Zirah Antena : Antena Bold Bread

Awalnya, disebabkan ada rasa tidak puas karena performa mentransmisikan data yang kelewat sangat biasa saja setelah Bold Bread selesai dibuat.

Meskipun dari kondisi yang sebelumnya nyaris tanpa sinyal internet hingga akhirnya teratasi kemudian bisa internet-an setiap hari tanpa masalah, ada tersimpan rasa gregetan karena rata-rata kecepatan internet mentok di kisaran 3 Mbps (up to 6-7 Mbps).

Sebelumnya, saya mengkondisikan Bold Bread sebagai perangkat pembantu untuk meningkatkan kualitas sinyal internet nirkabel di sekitaran antena portable.

Berikut ilustrasinya :

Gambar : Ilustrasi Instalasi antena portable dengan Bold Bread.

Sekitar pertengahan 2022, saya berencana membongkar dan merakit ulang dari awal semua unit Bold Bread yang ada.

Tujuannya?

Berharap ada perubahan yang sekiranya bisa dijadikan petunjuk untuk meningkatkan performa koneksi internet.

Supaya bisa tetap internet-an selama proses merakit ulang Bold Bread dikerjakan, maka pengerjaannya tidak bisa sekaligus.

Tidak lama kemudian rencana mulai dieksekusi. Lanjutkan membaca “Zirah Antena : Antena Bold Bread”

Zirah Antena : Cara Menghitung Kelayakan Kecepatan Internet

Seberapa besar pencapaian performa yang berhasil didapatkan dengan menggunakan Zirah Antena?

Berapa besaran arus lalulintas data dalam berinternet dengan menggunakan Zirah Antena?

Model pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kemudian mengganjal di pikiran saya sejak Zirah Antena mulai menampakkan wujudnya.

Foto : Wujud awal Zirah Antena model INT-01

Meski telah lama menggunakan internet nirkabel, cara mengukur kapasitas performa koneksinya secara “real” merupakan persoalan yang belum pernah dapat saya pecahkan. Sejauh mana tingkat koneksi internet yang termasuk dalam kategori kurang, sedang atau baik?

Bagaimana menjelaskan bahwa kecepatan internet nirkabel sebesar 10 Mbps yang berlangsung di rumah saya sudah bisa dikategorikan baik?

Atau sedang (biasa-biasa saja)?

Atau bahkan benar-benar buruk???

Selama kategori tingkat koneksi internet nirkabel seperti itu tidak bisa disajikan dalam bentuk angka, maka cerita eksperimen Zirah Antena juga tak ubahnya seperti sebuah dongeng belaka.

Lanjutkan membaca “Zirah Antena : Cara Menghitung Kelayakan Kecepatan Internet”

Zirah Antena : Fakta Lain Penyebab Internet menjadi Lemot

Pada rentang waktu mulai November 2019 (pertama kali ketiga unit Bold Bread rampung seutuhnya) hingga Agustus 2020, Bold Bread berpindah letak posisi pemasangan di dalam rumah sebanyak 3 kali. Tindakan itu dikerjakan untuk menyesuaikan kekuatan sinyal internet yang mendadak melemah karena titik fokus sinyal terkuat berubah tempat .

Sebenarnya, saya sudah mencurigai ada kejanggalan setiap kali kekuatan sinyal jaringan nirkabel melemah, dan kembali menguat setelah Bold Bread dipindah-tempatkan.

Hal yang menjadi permasalahan adalah :

Mengapa titik sinyal terkuat bisa mendadak berpindah tempat setiap setelah berjalan dalam waktu beberapa bulan?

Namun saat itu saya abaikan dan berusaha meyakinkan diri sendiri kalau penyebabnya berasal dari gangguan faktor eksternal.

Permasalahan sinyal yang tetiba melemah ini mencapai puncaknya pada akhir November 2020…

Lanjutkan membaca “Zirah Antena : Fakta Lain Penyebab Internet menjadi Lemot”

Zirah Antena : Memaksimalkan TCP

Empat bulan semenjak artikel terakhir dipublikasikan, saya menghilang sementara dari peredaran. Rencana awalnya, hendak mengujicoba dampak Bold Bread terhadap perangkat komunikasi data yang ada di rumah. Memang itu yang saya kerjakan, namun lama waktu pengerjaan uji-coba menjadi melar hingga beberapa bulan selanjutnya.

Tidak ada masalah dan tidak ada yang salah dengan tiga unit Bold Bread (Bold Bread-3, Bold Bread-6, Bold Bread-9) yang diujicobakan. Penyebab melar-nya waktu uji-coba karena saya keasyikan menikmati suasana baru dalam berinternet yang dihadirkan ketiga unit tersebut. Ketika di minggu keempat bulan Maret 2020, iseng-iseng mencoba untuk streaming LIVE tv… dan ternyata… berfungsi!. Lanjutkan membaca “Zirah Antena : Memaksimalkan TCP”

Kenapa koneksi (internet)-nya jadi Lelet?

Pertanyaan yang dulu sering muncul di kepala saya setiap saat sedang internet-an dan tampilan layar tablet mendadak diam disertai gambar lingkaran kecil berputar-putar di tengah layar cukup lama.

Dugaan awal yang menjadi sasaran kambing hitam adalah kualitas teknologi nirkabel provider internet yang buruk.

Namun, benarkah hal itu semata-mata disebabkan karena rendahnya kualitas teknologi nirkabel yang dipakai si provider internet?

Ada beberapa software penguji kualitas jaringan (network) yang saya install dari google play store. Satu diantaranya yang tetap dipertahankan hingga sekarang adalah aplikasi Network Tester. Aplikasi itu juga yang menjadi parameter performa selama eksperimen Zirah Antena dikerjakan.

Lanjutkan membaca “Kenapa koneksi (internet)-nya jadi Lelet?”

Zirah Antena : Bold Bread & Nikola Tesla

Ketika dua unit Bold Bread dipasang berjauhan, maka kapasitas maksimum mengunduh dan mengunggah di rumah saya menjadi :

Hasil speed test tersebut, bagi saya, merupakan sesuatu yang istimewa. Maksimum bandwidth sebesar 10 s/d 12 Mbps bukan cerita sehari-hari yang biasa ditemukan bagi pelanggan Tri reguler seperti saya.

Lanjutkan membaca “Zirah Antena : Bold Bread & Nikola Tesla”

Zirah Antena : Double Donat dan Cone Cake

Beginilah urutan perkembangan produk hasil eksperimen terkait Zirah Antena dari model terawal hingga terkini:

Zirah Antena ~ INT-01



Zirah Antena + Torus tanpa Kerucut ~ INT-02



Double Donat (Torus bertingkat) ~ INT-03



Cone Cake (Zirah Antena + Torus dengan kerucut) ~ INT-04



Bold Bread ~ INT-05


Dua model pertama, telah saya ceritakan sebelumnya pada artikel : Zirah Antena dan artikel Zirah Antena: Repeater tanpa Listrik?

Cerita di bawah ini merupakan garis besar pembahasan eksperimen tiga unit terakhir yang saya kerjakan selama dua bulan belakangan.

Lanjutkan membaca “Zirah Antena : Double Donat dan Cone Cake”

Zirah Antena: Repeater tanpa Listrik?

Rencana membuat standar ukuran Zirah Antena terpaksa saya batalkan setelah performanya menurun secara bertahap. Sekitar tiga minggu setelah artikel Koneksi Internet dan Zirah Antena dipublikasikan, performa Zirah Antena berada di level terburuk. Akses internet berlangsung sengsara sepanjang hari. Baik di waktu siang maupun malam bahkan di waktu subuh.

Ada dua pilihan yang bisa ditempuh: membuangnya atau merekonstruksi semua perihal tentang Zirah Antena. Pilihan untuk membuang terlihat jauh lebih mudah dan realistis karena saya memang tidak memiliki kapabilitas di bidang teknologi antena.

