Pengembangan Skema Pemipaan Dua Tangki Air

Di artikel ini, saya menyajikan beberapa gambar ilustrasi dari teknik pemipaan untuk instalasi tangki air menggunakan lebih dari dua unit tangki. Konsep dasar dari teknik pemipaan yang digunakan adalah dengan mengembangkan dua teknik skema pemipaan yang telah di jelaskan di artikel Memasang “Dua” Tangki Air di Rumah. Hasil penggabungan dari kedua teknik tersebut, bisa diaplikasikan secara fleksibel. Baik untuk bagian tangki yang ditempatkan di atas menara maupun di permukaan dak di bagian atas rumah.

Ilustrasi instalasi tiga tangki air dengan menara
Ilustrasi instalasi empat tangki air dengan menara
Ilustrasi instalasi tiga tangki air di dak rumah
Ilustrasi instalasi empat tangki air di dak rumah

Untuk mempermudah dalam dan selama penulisan unit-unit tangki yang diilustrasikan, saya memberi sebutan untuk unit tangki di area bagian bawah rumah dengan istilah “tangki pengalih”. Sedangkan untuk unit tangki di area bagian atas rumah dengan istilah “tangki penerima”.

Jumlah tangki yang diilustrasikan, dibatasi hanya dengan menggunakan empat unit tangki air saja. Besaran volume kapasitas tangki yang hendak digunakan, bisa diubah sesuai kebutuhan dan situasi yang ada. Saya rasa, 4 (empat) unit tangki air yang masing-masing berkapasitas 1 m³ , sudah cukup bisa mendukung sebagai tempat cadangan air untuk kebutuhan hingga 8 orang selama sehari di satu rumah.

Dalam penerapannya, menggunakan kapasitas tangki air yang sama, akan mempermudah pengerjaan dibandingkan dengan menggunakan tangki yang berbeda kapasitas. Besar total kapasitas tangki penerima bisa sama atau lebih kecil dibanding dengan total kapasitas tangki pengalih. Hal tersebut mengacu pada tingkat konsistensi volume air yang harus di distribusikan ke tangki di bagian atas. Dengan dikondisikan seperti itu, diharapkan pompa hanya akan bekerja / menyala satu kali untuk setiap pengisian air ke dalam tangki ke bagian atas hingga penuh.

Total kapasitas tangki penerima boleh dan bisa lebih besar dari total kapasitas tangki pengalih. Namun, seandainya memang masih tersedia cukup ruangan di area bagian bawah rumah, lebih baik untuk membuat perbandingan total kapasitas tangki pengalih lebih besar dibanding tangki penerima. Tujuannya adalah untuk mempermudah pemeliharaan dan perawatan keseluruhan perangkat jangka panjang.
Pengembangan Skema Pemipaan Dua Tangki Air

Pertimbangan Bentuk Fisik Tangki Air

Untuk tempat penampungan air berkapasitas lebih dari 2000 liter (2 meter kubik) yang hendak di letakkan di area bagian bawah rumah, ada baiknya menggunakan bak penampungan air berbentuk kubus / segiempat yang wujudnya seperti sebuah kolam atau bathtubs. Biasanya, terdapat penutup untuk melindungi bagian yang terbuka yang sudah termasuk dalam transaksi pembelian setiap unit tangki.

Ilustrasi instalasi dua tangki air dengan tangki tanamBaik itu diposisikan di bawah maupun di atas permukaan tanah, model penampungan air berbentuk kolam seperti itu lebih mudah dalam hal perawatan dan pemeliharaannya. Pembuatan tempat kedudukan tangki (ruang berbentuk kotak berdinding semen seukuran tangki) pun relatif murah, karena hanya berfungsi sebagai pelindung “tepian-sisi” dan dasar tangki saja. Kondisi akhir ruang kedudukan tangki, mirip seperti bak penampung air. Hanya saja, bagian dasar kedudukan harus di beton. Tidak dibutuhkan keramik untuk melapisi seluruh permukaan dinding dan dasar ruang. Tangki bisa dimasukkan dan diisikan air untuk langsung dipakai begitu semen mengering. Sungguh sangat praktis dan sederhana.

Model bak penampungan seperti itu umumnya dibuat berbahan dasar fiber (resin). Terkadang, ada toko khusus penyedia dan penjual resin yang juga melayani pembuatan tangki dengan berbagai macam bentuk model, termasuk diantaranya model tangki seperti kolam sebagaimana yang saya ceritakan. Kita dapat memesan sesuai ukuran, bentuk dan ketebalan tangki yang dibutuhkan. Mengenai besaran harga, sangat tergantung dari model dan tingkat ketebalan tangki.
Pertimbangan Bentuk Fisik Tangki Air

Pengembangan dari fungsi awal

Gambar-gambar model instalasi teknik pemipaan di atas, bisa dikembangkan lagi untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan tertentu, seperti misalnya menyaring kotoran dalam air. Baik air yang diperoleh dari PAM mau pun sumur.

