Memasang Stabilizer di Rumah

Stabilizer atau Automatic Voltage Regulator – AVR (Pengatur Otomatis Voltase Listrik) atau lebih sering disebut dengan Stavol, fungsinya adalah untuk menjaga lonjakan mendadak voltase listrik yang masuk ke dalam satu / beberapa perangkat elektronik. Secara sederhana, proses kerjanya adalah menampung sementara daya listrik yang masuk, kemudian menyalurkannya pada perangkat elektronik hanya sebatas konsumsi daya dan voltase kebutuhan perangkat tersebut.

Secara teori, kualitas keluaran daya listrik dari unit stabilizer sudah dalam batas aman untuk dijadikan konsumsi sumber daya perangkat elektronik yang menerima. Namun, pada kenyataannya, tidak seperti demikian kondisi yang sering dialami oleh kebanyakan orang. Walau pun stabilizer sudah di pasang, tetap saja perangkat elektronik yang telah tersambung mengalami masalah. Mengapa?

Membeli stabilizer

Pada dasarnya, setiap unit stabilizer memiliki standar ukuran dan batas kemampuan sesuai dengan kapasitas fisiknya dalam menerima sumber daya yang menjadi masukkan dari instalasi listrik terpasang di rumah.

Dulu, saat hendak membeli stabilizer, pemikiran yang ada di kepala saya adalah kapasitas daya (watt) stabilizer yang hendak di beli harus dapat mendukung konsumsi listrik dari perangkat elektronik yang nantinya akan tersambung. Jadi, pengertiannya hanya sebatas pada kemampuan stabilizer dalam menghasilkan keluaran daya listrik harus sama / lebih besar dari masukkan daya sesuai kebutuhan perangkat elektronik yang tersambung dengannya.

Cuma sampai disitu saja.

Padahal, ada sebagian informasi lagi yang jarang terdengar dan sampai di telinga saya (pemakai), yaitu kapasitas daya listrik yang menjadi masukkan bagi unit stabilizer tersebut. Dalam kondisi voltase listrik relatif stabil atau hanya terjadi lonjakan kecil, stabilizer berkapasitas di bawah instalasi daya listrik terpasang, dapat meredamnya dan menghasilkan keluaran daya sebagaimana (mendekati) kebutuhan perangkat elektronik yang tersambung dengannya. Jika lonjakan voltase listrik yang terjadi cukup tinggi diatas kapasitas stabilizer, dapat menghasilkan dampak negatif terhadap fisik unit stabilizer itu sendiri, diantaranya :

  • sikring stibilizer menjadi putus.
  • kumparan tembaga pada unit stabilizer terbakar (hangus).
  • peralatan elektronik yang terhubung pada unit stabilizer menjadi rusak (biasa terjadi pada stabilizer bermutu rendah).

Bisa yang terjadi hanya satu kemungkinan dari ketiga kemungkinan diatas, atau gabungan dua kemungkinan dari ketiganya, atau terjadi ketiga-tiganya dalam waktu bersamaan.

Mengambil kesimpulan dari kejadian rusaknya stabilizer berkapasitas sedang (500 VA & 1000 VA) akibat lonjakan voltase listrik yang saya alami, membuat saya berpikir, bahwa pada dasarnya stabilizer merupakan sebuah perangkat elektronik biasa yang dapat rusak akibat lonjakan voltase listrik yang cukup tinggi. Kalau demikian halnya, untuk apa menggunakan stabilizer? Tiga dari lima unit stabilizer berbagai merek berkapasitas sedang telah menjadi bangkai di rumah saya. Jadi, pada saat itu, saya menghentikan proyek “me-stabilizer-kan” listrik di rumah untuk sementara waktu.

Beberapa bulan kemudian, seorang teman bercerita telah membeli stabilizer berkapasitas daya sedang (1000 VA), buatan Cina. Singkat cerita, saya membaca manual pemakaian yang ada dalam kardus stabilizer tersebut. Salah satu informasi yang tertera di dalamnya adalah kapasitas minimal daya yang dimiliki stabilizer harus 25% lebih besar dari kapasitas daya listrik terpasang yang menjadi input.

Berulang kali saya membaca point tersebut, sampai akhirnya saya mengambil kesimpulan seandainya daya listrik sebagai input (daya listrik terpasang di rumah) harus lebih kecil 25% dari kapasitas stabilizer yang hendak dipasang, maka kapasitas daya yang harus dimiliki stabilizer adalah 125% dari daya listrik yang ada. Jadi, jika daya listrik terpasang di rumah besarnya 1300 VA, kapasitas daya yang harus dimiliki stabilizer adalah sebesar 1625 VA (?). Pemahaman kapasitas stabilizer lebih besar 25% itu sendiri memiliki kemungkinan berbeda. Jika nilai dasar perhitungan 1300 VA = 75%, untuk menjadikannya 25% lebih besar adalah 1300 / 0,75 = 1733 VA (?). Mana yang benar? Saya memutuskan untuk menggunakan nilai yang lebih besar, yaitu 1733VA.

Mungkin, itu hanya sekedar informasi biasa atau informasi asal-cetak untuk memenuhi lembar manual saja (LOL). Namun, jika dianalisa lebih jauh, ada benarnya juga. Bagaimana sebuah stabilizer dapat berfungsi dengan benar jika kapasitas daya tampung listrik yang dimilikinya lebih kecil dari daya listrik yang masuk ke dalamnya? Analoginya kurang lebih seperti menuangkan air dari jerigen berkapasitas 50 liter ke dalam ember berkapasitas 6 liter. Sementara air dalam ember yang telah tertuang belum sempat terpakai, air dari jerigen terus masuk dituang ke dalamnya.

Walau pun tidak sepenuhnya meyakini keterangan yang tercetak pada lembar manual stabilizer tersebut, tidak ada salahnya untuk mencari informasi pendukung teori yang telah dinyatakan. Sulit bagi saya untuk mendapatkan informasi pendukung lebih banyak mengenai kebenaran teori yang tercetak pada lembar manual stabilizer itu. Setelah beberapa minggu kemudian tanpa mendapat hasil informasi cukup akurat, saya nekad membeli stabilizer berkapasitas 3000 VA buatan Cina ber-merek sama dengan yang sebelumnya dibeli oleh teman saya, guna meng-cover daya listrik terpasang sebesar 1300 VA di rumah. Saat itu saya hanya berharap semoga informasi / teori yang tercetak di manual yang saya baca sebelumnya memiliki kebenaran dalam penerapannya.

Tujuan sebenarnya membeli unit berkapasitas lebih besar ±130% dari kapasitas daya listrik terpasang di rumah adalah agar sisa kapasitas dapat mengantisipasi kapasitas asli yang dimiliki oleh unit / produk stabilizer itu sendiri. Apakah benar kapasitas asli dari stabilizer tersebut sama dengan yang tertulis pada kardus kemasannya? Saya tidak pernah tahu mengenai hal itu dan tidak mau mengambil risiko untuk itu. Lagi pula, tidak ada ruginya jika memang kapasitas asli yang dimiliki unit stabilizer sama dengan yang tertulis pada kardus kemasannya. Semakin besar kapasitas stabilizer, semakin ringan kerjanya dalam menstabilkan daya listrik yang diterima sebagai masukkan (input). Begitu teori yang ada di kepala saya.

Kapasitas VA stabilizer

Berapa besar standar kapasitas stabilizer yang dibutuhkan untuk dipasang di rumah? Hal ini, tentunya, berkaitan erat dengan besar kapasitas instalasi listrik PLN di rumah kita. Langkah paling gampang adalah menambahkan nilai kapasitas daya listrik di rumah sebesar 25%. Jadi, untuk rumah dengan instalasi 1300 VA, dibutuhkan stabilizer berkapasitas >=1733 VA. Namun, sering terjadi kerancuan dari istilah satuan VA dengan Watt.

Satuan daya yang tertera pada stabilizer, pada umumnya menggunakan satuan VA (Volt Ampere), bukan Watt. Apa perbedaan antara VA dengan Watt? Saya pernah menanyakan hal itu pada seorang tehnisi lapangan PLN dan jawabannya adalah sama. Tidak ada bedanya. Beberapa penjual perangkat listrik juga meng-idem-kan jawaban dari tehnisi lapangan tersebut. Menurut mereka, total Watt diperoleh dari perkalian Voltase dengan Ampere (Voltase x Ampere = Watt).

Saat saya mem-browse-ing di internet, beberapa situs menyatakan hal yang sama. Namun, beberapa lainnya menyatakan berbeda. Beberapa situs yang menyatakan berbeda, menjabarkan detail tehnis perbedaan tersebut; dimana bagi awam seperti saya, sungguh sulit dimengerti. Ada artikel yang mendefinisikan kedua perbedaan tersebut secara sederhana dan cukup mudah dimengerti, alamatnya : agungriyanto1016.blogspot.com/2011/03/perbedaan-watt-dan-va.html?m=1.

Garis besar pengertian yang saya peroleh dari pembahasan perbedaan kedua satuan daya di artikel tersebut adalah VA merupakan daya semu. Sedangkan Watt merupakan daya sebenarnya. Untuk mengkonversi nilai VA ke Watt, diperlukan satu nilai lagi dari satuan yang dinamakan Faktor Daya. Default / standar nilai Faktor Daya yang biasa ditemukan pada perangkat elektronik (mis. UPS atau stabilizer) adalah 0,8. Sehingga nilai daya sebenarnya (Watt) perangkat elektronik berdaya 3000 VA adalah : 3000 x 0,8 = 2400 Watt.

Sekarang, mari kita hitung dan tentukan berapa daya sebenarnya (Watt) pada instalasi listrik PLN di rumah yang berkapasitas 1300. Pengertian instalasi listrik berkapasitas 1300, lebih banyak dimengerti (secara awam) dengan 1300 Watt. Bukan 1300 VA. Beberapa sumber menyatakan bahwa yang benar adalah 1300 VA dan bukan 1300 Watt. Seandainya memang berbeda, berarti instalasi listrik terpasang sebesar 1300 VA yang merupakan daya semu, harus dikalikan dengan nilai Faktor Daya sebesar 0,8 (?) untuk mendapatkan nilai daya sebenarnya. Sehingga, kapasitas dari instalasi listrik terpasang hanya sebesar 1300 x 0,8 = 1040 Watt.

Benarkah demikian?

Saya tidak tahu dan tidak pernah mengukur atau men-test total kapasitas daya listrik di rumah saya. Praktis, saya tidak mengetahui kebenaran dari teori di atas. Bagaimana menemukan nilai untuk dijadikan parameter kapasitas stabilizer yang hendak dipasang? Saya mencoba mengambil jalan tengahnya dengan menggunakan nilai tertinggi, yaitu nilai parameter kapasitas listrik yang harus di-cover adalah 1300 Watt (bukan 1040 Watt).

Jika kapasitas stabilizer harus lebih besar 25% dari instalasi daya sebenarnya yang terpasang di rumah, maka kapasitas kebutuhan Watt dari stabilizer adalah :

1300 / 0,75 = 1733,33 Watt

Jika di konversi ke dalam satuan VA, akan menjadi :

1733,33 / 0,8 = 2166,67 dibulatkan ke atas : 2167 VA

Jadi kapasitas daya VA terendah dari stabilizer yang hendak dipasang di rumah berdaya 1300 sebaiknya 2167 VA. Seandainya stabilizer dengan kapasitas tersebut tidak ada, diusahakan menggantinya dengan kapasitas yang lebih tinggi (>=2500 VA). Tindakan ini diambil untuk menjaga kemungkinan kapasitas asli unit stabilizer itu sendiri lebih rendah dari yang tertulis pada kemasannya.

Kualitas stabilizer, dalam kasus ini, sangat menentukan performa akhir dari kualitas daya listrik yang dihantarkan ke dalam instalasi kabel di rumah. Harga stabilizer berkualitas bagus (branded), cukup tinggi. Jika anda tidak mengalami masalah dengan harga tinggi yang harus dibayarkan, perlu dipastikan kredibilitas dari toko / penjualnya.

Terlalu banyak produk stabilizer branded “aspal” beredar dipasaran dan digunakan sebagai kesempatan dalam mengeruk keuntungan dari ketidaktahuan konsumen oleh produsen yang tidak bertanggung jawab. Seandainya harga tinggi merupakan masalah bagi anda, saya sarankan untuk membeli unit non-branded namun produk pabrikan asli dan memiliki standar QC (kontrol kualitas) sendiri, daripada produk branded yang tidak diketahui secara pasti keasliannya.

Biasanya, produk non-branded seperti itu memiliki kualitas “sedikit” lebih rendah dibandingkan produk asli dari branded terkenal. Cara menyiasatinya adalah dengan menaikan standar kapasitas dari yang kita perlukan (lebih tinggi setingkat). Umumnya, unit berkapasitas lebih besar memiliki kualitas dan ketahanan lebih tinggi (di atas kualitas unit yang kita butuhkan).

Sebenarnya, agak sulit untuk menimpakan kesalahan atas rendahnya kualitas sebuah produk selalu pada penjual / produsen. Mayoritas dari mereka lebih berfokus pada kelancaran dan distribusi barang yang mereka jual. Jarang yang memiliki pengetahuan tehnis secara detail barang dagangan mereka. Terlebih lagi untuk produk seperti stabilizer yang “jeroannya” dibungkus dengan casing. Oleh sebab itu dalam menentukan kualitas sebuah produk lebih berpedoman pada keluhan yang disampaikan oleh konsumen. Semakin sering keluhan diterima, semakin rendah kualitas sebuah produk. Demikian juga sebaliknya.

Selanjutnya⇒

105 thoughts on “Memasang Stabilizer di Rumah”

  1. pak tolong pm merk stabilizer 3000va ke saya ya (***********@yahoo.com)! saya di rumah daya 1300 watt dan sudah menghabiskan dua satabilizer dengan dua merk berbeda mat***oto dan mat***aga kapasitas 2000VA. yang merk pertama kerusakannya indikator selalu menunjukan di 230 watt dan itu menyebabkan lampu di dalam rumah terang sekali, sehingga sering membuat turun mcb. untuk yang kedua, karena di tempat saya sering redup (spaneng) sudah dua kali mengalami kerusakan transistor. servis terus lumayan juga pak…….heheheh! saya tunggu sekali merk recomendednya ya pak….hatur nuhun

  2. Bang,mw tanya jika meteran va listrik di rumah saya hanya 450 VA saja apakah saya dapat memasang peralatan lisrik dengan watt sebesar 250 watt/buah klo peralatan tersebut ada 3 buah dan masing masing adalah 250 watt apakah tidak menjadi 750 Watt dan apakah bisa dijalankan dengan stabilizer 500 VA Terimah kasih dan ditunggu jawab nya segerah Ok

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Tidak bisa, mas. MCB meteran PLN di rumah anda pasti “trip” (mati). Cuma 1 peralatan saja yang bisa dipakai. Stabilizer hanya memperbaiki kualitas listrik saja. Bukan menaikkan daya (watt).

      Salam.

  3. Assalamua’laikum,,,
    Artikel yang sangat bagus dan sangat saya butuhkan sekarang,terima kasih pak.
    saya mohon info tentang merk stavolt 5000va yg bisa direkomendasikan serta harganya,mohon kirim ke surel.
    Dan pertanyaan saya, apakah stavolt boleh di hubungkan dengan penggunaan Genset? Karena dirumah saya (1300va) saat ini menggunakan stopkontak PLN dan Genset, saat arus PLN mati saklargenset dinyalakan. Yang saya takutkan,pada saat genset (1000va) hidup,dan ingin menyalakan TV biasanya genset akan down sebentar (3 detik) dan lampu juga begitu akan drop/redup hingga TV atau elektronik berdaya cukup besar normal hidupnya. Apakah dengan turunnya daya genset tersebut akan bisa merusak stavolt? Karena kebetulan saya baru rencana mau pasang stavol utk rumah.
    Terim kasih,wassalaam.

    1. Terima kasih telah mengunjungi “LIstrik di Rumah”,

      Maaf, saya tidak memiliki genset di rumah. Bagaimana cara mengoperasikan dan perilaku dari sebuah genset, saya tidak memahaminya dan belum pernah mencobanya. Namun, dari beberapa rumah berbeda yang saya temukan dan dilengkapi dengan genset, biasanya, stavol selalu terpasang bersamaan dengan kabel listrik keluaran meteran PLN (sebelum box MCB dalam rumah). Jadi, semua sumber listrik (baik berasal dari PLN maupun genset) sebelum memasuki jaringan kabel dalam rumah, harus melalui stavol yang sama terlebih dulu.

      Apapun kondisi dan kualitas listrik saat genset dinyalakan, saya rasa, itulah alasan keberadaan stavol di rumah-rumah tersebut. Sehingga, dalam hal ini, stavol memang dipasang untuk mencegah terjadinya kerusakan perangkat elektronik lain di dalam rumah akibat kondisi keluaran kualitas listrik yang tidak sesuai dari PLN maupun genset.

      Memang demikian salah satu fungsi dan kegunaan dari stavol, untuk menjadi rusak terlebih dulu sebelum listrik membuat kerusakan lebih banyak / besar pada perangkat elektronik lain di dalam rumah.

      Mengenai merk dan kualitas stavol, anda dapat membaca pendapat dan pengalaman saya pada artikel Stabilizer : Merk & Kualitas.

      Salam.

  4. artikel yang bagus. banyak ter-cerahkan 🙂
    kebetulan saya punya 2 stavol dengan kapasitas 500VA, saya coba uji iseng-iseng dengan menggabungkan stavol pertama ke sumber listrik dan stavol kedua ke stavol yang pertama. anehnya ketika saya menyalakan blender (peralatan dapur) kedua stavol tersebut sama-sama mengeluarkan bunyi penyesuaian. padahal seharusnya stavol yang kedua tidak ikut bunyi karena listrik telah distabilkan oleh stavol pertama sebelum dialirkan ke stavol kedua. Dengan membaca artikel di-atas saya menjadi paham kalo sebenarnya stavol 500VA itu tidak berguna untuk kapasitas listrik di rumah saya yang besarnya 2200VA.
    yang saya ingin ketahui lebih lanjut berhubung sekarang saya sudah ga pakai stavol lagi karena sedikit ga percaya juga dengan stavol 🙂 Dengan asumsi: kondisi rumah anda telah terpasang stavol untuk seluruh cakupan daya di rumah anda, pernahkan anda mencoba untuk memasangkan stavol kedua di rumah anda dan ketika anda menyalakan mesin gergaji (bengkel furniture) apakah stavol kedua tersebut akan ikut berbunyi juga atau tidak?
    kebetulan hari ini istri saya beli blender dengan kapasitas 850 watt dan bisa dinyalakan dengan cara sebentar-sebentar, seperti menggunakan mesin bor (semoga anda paham maksud saya 🙂 ) menyebabkan lampu di rumah saya agak meredup berkali-kali seiring dengan blender tersebut on off berulang kali. apakah ada saran selain harus membeli stavol untuk kebutuhan seluruh rumah? atau solusinya hanya matikan seluruh peralalatan listrik yang lain sebelum menyalakan blender tersebut?
    oh iya waktu demo blender tersebut (di mall) kok bisa ya listrik mall sama sekali tidak terganggu?apakah mungkin seluruh listrik di mall telah menggunakan stabilizer?
    terimakasih banyak ya mas bro. mohon maaf jika pertanyaaan dan penjelasan akan pertanyaan-nya agak panjang 🙂

    wassalam

    1. Terima kasih telah mengunjungi “LIstrik di Rumah”,

      Ok, saya mengerti point yang anda ceritakan. Saya pernah memasang stavol 500VA untuk meng-cover kualitas listrik pada jaringan kabel lampu penerangan di rumah (total 100 Watt). Perangkat listrik di rumah saya yang terlihat jelas berperilaku seperti blender di rumah anda adalah pompa air dengan fitur nyala-mati otomatis. Konsumsi daya pompa tidaklah terlalu besar, hanya 350VA (280Watt) saja.

      Begini kondisi eksperimen yang saya telah kerjakan :

      Kondisi stabilizer 500VA terpasang dan stabilizer 3000VA belum terpasang :
      Setiap kali pompa menyala, lampu akan meredup dan akan kembali normal tidak lama sebelum pompa mati. Stabilizer 500VA berbunyi agak lama.
      Kondisi stabilizer 500VA terpasang dan stabilizer 3000VA telah terpasang :
      Setiap kali pompa menyala, lampu akan meredup dan akan kembali normal dalam kisaran =< 1 detik. Stabilizer 500VA berbunyi hanya sebentar
      Kondisi hanya stabilizer 3000VA yang terpasang :
      Setiap kali pompa menyala, lampu akan meredup dan akan kembali normal dalam kisaran =< 1 detik (mirip dengan kondisi kedua tanpa bunyi stabilizer).

      Perbedaan efek yang dihasilkan dari ketiga eksperimen tersebut, terlihat pada umur beberapa lampu menjadi yang lebih pendek jika tanpa menggunakan stabilizer 3000VA. Saya pun mendapatkan bahwa terpasang atau tidaknya stabilizer 3000VA sama sekali tidak menghilangkan efek hentakan listrik akibat perilaku pemakaian daya dengan nyala-mati secara otomatis oleh pompa air. Walaupun stabilizer 500VA masih terpasang, hentakan listrik tetap terlihat efeknya pada nyala lampu. Namun, dengan keberadaan stabilizer 3000VA, efek tersebut dapat diminimalisir pengaruhnya dengan cara mempercepat kondisi listrik kembali normal.

      Nah, jika kita perhatikan lebih jauh, tidak hanya pompa air otomatis saja yang memiliki perilaku demikian. Perangkat elektronik lain yang memiliki perilaku sama adalah strika, AC, kulkas, oven listrik, microwave dan mesin cuci. Semua itu adalah perangkat elektronik dengan perilaku konsumsi daya secara tidak beraturan yang umum dimiliki di setiap rumah. Jadi, besar kemungkinan bahwa efek negatif pada lampu (termasuk perangkat elektronik lainnya) yang ditimbulkan akibat perilaku konsumsi daya secara acak, tidak hanya disebabkan oleh satu perangkat saja.

      Salah satu informasi yang saya coba sampaikan dari artikel ini adalah bagaimana cara meminimalkan efek negatif dari perilaku konsumsi daya perangkat-perangkat tersebut agar tidak menjadikan perangkat elektronik lain di rumah cepat rusak. Lampu bohlam adalah perangkat listrik paling sensitif terhadap perubahan kondisi arus listrik yang pernah saya ketahui. Perbandingan umur bohlam 5 Watt yang menyala non-stop 24/7 tanpa dan dengan stabilizer, bagi saya, sudah dapat menjadi contoh ideal. Setidaknya hal tersebut menegaskan bahwa efek terhadap bohlam akan berlaku sama dengan perangkat listrik / elektronik lain di rumah.

      Pada kasus anda saat ini, kebetulan anda berhasil mengidentifikasikan perilaku listrik dari perangkat yang dinyala-matikan secara manual (blender). Dan kebetulan pula, konsumsi daya blender (menurut saya) cukup besar, sehingga terlihat dengan jelas efek yang ditimbulkannya. Melihat dari cara anda menyampaikan pertanyaan, saya kira, anda sudah dapat menyimpulkan tindakan seperti apa yang paling tepat untuk dijadikan solusi. Terima kasih untuk telah berpikir kritis atas isi dari artikel ini. 😀

      Mengenai listrik di dalam mal, saya tidak memahaminya. Konsep arsitektur pendistribusian arus listrik yang diterapkan untuk bangunan sebesar mal sudah pasti lebih rumit dan tertata dengan rapi. Mulai dari kualitas tehnis perangkat pendukung hingga tehnik perlakuan listrik sebelum didistribusikan ke seluruh gedung. Saya tidak memiliki kapasitas / kemampuan hingga tingkat tersebut.

      Salam…

      1. terimakasih atas respons-nya yang sangat cepat 🙂 luar biasa 🙂
        sebetulnya kekhawatiran terbesar saya dengan hadirnya blender 850 watt istri saya adalah komputer (pc-desktop), lebih tepatnya hard-disk saya. seringkali komputer tersebut dinyalakan dari pagi hingga malam.
        Berarti dengan ketiga percobaan tersebut di atas, sebetulnya kemampuan stavol juga ada batasannya karena pada hakekatnya stavol hanya meminimalisir saja. Bahkan sekalipun saya telah menggunakan stavol 4000VA kemungkinan peralatan listrik (dalam hal ini: hard-disk) masih ada kemungkinan rusak karena terlalu sering kekurangan daya dalam <1 detik. kalo begitu ada baiknya saya mematikan komputer ketika blender dinyalakan 🙂 terimakaish banyak buat pencerahannya 🙂 jika ada pengalaman lain tentang pengalaman anda mengenai mengamankan peralatan listrik (khususnya pc-desktop) dari hentakan listrik boleh di share ke surel saya. terimakasih banyak. pengetahuan anda telah memberkati saya. God bless You.

        Salam.

  5. Ma’af pak sy mo tnya.
    Listrik sy 1300w n sy mgunkn stblzr kpsts 5000VA. Sy udh mgunakn 3unit AC, 1unit fsr,n 2unit lmri es.
    Prtnyaan sya.
    sya mo nambah lt2,n di lt2 sya mo tmbh 1unit AC,n TV srta lmpu ada sktr 15titik,itu kira2 kuat ga ya…?
    Bls. Trmksh

    1. Terima kasih telah mengunjungi “LIstrik di Rumah”,

      Maaf, saya kurang mengerti dengan singkatan nama perangkat listrik / elektronik dan bagaimana kebiasaan anda dalam menggunakan perangkat-perangkat tersebut. Saya pukul-rata saja ya…?

      Kalau semua perangkat listrik / elektronik tersebut dinyalakan sekaligus bersamaan, kapasitas listrik 1300VA tidak akan kuat. Kecuali tidak digunakan sekaligus bersamaan.

      Salam.

  6. Pak, saya mau bertanya. Listrik di rumah saya 1300watt. Kemarin baru pasang stabilizer 3000VA karena listrik di daerah saya sering tidak stabil. Efeknya sangat berguna sekali. Lampu lebih terang, kipas angin lebih kencang, AC lebih dingin, Air keran(mesin air) lebih kencang. Nah kenapa setelah pasang stabilizer sering terjadi trip di mcb master. Padahal beban listrik yang terpakai masih tolerable. Dulu sebelum pasang stabilizer menyalakan mesin air tidak pernah trip, kecuali bentrok dengan nyala AC. Tapi sekarang siang2 ini malah cuma nyalain mesin air bisa trip. Kalo dulu malam hari, lampu nyala, 3 TV nyala, kulkas nyala kecuali AC, mesin air menyala juga tidak pernah trip. Meskipun listriknya tidak stabil. Nah setelah pasang stabilizer ini malah kadang trip. Atau cm nyala AC yg laen mati kadang trip. Tapi itu terjadi kadang2 saja. Menurut info orang yang pasang stabilizer tsb, bahwa meteran listrik harus diganti karena itu sdh lama sekali(meterannya sdh tidak handal). Bisakah bapak menganalisa dan memberi jawaban atas kejadian saya. Terima kasih

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Maaf, saya belum pernah mendapatkan kasus seperti yang anda alami. Setahu saya, ada dua penyebab umum yang menjadikan MCB trip : kelebihan tegangan (Voltase) dan kelebihan pemakaian daya (Watt). Coba anda periksa indikator tegangan pada unit voltmeter di stabilizer. Harus menunjuk pada angka 220. Kalau dalam keadaan semua perangkat mati, tapi indikator tegangan menunjuk pada angka di atas 220, saya rasa stabilizer anda yang bermasalah. Dengan asumsi kapasitas hantar arus dari jaringan kabel yang terpasang sudah sesuai, hanya itu satu-satunya kemungkinan terbesar penyebab MCB di rumah anda menjadi trip.

      Pedomannya, jika setelah stabilizer terpasang timbul permasalahan baru, berarti yang menjadi penyebabnya adalah stabilizer itu sendiri. Bukan dari meteran PLN mau pun perangkat listrik / elektronik di rumah anda.

      Anda bisa mencobanya dengan mematikan MCB meteran PLN, kemudian melepaskan kabel input dan output yang terpasang di stabilizer. Lalu sambungkan kedua kabel tersebut (sesuai warna dari masing-masing pembungkus kawat) tanpa melalui stabilizer dan nyalakan kembali MCB meteran PLN. Jika setelah tindakan tersebut dikerjakan, perangkat listrik / elektronik di rumah anda kembali berjalan normal tanpa membuat MCB trip, maka sudah pasti penyebabnya adalah stabilizer.

      Salam.

  7. mas, aku mau tanya permasalahan stavol. jadi begini… tegangan dirumahku berada pada 170-180 V (cek dengan volt meter) aku pake listrik yang berdaya 1300 W, nah untuk mengatasinya saya belikan stavol 3000 V, tetapi sampai sekarang tidak bisa dipakai karena jika dipasang stabilizer tersebut, MCB listrik rumah akan turun (jeplak), kira kira kenapa ya mas, apakah listrik berdaya 1300 W tidak bisa mengangkat stabilizer berukuran 3000 V. trims

    1. Terima kasih telah mengunjungi “LIstrik di Rumah”,

      Menurut saya, permasalahannya terletak pada rendahnya tegangan listrik (170 – 180 Volt) di rumah anda, bukan instalasi listrik terpasang 1300 Watt. Karena saya pernah memasang stavol 3000VA pada instalasi listrik terpasang 900 Watt tanpa ada kendala apa pun.

      Coba dengan cara seperti ini :

      Setelah stavol terpasang, biarkan switch MCB di meteran PLN tetap dalam kondisi mati. Demikian juga dengan seluruh perangkat elektronik (televisi, kulkas, AC dsb) di dalam rumah. Atau, agar lebih pasti, cabut semua steker perangkat elektronik dari stopkontak. Kemudian, pastikan kondisi switch MCB pada stavol dan MCB di box MCB dalam posisi on (menyala). Baru kemudian switch MCB di meteran PLN dinyalakan.
      Jika saat dinyalakan switch MCB meteran PLN yang trip, coba dinaikkan 2 -3 kali lagi. Seandainya masih tetap trip, saya rasa, stabilizer anda tidak mampu untuk mengangkat tegangan (voltase) listrik yang ada. Umumnya, pada siang hari (08.00 s/d 16.00) dimana kondisi tegangan listrik tidak terlalu rendah, cara ini bisa dikerjakan tanpa masalah.
      Jadi, usahakan dulu hanya stabilizer saja yang menyala tanpa membuat switch MCB dalam rumah menjadi trip, tepat setelah switch MCB meteran PLN dinyalakan. Jika itu berhasil dilakukan, baru dilanjutkan dengan menyalakan semua perangkat elektronik yang ada.

      Semoga sukses…!.

  8. Artikel yang informatif 🙂

    Saya ada pertanyaan tentang stabilizer, tetapi akan saya gunakan sebagai pengubah tegangan dari 220v ke 110v karena ada perangkat yang saya beli ternyata memakai tegangan 110v. Jika perangkat yang akan saya gunakan adalah 1000watt dengan tegangan 110v, apakah output dari stabilizer 1500kVA cukup memadai? Jika pada kasus saya, mana yang lebih aman: memakai stabilizer servo motor buatan China atau menggunakan trafo step down?

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Kalau melihat dari hasil perhitungannya, secara teori hal itu bisa dikerjakan *** (1000 / 0,8) / 0,25 = 1250 / 0,25 = 5000 VA ***. Jadi, diperlukan stavol berkapasitas 5000VA untuk mengakomodir pemakaian daya sebesar 1000 Watt pada tegangan 110 Volt. Saya masih menduga-duga dari kapasitas output stabilizer 1500 kVA (kilo Volt Ampere?) yang anda sampaikan. Namun, yang pasti secara teori, dibutuhkan stabilizer berkapasitas minimal 5000VA untuk menjalankan perangkat 1000 Watt ~ 110 Volt anda (artikel Cara menghitung Kapasitas Stabilizer).

      Saya pernah melakukan konversi kompor listrik berkapasitas sebesar itu dengan menggunakan trafo step up-down (belum pernah dengan menggunakan stavol). Itu pun tidak lama, kurang dari 1 jam pemakaian saja. Tidak ada masalah apa pun selama < 1 jam tersebut.

      Setahu saya, untuk mengkonversi voltase dengan waktu pemakaian cukup lama, biasanya menggunakan perangkat yang disebut slide regulator. Bentuknya seperti tabung dan berwarna merah. Namun, saya belum pernah mencoba atau pun mengerti cara pemakaiannya.

      Salam…

  9. Met siang pak,,saya mau tanya listrik dirumah saya 450 watt,, buat 1 pc komputer,selalu “jepret” tiap start.jika saya pakai stabilizer kira2 yg brp ya pak?
    Rata2 komputer jarang sampai yg 450watt kan?
    Terima kasih.

    1. Setahu saya, hampir rata-rata konsumsi daya listrik PC berada pada kisaran 450 s/d 575 Watt pada tegangan 220 Volt. Sedangkan untuk laptop pada kisaran 352 Watt – 220 Volt. Jadi, penyebab listrik di rumah anda selalu “jepret” adalah kurangnya kapasitas listrik. Rumah anda harus memiliki, setidaknya, kapasitas daya sebesar minimal 900 Watt untuk mengoperasikan sebuah PC atau Laptop.

      Salam…

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Jika pengertian 2000 N = 2000 VA, saya kira lebih dari cukup untuk meng-cover 1 unit AC 1 pk saja. Namun, lebih baik jika stabilizer dipasang untuk meng-cover semua perangkat listrik / elektronik di rumah (termasuk AC), sebagaimana maksud dan tujuan yang telah saya jelaskan pada artikel di atas.

      Salam.

  10. artikel bagus,,,
    Pak saya mau tanya , dirumah saya listrik daya 2200, trus saya pasang AC yang1 Pk tetapi sering drop / tidak dingin, Pertanyaan saya sebaiknya saya pasang stabilizer yang ukuran berapa, trims !

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah anda, dibutuhkan stabilizer berkapasitas minimal 2200 / 0,8 / 0,75 = 3667 VA atau bernilai lebih besar dari itu. Sedangkan untuk hanya kebutuhan AC 1 pk, harus diketahui nilai konsumsi daya (Watt) dari AC anda. Setelah itu, tinggal menghitungnya menggunakan rumus tersebut dengan mengganti angka 2200 menjadi angka Watt dari AC anda.

      Salam…

  11. PAK MAU TANYa
    saya punya hairdryer 8500 waat-220 volt tpi dirimah saya listrik e 450 va
    pas beli hairdryer saya di kasihn juga stavolt… apa bisa jalan ya hairdriyer itu dirumah saya

    thanks,,mihon balsanya ya…

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Tidak akan bisa berfungsi, walau pun dengan dukungan stavol. Kalau dipaksakan, pasti MCB di meteran akan “trip” (jepret).
      Setidaknya kapasitas di rumah anda harus 1300VA untuk bisa menggunakan hairdryer tersebut..

      Salam…

  12. artiker yg bermanfaat”’
    om,seminggu yg lalu sy baru mmasang stabilizer 3000 untuk kapasitas 900va dirumah sy,
    awal pemasangan on ada bunyi kreeeekkk pd stabilizer….tegangan bagus diangka 221,
    bbrapa hari kmren sering pemadaman listrik di daerah sy,akibatnya klo listrik nyala mcb lngsung turun,
    n sy harus meng-OFkan dulu stabilizer n perangkat2 elektronik n baru bisa nyala lgi, kmren kejadian yg sma lgi ada pemadaman listrik,
    tpi stlah sy memutuskn perangkat2 diruma n sy coba untuk mnghidupkan malah mcb g mau ON sma sekali pada posisi stabilizer ON,trus sy ambil tindakan untuk tidak mggunakan stabilizer,anhasil normal2 tanpa memutuskan dulu arus perangkat2 didlam rumah klo trjadi pemadaman,
    yg sy mo tanyakan, apakah masalah pda stabilizernya ato instalasiny ato dmnanya???sdah sya cek kondisi dalemnya,sprtinya tidak ada yg tebakar,kabel2 normal..

    thanxs sblumnya.

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Menurut saya tidak ada masalah dengan stabilizer maupun cara memasangnya (instalasi). Biasanya, setelah pemadaman dan listrik kembali menyala, kondisi voltase memang menjadi tidak menentu. Bisa normal, di bawah normal atau di atas normal. Dan kondisi tersebut tidak pernah tetap, selalu berubah-ubah pada saat listrik kembali menyala setiap kali setelah terjadi pemadaman.

      Mungkin dengan cara di bawah ini bisa membantu mengatasi masalah anda :

      Matikan MCB di meteran PLN, pasang kembali stabilizer seperti semula, biarkan switch stabilizer pada posisi ON. Demikian juga dengan MCB di box MCB dalam rumah, biarkan switch pada posisi ON. Tetapi, pastikan seluruh perangkat listrik / elektronik di rumah dalam kondisi mati (OFF).
      Kemudian, nyalakan (naikkan) MCB di meteran PLN. Biasanya, listrik langsung menyala. Jika tidak mau menyala, coba lagi setelah 1-2 detik kemudian.
      Setelah listrik menyala, tunggu sekitar 5 detik untuk stabilizer menyesuaikan dengan voltase yang ada, baru kemudian satu per satu perangkat elektronik / listrik dinyalakan.

      Jadi, seandainya terjadi pemadaman lagi, cukup matikan semua perangkat elektronik / listrik saja. Biarkan stabilizer dan MCB dalam rumah tetap pada posisi ON.

      Cara yang sama juga dapat dikerjakan untuk menyalakan listrik saat kondisi voltase sedang drop, sebagaimana kasus yang pernah ditanyakan disini.

      Semoga berhasil…

  13. mas mau tanya,kalau stavolt 1000 va hanya untuk satu perangkat misalnya kulkas,sedangkan listrik
    rumah 1300 va,apakah tetap berpengaruh pada stavoltx

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Bukan sekedar “tetap berpengaruh” saja, tapi “pasti berpengaruh” terhadap kinerja dan (terutama) daya tahan stavol. Namun, efeknya tidak langsung nyata terlihat. Sangat tergantung pada dinamika arus listrik dari PLN. Semakin sering dan ekstrim tingkat kenaikan / penurunan voltase di rumah anda, semakin cepat stavol mengalami kerusakan.

      Salam…

Comments are closed.

%d bloggers like this: