Memasang Stabilizer di Rumah

halaman 1 dari 2

Memasang Stabilizer di RumahStabilizer atau Automatic Voltage Regulator – AVR (Pengatur Otomatis Voltase Listrik) atau lebih sering disebut dengan Stavol, fungsinya adalah untuk menjaga lonjakan mendadak voltase listrik yang masuk ke dalam satu / beberapa perangkat elektronik. Secara sederhana, proses kerjanya adalah menampung sementara daya listrik yang masuk, kemudian menyalurkannya pada perangkat elektronik hanya sebatas konsumsi daya dan voltase kebutuhan perangkat tersebut.

Secara teori, kualitas keluaran daya listrik dari unit stabilizer sudah dalam batas aman untuk dijadikan konsumsi sumber daya perangkat elektronik yang menerima. Namun, pada kenyataannya, tidak seperti demikian kondisi yang sering dialami oleh kebanyakan orang. Walau pun stabilizer sudah di pasang, tetap saja perangkat elektronik yang telah tersambung mengalami masalah. Mengapa?
Memasang Stabilizer di Rumah

Membeli stabilizer

Pada dasarnya, setiap unit stabilizer memiliki standar ukuran dan batas kemampuan sesuai dengan kapasitas fisiknya dalam menerima sumber daya yang menjadi masukkan dari instalasi listrik terpasang di rumah.

Dulu, saat hendak membeli stabilizer, pemikiran yang ada di kepala saya adalah kapasitas daya (watt) stabilizer yang hendak di beli harus dapat mendukung konsumsi listrik dari perangkat elektronik yang nantinya akan tersambung. Jadi, pengertiannya hanya sebatas pada kemampuan stabilizer dalam menghasilkan keluaran daya listrik harus sama / lebih besar dari masukkan daya sesuai kebutuhan perangkat elektronik yang tersambung dengannya. Cuma sampai disitu saja. Padahal, ada sebagian informasi lagi yang jarang terdengar dan sampai di telinga saya (pemakai), yaitu kapasitas daya listrik yang menjadi masukkan bagi unit stabilizer tersebut. Dalam kondisi voltase listrik relatif stabil atau hanya terjadi lonjakan kecil, stabilizer berkapasitas di bawah instalasi daya listrik terpasang, dapat meredamnya dan menghasilkan keluaran daya sebagaimana (mendekati) kebutuhan perangkat elektronik yang tersambung dengannya. Jika lonjakan voltase listrik yang terjadi cukup tinggi diatas kapasitas stabilizer, dapat menghasilkan dampak negatif terhadap fisik unit stabilizer itu sendiri, diantaranya :

  • sikring stibilizer menjadi putus.
  • kumparan tembaga pada unit stabilizer terbakar (hangus).
  • peralatan elektronik yang terhubung pada unit stabilizer menjadi rusak (biasa terjadi pada stabilizer bermutu rendah).

Bisa yang terjadi hanya satu kemungkinan dari ketiga kemungkinan diatas, atau gabungan dua kemungkinan dari ketiganya, atau terjadi ketiga-tiganya dalam waktu bersamaan.

Mengambil kesimpulan dari kejadian rusaknya stabilizer berkapasitas sedang (500 VA & 1000 VA) akibat lonjakan voltase listrik yang saya alami, membuat saya berpikir, bahwa pada dasarnya stabilizer merupakan sebuah perangkat elektronik biasa yang dapat rusak akibat lonjakan voltase listrik yang cukup tinggi. Kalau demikian halnya, untuk apa menggunakan stabilizer? Tiga dari lima unit stabilizer berbagai merek berkapasitas sedang telah menjadi bangkai di rumah saya. Jadi, pada saat itu, saya menghentikan proyek “me-stabilizer-kan” listrik di rumah untuk sementara waktu.

Beberapa bulan kemudian, seorang teman bercerita telah membeli stabilizer berkapasitas daya sedang (1000 VA), buatan Cina. Singkat cerita, saya membaca manual pemakaian yang ada dalam kardus stabilizer tersebut. Salah satu informasi yang tertera di dalamnya adalah kapasitas minimal daya yang dimiliki stabilizer harus 25% lebih besar dari kapasitas daya listrik terpasang yang menjadi input.

Berulang kali saya membaca point tersebut, sampai akhirnya saya mengambil kesimpulan seandainya daya listrik sebagai input (daya listrik terpasang di rumah) harus lebih kecil 25% dari kapasitas stabilizer yang hendak dipasang, maka kapasitas daya yang harus dimiliki stabilizer adalah 125% dari daya listrik yang ada. Jadi, jika daya listrik terpasang di rumah besarnya 1300 VA, kapasitas daya yang harus dimiliki stabilizer adalah sebesar 1625 VA (?). Pemahaman kapasitas stabilizer lebih besar 25% itu sendiri memiliki kemungkinan berbeda. Jika nilai dasar perhitungan 1300 VA = 75%, untuk menjadikannya 25% lebih besar adalah 1300 / 0,75 = 1733 VA (?). Mana yang benar? Saya memutuskan untuk menggunakan nilai yang lebih besar, yaitu 1733VA.

Mungkin, itu hanya sekedar informasi biasa atau informasi asal-cetak untuk memenuhi lembar manual saja (LOL). Namun, jika dianalisa lebih jauh, ada benarnya juga. Bagaimana sebuah stabilizer dapat berfungsi dengan benar jika kapasitas daya tampung listrik yang dimilikinya lebih kecil dari daya listrik yang masuk ke dalamnya? Analoginya kurang lebih seperti menuangkan air dari jerigen berkapasitas 50 liter ke dalam ember berkapasitas 6 liter. Sementara air dalam ember yang telah tertuang belum sempat terpakai, air dari jerigen terus masuk dituang ke dalamnya.

Walau pun tidak sepenuhnya meyakini keterangan yang tercetak pada lembar manual stabilizer tersebut, tidak ada salahnya untuk mencari informasi pendukung teori yang telah dinyatakan. Sulit bagi saya untuk mendapatkan informasi pendukung lebih banyak mengenai kebenaran teori yang tercetak pada lembar manual stabilizer itu. Setelah beberapa minggu kemudian tanpa mendapat hasil informasi cukup akurat, saya nekad membeli stabilizer berkapasitas 3000 VA buatan Cina ber-merek sama dengan yang sebelumnya dibeli oleh teman saya, guna meng-cover daya listrik terpasang sebesar 1300 VA di rumah. Saat itu saya hanya berharap semoga informasi / teori yang tercetak di manual yang saya baca sebelumnya memiliki kebenaran dalam penerapannya.

Tujuan sebenarnya membeli unit berkapasitas lebih besar ±130% dari kapasitas daya listrik terpasang di rumah adalah agar sisa kapasitas dapat mengantisipasi kapasitas asli yang dimiliki oleh unit / produk stabilizer itu sendiri. Apakah benar kapasitas asli dari stabilizer tersebut sama dengan yang tertulis pada kardus kemasannya? Saya tidak pernah tahu mengenai hal itu dan tidak mau mengambil risiko untuk itu. Lagi pula, tidak ada ruginya jika memang kapasitas asli yang dimiliki unit stabilizer sama dengan yang tertulis pada kardus kemasannya. Semakin besar kapasitas stabilizer, semakin ringan kerjanya dalam menstabilkan daya listrik yang diterima sebagai masukkan (input). Begitu teori yang ada di kepala saya.
Membeli stabilizer

Kapasitas VA stabilizer

Berapa besar standar kapasitas stabilizer yang dibutuhkan untuk dipasang di rumah? Hal ini, tentunya, berkaitan erat dengan besar kapasitas instalasi listrik PLN di rumah kita. Langkah paling gampang adalah menambahkan nilai kapasitas daya listrik di rumah sebesar 25%. Jadi, untuk rumah dengan instalasi 1300 VA, dibutuhkan stabilizer berkapasitas >=1733 VA. Namun, sering terjadi kerancuan dari istilah satuan VA dengan Watt.
Satuan daya yang tertera pada stabilizer, pada umumnya menggunakan satuan VA (Volt Ampere), bukan Watt. Apa perbedaan antara VA dengan Watt? Saya pernah menanyakan hal itu pada seorang tehnisi lapangan PLN dan jawabannya adalah sama. Tidak ada bedanya. Beberapa penjual perangkat listrik juga meng-idem-kan jawaban dari tehnisi lapangan tersebut. Menurut mereka, total Watt diperoleh dari perkalian Voltase dengan Ampere (Voltase x Ampere = Watt).

Saat saya mem-browse-ing di internet, beberapa situs menyatakan hal yang sama. Namun, beberapa lainnya menyatakan berbeda. Beberapa situs yang menyatakan berbeda, menjabarkan detail tehnis perbedaan tersebut; dimana bagi awam seperti saya, sungguh sulit dimengerti. Ada artikel yang mendefinisikan kedua perbedaan tersebut secara sederhana dan cukup mudah dimengerti, alamatnya : agungriyanto1016.blogspot.com/2011/03/perbedaan-watt-dan-va.html?m=1.
Garis besar pengertian yang saya peroleh dari pembahasan perbedaan kedua satuan daya di artikel tersebut adalah VA merupakan daya semu. Sedangkan Watt merupakan daya sebenarnya. Untuk mengkonversi nilai VA ke Watt, diperlukan satu nilai lagi dari satuan yang dinamakan Faktor Daya. Default / standar nilai Faktor Daya yang biasa ditemukan pada perangkat elektronik (mis. UPS atau stabilizer) adalah 0,8. Sehingga nilai daya sebenarnya (Watt) perangkat elektronik berdaya 3000 VA adalah : 3000 x 0,8 = 2400 Watt.

Sekarang, mari kita hitung dan tentukan berapa daya sebenarnya (Watt) pada instalasi listrik PLN di rumah yang berkapasitas 1300. Pengertian instalasi listrik berkapasitas 1300, lebih banyak dimengerti (secara awam) dengan 1300 Watt. Bukan 1300 VA. Beberapa sumber menyatakan bahwa yang benar adalah 1300 VA dan bukan 1300 Watt. Seandainya memang berbeda, berarti instalasi listrik terpasang sebesar 1300 VA yang merupakan daya semu, harus dikalikan dengan nilai Faktor Daya sebesar 0,8 (?) untuk mendapatkan nilai daya sebenarnya. Sehingga, kapasitas dari instalasi listrik terpasang hanya sebesar 1300 x 0,8 = 1040 Watt. Benarkah demikian? Saya tidak tahu dan tidak pernah mengukur atau men-test total kapasitas daya listrik di rumah saya. Praktis, saya tidak mengetahui kebenaran dari teori di atas. Bagaimana menemukan nilai untuk dijadikan parameter kapasitas stabilizer yang hendak dipasang? Saya mencoba mengambil jalan tengahnya dengan menggunakan nilai tertinggi, yaitu nilai parameter kapasitas listrik yang harus di-cover adalah 1300 Watt (bukan 1040 Watt).

Jika kapasitas stabilizer harus lebih besar 25% dari instalasi daya sebenarnya yang terpasang di rumah, maka kapasitas kebutuhan Watt dari stabilizer adalah :

1300 / 0,75 = 1733,33 Watt

Jika di konversi ke dalam satuan VA, akan menjadi :

1733,33 / 0,8 = 2166,67 dibulatkan ke atas : 2167 VA

Jadi kapasitas daya VA terendah dari stabilizer yang hendak dipasang di rumah berdaya 1300 sebaiknya 2167 VA. Seandainya stabilizer dengan kapasitas tersebut tidak ada, diusahakan menggantinya dengan kapasitas yang lebih tinggi (>=2500 VA). Tindakan ini diambil untuk menjaga kemungkinan kapasitas asli unit stabilizer itu sendiri lebih rendah dari yang tertulis pada kemasannya.

Kualitas stabilizer, dalam kasus ini, sangat menentukan performa akhir dari kualitas daya listrik yang dihantarkan ke dalam instalasi kabel di rumah. Harga stabilizer berkualitas bagus (branded), cukup tinggi. Jika anda tidak mengalami masalah dengan harga tinggi yang harus dibayarkan, perlu dipastikan kredibilitas dari toko / penjualnya. Terlalu banyak produk stabilizer branded “aspal” beredar dipasaran dan digunakan sebagai kesempatan dalam mengeruk keuntungan dari ketidaktahuan konsumen oleh produsen yang tidak bertanggung jawab. Seandainya harga tinggi merupakan masalah bagi anda, saya sarankan untuk membeli unit non-branded namun produk pabrikan asli dan memiliki standar QC (kontrol kualitas) sendiri, daripada produk branded yang tidak diketahui secara pasti keasliannya. Biasanya, produk non-branded seperti itu memiliki kualitas “sedikit” lebih rendah dibandingkan produk asli dari branded terkenal. Cara menyiasatinya adalah dengan menaikan standar kapasitas dari yang kita perlukan (lebih tinggi setingkat). Umumnya, unit berkapasitas lebih besar memiliki kualitas dan ketahanan lebih tinggi (di atas kualitas unit yang kita butuhkan).

Sebenarnya, agak sulit untuk menimpakan kesalahan atas rendahnya kualitas sebuah produk selalu pada penjual / produsen. Mayoritas dari mereka lebih berfokus pada kelancaran dan distribusi barang yang mereka jual. Jarang yang memiliki pengetahuan tehnis secara detail barang dagangan mereka. Terlebih lagi untuk produk seperti stabilizer yang “jeroannya” dibungkus dengan casing. Oleh sebab itu dalam menentukan kualitas sebuah produk lebih berpedoman pada keluhan yang disampaikan oleh konsumen. Semakin sering keluhan diterima, semakin rendah kualitas sebuah produk. Demikian juga sebaliknya.
Kapasitas VA stabilizer

 

Selanjutnya⇒

Iklan

105 thoughts on “Memasang Stabilizer di Rumah”

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Jika pengertian 2000 N = 2000 VA, saya kira lebih dari cukup untuk meng-cover 1 unit AC 1 pk saja. Namun, lebih baik jika stabilizer dipasang untuk meng-cover semua perangkat listrik / elektronik di rumah (termasuk AC), sebagaimana maksud dan tujuan yang telah saya jelaskan pada artikel di atas.

      Salam.

      Suka

  1. artikel bagus,,,
    Pak saya mau tanya , dirumah saya listrik daya 2200, trus saya pasang AC yang1 Pk tetapi sering drop / tidak dingin, Pertanyaan saya sebaiknya saya pasang stabilizer yang ukuran berapa, trims !

    Suka

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah anda, dibutuhkan stabilizer berkapasitas minimal 2200 / 0,8 / 0,75 = 3667 VA atau bernilai lebih besar dari itu. Sedangkan untuk hanya kebutuhan AC 1 pk, harus diketahui nilai konsumsi daya (Watt) dari AC anda. Setelah itu, tinggal menghitungnya menggunakan rumus tersebut dengan mengganti angka 2200 menjadi angka Watt dari AC anda.

      Salam…

      Suka

  2. PAK MAU TANYa
    saya punya hairdryer 8500 waat-220 volt tpi dirimah saya listrik e 450 va
    pas beli hairdryer saya di kasihn juga stavolt… apa bisa jalan ya hairdriyer itu dirumah saya

    thanks,,mihon balsanya ya…

    Suka

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Tidak akan bisa berfungsi, walau pun dengan dukungan stavol. Kalau dipaksakan, pasti MCB di meteran akan “trip” (jepret).
      Setidaknya kapasitas di rumah anda harus 1300VA untuk bisa menggunakan hairdryer tersebut..

      Salam…

      Suka

  3. artiker yg bermanfaat”’
    om,seminggu yg lalu sy baru mmasang stabilizer 3000 untuk kapasitas 900va dirumah sy,
    awal pemasangan on ada bunyi kreeeekkk pd stabilizer….tegangan bagus diangka 221,
    bbrapa hari kmren sering pemadaman listrik di daerah sy,akibatnya klo listrik nyala mcb lngsung turun,
    n sy harus meng-OFkan dulu stabilizer n perangkat2 elektronik n baru bisa nyala lgi, kmren kejadian yg sma lgi ada pemadaman listrik,
    tpi stlah sy memutuskn perangkat2 diruma n sy coba untuk mnghidupkan malah mcb g mau ON sma sekali pada posisi stabilizer ON,trus sy ambil tindakan untuk tidak mggunakan stabilizer,anhasil normal2 tanpa memutuskan dulu arus perangkat2 didlam rumah klo trjadi pemadaman,
    yg sy mo tanyakan, apakah masalah pda stabilizernya ato instalasiny ato dmnanya???sdah sya cek kondisi dalemnya,sprtinya tidak ada yg tebakar,kabel2 normal..

    thanxs sblumnya.

    Suka

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Menurut saya tidak ada masalah dengan stabilizer maupun cara memasangnya (instalasi). Biasanya, setelah pemadaman dan listrik kembali menyala, kondisi voltase memang menjadi tidak menentu. Bisa normal, di bawah normal atau di atas normal. Dan kondisi tersebut tidak pernah tetap, selalu berubah-ubah pada saat listrik kembali menyala setiap kali setelah terjadi pemadaman.

      Mungkin dengan cara di bawah ini bisa membantu mengatasi masalah anda :

      Matikan MCB di meteran PLN, pasang kembali stabilizer seperti semula, biarkan switch stabilizer pada posisi ON. Demikian juga dengan MCB di box MCB dalam rumah, biarkan switch pada posisi ON. Tetapi, pastikan seluruh perangkat listrik / elektronik di rumah dalam kondisi mati (OFF).
      Kemudian, nyalakan (naikkan) MCB di meteran PLN. Biasanya, listrik langsung menyala. Jika tidak mau menyala, coba lagi setelah 1-2 detik kemudian.
      Setelah listrik menyala, tunggu sekitar 5 detik untuk stabilizer menyesuaikan dengan voltase yang ada, baru kemudian satu per satu perangkat elektronik / listrik dinyalakan.

      Jadi, seandainya terjadi pemadaman lagi, cukup matikan semua perangkat elektronik / listrik saja. Biarkan stabilizer dan MCB dalam rumah tetap pada posisi ON.

      Cara yang sama juga dapat dikerjakan untuk menyalakan listrik saat kondisi voltase sedang drop, sebagaimana kasus yang pernah ditanyakan disini.

      Semoga berhasil…

      Suka

  4. mas mau tanya,kalau stavolt 1000 va hanya untuk satu perangkat misalnya kulkas,sedangkan listrik
    rumah 1300 va,apakah tetap berpengaruh pada stavoltx

    Suka

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Bukan sekedar “tetap berpengaruh” saja, tapi “pasti berpengaruh” terhadap kinerja dan (terutama) daya tahan stavol. Namun, efeknya tidak langsung nyata terlihat. Sangat tergantung pada dinamika arus listrik dari PLN. Semakin sering dan ekstrim tingkat kenaikan / penurunan voltase di rumah anda, semakin cepat stavol mengalami kerusakan.

      Salam…

      Suka

Komentar ditutup.

Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: