Menghemat Energi

halaman 1 dari 3

Menghemat Energi Listrik di Rumah Kata-kata yang terdengar akrab di telinga pada waktu belakangan ini. Slogan utamanya adalah “Penghematan Energi”. Sebagai awam, saat ini saya tidak pernah terpikir untuk dapat mengikuti contoh tindakan penghematan energi sebagaimana yang ditayangkan di banyak media elektronik. Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengurangi pemakaian listrik pada saat sekarang ini, karena hampir semua produk perlengkapan alat-alat rumah tangga dioperasikan menggunakan tenaga listrik.

Realitanya, tindakan menghemat energi dengan cara mengurangi pemakaian daya listrik tidaklah semudah dengan menjalaninya. Mengurangi ketergantungan akan listrik untuk hidup saat ini yang 90% didukung oleh keberadaan perangkat elektronik, tidaklah membuat kita menjadi lebih pintar dalam mengatur pemakaian energi. Saya belum menemukan sekelompok masyarakat yang mengenal teknologi dapat bertahan tanpa dukungan energi listrik dalam menjalani hidup sehari-hari. Mengurangi frekuensi satu kebiasaan akan menambah frekuensi pada kebiasaan yang lain. Menghilangkan satu kebiasaan akan menciptakan kebiasaan baru untuk dijalani. Saat ini, tidak ada satu kebiasaan / rutinitas yang sama sekali tidak melibatkan energi listrik. Berapa banyak energi listrik yang digunakan oleh seorang manusia dalam sehari? Sangat bervariasi, tergantung tingkat kehidupan dan pemahamannya mengenai teknologi. Namun yang pasti adalah “tetap ada” pemakaian selama 24/7.
Tindakan menghemat energi dengan mengurangi pemakaian daya listrik yang paling efektif adalah membuang lemari es / kulkas di rumah. Anda akan mengurangi 1/4 hingga 1/3 pemakaian energi listrik di rumah dalam sehari tanpa keberadaan kulkas.

Tolong koreksi bila saya salah menganalogikan, bahwa anjuran mengurangi pemakaian perangkat elektronik tertentu untuk menghemat energi bagaikan membicarakan ujung langit. Tidak ketahuan dimana akhir dan manfaatnya.

Kalau pun kita hendak mengganti perangkat elektronik yang ada dengan menggunakan perlengkapan analog, mampukah kita menjalaninya, seperti mengganti penggunaan mesin cuci (washing machine) dengan papan bergerigi untuk mencuci pakaian? Seberapa banyak waktu luang yang anda miliki untuk mengerjakan satu / beberapa pekerjaan dengan menggunakan perangkat analog?

Cara menghemat dengan mengurangi pemakaian listrik, sebenarnya, lebih ditentukan pada strategi pilihan jenis perlengkapan elektronik yang dipakai di rumah. Misalnya, konsumsi listrik untuk lemari es satu pintu model lama hampir sama dengan lemari es dua pintu model baru yang memiliki kapasitas liter lebih besar. Namun, ada kelebihan lain dari perangkat fisik dan mesin lemari es model lama yang ternyata jauh lebih kuat daripada model baru.

Adakah cara selain strategi pemilihan perangkat?
Menghemat Energi

Pengertian Menghemat Energi

Menurut saya, dasar pengertian menghemat energi adalah meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemakaian energi setinggi mungkin. Bukan mengurangi kebutuhan akan pemakaian energi. Jadi, berapapun besar dan lama tindakan pemakaian energi adalah sah-sah saja selama dilakukan dengan cara yang benar dan efektif. Misalnya, menyalakan lampu penerangan di luar rumah saat menjelang malam dan (pasti) dimatikan saat fajar. Bukan dengan cara tidak menyalakannya sepanjang malam atau tetap membiarkannya menyala sepanjang siang.

Jadi, batas penerapan dari tindakan menghemat energi adalah menekan / meminimalisir jumlah pemakaian energi secara sia-sia. Bukan mengurangi / meminimalisir pemakaian energi yang dibutuhkan (memang seharusnya dipakai).

