Arsip Tag: 4G

Koneksi Internet dan Zirah Antena

“Beneran yang begituan bisa nambah (kuat) sinyal (internet)? Apa bedanya sama antena yang biasa?”, tanya seorang rekan saat melihat Zirah Antena yang terpasang di rumah saya.

Merupakan sebuah reaksi rasa tidak percaya yang sudah sewajarnya bagi siapapun yang pernah berurusan dengan situasi koneksi internet yang lelet.

Karena, kalau berbicara tentang antena, kuncinya terletak dan akan (hampir) selalu bermuara pada faktor lokasi. Sebaik apapun kualitas sebuah antena, akan ditentukan pada lokasi tempat antena itu dipasang. Hal serupa juga berlaku bagi antena modem nirkabel. Itu alasan yang pertama.

Alasan kedua, tidak ada sambungan langsung secara fisik yang menghubungkan antara antena modem dengan Zirah Antena. Dengan kondisi seperti itu, bagaimana bisa kedua perangkat tersebut bisa saling memengaruhi? Lanjutkan membaca Koneksi Internet dan Zirah Antena

Membuat Zirah Antena

Ada 3 bagian terpisah dimiliki Zirah Antena :

1. Kumparan donat (besar dan kecil)
2. Kaki penyangga
3. Kerucut (besar dan kecil)

1. Kumparan donat

Kumparan donat ini saya namakan Torus, karena memang dari situ asal ide pembuatannya. Torus ini terdiri dari tiga bagian, yaitu :
1. lingkar kawat (tembaga) dengan diameter lingkaran 16,5 cm
2. kawat (tembaga) berulir besar
3. kawat (tembaga) berulir kecil

Bahan untuk membuat lingkar kawat adalah kawat tembaga 2,5 mm sepanjang 1,15 meter, bahan ulir besar adalah kawat tembaga 1,5 mm sepanjang 7 meter dan bahan ulir kecil adalah kawat tembaga 1,5 mm sepanjang 5 meter. Lanjutkan membaca Membuat Zirah Antena

Zirah Antena

Pernah merasa kesal “teramat sangat” saat menunggu respon internet yang tak kunjung tampil di layar handphone/laptop?

Di rumah, saya menggunakan modem USB dan wireless router untuk berinternet. Dengan begitu, satu sim card dapat dimanfaatkan untuk melayani kepentingan berinternet beberapa perangkat secara bergantian. Untuk memperkuat tangkapan sinyal, modem USB diberi tambahan antena portable.

Lebih dari 5 tahun terakhir saya menggunakan jaringan nirkabel 3 (Three). Kualitas respon network yang inkonsisten sudah menjadi branded mereka. Hanya karena produk Always On (kuota internet tidak pernah hangus) yang menjadikan saya bertahan menggunakan jaringan ini.

Menggunakan jaringan provider lain, merupakan cara paling gampang untuk bisa memperoleh layanan lalulintas data nirkabel yang memadai di hampir setiap kondisi. Namun tentu saja ada cerita dan prasyarat tersendiri untuk itu. Bagi saya, bukan masalah pada mahalnya harga kuota internet, tapi sisa kuota yang selalu dibuat hangus menjadi pertimbangan utamanya.

Dengan demikian, ada konsekuensi yang harus saya terima dari menggunakan jaringan 3, yaitu respon network yang lemot dan tidak konsisten.

Nah…, Zirah Antena hasil DIY ini, bisa “sedikit” mengobati permasalahan berinternet yang saya alami.

Lanjutkan membaca Zirah Antena

Komputer : Tp-link MR3420 V2 + Modem 4G+ LTE Megafon Turbo Black 150-2

megafon.150-2.4g.lteKalau membaca informasi dari google, ini modem sudah muncul sejak tahun 2014. Dikenal dengan nama lain modem Huawei e3372. Modem seharga Rp. 450.000,- buatan Huawei asal Rusia ini, tidak sedikitpun menyertakan bahasa Inggris di kemasan maupun buku panduan pemakaiannya. Semua tulisan yang tertera total berbahasa Rusia.

Saya tidak tahu apakah itu harga yang pantas untuk sebuah modem 4G. Karena saat itu tidak ada pilihan modem 4G lain, saya putuskan untuk membelinya. Adapun maksud dan tujuan memiliki modem 4G adalah untuk mengetahui kompatibilitas router tp-link MR3420 di rumah dengan perangkat modem USB berteknologi 4G yang beredar saat ini. Lanjutkan membaca Komputer : Tp-link MR3420 V2 + Modem 4G+ LTE Megafon Turbo Black 150-2