Namun, tetap saja ada rasa tidak rela untuk membuang semua itu begitu saja. Pengalaman dimana Zirah Antena dapat meningkatkan kualitas akses internet secara signifikan, memberikan saya satu pemahaman bahwa adalah mungkin untuk memperbesar jalur akses internet di lokasi yang sebelumnya sulit dijamah sinyal internet.

Sepertinya, saya perlu menelusuri kembali foto-foto dokumentasi selama pengembangan Zirah Antena. Mungkin ada bagian terlewati yang kemudian mengakibatkan performanya terjun bebas tanpa sebab yang jelas.

Lanjutkan membaca “Zirah Antena: Repeater tanpa Listrik?”

Koneksi Internet dan Zirah Antena

“Beneran yang begituan bisa nambah (kuat) sinyal (internet)? Apa bedanya sama antena yang biasa?”, tanya seorang rekan saat melihat Zirah Antena yang terpasang di rumah saya.

Merupakan sebuah reaksi rasa tidak percaya yang sudah sewajarnya bagi siapapun yang pernah berurusan dengan situasi koneksi internet yang lelet.

Karena, kalau berbicara tentang antena, kuncinya terletak dan akan (hampir) selalu bermuara pada faktor lokasi. Sebaik apapun kualitas sebuah antena, akan ditentukan pada lokasi tempat antena itu dipasang. Hal serupa juga berlaku bagi antena modem nirkabel. Itu alasan yang pertama.

Alasan kedua, tidak ada sambungan langsung secara fisik yang menghubungkan antara antena modem dengan Zirah Antena. Dengan kondisi seperti itu, bagaimana bisa kedua perangkat tersebut bisa saling memengaruhi?

Lanjutkan membaca “Koneksi Internet dan Zirah Antena”

Membuat Zirah Antena

Ada 3 bagian terpisah dimiliki Zirah Antena :

1. Kumparan donat (besar dan kecil)
2. Kaki penyangga
3. Kerucut (besar dan kecil)

1. Kumparan donat

Kumparan donat ini saya namakan Torus, karena memang dari situ asal ide pembuatannya. Torus ini terdiri dari tiga bagian, yaitu :

1. lingkar kawat (tembaga) dengan diameter lingkaran 16,5 cm
2. kawat (tembaga) berulir besar
3. kawat (tembaga) berulir kecil

Bahan untuk membuat lingkar kawat adalah kawat tembaga 2,5 mm sepanjang 1,15 meter, bahan ulir besar adalah kawat tembaga 1,5 mm sepanjang 7 meter dan bahan ulir kecil adalah kawat tembaga 1,5 mm sepanjang 5 meter. Lanjutkan membaca “Membuat Zirah Antena”

Zirah Antena

Pernah merasa kesal “teramat sangat” saat menunggu respon internet yang tak kunjung tampil di layar handphone/laptop?

Di rumah, saya menggunakan modem USB dan wireless router untuk berinternet. Dengan begitu, satu sim card dapat dimanfaatkan untuk melayani kepentingan berinternet beberapa perangkat secara bergantian. Untuk memperkuat tangkapan sinyal, modem USB diberi tambahan antena portable.

Lebih dari 5 tahun terakhir saya menggunakan jaringan nirkabel 3 (Three). Kualitas respon network yang inkonsisten sudah menjadi branded mereka. Hanya karena produk Always On (kuota internet tidak pernah hangus) yang menjadikan saya bertahan menggunakan jaringan ini.

Menggunakan jaringan provider lain, merupakan cara paling gampang untuk bisa memperoleh layanan lalulintas data nirkabel yang memadai di hampir setiap kondisi. Namun tentu saja ada cerita dan prasyarat tersendiri untuk itu. Bagi saya, bukan masalah pada mahalnya harga kuota internet, tapi sisa kuota yang selalu dibuat hangus menjadi pertimbangan utamanya.

Dengan demikian, ada konsekuensi yang harus saya terima dari menggunakan jaringan 3, yaitu respon network yang lemot dan tidak konsisten.

Nah…, Zirah Antena hasil DIY ini, bisa “sedikit” mengobati permasalahan berinternet yang saya alami.
Lanjutkan membaca “Zirah Antena”