Pentingnya memahami arti menghemat energi yang kita anut, akan menentukan tindakan selanjutnya yang hendak kita kenakan dalam menciptakan kondisi hemat energi sehari-hari di rumah. Perlu dipahami dengan benar bahwa wujud tindakan menghemat energi harus ditentukan berdasarkan efektifitas cara kita memperlakukan penggunaan energi. Bukan berdasarkan besar nilai uang yang dikeluarkan untuk membiayainya.

Harga energi itu sendiri telah ditentukan oleh penjualnya. Naik-turunnya harga energi yang harus kita beli, berada diluar kendali dan jangkauan kita. Sebagai pengguna (pembeli) adalah salah jika kita mencoba terus mengatur jumlah pengeluaran biaya pemakaian energi menggunakan dasar harga jual energi yang diberlakukan. Dengan kata lain, kita tidak bisa terus mengandalkan cara mengurangi pemakaian energi (yang sebenarnya memang kita butuhkan) agar biaya untuk membeli energi dapat tercukupi, khususnya energi listrik.

Memang benar, kita tidak dapat terhindar dari ketergantungan ketersediaan pasokan energi listrik yang disediakan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah PLN. Walau pun realitanya sebagian besar pemenuhan kebutuhan hidup saat ini harus menggunakan energi listrik, bukan berarti kita tidak dapat mengurangi besaran jumlah energi yang dibutuhkan.
Pengertian Menghemat Energi

Batas dan kategori hemat energi

Seandainya jumlah dari pemakaian energi secara sia-sia dapat kita tekan dan kendalikan, kita akan memperoleh nilai besaran kuantitas energi yang sebenarnya dibutuhkan untuk memenuhi keperluan sehari-hari di rumah. Dengan mengetahui nilai besaran kuantitas kebutuhan energi tersebut, kita akan mengerti konsekuensi apa yang harus kita hadapi jika nilai besaran itu dikurangi atau ditambahkan. Maka, kita pun akan memahami, besar usaha yang harus dikerjakan dan uang / pendapatan yang harus dihasilkan agar kita bisa membiayai energi sesuai dengan kondisi “cukup pakai”.

Tindakan tersebut akan membentuk dasar cara berpikir kita untuk menjadi lebih peka dalam mengenali dan memahami jenis konsep atau produk teknologi yang benar-benar menganut basis hemat energi. Dari kemampuan cara berpikir seperti inilah kita akan memahami dengan baik, jenis konsep atau produk teknologi seperti apa yang dibutuhkan agar kita tetap bisa berada pada kondisi “cukup mengkonsumsi energi”.

Cara berpikir seperti itu penting kita kuasai, karena hanya kita yang mengerti batas keadaan “cukup mengkonsumsi energi” untuk kebutuhan kita sendiri. Tidak semua orang memiliki ukuran sama mengenai jumlah energi yang harus diselamatkan dari perilaku tidak efektif dalam pemakaian energi. Besaran nilai ukuran yang anda miliki adalah 100% sepenuhnya berlaku hanya untuk anda sendiri. Karena, efektif-tidaknya satu tindakan pemakaian energi, ditentukan oleh kenyamanan yang anda rasakan saat menggunakannya. Walau pun di beberapa bagian ada kesamaan dengan orang lain, tetap saja realisasi dari total kuantitas energi yang dikonsumsi akan berbeda.

Misalnya, dengan menggunakan perangkat home theatre yang sama, mendengarkan musik via headset akan mengkonsumsi daya jauh lebih kecil dari pada via studio speaker. Namun, efektif-tidaknya cara yang dipilih untuk melakukan tindakan itu, sepenuhnya tergantung dari kenyamanan pelakunya. Bukan berdasarkan perbandingan efisiensi pemakaian daya dari kedua cara tersebut.

Jadi, bukan berarti satu kesalahan jika seseorang menganut batas ukuran nilai hemat energi lebih sedikit / banyak dari yang kita miliki. Demikian juga sebaliknya, bukan berarti kita salah menganut batas ukuran nilai hemat energi lebih sedikit / banyak dari yang dimiliki orang lain.

Contohnya : batas dan kategori hemat energi yang saya gunakan adalah “Pemakaian energi dengan sedikit waktu, biaya dan tindakan; dapat diperoleh kualitas hasil memadai (secara umum) disertai kuantitas relatif besar dan banyak.. Batas nilai ukuran dari kata “sedikit“, “memadai” dan “relatif besar dan banyak“, memiliki persepsi yang berbeda pada orang lain. Toleransi nilai ukuran terendah dan tertinggi dari kata-kata tersebut, sepenuhnya menjadi keputusan dan kebijaksanaan saya. Karena, saya-lah yang akan menjalaninya sendiri. Bukan orang lain.
Batas dan kategori hemat energi

Wujud tindakan menghemat energi

Secara pribadi, saya sendiri enggan (bahkan tidak mau) untuk mengubah pola kebiasaan hidup yang telah dijalani. Mendisiplinkan untuk mengubah kebiasaan diri dalam pemakaian energi, bukan-lah tindakan menyenangkan. Saya cenderung mencoba memanfaatkan teknologi yang ada untuk melakukan tugas itu, dimana kendali utama tetap berada ditangan saya. Seperti yang saya lakukan pada instalasi lampu penerangan di dalam dan luar rumah, dimana pengaturan penyalaan / pemadaman seluruh lampu menggunakan “timer”. Saya tetap dapat kembali menyalakan lampu yang telah otomatis dipadamkan, dan akan padam kembali dengan sendirinya sesuai waktu yang telah ditentukan. Begitu juga sebaliknya. Walaupun tidak banyak energi yang dapat dihemat, tindakan ini cukup efektif untuk lebih mengefisiensikan penggunaan listrik pada lampu penerangan. Disini, tidak ada kenyamanan hidup yang berkurang, bahkan kini saya telah melupakan kekhawatiran pemakaian energi listrik berlebih pada lampu.

Pengalaman selama menggunakan timer sebagai perangkat pendukung mengatur waktu pemakaian energi listrik untuk lampu penerangan secara otomatis, membuat saya berpikir bahwa fitur otomatis yang terdapat pada sebuah perangkat elektronik, dapat dijadikan alternatif guna mengefisiensikan pemakaian energi dalam melakukan dan menyelesaikan rutinitas pekerjaan sehari-hari dengan benar dalam waktu relatif lebih cepat. Dalam memanfaatkan fitur otomatis ini, tidak hanya harus melulu mengefisiensikan pemakaian energi listrik. Jika memang fitur otomatis sebuah perangkat listrik dapat mengefisiensikan pemakaian energi non-listrik, menurut saya, patut untuk diterapkan.

Contohnya adalah penggunaan alat menanak beras (rice cooker). Dibandingkan dengan me-liwet beras, alat tersebut sangat banyak membantu mengefisiensikan pemakaian energi gas dalam langkah proses menanak beras hingga menjadi nasi. Contoh lainnya adalah teko listrik. Cukup dengan mengisikan air mentah ke dalamnya dan diamkan selama beberapa menit. Maka akan diperoleh air mendidih yang sudah tersimpan dan tersedia dalam kuantitas cukup banyak untuk memenuhi aneka kebutuhan penghuni rumah secara umum. Fitur otomatis ini akan mempermudah pengerjaan tugas tertentu dengan tepat dan benar tanpa perlu diawasi. Sehingga kita tidak mengkhawatirkan terjadi pemakaian energi secara berlebihan.
Wujud tindakan menghemat energi

Fitur otomatis dengan kualitas listrik

Namun demikian, kita (setidaknya) perlu memahami cara standar penggunaan perangkat berfitur otomatis ini agar tidak terjadi pemakaian diluar batas kapasitas perangkat. Hal yang tidak kita ketahui dan sadari selama ini adalah ada satu hubungan erat antara benar / tidaknya fungsi kerja otomatis perangkat dengan kualitas listrik yang dikonsumsi perangkat. Fitur otomatis pada sebuah perangkat elektronik sangat peka terhadap ketidakstabilan voltase. Apakah efek yang ditimbulkan menyebabkan kerusakan fisik atau tidak, ketidakstabilan voltase akan mengganggu kebenaran fungsi kerja fitur otomatis untuk mengoperasikan kerja perangkat dengan benar secara keseluruhan. Meskipun, cara pengggunaan perangkat telah dikerjakan dengan benar.

