915,-
Harga per kwh : 196.915 / 242 = Rp. 813,7,-

Agustus 2013
Pemakaian : 204 kwh (awal : 03762800 – akhir : 03783200)
Jumlah tagihan : Rp. 194.638,-
Harga per kwh : 194.638 / 204 = Rp. 954,1,-

Prosentase kenaikan :

= ((954,1 – 813,7) / 813,7) x 100%

= (140,4 /  813,7) x 100%

= 0.1725451640653804 x 100%

= 17,25% atau Rp. 140,4,- per kwh

Berapa besar daya yang harus dikurangi agar total jumlah biaya listrik sama dengan tahun lalu?
Misalnya : seperti pemakaian daya pada Desember 2012 di atas sebesar 242 kwh. Jika saya hendak tetap membayar biaya rekening bulanan bulan September 2013 dengan jumlah yang sama, maka saya harus mengurangi pemakaian perangkat elektronik apa pun di rumah hingga sebesar :

= 242 – (196.915 / 954.1)

= 242 – 206,4

= 35,6 dibulatkan ke atas menjadi 36 kwh per bulan

atau sama dengan 36 / 30 = 1,2 kwh per hari

atau sama dengan (1,2 x 1000) / 24 = 1200 / 24 = 50 Watt per jam.

Seandainya untuk selanjutnya anda berniat untuk mengurangi pemakaian daya hingga 50 Watt per jam (1,2 kwh per hari), lebih baik anda mulai memikirkan untuk menukar perangkat elektronik yang saat ini dipakai dengan perangkat elektronik baru berdaya listrik lebih kecil. Atau bisa juga dengan cara mengefektifkan perlakuan menggunakan beberapa perangkat elektronik / listrik di rumah, seperti lampu penerangan, pompa air, lemari es / kulkas dan mesin cuci.

Apa pun keputusan dari tindakan yang hendak dijalankan nanti, sebaiknya, turut diperhitungkan juga dampaknya terhadap faktor kenyamanan sehari-hari di rumah. Karena, pada akhirnya, rumah merupakan satu-satunya tempat untuk beristirahat dan menghilangkan ketidaknyamanan yang telah kita alami selama berada di tempat bekerja.

Saya menulis garis besar dinamika tarif listrik pada artikel Memahami Perhitungan Tarif Listrik yang membahas mengenai perkembangan tarif listrik hingga saat ini. Semoga apa yang telah saya ceritakan disitu dapat membuat anda mengerti bagaimana cara terakhir PLN membebani tarif listrik kepada pelanggannya.

Salam…