Pedoman Membeli dan Menggunakan Perangkat Elektronik di Rumah

Pedoman Membeli dan Menggunakan Perangkat Elektronik di RumahTerdapat beberapa aturan main yang biasa saya kerjakan saat hendak membeli perangkat elektronik atau saat hendak / selama menggunakan perangkat elektronik yang ada di rumah. Semua aturan itu saya tanamkan sejak lama dan terbentuk secara bertahap dari waktu ke waktu sehingga kini sebagian besar diantaranya telah berubah menjadi satu kebiasaan yang bekerja atas perintah naluri. Saya mencoba menyusun ulang aturan-aturan main tersebut dalam beberapa kalimat sederhana, serta memisahkan sebagaimana kondisi / situasi yang umumnya berkaitan dengan masing-masing aturan.

Beberapa poin keterangan di bawah ini, setidaknya, bisa mewakili gambaran sebenarnya dari aturan-aturan main itu yang saat ini telah tertanam dan menjadi kebiasaan bagi saya untuk mengerjakannya :

Point 1 Jangan membeli produk elektronik yang di produksi bukan peruntukan pemakaian di negara Indonesia. Produk-produk elektronik yang dibuat untuk wilayah negara di luar Indonesia, belum tentu bisa digunakan di Indonesia. Terutama saat terjadi kerusakan / masalah pada perangkat, walau pun merupakan produk satu pabrikan dengan merk / brand sama, banyak service-centre resmi menolak memperbaiki produk yang dibeli bukan peruntukan pemakaian di wilayah operasional mereka.

Point 2 Perhatikan stiker spesifikasi perangkat elektronik yang biasa tertera di belakang bodi perangkat dengan seksama. Beberapa spesifkasi umum, seperti : nama dan model produk, konsumsi daya serta tegangan listrik yang diperkenankan; harus ada dicantumkan dan tertera dengan jelas pada stiker.

Point 3 Biasakan terlebih dulu melihat dan membaca buku / lembar manual pemakaian perangkat yang hendak anda beli. Dari situ, anda bisa mendapat gambaran garis besar mengenai perangkat yang nantinya akan anda bawa pulang dan pakai di rumah. Dari keterangan buku / lembar manual itu juga, anda bisa memastikan bahwa perangkat elektronik dengan spesifikasi seperti tertera di manual itulah yang anda inginkan. Namun demikian, sering kita dapatkan buku / lembar manual pemakaian perangkat yang sulit untuk dimengerti. Jika hal itu terjadi, tanyakan perihal dasar yang anda ingin ketahui kepada penjualnya. Mengumpulkan informasi yang sebanyak-banyaknya mengenai perangkat, merupakan satu-satunya cara yang dapat digunakan sebagai pertimbangan sebelum akhirnya keputusan membeli perangkat kita tetapkan.

Point 4 Perhatikan voltase listrik yang diperkenankan untuk pemakaian perangkat. Mayoritas perangkat, memiliki rentang voltase yang sangat kecil : 200 Volt s/d 230 Volt atau 110 Volt s/d 120 Volt. Tetapi, beberapa perangkat memiliki fitur kemampuan menyesuaikan voltase pada rentang 160 Volt s/d 240 Volt. Pastikan voltase listrik di rumah anda berada di antara rentang voltase listrik yang bisa di akomodir perangkat elektronik yang hendak anda pakai / beli.

Point 5 Ada perangkat elektronik yang memiliki fitur switch voltase (110 Volt dan 220 Volt). Perangkat elektronik seperti ini bisa digunakan pada dua voltase listrik berbeda, yaitu 110 Volt atau 220 Volt. Jika anda memiliki perangkat berfitur seperti ini, pastikan posisi switch berada sesuai dengan voltase listrik di rumah anda. Kesalahan posisi switch akan membuat perangkat rusak.

Point 6 Untuk menjaga keamanan selama pemakaian perangkat yang mengkonsumsi daya cukup besar (diatas 1000 Watt), biasanya, pabrikan pembuat perangkat selalu melengkapi produk perangkat elektronik buatannya dengan steker berkaki tiga. Tidak semua steker kaki tiga memiliki bentuk / format kaki yang sama. Jadi, sebelum perangkat di putuskan untuk dibeli, perhatikan keberadaan unit steker yang terpasang pada perangkat. Jika ternyata berkaki-tiga, anda harus memiliki satu unit stopkontak di rumah yang bisa mengakomodir kaki-kaki steker tersebut terpasang di satu jalur kabel terpisah.

Point 7 Sebaiknya, jangan menggunakan unit “stopkontak tambahan” (ekstension stopkontak) untuk pemakaian perangkat elektronik yang memiliki steker berkaki tiga tidak umum. Tujuan perangkat dilengkapi dengan steker berbeda yang demikian, memang sengaja untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna selama perangkat digunakan. Steker seperti itu bisa kita temukan terpasang pada perangkat AC atau Water Heater listrik. Gunakan (kalau perlu pasang baru) unit stopkontak yang sesuai sesuai dengan bentuk kaki-kaki steker tersebut. Jangan melakukan hal sebaliknya, yaitu mengubah dengan unit steker sesuai dengan stopkontak yang sudah ada di rumah.

Point 8 Perangkat elektronik yang memiliki tempat tersendiri dan tetap (tidak berpindah-pindah lokasi), apalagi mengkonsumsi daya cukup besar seperti water heater listrik dan AC, sebaiknya dibuatkan satu jalur kabel dengan stopkontak tersendiri. Jangan menggunakan stopkontak dengan beberapa titik listrik serial yang memungkinkan perangkat lain bisa diikutsertakan menggunakan listrik di jalur tersebut.

Point 9 Beberapa perangkat pengkonsumsi daya besar, memiliki perilaku menarik konsumsi daya listrik dalam jumlah lebih besar dari kapasitas normal saat pertama kali dinyalakan. Oleh sebab itu, saat terjadi pemadaman listrik, sebaiknya switch ON / OFF perangkat-perangkat seperti itu berada dalam posisi OFF. Karena saat listrik kembali menyala, voltase listrik yang masuk ke dalam rumah cenderung berlebih. Dengan kondisi switch perangkat dalam posisi ON, kemungkinan listrik yang diterima perangkat akan berada di atas batas kapasitas kemampuan perangkat. Kondisi seperti inilah yang menjadi salah satu penyebab “korsleting-ringan”. Akibatnya, switch MCB menjadi “trip”. Diamkan MCB dalam kondisi “trip” selama beberapa saat (1 – 2 menit) sebelum kembali di-naik-kan. Tindakan ini memberi kesempatan untuk membiarkan listrik kembali ke keadaan normal. Namun, jika hal ini sering terjadi dan dibiarkan, perangkat yang terkena dampak asupan listrik berlebih akan berangsur rusak.

Point 10 Pastikan instalasi listrik di rumah anda telah dilengkapi dengan grounding (arde). Keberadaan grounding sangat bermanfaat untuk mencegah listrik menyengat ketika anda memegang permukaan perangkat yang dalam kondisi menyala.

Point 11 Pastikan kondisi kabel dan steker perangkat tidak rusak atau kadaluarsa. Baik sebelum menggunakan perangkat yang baru dibeli maupun perangkat yang telah lama tidak digunakan.

Point 12 Jika terjadi sesuatu yang tidak biasa anda alami saat atau selama pemakaian, sebaiknya perangkat dimatikan. Indikasi panas berlebihan, sulit dinyalakan, terdengar suara bising atau perangkat bergetar tidak seperti biasanya saat sedang di operasikan; menandakan perangkat berada dalam kondisi tidak semestinya. Tanyakan kejadian yang anda alami pada pihak yang memang mengerti dan memahami perilaku perangkat yang anda gunakan.

Point 13 Jangan mematikan perangkat yang sedang menyala dengan cara langsung mencabut stekernya dari stopkontak. Matikan perangkat terlebih dahulu sesuai aturan / prosedur yang seharusnya dikerjakan, baru cabut stekernya dari stopkontak jika anda merasa hal itu memang perlu dilakukan.
Demikian juga jika hendak menyalakan perangkat yang dalam kondisi mati. Seandainya steker tidak dalam kondisi tertancap di stopkontak, pastikan switch ON / OFF perangkat berada pada posisi OFF sebelum steker anda tancapkan ke stopkontak.

Point 14 Hindari mencabut steker dengan menarik kabelnya. Tindakan mencabut steker dari stopkontak dengan cara menarik kabelnya, bisa membuat kabel di bagian leher steker menjadi rusak. Lebih parah lagi jika kondisi fisik kabel yang memang sudah melemah atau kadaluwarsa. Karena, bisa menjadikannya terputus. Jika itu yang terjadi, besar kemungkinan akan menyebabkan “ke-setrum” saat steker kembali ditancapkan ke stropkontak.

Point 15 Perangkat elektronik yang sering digunakan dan menyala dalam waktu lama (seperti televisi dan lemari es), akan menghasilkan panas cukup tinggi. Ada baiknya jika anda meletakkan perangkat-perangkat seperti itu dengan kondisi terdapat sedikit ruang di sekitarnya. Dengan demikian, hawa panas yang dihasilkan perangkat bisa teralirkan dengan mudah menjauhi perangkat. Ke-stabil-an kinerja perangkat pun selama pemakaian, dapat tetap terjaga dengan baik. Jangan menempatkan perangkat-perangkat seperti itu di tempat sempit (pas ukuran) atau menyelimutinya dengan bahan apa pun. Panas yang tidak tersalurkan bisa menyebabkan kerusakan atau bahkan perangkat menjadi hangus. Mungkin anda mengkhawatirkan debu yang menempel pada permukaan perangkat bisa menjadi salah satu penyebab perangkat rusak. Memang benar, tetapi adalah lebih baik jika perangkat tidak diselimuti apa pun. Anda bisa membersihkan permukaan perangkat jika memang sudah kotor karena debu. Lebih baik mengerjakannya seperti itu, daripada perangkat bersih terselimuti namun rawan kerusakan.

Point 16 Berikan pemahaman yang benar pada anak-anak di rumah anda bagaimana cara menyikapi dan memperlakukan perangkat yang sedang menyala dan dalam kondisi panas, seperti : strikaan, pengering rambut, oven listrik dsb. Setidaknya, penjelasan yang anda berikan, dapat menjadi acuan bagi mereka saat sedang sendirian menemukan perangkat-perangkat seperti itu dalam kondisi menyala di kemudian hari.

Point 17 Pada saat menggunakan perangkat yang menghasilkan panas tinggi dan memiliki kabel cukup panjang (termos listrik, coffee maker, strikaan, oven listrik), hindari kabel sejauh mungkin dari perangkat. Jangan biarkan kabel menempel pada permukaan perangkat. Panas yang terdapat pada permukaan perangkat, dapat membuat kulit / pembungkus kabel meleleh.

Point 18 Air merupakan sahabat terbaik dari listrik. Jika keduanya bertemu, listrik akan menumpang dan menyebar sesuai dengan arah dan keberadaan air. Seandainya situasi ini terjadi, kemungkinan besar kita akan disengat listrik ketika menginjak air yang ditumpanginya. Walau pun kita telah menggunakan sandal atau sepatu karet berkualitas terbaik untuk menghindari sengatan listrik, kemungkinan bakal disengat listrik akan tetap ada. Oleh sebab itu, hindari pemakaian perangkat elektronik di area yang memungkinkan air bisa turut hadir tiba-tiba secara bersamaan, seperti di ruang terbuka.

Point 19 Jika air merupakan sahabat terbaik listrik, berarti penggunaan perangkat elektronik di kamar mandi lebih baik dihindari? Memang seharusnya begitu. Tingginya tingkat kelembaban di area kamar mandi, setidaknya, akan memengaruhi perlengkapan listrik (seperti stopkontak) yang terpasang di dalam area ruangan. Itu sebabnya kita tidak pernah dianjurkan untuk memasang stopkontak / saklar lampu di dalam kamar mandi. Selain tingkat kelembaban yang tinggi, tubuh yang relatif masih basah setelah mandi, membuat listrik akan lebih tertarik untuk menyengat kita.

Point 20 Demikian juga saat kita melakukan aktivitas di dapur. Kondisi tangan yang cenderung basah saat melakukan aktivitas memasak, sangat rentan untuk disengat listrik. Jika kita memang suka memasak dan banyak perangkat pendukung memasak yang kita pakai menggunakan tenaga listrik, sebaiknya kita melengkapi diri dengan serbet yang dilekatkan pada bagian tubuh. Bisa di letakkan di pundak atau di semat-ikatkan pada area pinggang. Sehingga seandainya kue yang sedang dipanggang harus telah dikeluarkan dari dalam oven dengan kondisi tangan kita yang basah, kita tidak perlu panik kesana-kemari mencari serbet untuk mengeringkan tangan.

Point 21 Perangkat listrik apa pun yang sedang menyala, sebaiknya diletakkan di permukaan yang rata. Terutama untuk perangkat yang menghasilkan getaran saat dioperasikan, seperti mesin cuci dan mixer adonan kue. Permukaan yang rata akan mencegah perangkat untuk bergerak dan menarik kabel yang dalam kondisi tertancap di stopkontak.

Point 22 Khususnya perangkat dapur yang pengoperasiannya menggunakan listrik, sebaiknya dibersihkan setelah selesai pemakaian. Sehingga, saat hendak dipakai lagi di lain hari, perangkat sudah dalam keadaan bersih dan kering. Penting diingat untuk mencabut steker yang tertancap di stopkontak terlebih dulu sebelum tindakan membersihkan perangkat dikerjakan. Membersihkan perangkat sebelum hendak digunakan, selain menyita waktu, juga harus dipastikan sudah dalam kondisi kering sebelum dinyalakan. Hal lain yang patut diperhatikan, gunakan serbet bersih dan air hangat untuk membersihkannya. Kita bisa juga menggunakan bahan kimia pembersih, namun yakinkan terlebih dahulu bahwa bahan yang digunakan tidak akan merusak kondisi fisik perangkat. Hindari menggunakan bahan pembersih yang memiliki kandungan cairan mudah terbakar, seperti minyak tanah, alkohol atau bensin. Bahan-bahan seperti itu adalah teman kencan terbaik yang selalu menjadi idaman dan favorit listrik. Jika listrik sampai bertemu dan berkencan dengan mereka, akan langsung melahirkan “api” di atas permukaan perangkat.

Point 23 Untuk keamanan anda juga, selain perangkat yang memang harus tetap dalam kondisi menyala seperti kulkas, jangan biarkan perangkat listrik lainnya dalam kondisi menyala ketika hendak meninggalkan rumah.

Semoga bermanfaat !Pedoman Membeli dan Menggunakan Perangkat Elektronik di Rumah

Iklan
Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: