Memasang Lampu +Emergency

Ada beberapa faktor yang sekiranya menjadi dasar agar lampu +emergency bisa berfungsi dengan benar.

Di bawah ini saya sajikan foto yang menunjukkan dimana posisi muatan arus Fasa dan Netral “seharusnya” mengaliri bagian dari fitting lampu :

Itu adalah “default” posisi arus listrik yang semestinya terdapat pada semua fitting lampu. Dimana yang menjadi bagian tengah dialiri dengan arus Fasa, dan arus Netral di bagian pinggir fitting lampu. Kondisi “default” tersebut sering diabaikan karena lampu itu sendiri pada umumnya akan tetap bisa dinyala-matikan walau posisi arus listrik fitting lampu dipasang terbalik. Namun, pada lampu +emergency, kondisi “default” tersebut adalah mutlak.

Lampu +emergency menggunakan perbedaan jenis muatan arus listrik sebagai dasar mengatur nyala-mati lampunya secara otomatis berdasarkan kondisi aliran listrik yang diterimanya. Termasuk juga untuk proses me-recharge baterai. Sehingga, aliran listrik pada fitting lampu yang tidak sesuai dengan “default”, akan membuat lampu +emergency menyala tanpa bisa dimatikan.

Faktor mendasar lainnya adalah lampu +emergency tidak bisa dipasang “pararel” berbarengan dengan sembarang lampu SL, kecuali lampu SL Keong. Mungkin dikarenakan lampu SL Keong menggunakan penerapan teknik arus listrik yang sama dengan lampu +emergency. Jika kita paksakan untuk terpasang pararel dengan lampu SL Jari, maka akan sama hasilnya. Yaitu : lampu +emergency menyala tanpa bisa dimatikan.

Agar lampu +emergency dapat dipasang berbarengan dengan lampu SL “bukan” Keong dalam satu ruangan, maka harus menggunakan teknik rangkaian kabel listrik “serial”. Contoh skema rangkaiannya seperti di bawah ini:

Disini, kita gunakan saklar ganda / double untuk men-“serial”-kan aliran listrik di satu jalur kabel. Dengan begitu, listrik yang mengalir di satu jalur kabel dipecah untuk dua kepentingan pemakaian listrik berbeda.

Sebagaimana gambar skema rangkaian kabel di atas, kita mendapatkan tiga opsi pengoperasian nyala-mati lampu dalam sebuah ruangan, yaitu :

  • Tiga lampu dinyalakan berbarengan
  • Hanya satu lampu tengah yang menyala
  • Hanya dua lampu pinggir yang menyala

Kita pun memiliki opsi dalam menentukan lampu yang hendak dipasang sesuai kebutuhan, yaitu :

  • Dua lampu SL dengan satu lampu +emergency
  • Satu lampu SL dengan dua lampu +emergency

Jadi, apapun jenis lampu yang hendak kita pakai, pasti berfungsi dengan benar jika aliran arus listrik yang terdapat pada fitting lampu terpasang sesuai dengan default-nya. Masalah ketidaksesuaian kompatibilitas antar jenis lampu yang hendak dipasang berbarengan di satu ruangan, dapat diatasi dengan menggunakan model rangkaian kabel listrik serial. Dengan demikian, lampu bisa dikelompokkan sesuai jenisnya di masing-masing jalur kabel yang telah tersedia dan tidak akan berbenturan dengan lampu yang berbeda jenis meski menggunakan satu sumber jalur kabel listrik yang sama.

Semoga bermanfaat! ☺
icon.top.document

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s