Speaker Pipa

Gambar : Speaker Bluetooth

Sekitar pertengahan bulan Juni kemarin, saya membeli pipa PVC berdiameter 4 inch sepanjang 1 meter. Ditambah juga dua buah dop pipa untuk dijadikan sebagai penutup di kedua ujung pipa. Tidak ada alasan dan kepentingan secara spesifik dari pembelian pipa beserta dua dop-nya itu. Hanya sekadar iseng jika kemudian di satu waktu nanti dibutuhkan untuk membuat filter air (tabung-inti).

Dua minggu sejak pembelian, saya coba memasukkan speaker bluetooth ke dalam pipa tersebut tidak lama setelah membaca pemanfaatan batang bambu untuk dijadikan booster speaker handphone. Speaker saya taruh dalam dop, kemudian dipasangi pipa 4 inch. Posisi pipa berdiri (vertikal) dengan kondisi ujung sebelah atas pipa dibiarkan terbuka.

Gambar : Potongan Spons Bekas

Suara musik yang keluar dari ujung atas pipa sangatlah buruk. Terdapat gema yang cukup kuat di dalam pipa dan memengaruhi suara asli. Mirip suara kaset rusak atau cassette-player yang kehabisan power.

Gambar : Dop Pipa + Potongan Spons Bekas

Beberapa hari kemudian, saya sisipkan sepotong spons bekas sebagai dudukan alas speaker bluetooth di dalam dop. Ada perbaikan output speaker secara signifikan dari dalam pipa. Masih terdengar gema, namun tidak separah sebelumnya.

Satu-dua hari setelahnya, saya tambahkan potongan spons bekas hingga seluruh bagian dasar dop tertutup sepenuhnya. Output suara yang dihasilkan, nyaris tanpa gema. Hanya pada nada-nada tertentu saja masih terdengar gema.

Gambar : Memosisikan Speaker Bluetooth

Beberapa hari berlalu mendengarkan musik melalui speaker bluetooth di dalam pipa, fokus output suara musik yang mengarah ke atas mulai terasa tidak pas.

Sekitar seminggu setelah potongan spons kedua ditambahkan, saya buat beberapa lubang di bagian atas pipa untuk mengalihkan fokus suara ke arah samping sekeliling pipa. Untuk membuat lubang-lubang tersebut, terlebih dulu saya membuat pola dua lubang di sehelai kertas.

Gambar : Pola lubang di sehelai kertas

Kemudian, pola lubang dikertas dijiplakkan ke dinding pipa.

Setelah gambar hasil menjiplak dari pola sudah rata ukuran jaraknya, dinding pipa baru dilubangi. Ujung bagian atas pipa ditutup dengan dop.

Gambar : Dinding Pipa setelah dilubangi dan dipasang Dop

Meski kemudian output suara bisa terfokus di sekeliling pipa, hasilnya terdengar setengah hati. Jauh lebih bagus output suara tanpa dop terpasang di ujung pipa.

Akhirnya… kualitas output suara baru bisa memenuhi selera rasa yang saya inginkan setelah dop dilubangi…

Gambar : Dop bagian atas setelah dilubangi

Gambar berikut merupakan bagian-bagian yang terpasang pada Speaker Pipa :

Seperti ini penampakan Speaker Pipa seutuhnya :

Gambar : Speaker Pipa

Music player yang saya gunakan sebagai alat uji coba ada dua, yaitu: Samsung dan VLC. Sedangkan lagu-lagu mp3 yang saya putar untuk dijadikan tester diperoleh dari hasil mengkonversi CD Audio Original. Agak sulit untuk memastikan ukuran kualitas output suara jika menggunakan hasil rekaman musik bajakan.

Saya tidak tahu perbandingan perbedaan kualitas suara antara speaker bluetooth di atas (yang didapat dari bonus pembelian hp Samsung) dengan speaker bluetooth sekelas Bose atau Sony. Pipa paralon yang saya buat di atas, hanya berfungsi sebatas menyempurnakan kualitas output suara speaker. Bukan kualitas teknis jeroan speaker.

Tidak setiap orang memiliki selera yang sama terhadap kualitas output suara yang dihasilkan sebuah produk speaker. Saya termasuk yang menginginkan tipe kualitas suara speaker yang seimbang di semua level (treble, middle dan bass). Speaker Pipa ini mampu menyajikan situasi tersebut dengan output suara yang (nyaris) bulat di setiap levelnya.

Tertarik untuk mencoba? 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *