Perangkat LPF vs Perangkat Filter Air siap Pakai

Perangkat LPF vs Perangkat Filter Air siap PakaiSeorang kenalan yang telah lama menggunakan filter air siap pakai, mengomentari tentang banyaknya kekurangan dari perangkat filter (LPF) yang saya buat. Saya menanggapinya dengan “nyengir kuda” 😆. Berbagai kelebihan dari perangkat filter air siap pakai yang digunakan di rumahnya, terucap meluncur keluar dengan sangat lancar. Harga perangkat filter yang “cukup” terjangkau (tidak murah!) dan kemudahan dalam pemakaian menjadi dua senjata andalan untuk menyerang keberadaan perangkat LPF.

Selama pembicaraan berlangsung… saya tetap bersikap sama seperti semula. Menjadi pendengar yang baik (seraya diseling dengan sesekali nyengir kuda 😆😆😆) tanpa berusaha untuk memberikan sanggahan / argumentasi dari semua perkataannya mengenai filter air siap pakai. Hingga akhirnya, pembicaraan pun beralih ke topik berbeda.

Lalu, apa sebenarnya alasan yang membuat saya enggan menanggapi pembicaraan tentang perbandingan filter air seperti itu?
Perangkat LPF vs Perangkat Filter Air siap Pakai

Satu Tujuan dengan Beragam Cara

Tujuan dari dibuatnya perangkat filter air, apapun model dan peruntukan nya, adalah membuat air yang semula terlihat kotor menjadi lebih jernih. Sehingga, jika memang ada hal yang bisa diperbandingkan antara satu perangkat filter dengan lainnya, maka penilaian atas perbedaan yang ditemukan cenderung bersifat subjektif / personal / pribadi. Karena, membandingkan perbedaan berdasarkan pemakaian antara satu perangkat dengan perangkat lainnya secara umum, akan selalu berakhir di satu kesimpulan, yaitu seberapa besar kekuatan uang yang kita miliki untuk bisa membeli perangkat filter air dengan teknologi paling mutakhir.

Dalam pandangan saya, filter air siap pakai merupakan produk yang telah banyak mengalami evolusi. Perkembangan terakhir dari pemakaian bahan-bahan / media penjernih air yang diterapkan, sudah bisa dibilang mumpuni untuk menghasilkan air bersih siap pakai berkualitas tinggi. Hanya saja, hingga saat sebelum perangkat LPF dibuat, saya mendapatkan bahwa model produk filter air siap pakai yang ada di pasaran tidak menyediakan solusi penyelesaian masalah yang sedang saya hadapi.

Perangkat LPF yang di deskripsikan di beberapa artikel mengenai filter air dalam blog ini, memang cenderung dibuat mengikuti pola pikir pribadi saya tentang cara menangani pemakaian filter air. Jika hal seperti itu menjadikan ada perbedaan antara perangkat LPF di banding perangkat filter air siap pakai, menurut saya, memang sudah seharusnya. Bahkan, semua yang terdapat di perangkat filter air siap pakai sama sekali tidak dimiliki oleh perangkat LPF.
Satu Tujuan dengan Beragam Cara

Ketidakpastian kualitas air keluaran perangkat LPF

Sayangnya, dalam semua komentar mengenai kekurangan perangkat LPF yang terucap itu, tidak ada sedikitpun pembicaraan tentang perbandingan dari air yang dihasilkan dari kedua perangkat. Dugaan saya, kedua perangkat memiliki kemampuan menghasilkan air bersih yang mirip. Karena, kalau tidak demikian, pasti hal itu sudah menjadi tambahan “amunisi” untuk lebih menyudutkan perangkat LPF.

Berdasarkan kenyataan itu, saya mengambil kesimpulan dari sudut pandang berbeda mengenai komentar tentang kekurangan perangkat LPF ini, yaitu desain model jeroan yang terakhir dikerjakan, telah sesuai dengan konsep teknik menjernihkan air sebagaimana yang saya harapkan. Loh, kok begitu?

Jadi, selama dan sampai terakhir perangkat LPF disempurnakan, tidak ada satupun keyakinan dalam diri saya bahwa semua proses menjernihkan air telah dikerjakan dan berjalan dengan benar?

Mungkin begitu pertanyaan beberapa dari anda yang mengartikan kesimpulan cerita saya di atas…

Memang benar demikian, saya tidak pernah meyakini sebuah konsep yang baru diterapkan (apapun jenis teknologinya) bisa berfungsi dengan benar hingga 100% tanpa disertai pengakuan secara tidak langsung dari beberapa pihak. Kebetulan, ada dua peristiwa berasal dari sumber berbeda yang menyatakan secara tidak langsung kejernihan air hasil perangkat LPF. Pertama, peristiwa yang terkait dengan petugas pencatat meter PAM. Dan kedua, berkaitan dengan tetangga di sekitar rumah saya.
Ketidakpastian kualitas air keluaran perangkat LPF

Cerita tentang Petugas PAM

Saat pertama melihat air hasil perangkat LPF dalam bak penampungan, petugas pencatat meter PAM mengomentarinya dengan dasar bahwa kualitas air PAM yang kini diterima pelanggan telah lebih baik. Dan saya, hanya tersenyum dalam menanggapinya. Ketika bulan selanjutnya kembali melakukan pencatatan, sambil saat mem-foto angka di meteran dia bertanya, mengapa air di bak penampungan rumah saya jauh lebih bersih dibanding yang ada di bak penampungan di rumah tetangga sekitar?

“Mungkin karena filter air-nya, Mas…”, jawab saya.

“Ooh, begitu.”, kata si petugas sambil berlalu.

Sejak kejadian itu, tidak ada lagi kata yang terucap dari petugas pencatat meter terkait kualitas air PAM.
Cerita tentang Petugas PAM

Cerita tentang para tetangga

Satu pagi, sepulang berbelanja dari pasar di dekat rumah, istri saya langsung bercerita mengenai kondisi air PAM semalam yang diterima tetangga sekitar rumah.

“Emangnya kotor ya itu air PAM yang semalem?”, begitu pertanyaannya sehabis selesai bercerita.

“Yaaa…., coba aja liat di bak penampung. Kotor (apa) nggak?”

Setelah pergi menengok air di bak penampung, dia kembali bertanya kepada saya, “Kok nggak kotor, sih?”

“Filter-nya, meng-kali.”, begitu saya menjawab sambil tersenyum.
Cerita tentang para tetangga

Pengakuan Tidak Langsung?

Apa definisi dari “pengakuan tidak langsung” yang saya maksudkan?

Bisa dibilang sebagai sebuah jawaban yang menceritakan sebuah keadaan tanpa di dahului dengan pertanyaan yang mengarahkannya untuk menjawab. Dalam kasus air di atas, saya tidak pernah menanyakan secara langsung bagaimana perbandingan kejernihan air di bak penampung rumah saya dengan tetangga sekitar dan juga kenalan yang mengomentari perangkat LPF.

Lalu, benarkah air yang dihasilkan perangkat LPF memiliki tingkat kejernihan yang cukup untuk bisa disandingkan dan dijadikan sebagai air layak pakai? Hanya pihak-pihak itulah yang bisa memberikan jawaban yang sebenarnya, karena saya tidak memiliki pembanding air antara sebelum dengan setelah hasil proses penyaringan. Namun, mengaitkan kondisi air yang mereka ucapkan secara spontan, saya menyimpulkan bahwa tingkat kejernihan air yang saat ini dipakai di rumah, jauh lebih baik dibanding yang digunakan tetangga sekitar rumah saya.
Pengakuan Tidak Langsung?

Jadi…

Filter air, bagaimanapun juga, tetap merupakan alat / perangkat untuk menjernihkan air. Saya tidak melihat terdapat kepentingan yang lebih tinggi daripada untuk memenuhi kebutuhan tersebut dari tujuan seseorang memiliki perangkat filter air. Jadi, perbedaan yang terdapat antar perangkat filter, cenderung ditujukan sebagai pilihan kemudahan bagi orang yang hendak menggunakannya untuk mendapatkan air bersih.

Hanya ada dua kategori jenis air yang dibutuhkan oleh kita (manusia), yaitu : layak pakai dan layak konsumsi. Selama air yang dihasilkan terlihat jernih, tidak berwarna dan tidak berbau; menurut saya sudah bisa untuk dikategorikan sebagai air layak pakai. Tidak menjadi masalah, apapun dan bagaimanapun model perangkat filter air yang digunakan untuk mendapatkannya. 🙂

Selamat menikmati air bersih!
Jadi...

Iklan