Tingkat kebenaran kerja fitur otomatis dan kualitas listrik, merupakan dasar penyebab timbulnya beberapa kondisi yang dapat membuat hasil dari kerja perangkat menjadi tidak sesuai, yaitu :

  1. kondisi fitur otomatis bekerja dengan benar, namun tidak didukung kualitas listrik yang baik saat perangkat beroperasi.
  2. kondisi fitur otomatis tidak bekerja dengan benar, namun didukung kualitas listrik yang baik saat perangkat beroperasi.
  3. kondisi fitur otomatis tidak bekerja dengan benar, dan didukung kualitas listrik yang buruk saat perangkat beroperasi.

Kita tidak akan menyadari ketidaksesuaian hasil dari kerja yang dilakukan perangkat pada kemungkinan ke 1 dan 2. Pada kedua kondisi ini kita sering menganggap perangkat telah bekerja dengan sempurna. Keberadaan fitur otomatis itu sendiri dapat mengaburkan penilaian atas hasil yang semestinya kita peroleh jika salah satu dari kedua kondisi tersebut benar terjadi. Kita baru menyadari adanya ketidakberesan pada hasil setelah kondisi ke 3 terjadi. Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga kondisi kemungkinan ke 3 terjadi? Sangat tergantung dari ketahanan perangkat menangani konsumsi kualitas listrik yang buruk.

Fitur otomatis itu sendiri, pada dasarnya, merupakan perangkat elektronik tambahan berdiri sendiri dan menempel / melengkapi pada sebuah perangkat elektronik tertentu yang menjadi perangkat utamanya (perangkat induk). Fungsi fitur otomatis disini, lebih pada kepentingan sebagai penentu / pengatur kapan waktu tindakan buka-tutup jalur distribusi daya ke perangkat utamanya harus dilakukan.

Contoh paling mendekati adalah cara kerja pompa air otomatis. Jalur distribusi daya akan dibuka saat fitur otomatis (perangkat tambahan) mendapat respon berkurangnya tekanan pada tabung pompa. Kemudian, mesin pompa (perangkat utama) akan otomatis bekerja mendistribusikan air selama dibutuhkan. Jalur distribusi daya akan kembali ditutup ketika fitur otomatis mendapat respon tekanan pada tabung pompa telah penuh.

Dalam kondisi perangkat utama beroperasi atau tidak, fitur otomatis akan selalu mengkonsumsi daya dalam jumlah sangat kecil (kira-kira sama dengan konsumsi daya satu baterei AAA setiap hari selama tiga tahun) agar tetap dalam keadaan siaga. Keadaan tetap siaga seperti ini sangat rentan terhadap ketidakstabilan voltase. Dari beberapa kejadian, fitur otomatis akan langsung rusak saat terjadi lonjakan voltase hingga diatas 230 Volt. Tidak peduli apakah kondisi perangkat utama sedang menyala maupun mati, kerusakan akan tetap terjadi selama fitur otomatis dalam kondisi siaga.

Namun demikian, apa pun kelemahan dan kekurangan dari fitur otomatis, hingga saat ini, tetap merupakan satu-satunya alat / perangkat yang paling efektif untuk menjaga pemakaian daya sebagaimana porsi yang dibutuhkan. Selain dapat meminimalkan kehadiran dan campur tangan langsung manusia dalam mengerjakan / menyelesaikan satu pekerjaan, fitur otomatis dapat mencegah penggunaan perangkat utamanya secara berlebihan. Seandainya memang dibutuhkan kondisi kestabilan voltase listrik untuk mengoperasikannya, menurut saya, merupakan hal yang sangat wajar. Karena, kondisi voltase yang stabil tetap dibutuhkan dengan atau tanpa keberadaan / pemakaian fitur otomatis sekalipun.
Fitur otomatis dengan kualitas listrik

 

Selanjutnya⇒

Iklan

One thought on “Menghemat Energi”

Komentar ditutup.

Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: