Cukup banyak kasus ketidakberesan (malfunction) listrik pada rumah-rumah tinggal siap huni yang terdengar ke telinga saya. Terutama untuk rumah tinggal di kompleks perumahan yang masuk golongan tarif R1 (450VA s/d 2200VA). Mulai dari ketidakberesan pada spesifikasi kabel, teknik penyambungan kabel, teknik menanam kabel di dinding hingga pemasangan stop kontak dan saklar lampu. Saya tidak mengerti, ulah pihak mana yang menjadi pelopor ketidakberesan tersebut.

Saya sarankan untuk memeriksa instalasi kabel listrik yang terpasang di rumah anda, baik yang sudah ditempati dalam waktu lama maupun baru. Pastikan jenis kabel NYM berukuran (minimal) 3 x 2,5 mm² yang terpasang untuk setiap titik stop kontak dan 2 x 1,5 mm² untuk setiap titik lampu.

Tidak saya pungkiri, membutuhkan biaya cukup besar untuk membenahi instalasi kabel listrik yang terpasang di sebuah rumah. Terlebih lagi instalasi untuk mengganti kabel listrik lama menjadi baru di seluruh bagian rumah. Seandainya Anda berniat mengganti seluruh instalasi kabel listrik terpasang dengan yang baru tapi terkendala pada masalah pembiayaan, Anda dapat men-“cicil”-nya sebagaimana yang pernah saya kerjakan di rumah saya.

Mempelajari isi box MCB

Terlebih dahulu Anda harus mempelajari dan mengerti susunan dan jalur setiap kawat dari kabel yang masuk ke dalam box MCB. Ini penting, karena kesalahan posisi pemasangan kawat dari kabel pada bagian ini akan berefek pada seluruh jaringan kabel terpasang. Jika ada ketidaksesuaian atau kesalahan pada posisi letak pemasangan kawat dari salah satu kabel di area ini, bisa langsung diperbaiki atau setelah instalasi kabel baru terpasang.

Tetapi, yang terpenting Anda harus benar-benar mengerti terlebih dulu susunan dan jalur yang sebenarnya dari setiap kawat tersebut.

Pertama, buka box MCB dengan melepaskan sekrup-sekrup di bagian kiri dan kanan box MCB. Seandainya anda khawatir / merasa was-was tersengat listrik, matikan MCB pada meteran listrik.

Gambar : Jalur Kabel dlm Box MCB

Setelah box MCB terbuka, potret menggunakan handphone sebanyak diperlukan. Tutup kembali box MCB (nyalakan kembali MCB pada meteran jika sebelumnya dimatikan). Dengan demikian, Anda dapat mempelajari susunan isi kabel (kawat tembaga) pada box MCB dengan santai dan tidak terburu-buru.

Pada gambar, Anda melihat ada 3 kawat yang merayap dari bagian bawah box MCB. Kawat-kawat ini merupakan isi kabel yang asalnya dari meteran PLN. Kawat dengan pembungkus berwarna kuning ke bagian kanan box (pada gambar : letaknya di sebelah kiri), hitam masuk ke MCB dan biru ke bagian kiri box (pada gambar : letaknya di sebelah kanan). Selanjutnya, ada kawat yang merayap di bagian atas box MCB. Kawat-kawat ini merupakan isi kabel yang terpasang di dalam rumah.

Semua susunan warna pembungkus kawat bagian atas ini harus sama posisi dan tempatnya dengan bagian bawah. Berapa pun jumlah unit MCB yang ada dalam box, semuanya harus dilalui oleh kawat berwarna hitam (Fasa). Berapa pun jumlah kawat yang merayap pada bagian atas box, harus sesuai dengan warna dan mengikuti jalur kawat yang ada di bagian bawah unit MCB.

Jika semua susunan kawat sesuai sebagaimana yang telah dijelaskan, maka tidak ada masalah pada box MCB. Setelah Anda memahami foto yang terekam pada handphone, Anda bisa menghapus foto-foto tersebut kecuali yang paling Anda mengerti dan pahami. Tindakan ini berguna saat Anda mendapatkan pemikiran baru mengenai teknik instalasi di kemudian hari.

Pada kabel-kabel tertentu, kawat aktif (positif / fase) yang pembungkusnya berwarna hitam, berbeda warnanya yaitu merah. Sedangkan warna pembungkus lainnya sama (lihat gambar kabel di bagian atas unit MCB). Fungsi kawat berbungkus hitam dan merah adalah sama, cuma berbeda warna saja.

Kalau dilihat pada gambar, ada dua unit MCB yang terpasang. Berdasarkan posisi yang dilihat di gambar, kawat hitam bagian bawah (PLN), dimasukkan ke unit MCB sebelah kiri. Supaya unit MCB sebelah kanan ikut mendapat arus, ambil satu dari tiga kawat isi kabel NYM – 3 x 2,5 mm² (warna apa saja) dan potong kira-kira 7 s/d 10 cm. Kelupaskan pembungkus pada masing-masing pinggir kawat. Masukkan satu sisi pada unit MCB kiri dan sisi lainnya pada unit MCB kanan. Jangan lupa mengencangkan baut penahan kawat tembaga pada kedua unit MCB tersebut.


Anda dapat menemukan cara pemasangan serta ilustrasi gambar skema jalur kawat yang seharusnya terpasang pada unit MCB di box MCB di artikel Memasang unit MCB.


Untuk mengetahui kebenaran arus listrik yang terdapat pada kabel keluaran PLN, dapat Anda temukan uraiannya di artikel Tespen, Kawat Hitam dan MCB.

Mengerjakan Instalasi Kabel Listrik

Selanjutnya, Anda dapat men-“cicil” pemasangan kabel baru dengan menyandingkannya disamping kabel lama per ruangan rumah. Perkirakan panjang kabel yang dibutuhkan untuk kebutuhan satu ruangan. Jika Anda hendak mengukur panjang kabel lama, gunakan tali plastik nylon yang biasa dipakai untuk mengikat koran bekas. Potong tali sepanjang kira-kira 3 meter agar tidak terlalu merepotkan saat melakukan pengukuran. Buat beberapa (4 – 5) utas tali dengan ukuran panjang yang sama.

Saat melakukan pengukuran, lebihkan kira-kira 20 cm (satu jengkal telapak tangan) untuk setiap bertemu titik sambungan antar kabel, titik stop kontak, titik saklar lampu dan titik rumah lampu (fitting). Kemudian, buat simpul pada tali sesuai ukuran jarak panjang kabel yang telah ditentukan. Gunakan tali baru jika jarak panjang kabel yang diukur selanjutnya lebih pendek.

Usahakan untuk membuat sambungan kabel sesedikit mungkin atau cukup pada bagian yang memerlukan saja.

Pengikat kabel
Gambar : Pengikat Kabel

Jika kabel baru tersedia, gunakan tali plastik nylon yang sebelumnya digunakan untuk mengukur panjang kabel lama. Potong kabel baru sesuai jarak panjang titik simpul yang telah dibuat.

Dengan cara ini, ukuran panjang kabel baru yang harus dipotong akan mendekati ukuran panjang kabel lama. Setelah kabel baru dipotong dan hendak disandingkan dengan kabel lama, sebaiknya gunakan pengikat kabel untuk mengikat kabel baru pada kabel lama agar tidak berantakan. Ikuti semua jalur dan sambungan antar kabel yang ada. Kerjakan setahap demi setahap sesuai dengan anggaran dan waktu yang tersedia, hingga seluruh jaringan kabel lama ter-“sanding”-i dengan kabel baru.

Kuliti setiap ujung kabel baru yang bakal disambungkan dengan titik stop kontak, saklar lampu dan titik lampu. Ini akan memudahkan dan mempercepat kerja saat listrik hendak dipindahkan dari instalasi kabel lama ke instalasi kabel baru.

Kesulitan terbesar saya temukan saat hendak mengganti kabel untuk jalur stop kontak dan saklar lampu yang tertanam di dinding. Umumnya, jalur kabel yang terpasang dalam dinding, dimasukkan ke dalam pipa PVC yang memang disediakan khusus untuk jalur kabel. Saya pernah mendapatkan kondisi jalur kabel yang tertanam dalam tembok tanpa masuk melalui pipa PVC. Jadi, kabel benar-benar tertanam dalam tembok, menempel (menyatu) dengan semen.

Jalur kabel yang tertanam di tembok tanpa dilindungi pipa PVC seperti itu, lebih baik ditinggalkan untuk dimatikan setelah instalasi kabel baru selesai dikerjakan. Sebaiknya, semua kabel yang memiliki kondisi seperti itu, baik stop kontak maupun saklar lampu, dimatikan dan digantikan dengan jalur kabel baru menggunakan teknik “out bow” (diluar dinding).

Mengapa?

Kita tidak pernah tahu kondisi kelembaban dinding rumah. Seandainya terdapat sambungan kabel yang tidak sempurna tertanam di dinding dan kelembaban pada dinding cukup tinggi, dapat menyebabkan hubungan pendek (korsleting). Saya tidak menyarankan untuk membongkarnya, karena akan menjadikan pembengkakan biaya yang lebih besar dan memakan waktu pengerjaan lebih lama lagi.

Seandainya semua kabel yang tertanam di dinding terlindungi oleh pipa PVC, Anda dapat memastikan ukuran kabel yang terpasang untuk saklar lampu (minimal) >= 2 x 1 mm². Jika memang hendak diganti, gunakan kabel dengan spesifikasi 2 x 1,5 mm². Sedangkan untuk kabel stop kontak, harus >= 3 x 2,5 mm². Kabel lama dengan spesifikasi kurang dari yang telah disebutkan, sebaiknya diganti.

Seandainya tindakan penggantian stop kontak memang harus dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan bisa menjadi pilihan sebelum pengerjaan penggantian itu dilakukan :

  1. Jika terdapat lebih dari satu stop kontak dalam sebuah ruangan, pilih stop kontak yang paling “jarang” atau “tidak pernah” digunakan (pasif). Mengapa? Anda dapat memutuskan jalur kabel lama yang terhubung ke stop kontak tersebut (jangan lupa matikan MCB pada meteran sebelum melakukannya) dan langsung menggantinya dengan kabel baru. Sementara stop kontak lama yang masih aktif tidak terganggu pemakaiannya.
  2. Jika hanya terdapat satu stop kontak pada satu ruangan, Anda juga bisa langsung mengganti kabel lama dengan kabel baru, Namun, sebaiknya Anda memiliki panjangan stop kontak yang dapat digunakan sebagai pengganti dari stop kontak yang sementara dimatikan.

Pastikan jalur listrik / stop kontak untuk lemari es sudah dipersiapkan pemasangannya. Tindakan ini sebagai pencegahan agar isi kulkas tidak rusak akibat terlalu lama dimatikan.


Uraian tentang susunan sambungan antar kawat kabel yang seharusnya terpasang, dapat anda temukan uraiannya di artikel Skema Sambungan Antar Kabel.

Memasang Stopkontak dan Saklar

Saya mendapat kesulitan mendeskripsikan pengerjaan penyambungan kawat kabel yang hendak dihubungkan ke unit stopkontak dan saklar lampu secara singkat. Karena posisi setiap kawat yang disematkan di kedua unit itu, harus sesuai dengan susunan sambungan kawat yang terpasang di titik awalnya. Anda dapat mempelajari sendiri dengan cara membongkar stop kontak / saklar lampu yang telah terpasang di rumah anda.

Jangan lupa mematikan MCB pada meteran listrik sebelum melakukan pembongkaran.


Beberapa aturan main untuk men-standarkan pemasangan kawat pada steker dan stop kontak, bisa anda temukan pada artikel Steker, Stop kontak dan Arus Listrik


Ilustrasi memperbaiki saklar dan stop kontak yang tertanam di dinding, bisa anda temukan di artikel Memasang Stop kontak dan Saklar ~ In Bow


Jika Anda kurang memahami dengan logika susunan pemasangan kawat pada stop kontak / saklar lampu, tidak perlu dilakukan penggantian terhadap kabel dan unit bersangkutan. Namun, jika Anda memaksa untuk menggantinya, potret kondisi susunan kawat kabel yang terpasang pada unit yang hendak diganti. Kemudian, potret juga sambungan antar kawat kabel yang menjadi titik awal jalur kabel menuju unit tersebut.

Pelajari logika koneksi susunan kawat (Fasa / Netral / Arde) antara yang terpasang di titik awal sambungan dengan titik yang terpasang di stopkontak / saklar lampu. Setelah memahaminya, persiapkan bahan yang dibutuhkan dan rencanakan cara paling efektif untuk mengerjakannya.

Mengaktifkan instalasi baru pertama kali

Setelah semua persiapan telah dikerjakan, matikan MCB pada meteran dan Anda tinggal melakukan “switch” (penggantian) kabel lama ke kabel baru, mulai dari titik lampu, saklar lampu dan stop kontak yang telah menjadi target. Setelah semua selesai, tindakan terakhir adalah mengerjakan switch kabel lama dengan yang baru pada setiap unit MCB di box MCB. Setelah penggantian kabel di bagian box MCB selesai dikerjakan, kembali nyalakan MCB pada meteran. Jika semua itu dikerjakan mengikuti susunan warna pembungkus kawat dari kabel lama, saya rasa tidak akan ada masalah.

Selanjutnya, tinggal mengerjakan penggantian sisa jalur stop kontak dan saklar lampu yang belum tergantikan (masih tersambung dengan jalur kabel lama).

Menggunakan cara seperti ini, yang terpenting adalah pada saat men-“switch” instalasi kabel lama ke kabel baru. Usahakan sebelum pekerjaan “melepas kabel lama lalu menggantikannya dengan kabel baru” di setiap titik stop kontak, saklar dan titik lampu; semua yang dibutuhkan dipersiapkan dengan matang. Baik cara pemasangan, peralatan dan apa pun yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut agar bisa berjalan semudah dan sesingkat mungkin serta tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari penghuni rumah lainnya.

Tidak perlu terburu-buru atau memaksakan seluruh titik stop kontak / saklar lampu baru harus tersambung pada hari yang sama. Utamakan setiap ruangan / area ada satu saklar + titik lampu dan stop kontak yang bisa digunakan seandainya dibutuhkan.

Setelah semua sisa pekerjaan diselesaikan, Anda dapat melucuti kabel lama setahap demi setahap atau langsung sekaligus semua. Berhati-hati saat melucuti kabel lama, jangan sampai tertukar dengan kabel baru.

Berapa lama?

Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk mempersiapkan dan mengerjakan instalasi kabel baru di rumah saya?

Hampir 6 bulan!

Selain baru pertama kali mengerjakan, saya tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai listrik. Semua persiapan cenderung didasarkan pada sisi logika daripada teknik. Setiap (saat) mendapat keraguan atas satu sambungan kabel, saya mengambil foto kondisi yang ada menggunakan handphone. Lalu meninggalkan pekerjaan dan mempelajari kondisi yang tergambar di foto hingga mengerti situasi seperti apa yang sedang dan akan saya hadapi.

Instalasi kabel yang diterangkan di atas, ditujukan untuk tipe rumah satu lantai beratapkan genteng (450VA s/d 2200VA). Diluar kondisi itu, saya tidak pernah mengerjakan maupun mengetahuinya.

Membenahi instalasi kabel dengan cara mencicil seperti di atas, sudah pasti memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Tapi, kita dapat bernegosiasi dengan anggaran keuangan yang kita miliki. Anda pun dapat mengerjakan ruang demi ruang, tidak perlu sekaligus seluruh rumah. Tidak perlu ragu untuk mematikan MCB pada meteran listrik jika anda merasa was-was dan khawatir saat hendak mengerjakan instalasi kabel. Tindakan ini membawa efek psikologis pada diri untuk merasa nyaman selama bekerja dan cenderung membawa hasil yang lebih baik.

Selamat mencoba! 🙂