Instalasi Dua Tangki Air berbeda Kapasitas

Posting kali ini selain bercerita tentang instalasi pemipaan dua Tangki Air berbeda Kapasitas, juga sekaligus untuk memberikan gambaran solusi lebih jelas mengenai kasus yang dialami rekan Sagung yang ditanyakan melalui Q&A.

Begini ilustrasi skema pemipaannya :

Skema tersebut merupakan modifikasi/pengembangan dari skema instalasi Dua Tangki Air dengan kapasitas sama :

Perbedaan dari kedua instalasi pemipaan tersebut, terletak “hanya” pada jalur pemipaan inlet ( jalur pipa air masuk) dan outlet (jalur pipa air keluar) dari setiap tangki air-nya. Sedangkan teknik peng-kabel-an untuk pompa dan Radar, sama sekali tidak beubah.

Dua gambar di bawah ini adalah skema pemipaan di atas versi tanpa jalur kabel :

Berikut adalah deskripsi mengenai instalasi pemipaan dua tangki air berbeda kapasitas:

Jalur pipa yang digunakan untuk mengalirkan air ke Tangki Atas, utamanya mengarah lurus menuju tangki berkapasitas lebih kecil (Tangki Atas 2). Dengan cara ini, diharapkan, dorongan tekanan air yang dipompakan dari Bak Tanam akan terfokus lebih banyak mengalirkan air ke dalam Tangki Atas 2. Tujuannya agar Tangki Atas 2 bisa terisi air secara maksimal.

Jika jalur pipa pengisian utamanya diarahkan lurus ke tangki berkapasitas lebih besar (Tangki Atas 1), besar kemungkinan Tangki Atas 1 terlebih dulu penuh dibanding Tangki Atas 2. Meski kapasitas Tangki Atas 1 jauh lebih besar, posisi pipa inlet dengan kondisi minim berkelok, membuat air mengalir lebih leluasa dan bergerak lebih cepat. Selain itu, ujung pipa inlet yang masuk ke tangki dalam kondisi polos, tidak terpasang perangkat apapun.

Seandainya air lebih dulu memenuhi Tangki Atas 1, maka Radar otomatis mematikan pompa tanpa peduli apakah Tangki Atas 2 sudah penuh terisi air atau belum. Itu sebab jalur pipa harus dibuat sedemikian rupa agar Tangki Atas 2 mendapatkan prioritas untuk diisi hingga penuh terlebih dulu sebelum pompa dimatikan oleh Radar.

Pada gambar, di bagian tengah pipa yang menuju ke Tangki Atas 2, dibuat bercabang menuju pengisian Tangki Atas 1. Dengan begitu, kelebihan dari total kekuatan tekanan air yang tidak sepenuhnya bisa dipompakan ke Tangki Atas 2, akan disalurkan melalui pencabangan menuju ujung pipa pengisian Tangki Atas 1. Ketika Tangki Atas 2 sudah benar-benar penuh, aliran air pengisian dihentikan oleh Pelampung Bola (Ball Tap). Sebagian besar fokus kekuatan tekanan air yang dipompakan akan berpindah mengalir melalui pencabangan untuk mengisikan Tangki Atas 1.

Setelah permukaan air dalam Tangki Atas 1 naik mengangkat dan melepaskan pelampung atas Radar dari kondisi menggantung, pompa akan mati secara otomatis.

Untuk di bagian bawah menara, terdapat 3 (tiga) unit check valve (klep satu arah/klep Tabok) yang terpasang di kedua jalur pipa keluaran (outlet) Tangki Atas. Check valve yang terpasang pada outlet Toren Atas 2 berfungsi sebagai penahan tekanan air dari Tangki Atas 1 agar tidak bisa bergerak naik ke Tangki Atas 2 saat pengisian kedua tangki air tengah berlangsung. Check valve ini secara otomatis akan mengatur pemakaian air berdasarkan kekuatan tekanan dari volume air dalam masing-masing tangki. Dengan begitu, volume air kedua tangki bisa tetap seimbang, hingga akhirnya air dalam kedua tangki bisa menyusut habis secara bersamaan.

Jadi, dengan model instalasi pemipaan seperti yang diilustrasikan pada gambar di atas, menjadikan total kekuatan pompa mendorong saat mengisikan air ke dalam kedua tangki, dapat dimanfaatkan seluruhnya mulai dari awal waktu pengisian hingga selesai. Selain kedua tangki dapat terisi air secara maksimal, kinerja pompa menjadi efektif dan energi listrik untuk menyalakan pompa terpakai secara efisien.

Semoga bermanfaat! 🙂

4 tanggapan untuk “Instalasi Dua Tangki Air berbeda Kapasitas”

  1. Permisi pak.. mohon ijin tanya.. Rumah sy di lantai 3.5 memiliki 2 toren air, 1 saringan air , plus sy pasang pompa dorong ( water heater tenaga surya belum sy instalasi ttapi akan sy pasang nanti).. yang jd pertanyaan kenapa air keran dan shower di lantai 1 masih lemah ya pak?? Padahal sdh pakai pompa dorong/booster.. tq

    Suka

      1. Setelah toren baru ke saringan air nya.. dan posisinya sejajar di lantai, apa itu berpengaruh?? Atau pak ada terima re-instalasi air? WA sy

        Suka

      2. No. WA anda saya hapus untuk menghindari penyalahgunaan pihak ketiga.

        Pemasangan filter/saringan air “bisa” memengaruhi kekuatan tekanan air yang dipompakan, namun tergantung dari posisi pemasangannya.

        Jika tekanan air yang masuk ke dalam Toren cukup kuat, maka anda bisa memindahkan filter air di jalur pipa yang masuk ke Toren.

        Jika tekanan air tidak cukup kuat dan kualitas air yang masuk cukup kotor, anda harus memiliki satu wadah/toren/bak penampung yang bersifat sebagai penampung sementara untuk air kotor. Di tempat ini air kotor dibersihkan/disaring, kemudian air hasil penyaringan dialirkan ke toren air bersih.

        Prinsipnya, hindari memasang filter air di jalur pipa keluaran Toren jika anda menghendaki tekanan air yang cukup kuat.

        Maaf, saya tidak menerima mengerjakan instalasi pemipaan.

        Salam. 🙂

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s