Skema Pemasangan Stabilizer

Skema Memasang Stabilizer di Rumah Ada dua cara dasar memposisikan pemasangan stabilizer di area box MCB dalam rumah yang pernah saya kerjakan, yaitu sebelum box MCB dan setelah box MCB. Anda dapat melihat ilustrasinya sebagaimana Gambar 1 dan Gambar 2 di bawah ini.

Pemasangan Stabilizer setelah posisi box MCB

Gambar 1 :
Pemasangan Stabilizer setelah posisi box MCB

 Skema memasang stabilizer di jalur kabel output meteran kWh PLN

Gambar 2. :
Pemasangan Stabilizer sebelum posisi box MCB

Kedua cara tersebut akan menghasilkan efek yang sama untuk menjadikan kualitas listrik dalam kondisi layak pakai. Namun, menurut saya, cara yang diilustrasikan pada skema Gambar 2, cenderung lebih efektif dari segi pemeliharaan dan pengembangan jalur kabel. Dengan cara ini, anda dapat mengubah jalur kabel untuk output daya dengan lebih teratur dan rapi.

 Skema memasang stabilizer di jalur kabel output meteran kWh PLN

Gambar 3 : Penambahan jalur kabel baru dengan dasar skema Gambar 2.

Berbeda halnya dengan cara Gambar 1, agak rumit jika kita hendak melakukan pengembangan / penambahan jalur kabel daya. Seperti yang diilustrasikan pada Gambar 4 di bawah.

 Skema memasang stabilizer setelah box MCB

Gambar 4 : Penambahan jalur kabel baru dengan menggunakan dasar Gambar 1.

Skema Gambar 4 di atas inilah yang pertama kali diterapkan di rumah saya untuk satu tahun pertama. Pada tahun berikutnya, saya membeli 1 unit stabilizer baru dan memasangkan dengan skema seperti dibawah.

 Skema memasang dua unit stabilizer setelah box MCB

Gambar 5 : Pengembangan cara Gambar 4 dengan penambahan 1 unit stabilizer baru.

Hal apa yang mendorong saya menambahkan satu unit stabilizer baru? Kinerja perangkat elektronik / listrik (seperti lemari es dan lampu penerangan) yang lebih baik dan tahan lama adalah penyebab utamanya. Dalam pemikiran saya, jika memang dengan satu unit stabilizer 3000VA dapat membawa dampak positif untuk seluruh kinerja perangkat elektronik / listrik di rumah, apa salahnya seandainya ditambahkan lagi satu unit stabilizer baru berkapasitas sama? Satu unit untuk kebutuhan perangkat yang beroperasi 24 jam non-stop (lemari es / kulkas) dan lainnya untuk kebutuhan selain kulkas? Dugaan saya saat itu, cara demikian bisa (lebih) meminimalisir kerusakan perangkat elektronik yang pernah terjadi sebelumnya.

Dalam realita-nya, tidak terlihat perbedaan dalam penerapan Gambar 4 dan Gambar 5. Hanya saja, pada penerapan cara Gambar 4, seringkali terdengar suara saat stabilizer melakukan penyesuaian. Setelah keadaannya diubah seperti ilustrasi pada Gambar 5, suara penyesuaian tersebut tidak terdengar lagi. Saya berkesimpulan, berkurangnya kinerja stabilizer yang menjadikan suara penyesuaian tersebut agak mereda.

Apakah pada kapasitas listrik terpasang 1300VA akan berdampak sama seandainya dilakukan pemasangan dua unit stabilizer berkapasitas masing-masing 3000VA seperti itu dengan pemasangan satu unit stabilizer berkapasitas 5000VA atau 7500VA? Saya belum mengetahui mengenai hal itu. Pemahaman yang saya dapatkan dari tindakan memasang dua unit stabilizer tersebut adalah besar kapasitas stabilizer akan berpengaruh positif terhadap kinerja proses penyesuaian daya.

Terlepas dari cara memasang dua unit stabilizer diatas, cara dasar yang diilustrasikan pada Gambar 1 dan Gambar 2, dapat dikondisikan sesuai dengan area dimana stabilizer hendak ditempatkan secara umum. Anda tinggal memilih salah satu cara mana yang paling cocok untuk diterapkan di rumah. Ilustrasi gambar pengembangan dari kedua cara tersebut, setidaknya, dapat menjadi referensi jika anda berniat membuat jalur kabel baru atau menyesuaikan beberapa jalur kabel yang telah terpasang sebelumnya.
Skema Pemasangan Stabilizer

Kontradiktif?

Dasar cara pemasangan stabilizer yang telah saya terapkan (Gambar 1), terlihat berlawanan dengan apa yang telah saya sampaikan diatas mengenai skema pemasangan stabilizer terbaik (Gambar 2). Mungkin terasa janggal dan tidak konsisten bagi anda.

Alasan utama saya menggunakan cara Gambar 1 sebagai dasar pemasangan stabilizer di rumah adalah semata-mata dikarenakan jalur kabel antara meteran PLN dengan box MCB yang tertanam di dinding. Selain itu juga, terkendala dengan tempat meletakkan stabilizer pada area yang berdekatan dengan box MCB. Posisi box MCB yang ada di rumah saya berada pada area jalur akses keluar-masuk rumah. Area seperti itu dapat dikatakan wilayah umum di dalam rumah yang dapat diakses oleh siapa pun selain penghuni rumah. Berdasarkan pertimbangan dari segi kepantasan dan keamanan yang membuat saya mengambil keputusan untuk menggunakan cara Gambar 1.

Jadi, guna menghindari pembongkaran pada tembok atau untaian kabel yang terlihat ber-seliweran masuk dan keluar di box MCB, pencabangan kabel untuk menghubungkan ke dan dari stabilizer dikerjakan pada jalur keluaran kabel dari box MCB yang ada di atas langit-langit rumah. Terlihat mudah dan tidak memakan waktu lama jika hal tersebut dikerjakan dengan menggunakan jasa tenaga orang yang memang ahli di bidangnya.

Pada pemasangan unit stabilizer yang kedua, saya mencoba untuk mengerjakannya sendiri. Kenyataannya, tidaklah mudah dan memakan waktu cukup lama untuk seorang awam melakukan pekerjaan seperti itu. Kondisi langit-langit rumah yang relatif gelap dan panas, merupakan kendala utama untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan cepat dan benar.

Sebagaimana yang telah saya nyatakan sebelumnya, jika kondisinya memungkinkan (tidak ada tembok yang harus dibongkar atau untaian kabel yang ber-seliweran di dalam rumah), adalah lebih baik menggunakan skema pemasangan stabilizer Gambar 2. Karena, cara tersebut tidak akan mengubah apa pun yang telah terpasang di dalam rumah. Terutama, tingkat kerumitan dalam pemasangan susunan kawat antar kabel yang sangat rendah.

Bagaimana jika hendak memasang dua unit stabilizer yang dioperasikan secara paralel dengan menggunakan cara Gambar 2? Apakah akan menghasilkan efek yang sama atau bahkan lebih baik dari cara Gambar 4, saya tidak mengetahui dan belum pernah mencobanya.
Kontradiktif

Faktor-faktor lainnya yang perlu diperhatikan

Perlu anda perhatikan sambungan kawat antar kabel dan pemasangan kawat pada stabilizer, terlebih jika hendak mengerjakan pemasangan sendiri. Arus listrik aktif digambarkan disini dengan kawat berwarna hitam. Anda harus memastikan terlebih dulu kawat yang mengandung arus aktif pada kabel di rumah anda seandainya hendak mengerjakan pemasangan stabilizer (baca : Mengerjakan Sendiri Pemasangan Stabilizer di Rumah).

Pada akhirnya (sebenarnya), bukan sekedar stabilizer saja yang menjadi dasar untuk membuat kualitas listrik dalam kondisi layak konsumsi perangkat elektronik. Dukungan kualitas kabel yang memiliki kemampuan hantar arus listrik sesuai dengan kapasitas listrik terpasang, sebaiknya juga perlu diperhatikan. Tanpa dukungan kabel yang sesuai, sebaik apapun kualitas listrik yang dihasilkan oleh stabilizer, menjadi tidak berarti.
Faktor-faktor lainnya yang perlu diperhatikan
Semoga bermanfaat…!

Artikel terkait :

Iklan

2 thoughts on “Skema Pemasangan Stabilizer

Komentar ditutup.