Namun, saya melihat, perlu ada penyesuaian dan modifikasi dalam posisi letak ketinggian pada masing-masing tangki pengalih jika memang hendak dijadikan sebagai fasilitas penyaring kotoran. Hingga saat ini, saya belum mendapat gambaran lebih jelas untuk membuat rancangan model instalasi yang bisa digunakan sesuai dengan kepentingan seperti itu.

Gambar-gambar tersebut, masih terlalu sederhana jika dikatakan bisa digunakan untuk kepentingan tujuan merekayasa air yang sesungguhnya. Disini, saya hanya mencoba memberikan sebuah gambaran umum mengenai dasar teknik pemipaan yang bisa digunakan untuk dua tujuan, yaitu : memperbesar tempat kapasitas cadangan air dan membagi konsentrasi volume air ke dalam dua tangki.
Pengembangan dari fungsi awal

Menyalahi Aturan PAM?

Secara garis besar, model instalasi banyak tangki air, bukan merupakan sesuatu yang umum terpasang di setiap rumah tinggal. Jika memang terdapat kebutuhan untuk membuat tempat cadangan air yang cukup besar di sebuah rumah, biasanya, cenderung bukan sekedar untuk memenuhi pemakaian air untuk skala kebutuhan rumah tangga.

Apakah cara menimbun air dalam banyak tangki seperti itu tidak melanggar aturan yang diberlakukan oleh PAM?

Selama tujuan akhirnya adalah memenuhi “kebutuhan air sehari-hari seluruh anggota keluarga di rumah”, saya tidak melihat tindakan seperti itu sebagai sebuah kesalahan. Perlakuan dan cara dari setiap m³ air yang masuk, terjadi secara wajar (tidak disedot pakai pompa hisap). Tidak ada perbedaan dengan rumah lain yang berada di sekitar. Lagipula, setiap m³ air yang tertampung, sudah pasti dan harus mengalir untuk pemakaian sehari-hari. Air yang mengendap dalam waktu lama akan membuat tingkat layak pakai dari air itu sendiri menjadi berkurang alias kadaluwarsa.

Jadi, memang tidak ada gunanya jika volume air dalam jumlah besar hendak disimpan dalam jangka waktu lama tanpa disertai pengaturan untuk perputaran penggantian air lama dengan air baru secara konsisten.

Memiliki cadangan air bersih lebih banyak, bukan berarti memiliki kemampuan mendapatkan air bersih lebih banyak dibanding pelanggan lainnya. Membuat tempat untuk menyimpan cadangan air bersih berkapasitas besar, berbeda dengan tindakan menghisap air PAM menggunakan pompa yang berarti sama dengan “memaksakan” air PAM untuk bisa mengalir masuk “lebih banyak” ke dalam rumah dibanding ke rumah pelanggan lainnya.
Menyalahi Aturan PAM?

Jadi…

Sebenarnya, ilustrasi memasang banyak tangki air yang saya sajikan disini, bertujuan untuk memberikan gambaran bagi mereka yang ingin membuat fasilitas cadangan air bersih berkapasitas cukup besar namun terkendala dengan berbagai macam keterbatasan keadaan.

Misalnya, ilustrasi instalasi tiga tangki air untuk diletakkan di dak, bisa digunakan untuk mengakomodasi struktur bangunan rumah yang lemah di bagian dak. Kita dapat meletakkan satu tangki air berkapasitas 500 liter di dak dan dua tangki masing-masing berkapasitas minimal 500 liter di area bagian bawah rumah. Dengan model instalasi seperti itu, bisa digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan cadangan air untuk 4 orang dalam sehari tanpa harus menggunakan satu tangki berkapasitas 1000 liter yang diletakkan di dak rumah.

Jika ternyata kebutuhan air yang perlu dicadangkan lebih besar dari 1000 liter, kita tinggal mengubah / mengganti tangki di bawah dengan kapasitas yang lebih besar / sesuai yang dibutuhkan. Tidak ada pemborosan listrik karena pompa menyala beberapa kali untuk mengisi tangki 500 liter yang terletak di dak. Karena, berapapun besar kapasitas tangki yang dipasang di dak, jumlah volume air yang didistribusikan dari tangki bawah ke tangki atas adalah sama, yaitu sebesar total pemakaian air dari seluruh penghuni rumah.

Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya di artikel Memasang Tangki Air di Rumah, tidak perlu terpaku pada satu paket instalasi satu tangki air saja. Sekiranya memang perlu mencadangkan air dalam jumlah cukup besar namun terdapat kendala untuk mewujudkan dengan menggunakan satu tangki air berkapasitas besar, kita bisa memecah nya menjadi beberapa unit tangki air berkapasitas lebih kecil. Untuk menyesuaikan pemasangan pipa antar tangki, bisa dengan menggunakan konsep dasar teknik pemipaan seperti yang diilustrasikan di artikel Memasang “Dua” Tangki Air di Rumah.

Semoga bermanfaat!
Jadi...

Artikel Terkait :

Pengembangan Skema Pemipaan Dua Tangki Air

Iklan