Alasan Pemakaian Ekstension Stop kontak Tidak Dianjurkan

Ada 3 (tiga) tipe / model stop kontak yang biasa digunakan dan beredar di dalam rumah tinggal, yaitu : in bowout bow dan ekstension. Ketiganya sama-sama digunakan untuk menancapkan steker dari perangkat elektronik agar bisa dialiri listrik. Namun secara peruntukkan, ada sedikit perbedaan di antara ketiga model stop kontak tersebut.

Agar lebih mudah menceritakannya, saya menyederhanakan ketiga model stop kontak menjadi dua kategori, yaitu : stop kontak utama dan stop kontak tambahan. Kira-kira, seperti berikut ini penjelasan dari kedua kategori tersebut :

Stop kontak kategori utama adalah semua stop kontak yang terhubung dan terpasang dengan jaringan kabel listrik di rumah. Listrik yang mengalir di stop kontak, hanya bisa dimatikan dengan cara menurunkan MCB di meteran atau boks MCB dalam rumah. Apakah itu inbow atau outbow, stop kontak yang memiliki kondisi seperti itu saya kategorikan sebagai stop kontak utama.

Sedangkan kategori stop kontak tambahan (ekstension) adalah stop kontak yang tidak terhubung langsung dengan jaringan kabel listrik di rumah, seperti contohnya : panjangan-stopkontak. Listrik yang ada di stop kontak tambahan, diperoleh dengan mengambil dari stop kontak utama. Bagaimanapun kondisinya, selama membutuhkan stop kontak utama supaya bisa dialiri dengan listrik, dikategorikan sebagai stop kontak tambahan.

Pemakaian Stop kontak Utama

Pada dasarnya, baik stop kontak inbow dan outbow, memiliki kualitas dan peruntukkan yang setara. Jika kita menambahkan satu titik stop kontak outbow baru di salah-satu sudut ruangan, maka kemampuan dan ketahanan dalam mendistribusikan arus listriknya sama saja dengan stop kontak inbow. Bedanya hanya setelah instalasi kedua stop kontak selesai dikerjakan. Inbow tertanam di dinding, sedangkan outbow di permukaan dinding.

Dalam satu unit stop kontak inbow dan outbow, biasanya hanya terdiri dari satu titik stop kontak. Artinya, setiap unit stop kontak hanya diperuntukkan melayani kebutuhan listrik dari satu steker perangkat elektronik saja. Dengan demikian, begitu steker perangkat elektronik ditancapkan ke stop kontak, kondisinya seakan mirip dengan dua untai kabel yang disambungkan. Dan, menurut saya, memang seperti itu tujuan yang ingin dicapai dengan hanya dibuat satu titik untuk setiap unit stop kontak. Kondisi seperti itu, setidaknya, bisa meminimalkan gangguan selama pendistribusian listrik dari meteran ke perangkat elektronik.

Meski saat ini juga beredar juga produk stop kontak ganda / double inbow dan outbow, saya melihat, esensi pemakaiannya mirip seperti stop kontak tunggal. Yaitu, hanya untuk dipakai menyalakan satu perangkat elektronik. Hanya dalam kasus ini, dua steker bisa ditancapkan berbarengan di satu tempat saja.

Pemakaian Ekstension Stop kontak

Sebagaimana sebutan yang disandangnya, stop kontak tambahan atau ekstension stop kontak, memang bertujuan untuk menjadi tambahan dari stop kontak yang telah ada (stop kontak utama). Pemakaiannya juga bersifat sementara, karena menumpang pada stop kontak utama. Model ekstension stop kontak yang tersedia di pasaran, terbagi menjadi dua : langsung ditancapkan ke stop kontak utama (mis. T Ekstension) dan lainnya yang biasa dijadikan panjangan-stopkontak.

Satu unit ekstension stop kontak, bisa memiliki 1 (satu) hingga 4 (empat) titik listrik. Karena pemakaiannya tidak tertanam di dinding, seringkali terjadi kerancuan antara sosok ekstension stop kontak dengan stop kontak outbow. Terutama pada unit yang memiliki satu dan dua titik listrik. Berikut ini saya sajikan gambar stop kontak outbow (kiri) dan ekstension stop kontak (kanan) yang sama-sama hanya memiliki 1 titik listrik saja : Sepintas, keduanya terlihat mirip. Hanya dibedakan dengan ada-tidaknya kelengkapan penutup di bagian punggung (belakang) stop kontak. Disitu terlihat juga perbedaan model jeroan untuk susunan menyematkan kabel. Meskipun tanpa penutup belakang, jeroan stop kontak outbow terlihat lebih kokoh dibandingkan ekstension stop kontak di sebelahnya.

Dari model fisik bagian luar, sebenarnya, kita sudah bisa menentukan mana dari kedua stop kontak yang merupakan outbow atau ekstension. Penutup (cover) belakang yang dimiliki ekstension stop kontak mengartikan bahwa unit tersebut bisa dan mudah untuk dipindah-tempatkan dengan aman meski dalam kondisi dialiri listrik. Beda dengan bagian belakang stop kontak outbow yang telanjang.

Bukan berarti stop kontak outbow harus selalu dipasang permanen dan tidak bisa dipindah-tempatkan seperti ekstension stop kontak. Bisa saja, tapi kita harus membuat sendiri yang menjadi penutup di bagian punggungnya. Dengan begitu, kemungkinan untuk kesetrum bisa dicegah ketika kita memindahkannya dari satu ke lain tempat. Dari bagian jeroan untuk menyematkan kabel di kedua stop kontak juga terlihat beda. Jeroan stop kontak ekstension memiliki penyemat kawat berbentuk selongsong, seperti pipa kecil pendek. Bentuk selongsong seperti itu sangat pas untuk di sematkan kabel serabut. Dan, kalau kita perhatikan kepentingan dari pemakaian kabel serabut yang sering digunakan untuk membuat panjangan-stopkontak, maka semakin jelas arah kemana guna dari ekstension stop kontak ini yang sebenarnya.

Jadi, meskipun stop kontak outbow dan ekstension terpasang tidak tertanam di dinding, tetap ada perbedaan untuk kepentingan pemakaian dari keduanya. Dan model ekstension stop kontak pada foto di atas, memang diperuntukkan guna dijadikan panjangan-stopkontak.

Masalah Pemakaian “T ekstension” dan panjangan-stopkontak

Di pasaran, kita akan lebih banyak menemukan ekstension stop kontak yang dijadikan panjangan-stopkontak dengan 3 dan 4 titik listrik (saya pernah melihat yang berjumlah 6 dan 8 titik listrik sekaligus). Dengan kondisi satu unit panjangan-stopkontak memiliki banyak titik listrik seperti itu, secara tidak langsung memberikan sebuah pemahaman kepada kita, bahwa dengan satu unit panjangan-stopkontak bisa dimanfaatkan untuk menyalakan 3 hingga 4 unit perangkat elektronik secara berbarengan.

Tetapi, kita juga mendengar bahwa banyak yang tidak menganjurkan pemakaian panjangan-stopkontak dengan banyak titik listrik. Termasuk dan khususnya yang disebut juga dengan “T ekstension” seperti gambar di bawah ini : Apakah alasan yang menjadikan pemakaian T ekstension maupun panjangan-stopkontak dengan banyak titik listrik menjadi tidak di anjurkan?

Secara struktur jeroan antara T ekstension dan panjangan-stopkontak adalah sama. Titik-titik listrik di kedua unit ekstension stop kontak itu terhubung secara paralel. Cara pemakaiannya saja yang membedakan. T ekstension langsung ditancapkan ke stop kontak utama, sedangkan panjangan-stopkontak melalui perantaraan steker dan kabel.

Secara teknik listrik, saya juga tidak memahami kemungkinan efek buruk hingga terburuk yang ditimbulkan dari pemakaian kedua model ekstension stop kontak itu. Sepintas, memang terlihat sama saja jika sebuah perangkat elektronik kita coba nyalakan langsung menggunakan stop kontak utama maupun melalui perantaraan T ekstension. Saya kemudian mencoba menelaah bagaimana jalur distribusi listrik yang berlangsung di dalam T ekstension.

Kalau diperhatikan lebih seksama, begitu T ekstension ditancapkan ke stop kontak di dinding, membuat distribusi aliran listrik yang tadinya hanya untuk 1 titik listrik terbagi menjadi 3 titik listrik. Hal tersebut memang tidak membuat listrik yang dialirkan menjadi bermasalah. Masalahnya baru akan timbul ketika dua perangkat elektronik berbeda dinyalakan melalui T ekstension tersebut. Hal itu bisa terjadi dikarenakan perilaku mengkonsumsi listrik yang menjadi bawaan perangkat elektronik tidak selalu sama.

Kita ambil contoh antara kulkas dan mesin cuci. Perilaku mengkonsumsi listrik keduanya, memiliki interval (irama waktu) yang berbeda. Jika steker kedua perangkat menancap dan dinyalakan melalui perantaraan T ekstension, maka pasti akan selalu ada kemungkinan terjadi kondisi distribusi listrik yang tidak konsisten pada kedua perangkat tersebut.

Nyala masing-masing perangkat yang tidak selalu berbarengan, pasti akan selalu membebani kondisi perangkat lainnya yang sudah dan sedang menyala. Saya melihat, T ekstension seakan-akan membuat dua perangkat berbeda antara kulkas dan mesin cuci, menjadi satu perangkat mesin baru dengan satu kabel yang berfungsi sebagai kulkas dan mesin cuci.

Sulit memang untuk mengetahui kejadian yang sesungguhnya dari kondisi distribusi listrik di dalam T ekstension yang berlangsung tidak kasat mata seperti itu.

Kalau kondisi tersebut di-analogi-kan ke dalam kondisi sehari-hari yang lebih umum, kira-kira ungkapannya seperti ini :

Apapun bentuk aktivitas yang sedang berlangsung, pasti akan terhambat / menjadi lambat jika terjadi gangguan terhadap irama waktu kerjanya.

Jika dua aktivitas memiliki irama waktu kerja yang berbeda kita satukan, pasti akan menimbulkan benturan. Dan saat benturan itu terjadi, pasti akan menghambat / memperlambat irama waktu kerja dari kedua aktivitas tersebut.

Nah, jika efektivitas kerja sudah terganggu, pasti akan memengaruhi efisiensi pemakaian energi yang digunakan untuk mengerjakannya. Kalau diimplementasikan ke dalam listrik yang dipakai perangkat elektronik, maka terganggunya efektivitas kerja perangkat elektronik memiliki kecenderungan menambah pemakaian listrik yang seharusnya tidak perlu terjadi. Atau secara umum bisa dibilang akan menambah biaya yang harus kita bayar atas listrik yang semestinya tidak kita pakai.

Kira-kira seperti itulah yang terjadi jika dua perangkat elektronik berbeda, dinyalakan berbarengan melalui T ekstension. Kondisi yang sama juga berlaku pada pemakaian panjangan-stopkontak.

Tapi, banyak yang menyatakan pemakaian panjangan-stopkontak jauh lebih aman dibanding T ekstension. Dari sisi teknik listrik, bisa jadi panjangan-stopkontak lebih baik di banding T ekstension. Kalau dari sisi pemakaian listrik, menurut saya sama tidak efisiennya dengan T ekstension.

Apakah dengan menjadikan kondisi pemakaian listrik seperti itu juga merusak fisik perangkat elektronik?

Hingga sejauh ini, kerusakan perangkat elektronik akibat pemakaian ekstension stop kontak hanya pernah saya alami satu kali pada T ekstension. Entah apa yang menjadi penyebabnya. Sejak saat itu saya selalu berusaha menghindari menggunakan T ekstension. Ketika bepergian keluar kota, saya memilih untuk membawa panjangan-stopkontak sendiri untuk keperluan me-recharge handphone dan menyalakan mini-router.

Contoh Perangkat Elektronik dengan Stop kontak-nya

Beberapa contoh perangkat elektronik yang memengaruhi konsumsi listrik perangkat elektronik lainnya jika digabungkan dalam satu T ekstension maupun panjangan-stopkontak adalah : mesin cuci, kulkas, pompa air dan AC (Air Conditioner). Kalau di kerucut-kan, adalah perangkat elektronik yang menggunakan motor mesin dalam pengoperasian nya dan meng-konsumsi listrik dalam jumlah cukup besar berulang-ulang.

Perangkat elektronik yang tidak bermasalah jika dinyalakan bersamaan di T ekstension adalah charger smartphone atau mayoritas perangkat elektronik lain yang menggunakan adaptor dengan memiliki input daya kecil. Selain perilaku konsumsi listrik yang statis, perangkat-perangkat seperti itu, umumnya memiliki rentang toleransi voltase listrik yang cukup besar (100 – 230 Volt). Hal itu membuat tarikan ketika awal mengkonsumsi listrik menjadi lebih “halus”, tidak menghentak seperti perangkat-perangkat yang menggunakan motor mesin. Jangan lupa untuk mencabut T ekstension seusai digunakan.

Untuk adaptor laptop atau PS (Play Station), saya melihat masih aman jika ditancapkan ke panjangan-stopkontak. Biasanya, satu titik digunakan untuk adaptor laptop dan titik lainnya untuk perangkat elektronik dengan input daya listrik yang kecil, seperti : kipas pendinginan, adaptor wifi / mifi, adaptor printer dsb. Kalau bisa, buat panjangan-stopkontak seperti yang saya ceritakan di artikel Membuat Sendiri Panjangan Stop Kontak Listrik. Dengan begitu, kita cukup mematikan saklar pada steker setelah selesai menggunakan laptop / PS. Tidak perlu mencabutnya dari stop kontak utama.

Perangkat elektronik yang memiliki beberapa perangkat pendukung, seperti : Personal Computer (PC) dan Home Theater, saya menggunakan stop kontak ganda (inbow / outbow). Satu titik digunakan untuk kepentingan listrik perangkat utama, dan titik lainnya digunakan untuk perangkat pendukung. Misalnya : satu titik hanya untuk PC saja, dan titik lainnya menggunakan panjangan-stopkontak untuk printer, router, dll.

Kipas angin (model yang menggunakan baling-baling) adalah salah satu contoh berbeda dari perangkat elektronik yang memiliki motor mesin. Kipas angin bisa dikategorikan sebagai salah satu perangkat yang relatif aman ditancapkan ke T ekstension maupun panjangan-stopkontak. Selain input listriknya relatif kecil, perilaku konsumsi listrik kipas angin cenderung statis. Mirip dengan adaptor / charger smartphone.

Jadi…?

Kalau dilihat dari sisi efektivitas kerja perangkat elektronik dan efisiensi pemakaian listrik, menurut saya, ada benarnya juga anjuran untuk tidak menggunakan T ekstension dan panjangan-stopkontak dengan banyak titik listrik. Sedangkan dari sisi keamanan, saya melihat, sangat tergantung dari sejauh mana pemahaman kita tentang memperlakukan pemakaian stop kontak dengan perangkat elektronik yang tersambung dengannya.

Jadi, bukan kita tidak boleh atau harus menghindari pemakaian T ekstension maupun panjangan-stopkontak. Ada baiknya untuk menghindari pemakaian T ekstension, kecuali memang sudah tidak ada pilihan lagi. Jika memungkinkan, lebih baik menggunakan panjangan-stopkontak daripada T ekstension. Dan, kalau pun panjangan-stopkontak yang digunakan, jangan menumpuknya dengan beberapa perangkat elektronik yang memiliki input daya besar.

Satu hal yang menjadikan panjangan-stopkontak pasti lebih baik dibanding T ekstension adalah posisi steker-nya tidak akan berubah. Sesering apapun kita mencabut-pasangkan adaptor handphone pada panjangan-stopkontak, tidak akan merubah posisi dan kondisi steker-nya yang tertancap di stop kontak utama.

Semoga bermanfaat!

44 thoughts on “Alasan Pemakaian Ekstension Stop kontak Tidak Dianjurkan”

  1. Untuk penggunaan kabel power, jika pemakaiannya dihubungkan itu bahaya atau tidak? Karena kan untuk kabel power yg siap pakai dijual paling pajang max 3 m, kan kurang panjag, jadi jika pemakaian disambungkan antara kabel power yang satu dg kabel power yg satunya apakah itu berbahaya?
    Terimakasih

      1. Halo, dirumah saya menggunakan panjangan-stopkontak ada 3 titik, 1 titik untuk colok kulkas 1 titik untuk colok kipas angin, apakah akan mempengaruhi kinerja Kulkas atau bahkan merusak Kulkas?
        terimakasih atas jawabannya.

  2. Saya ingin menggunakan 2 kulkas 2 pintu didalam rumah..sebaiknya bagaimana dlam mensupply listrikx?? Apakah bisa dinjadikan 1 stop komtak

    1. Tidak masalah dengan pemakaian satu stopkontak untuk men-suplly dua unit kulkas dua pintu. Tapi, hindari menggunakan T ekstension untuk membagi supply aliran listrik kedua kulkas tersebut.

      Pakailah panjangan stopkontak.

      Salam.

  3. Pagi pak, saya ada panjangan stop kontak 5 titik. Masing masing untuk kipas angin, Tv dan kulkas.. Sisanya untuk charger handhone . Boleh tidak pak? Terima kasih

    1. Boleh… tapi karena pemakaian listrik untuk kulkas berlangsung 24 jam setiap harinya, sebaiknya pakai panjangan stopkontak yang dirakit sendiri dengan menggunakan kabel 3 x 1,5 mm kawat tunggal (jangan kawat serabut). Hindari pemakaian panjangan stopkontak siap pakai. Kita tidak pernah tahu kualitas kabel yang terpasang.

      Jika hendak merakit sendiri, anda bisa menggunakan panduan di artikel : Membuat Sendiri Panjangan Stop Kontak Listrik

      Atau, bisa juga mengunjungi dan meminta dibuatkan pada toko listrik di kota anda. Umumnya, toko-toko listrik tersebut mau membuatkan sesuai dengan spesifikasi yang kita kehendaki.

      Salam.

  4. Jika kulkas tidak distopkontak ato dicolokan lebihbtepatnya dibiarkan dlm keadaan tidak di stop kontak gimana keadaan kulkas tersebut?
    Apa lama kelamaan kulkas tersebut akan jadi rusak?
    Apa memang harus distop kontak?

    1. Saya belum pernah mengalaminya. Kebanyakan pada bilang harus di stopkontak. Tapi dalam logika saya, kalau kulkas memang sudah tidak dipakai, lebih baik dibersihkan lalu dibungkus rapat supaya tidak berdebu.

      Kalau saya perhatikan, kerusakan pada perangkat elektronik seperti kulkas/mesin cuci yang dibiarkan lama tidak dipakai, lebih dikarenakan kotor debu atau menjadi sarang hewan (tikus/cicak/rayap). Bukan karena tidak di stopkontak.

      Salam.

  5. Pak saya mau tanya, jika saya pakai kabel extension atau panjangan stop kontak 4 titik yg masing-masing mempunyai on off, buat 1 kulkas yg 2 pintu dan 1 modem wifi. Apakah akan mempengaruhi kinerja kulkas dalam waktu jangka panjang? Panjangan stop kontak saya pakai merek kenmaster pak. Mohon pencerahannya ya pak. Terima kasih.

    1. Maaf, saya telat baca komentar anda.

      Kalau bisa sih diganti pakai stopkontak bikinan sendiri. Ukur panjang kabel dibutuhkan, kemudian anda kunjungi toko listrik terdekat. Tanyakan apakah mereka (pihak toko) bisa bantu membuatkan panjangan stopkontak pakai kabel tunggal 3 x 1,5 mm? Umumnya, toko-toko tersebut mau bantu mengerjakannya.

      Tidak masalah jika kemudian anda menancapkan stopkontak kulkas bersamaan dengan modem wifi.

      Salam.

  6. Pak saya mau tanya, saya pakai kabel panjangan 3 titik merk sunfree, jika saya gunakan untuk freezer (100 watt/220V) dan rice cooker (180 watt/220V) apakah akan mempengaruhi kinerja freezer tersebut dan bisa bermasalah?

    1. Tidak masalah freezer digabung dengan rice cooker dalam satu panjangan stopkontak.

      Kalau bisa, panjangan stopkontak-nya diganti pakai bikinan sendiri. Ukur panjang kabel dibutuhkan, kemudian anda kunjungi toko listrik terdekat. Tanyakan apakah mereka (pihak toko) bisa bantu membuatkan panjangan stopkontak pakai “kabel tunggal 3 x 1,5 mm” (jangan kabel serabut). Umumnya, toko-toko tersebut mau bantu mengerjakannya.

      Salam.

  7. Pak jika kulkas menggunakan stopkontak + saklar untuk sebuah lampu apakah akan mempengaruhi kinerja kulkas tersebut?

  8. Pak, apakah akan ada gangguan apabila kulkas menggunakan stopkontak (1 titik) + saklar untuk sebuah lampu?

  9. Hallo Pak, kalau di kamar pakai t kontak tiga titik (titik 1 utk mini bar/kulkas kecil, titik ke 2 untuk dialirkan ke stopkontak paralel yg tiap pagi digunakan utk rice cooker (sktar 10menit), utk kompor listrik kecil sktar 5-10 menit, utk charge hp, kadang2 utk nyalakan radio 30 menit, tetapi dalam waktu yg berbeda atau bergantian maklum kost), mohon pencerahannya ya Pak, thanks a lot.

    1. Jadi, yang sering cabut-pasang steker ada di bagian stopkontak paralel, bukan di T yaa…?

      Tidak masalah.

      Namun sebaiknya anda buat panjangan stopkontak (2 – 3 titik) sebagai pengganti T. Pakai kabel tunggal 3 x 1,5mm sepanjang yang dibutuhkan saja. Cara itu jauh lebih aman.

      Kalau pakai T, ada saat di kemudian hari T terlepas atau menjadi longgar dari stopkontak dengan sendirinya. Momen seperti itu yang sebenarnya harus dicegah dan tidak akan terjadi jika anda menggantinya dengan panjangan stopkontak.

      Salam. 🙂

  10. Halo pak.
    Saya mau tanya,d rumah sy menggunakn stopkontak 3 lubang yg arusnya dr arus utama PLN(kabel tunggal) untuk penggunaan ricecooker,mesin cuci dan kulkas.Kira2 apakah itu akan mengganggu kinerja msing-masing benda at tdk pp?dan sbaiknya sy hrus bagaimna
    Trimksih sblmnya

    1. Baik itu memakai T atau panjangan stopkontak, saya sarankan pisahkan pemakaian sumber listrik antara kulkas dan mesin cuci. Dengan demikian, jika ada masalah kelistrikan pada mesin cuci, maka dampaknya tidak langsung mengenai kulkas. Begitu juga sebaliknya.

      Sedangkan untuk rice cooker, sumber listriknya bisa digabungkan dengan kulkas.

      Salam. 🙂

  11. Saya mau tanya pak, apakah kabel serabut dan kabel tunggal lebih aman kabel tunggal, apa mempengaruhi daya hantar atau arus listriknya?

    1. Kalau dari pengalaman setelah mengganti semua kabel serabut menjadi kabel tunggal untuk konsumsi listrik perangkat elektronik yang menyala dalam waktu (relatif) lama (mis. : kulkas, oven listrik, kipas angin, lampu penerangan dsb.), biaya listrik yang harus saya bayar menjadi lebih murah. Dari situ saya menyimpulkan kalau kabel tunggal lebih efektif dan efisien dalam menghantarkan listrik dibanding kabel serabut.

      Kalau pemakaian secara umum, saya membedakan pada peruntukannya saja. Kabel serabut, untuk pemakaian listrik pada perangkat elektronik yang menyala dalam waktu relatif singkat dan tidak tetap tempatnya. Sedangkan kabel tunggal sebaliknya.

      Kalau dari sisi keamanan, selama kemampuan daya hantar listriknya mencukupi, kedua jenis kabel tersebut aman untuk digunakan.

      Salam. 🙂

  12. Mau tanya Pak, kalo stop kontak yg lubang empat langsung colok ke stop kontak utama apakah lebih tidak aman dibanding stopkontak pajangan?
    Apakah stopkontak yg langsung pasang tsb prinsipnya sama dgn stopkontak T?
    Terima kasih

  13. Maaf pak saya mau tanya, saya pakai panjangan stop kontak 3 titik untuk kulkas mini (nyala 24 jam), kipas baling (nyala hampir 24 jam). Apabila saya ingin menggunakan barang elektronik lainnya seperti rice cooker, cas hp, ataupun setrika lebih baik saya cabut kipasnya saja atau bisa saya pasang dititik ketiga ya pak (jadi dalam satu panjangan ada tiga elektronik yang menyala)? Apakah aman pak?

    1. Tidak ada masalah. Tidak ada yang perlu dicabut.

      Ketiga titik stopkontak dapat digunakan berbarengan, selama anda tidak menggunakan salah satu titik untuk pompa air atau mesin cuci.

      Salam. 🙂

  14. Maaf pak saya mau tanya, saya pakai panjangan stop kontak 3 titik kabel tunggal 3×1.5mm untuk kulkas mini (nyala 24 jam), kipas baling (nyala hampir 24 jam). Apabila saya ingin menggunakan barang elektronik lainnya seperti rice cooker, cas hp, ataupun setrika lebih baik saya cabut kipasnya saja atau bisa saya pasang dititik ketiga ya pak (jadi dalam satu panjangan ada tiga elektronik yang menyala)? Apakah aman pak?

  15. Kalau kulkas merk sharp itu sebelumnya tidak menggunakan kabel COLOKAN T dan sambungan panjanggan beli di toko online karena pindah posisi kulkas jd saya pakai colokan T dan panjanggan kabel bukan buatan sendiri sebelumnya kulkas saya dingin cepat beku skrng baru 2 hari kulkas bekunya agak berkurang kira2 kalau saya buat kabel sambungan sendiri apa bisa memperbaiki kualitas daya kerja kulkas itu sendiri seperti semula

    1. Kemungkinan besar bisa. Tidak ada ruginya kalau anda hendak mencoba menggantinya dengan panjangan stopkontak buatan sendiri. Menurut saya, memang ada masalah dengan asupan listrik yang mengalir ke kulkas melalui T dan panjangan stopkontak yang anda pakai saat ini.

      Perkiraan saya, anda harus membuat 2 unit panjangan stopkontak. Panjangan stopkontak pertama sebagai pengganti T dan yang kedua untuk kulkas.

      Gunakan kabel 3 x 1,5mm kawat tunggal (bukan kawat serabut) untuk kedua unit panjangan stopkontak tersebut.

      Salam. 🙂

  16. pak saya pake kabel extension 4 untuk lampu yg pake adaptor,kipas dan humidifier nah klo kabel exention di tumpuk extension lagi bahaya gk untuk charger

    1. Maksudnya anda hendak menambah panjangan stopkontak baru untuk charger dengan mengambil sumber listrik dari panjangan stopkontak yang sudah ada?

      Tidak masalah. Hal yang perlu dipastikan cuma kondisi steker masing-masing panjangan stopkontak tertancap dengan baik (tidak goyang).

      Salam. 🙂

  17. Hallo Pak, ijin bertanya
    Saya menyambungkan extension (kotak kontak yang diparalel) untuk menghidupkan 2 AC, dan beberapa PC. Apakah aman Pak?

    1. Meskipun bisa, sebaiknya jangan diteruskan menggunakan instalasi sesederhana itu.

      Untuk instalasi listrik dua unit AC, minimal harus dibuat satu jalur terpisah langsung dari MCB. Demikian juga halnya dengan instalasi listrik untuk beberapa PC.

      Kalau anda menjalankan untuk kepentingan pemakaian mulai kisaran 4 s/d 10 unit PC terpasang, maka dibutuhkan jasa instalatur listrik untuk membangun jaringan kabel listrik sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Mereka memahami bagaimana dan apa yang harus dikerjakan agar besaran arus listrik bisa dihantarkan dengan aman pada setiap jalur kabel. Pemahaman yang mereka miliki tersebut, berguna untuk memaksimalkan pemakaian listrik agar tetap berada dalam batas kewajaran.

      Keuntungannya bagi kita (pemakai), kondisi tersebut akan berdampak pada sisi keamanan dan penghematan biaya pemakaian listrik yang kita gunakan.

      Salam. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *