Beginilah urutan perkembangan produk hasil eksperimen terkait Zirah Antena dari model terawal hingga terkini (Desember 2019) :

Foto : Perkembangan model produk eksperimen Zirah Antena

Dua model pertama, telah saya ceritakan sebelumnya pada artikel Zirah Antena dan artikel Zirah Antena: Repeater tanpa Listrik?

Cerita selanjutnya, merupakan garis besar pembahasan eksperimen tiga unit terakhir sebagaimana nampak pada urutan foto di atas yang saya kerjakan selama dua bulan belakangan.

Double Donat

Double Donat dapat meneruskan sinyal internet hingga 8 meter dari titik dia dipasang. Sedangkan sinyal internet yang dapat diteruskan Cone Cake hanya pada kisaran 5 meter saja.

Foto : Zirah Antena – model Double Donat ~ INT-02

Performa dari sisi respon sinyal internet, Double Donat nyaris sama dengan INT-02 (Zirah Antena + Torus tanpa Kerucut). Berbeda dengan performa Cone Cake yang mendekati dengan respon jaringan internet kabel (fiber optik). Kalau dibandingkan, Cone Cake memiliki respon sekitar 2 – 3 kali lebih cepat dari Double Donat.

Secara suku cadang yang terpasang, Double Donat jauh lebih sederhana. Kedua kumparan donat diposisikan bertingkat, dimana yang berukuran lebih kecil diletakkan di bagian atas. Penyangga kumparan menggunakan botol bekas air mineral yang nampak di gambar, diisikan dengan air + garam. Entah bagaimana penjelasan air garam di dalam botol itu bisa memengaruhi kedua kumparan donat untuk menjadikan sebaran sinyal internet di dalam rumah bertambah luas.

Foto : Botol isi Air Garam

Penyangga selain botol berisi air garam, juga pernah dicoba. Seperti kaleng bekas cat semprot (pilox) dan pipa paralon. Hasil terbaik hanya diperoleh dari botol air garam itu.

Double Donat ini telah dipasang di rumah adik saya dan berdampak pada perbaikan kualitas koneksi internet yang semula didominasi frekuensi UMTS menjadi LTE.

Ide membuat Double Donat ini didasari untuk menghindari kerumitan dalam membuat ulir tambahan (kerucut dan lempengan) yang harus terpasang seperti pada Zirah Antena (INT-01).

Cone Cake

Cone Cake, sebenarnya, adalah Zirah Antena + Torus (INT~02) yang ditambahkan kumparan kerucut di bagian tengah Torus :

Foto : Zirah Antena – Model Cone Cake ~ INT-04

Ide yang mengawali kumparan kerucut di tengah Cone Cake, saya peroleh dari gambar dan tautan yang disajikan aplikasi Pinterest :

Gambar : Kumparan Kawat Induksi – Paten Nikola Tesla

Gambar pertama adalah model kumparan kawat tembaga yang dirancang oleh Nikola Tesla.

Sedangkan gambar kedua merupakan cerita seorang blogger yang bereksperimen menggunakan kumparan kawat tembaga berbentuk kerucut. Eksperimen yang dikerjakan, bertujuan membuktikan teori Nikola Tesla tentang cara mendulang energi listrik yang beredar di udara bebas dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Perangkat yang digunakan untuk mengerjakannya adalah berupa kumparan kawat tembaga berbentuk kerucut.

Eksperimen tersebut menunjukkan hasil bahwa teori yang dikemukakan Nikola Tesla memiliki kebenaran. Namun, jumlah besaran listrik yang berhasil dipanen sangat kecil untuk bisa dimanfaatkan.

Kemiripan bentuk kerucut sebagaimana yang terpasang pada Zirah Antena, menarik perhatian saya untuk mencoba membuat sebuah model kumparan kerucut menggunakan dasar konsep yang tersaji di gambar pertama.

Setelah diutak-atik agar bisa dipasang pada Torus, hasilnya seperti ini :

Foto : Modifikasi Kerucut Cone Cake

Selesai dipasang dan diujicoba, ada perbaikan performa koneksi dari sisi respon dan stabilitas. Perbaikan yang paling mencolok adalah berkurangnya buffering saat streaming video, baik di youtube maupun video pada beberapa portal berita mainstream (detik, kompas, cnn, liputan6, dw news dan bbc news) selama 24 jam setiap harinya. Apakah di saat peak hours atau tidak, streaming video berlangsung lancar nyaris tanpa buffering.

Double Donat vs Cone Cake

Jika Double Donat dan Cone Cake dipasang dan diletakkan pada satu rumah dengan posisi berdekatan, keduanya ber-sinergi dalam melayani kebutuhan akses internet mengikuti model perangkat komunikasi data yang terdapat di rumah.

Bisa juga seandainya hanya salah satu saja yang dipasang di rumah.

Dalam kondisi bagaimana kehadiran masing-masing antena tersebut kita butuhkan?

Inti fungsi dan manfaat dari kedua perangkat antena tersebut adalah membawa sinyal internet nirkabel yang beredar di luar untuk bisa masuk ke dalam rumah. Kedua antena tidak dapat menghadirkan sinyal internet nirkabkel yang memang sebelumnya sama sekali tidak beredar di luar rumah.

Double Donat bisa melayani akses internet untuk ponsel, modem, mifi dan antena portable. Seandainya kita kesulitan akses internet di dalam rumah namun tidak mau dipusingkan dengan pemakaian perangkat komunikasi data tambahan selain ponsel, maka Double Donat adalah pilihan yang tepat.

Pemakaian Cone Cake lebih spesifik pada kondisi dimana telah terpasang router + modem USB + antena portable di rumah. Cone Cake berinteraksi lebih baik dalam melayani akses internet melalui antena portable. Tanpa antena portable, Cone Cake menjadikan akses internet melalui modem USB cenderung bermasalah.

Jadi…

Bold Bread adalah model eksperimen terbaru yang sedang saya ujicoba.

Berikut penampakannya :

Foto : Zirah Antena – model Bold Bread ~ INT-05

Idenya adalah menggabungkan dua kumparan donat (Double Donat) menjadi satu perangkat. Diharapkan Bold Bread bisa menghadirkan satu situasi koneksi internet yang lebih fleksibel untuk semua gawai. Saat ini Bold Bread masih dalam proses ujicoba, saya belum bisa memberikan satu kepastian mengenai performa yang dihasilkan dari perangkat ini.

Permasalahan utamanya dari semua perangkat antena hasil eksperimen terkait Zirah Antena adalah kesulitan saya dalam menyertakan bukti-bukti ilmiah yang dapat memperlihatkan pengaruh perangkat-perangkat tersebut terhadap gelombang elektromagnetik.

Kalaupun ada alat yang bisa dipakai untuk mengukurnya, saya belum tentu dapat memahami cara penggunaannya.

Dengan demikian, satu-satunya cara untuk mengetahui kebenaran fungsi dan manfaat perangkat antena Zirah Antena adalah dengan membuat dan melakukan ujicoba atas perangkat antena itu sendiri.

Berikut, saya lampirkan hasil sementara tiga aplikasi speed test berbeda mengenai dampak Bold Bread terhadap kecepatan akses internet :

Gambar : Tangkapan Layar hasil Speed Test dari 3 (tiga) aplikasi berbeda.

Meski ketiga aplikasi dijalankan pada waktu hampir bersamaan, tetap saja hasil performa yang diperoleh berbeda.

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, bahwa adalah tidak mungkin mendapatkan nilai yang sama persis untuk memastikan ukuran performa dari sebuah perangkat antena dalam bentuk angka. Situasi koneksi jaringan berubah sangat cepat. Sehingga dengan perbedaan waktu satu-dua detik saja, performa yang didapat pasti akan berbeda.

Namun, rangkaian nilai tersebut dapat kita jumlahkan untuk mendapatkan gambaran garis besar performa dalam bentuk nilai rata-rata. Dengan begitu, akan didapat gambaran nilai yang lebih mendekati realita sesungguhnya dari performa kecepatan internet yang dihasilkan oleh perangkat tersebut.

Semoga bermanfaat! 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *