Perangkat Pemipaan : Pelampung Analog

Entah apa nama resmi dalam bahasa Indonesia dari perangkat Pelampung (Air) Analog ini. Fungsinya untuk menghentikan aliran air berdasarkan ketinggian permukaan air dalam satu wadah. Biasanya digunakan untuk mengatur aliran air pada tangki air atau kloset duduk. Mungkin bisa disebut dengan nama “keran otomatis”, karena bisa bekerja mengatur aliran air tanpa campur tangan manusia.

Saya menyebutnya dengan istilah pelampung-analog karena fisik perangkat yang menjadi ciri khasnya adalah kemasan pelindung udara bertekanan tinggi berbentuk bola pelampung. Kata analog mengacu pada pengoperasian perangkat tanpa menggunakan listrik.

Salah satu contohnya seperti gambar di bawah :

Keran-berpelampung ball-tap

Dalam bahasa Inggris, perangkat itu diberi nama “Ball-tap”.

Di bawah ini adalah gambar dari salah satu perangkat pemipaan yang memiliki konsep sama dengan ball-tap :

Keran-berpelampung float-valve

Dalam bahasa Inggris, perangkat ini dinamakan “float valve”. Sama dengan “ball-tap”, saya juga tidak tahu apa sebutan resmi dari “float valve” dalam bahasa Indonesia. Saya menyebutnya dengan nama “keran berpelampung”, karena mengacu pada ciri fisiknya yang seperti keran air tetapi memiliki fitur pelampung berbentuk kubus sebagai pengatur aliran air.

Keran berpelampung ini, adalah juga termasuk dalam kategori pelampung analog, yaitu menggunakan udara bertekanan tinggi yang tersimpan dalam satu kemasan berbahan plastik keras untuk mengatur aliran air, namun tidak melibatkan listrik dalam pengoperasiannya.

Dalam pemakaian sehari-hari, ball-tap jauh lebih banyak digunakan dibanding float-valve. Baik untuk dipasang di tangki air maupun kloset duduk. Namun demikian, baik “ball-tap” maupun “float-valve”, memiliki fungsi dan cara pemasangan untuk tujuan pemakaian yang sama.

Karena, banyak orang lebih banyak mengenal “ball-tap” dengan nama “pelampung-analog”, saya pun menggunakan sebutan “pelampung-analog” untuk mengacu pada penamaan “ball-tap”. Sedangkan untuk “float valve”, saya bedakan dengan sebutan “keran-berpelampung”.
Perangkat Pemipaan : Pelampung Analog

Perbedaan penggunaan berdasarkan keadaan

Perbedaan bentuk fisik yang sebenarnya mendasari antara pelampung-analog dengan keran-berpelampung adalah kondisi bentuk ruang dari wadah penampung air tempat masing-masing perangkat tersebut dipasangkan. Pelampung-analog memerlukan bentuk ruang secara horisontal (mendatar) cukup luas agar bola pelampung-nya bisa bergerak turun-naik dalam porsi yang benar untuk membuka dan menutup aliran air. Kondisi luas ruang mendatar seperti itu tidak dibutuhkan untuk memasang keran-berpelampung. Tetapi, harus ada ruang vertikal (tegak lurus) setinggi 25 cm (kira-kira sedikit lebih panjang dari satu jengkal telapak tangan orang dewasa) agar keran bisa terpasang dengan semestinya.

Namun demikian, karena mayoritas wadah penampung air (seperti tangki air) memiliki luas ruang horisontal relatif besar, kebutuhan akan pemakaian keran-berpelampung seperti itu nyaris tidak dibutuhkan. Mungkin itu juga sebabnya keran-berpelampung menjadi jarang terlihat beredar di pasaran. Kebutuhan akan pemakaian keran-berpelampung, pada akhirnya, memang cenderung untuk memenuhi kondisi bentuk penampungan air yang tidak seperti pada umumnya beredar dipasaran.

Contoh penerapan pemakaian keran-berpelampung dapat anda temukan di artikel Low Pressure Filter (LPF).

Semoga bermanfaat!
Perbedaan penggunaan berdasarkan keadaan

Iklan

4 thoughts on “Perangkat Pemipaan : Pelampung Analog”

  1. Terima kasih atas informasinya pak Omar, kalau boleh tau untuk pembelian keran-berpelampung bapak beli di mana ya? Saya sudah cek ke toko material bahan bangunan tidak ada

    Suka

      1. Ace Hardware, harganya nyaris 0,5 jt. Bisa juga pakai merk Invelco (online), harganya Rp. 80 rb-an (2014). Performa kedua keran sama. Bedanya, Invelco hanya diperuntukkan menangani air bertekanan tinggi.

        Salam.☺

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: