Low Pressure Filter (LPF)

icon listrikdirumah 2017

halaman 1 dari 3

Low Pressure (water) Filter atau disingkat LPF, merupakan sebutan untuk mempermudah penulisan dari perangkat Filter Air bertekanan Rendah yang saya rancang sekitar satu tahun lalu. Niat awalnya adalah menggunakan singkatan dari penamaan dalam bahasa Indonesia, yaitu Filter (air) Bertekanan Rendah menjadi FBR. Namun, untuk menghindari kerancuan dengan singkatan dari salah satu nama ormas di Indonesia, saya putuskan untuk menggunakan singkatan dari bahasa Inggris dari kata Low Pressure Filter yaitu LPF.

Perangkat LPF model awal tersebut sudah saya gunakan selama ± 6 bulan. Melihat kinerja secara umum, masih banyak keterbatasan dalam kemampuan dalam menyaring kotoran. Terutama pada kemampuan lama waktu menyimpan kotoran yang dibawa bersama sumber air.

Cerita selanjutnya yang hendak disampaikan dari artikel ini adalah tentang pengembangan model fisik bagian dalam perangkat LPF model awal tersebut agar menjadi lebih fleksibel perawatan dan pemeliharaannya.
Low Pressure Filter (LPF)

Kinerja Filter Air yang Tidak Sesuai

Filter air bertekanan rendah
Ilustrasi Perangkat LPF Model Awal

Sebenarnya, secara standar kinerja filter air pada umumnya, perangkat LPF model awal sudah benar adanya. Namun, saya merasa “sangat” terganggu dengan kemampuan kinerja yang standar seperti itu. Meskipun telah dirancang untuk menghindari konsep kerja filter akuarium, cara menangani kotoran masih tetap sama dengan filter akuarium.

Sehingga, saat seluruh isi tabung sudah penuh dengan kotoran, jalur keluar air bersih akan tersendat. Di saat yang sama, keran air PDAM tetap terbuka dan air terus mengalir masuk ke dalam filter sebelum permukaan air dalam bak sejajar dengan posisi ketinggian pelampung-analog. Akibatnya, air PAM terus masuk mengisi dan memenuhi Tabung-Filter. Hingga akhirnya, air bercampur kotoran yang sudah terkumpul di dalam Tabung-Filter, meluap dan mencemari air bersih di bak penampungan.

Sangat mirip dengan yang terjadi pada filter yang diletakkan di dalam akuarium. Aliran air masuk ke dalam filter akan berbalik keluar saat kapas filter sudah penuh dengan kotoran. Jika tidak segera ditangani, maka dengan sangat cepat air di akuarium menjadi pekat oleh kotoran.

Saat melihat air meluber dari Tabung-Filter dan bak penampungan menjadi kotor, saya baru benar-benar menyadari adanya satu perbedaan yang sangat besar dalam mengelola air kotor menjadi air bersih di akuarium dengan di bak penampungan.

Kotoran di akuarium berasal dari sumber yang sama dengan jumlah yang sama juga, yaitu ikan yang hidup di dalamnya. Sedangkan kotoran di bak penampungan, berasal dari sumber yang sama dengan jumlah yang tidak dapat diprediksi. Tidak pernah bisa dipastikan banyak kandungan kotoran dalam air yang bakal kita terima setiap harinya. Termasuk kualitas air-nya juga. Jika air baku yang hari ini diolah PAM lebih kotor dari kemarin, maka air yang disalurkan hari ini ke rumah kita juga akan lebih kotor dari kemarin.

Itu sebabnya konsep kerja filter akuarium tidak dapat dijadikan dasar untuk diterapkan pada filter bak penampungan. Selama konsep menyaring kotoran yang digunakan filter bak penampungan sama dengan filter akuarium, sebesar apapun kapasitas kemampuannya menyaring kotoran, tetap harus sering dibersihkan. Untuk itu, model filter bak penampungan harus memiliki konsep kerja yang bisa secara otomatis menyesuaikan dinamika perubahan kondisi kandungan kotoran yang terdapat pada air. Sehingga, filter tetap bisa bertahan relatif lama dalam menghasilkan air bersih secara konsisten tanpa perlu repot sering dibersihkan.
Kinerja Filter yang Tidak Terintegrasi

Merencanakan modifikasi kinerja filter

Dari beberapa konsep kerja filter air yang ada di pasaran dan telah berhasil diterapkan di kalangan masyarakat secara umum, adalah konsep kerja filter air siap minum yang menarik untuk dikembangkan. Hal utama dan penting yang menarik perhatian saya dari konsep kerja filter air siap minum adalah bisa bekerja menyaring kotoran secara independen.

Dengan kata lain, pemakaian filter dapat diterapkan dimanapun dan di waktu kapanpun tanpa ketergantungan dukungan perangkat lain selama bekerja menyaring kotoran. Kita hanya perlu menyiapkan ruang tempat filter diletakkan.

Seandainya kemudian itu hendak diterapkan, saya cuma perlu memikirkan untuk bagaimana cara merancang perangkat penyaring kotorannya agar bisa dipasang mengikuti model fisik dari perangkat LPF.

Secara garis besar, cara kerja produk filter air siap minum sangat sederhana. Yaitu : kotoran dalam air disaring menggunakan filter keramik, kemudian dimurnikan / disterilkan menggunakan sekumpulan media untuk menjernihkan air. Sangat mudah dan sederhana.

Baiklah, karena saya hendak “mencontek” kinerja perangkat filter air siap minum, berarti saya harus memahami terlebih dulu seperti apa gerangan perwujudan yang hendak saya “contek”.

Ada tiga bagian yang menjadi pokok dari filter air siap minum, yaitu :

  • wadah air kotor
  • wadah media penyaring
  • wadah air hasil proses penyaringan (wadah air bersih)

Garis besar proses kerja dalam menyaring air kotor, kira-kira seperti ini :

Pertama-tama, air dimasukkan ke wadah air kotor, kemudian dialirkan untuk melalui proses penyaringan fisik kotoran yang terkandung di air. Selanjutnya, air dialirkan ke wadah media penyaring untuk dijernihkan dan hasilnya ditampung pada wadah air bersih.

Agar air kotor dapat bergerak mengalir dari satu wadah ke wadah lainnya, dimanfaatkan gaya gravitasi bumi. Dengan demikian, tidak ada kekuatan apa pun yang memaksa agar aliran air harus terjadi. Aliran air hanya akan terbentuk jika memang ada ruang kosong dan celah yang memungkinkan air untuk mengalir turun dari satu wadah ke wadah berikutnya.

Jika semua ruang dan celah antar wadah sudah tidak bisa dialiri lagi, maka air di semua wadah akan diam dan proses penyaringan akan terhenti dengan sendirinya. Jadi, intinya, mekanisme kerja filter akan tetap terjaga selama masih terdapat ruang dan celah yang bisa dilalui air.

Sederhana yaa… 😊
Merencanakan modifikasi kinerja filter

 

Selanjutnya⇒

Iklan
Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: