Mengefisiensikan Mesin Cuci

Cara menggunakan mesin cuci di rumah Keberadaan mesin cuci (washing machine) dianggap perlu bagi sebagian keluarga, terutama yang tidak mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk mengerjakan dan menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah. Hasil kerja mesin cuci itu sendiri, masih dianggap “kurang” maksimal. Selain alasan kurang bersih, borosnya pemakaian air merupakan alasan berikutnya yang menjadikan pemakaian mesin cuci agak sulit diterima sebagai sebuah solusi yang dapat mengefektifkan rutinitas pekerjaan mencuci dengan efisiensi biaya pemakaian yang tinggi.

Sama halnya dengan pemakaian lampu penerangan, ada dilema tersendiri untuk mengefektifitaskan pemakaian dari mesin cuci. Untuk mendapatkan hasil cucian yang bersih namun dengan pemakaian air dan listrik yang minimal adalah hal sulit untuk diterima oleh akal sehat. Jika hanya mengandalkan kekuatan putaran mesin dengan air + detergen, diperlukan biaya yang cukup tinggi untuk memperoleh hasil cucian yang (relatif) bersih.

Secara standar prosedur pekerjaan mencuci dengan mesin cuci itu sendiri, memerlukan biaya yang cukup besar untuk pemenuhan kebutuhan air dan listrik. Langkah-langkah yang biasa dilakukan untuk melakukan pekerjaan mencuci adalah :


Langkah 1 merendam dengan detergen
Langkah 2 bilas
Langkah 3 cuci dengan detergen (buang air kotor pertama)
Langkah 4 bilas
Langkah 5 cuci dengan detergen (buang air kotor kedua)
Langkah 6 bilas
Langkah 7 cuci tanpa detergen (buang kandungan detergen pertama)
Langkah 8 bilas
Langkah 9 cuci dengan cairan pelembut (buang kandungan detergen kedua)
Langkah 10 bilas
Langkah 11 keringkan

Cara tersebut masih tetap digunakan oleh sebagian pemakai hingga saat ini, namun ada juga yang memodifikasinya untuk mengurangi jumlah pemakaian air bersih yang cukup besar.

Dari beberapa eksperimen yang saya kerjakan, tahap merendam merupakan langkah terpenting untuk mendapatkan hasil cucian yang lebih bersih. Bahan detergen atau pembersih apapun yang digunakan, tahap merendam tetap harus dikerjakan. Walau pun demikian, tahap merendam tidaklah selalu pasti menghasilkan hasil cucian yang benar-benar bersih. Kadang, diperlukan sedikit pekerjaan manual untuk menyikat kotoran yang menempel pada pakaian (khususnya kerah kemeja).

Banyaknya pemakaian detergen, tidak menjamin hasil akhir cucian menjadi bersih. Malahan, akan menambah jumlah pemakaian air dan tahap mencuci untuk mengurangi / menghilangkan kandungan detergen yang menempel pada pakaian.
Mengefisiensikan Mesin Cuci

Peran cairan pemutih pakaian

Penggunaan cairan pemutih pakaian, hingga saat ini lebih banyak ditujukan hanya untuk kepentingan mencuci pakaian berwarna putih saja. Pada dasarnya, dengan jumlah takaran yang “cukup”, cairan pemutih dapat digunakan untuk melepaskan kotoran apapun yang menempel tanpa merubah kondisi awal benda yang hendak dibersihkan. Saya selalu menyiapkan sebuah sprayer berkapasitas 500 ml yang diisikan dengan air ditambah 3 sendok makan (45 ml) sabun cair dan 1 sendok makan (15 ml) cairan pemutih. Campuran ini sangat efektif untuk membersihkan kotoran / noda yang menempel pada benda-benda padat dan tidak meninggal bau karena cairan pemutih merupakan desinfektan (penghilang bau).

Pemakaian cairan pemutih ini juga saya terapkan pada mencuci pakaian menggunakan mesin cuci, namun dalam kuantitas yang sangat sedikit. Sulit untuk menentukan takaran cairan pemutih dengan perbandingan volume air untuk mencuci. Takaran yang saya gunakan adalah dengan membandingkan cairan pemutih dengan jumlah pakaian yang hendak dicuci, yaitu 15 ml cairan pemutih : 7 – 10 potong pakaian. Setelah jumlah potong pakaian yang hendak di cuci ditentukan, maka saya baru dapat menentukan volume air yang dibutuhkan untuk mencuci, yaitu hingga semua potong pakaian terendam sepenuhnya di bawah permukaan air.

Kategori jenis pakaian ini tidak selalu harus benar-benar pakaian (kaos / kemeja), dapat juga berupa serbet, keset, celana atau apa pun yang dapat dicuci dengan menggunakan mesin cuci. Cairan pemutih ini harus dimasukkan pada saat proses mencuci berlangsung. Jika tidak, maka pakaian yang terkena cairan pemutih akan berubah memutih. Jadi, tehnik ini hanya dapat digunakan pada mesin cuci dengan fitur dimana cairan pemutih dapat dimasukkan saat proses mencuci sedang berlangsung. Kategori mesin cuci seperti itu biasanya jenis “twin tub” (dua tabung) yang mana satu untuk proses mencuci (washing) dan lainnya untuk proses mengeringkan (drying).
Peran cairan pemutih pakaian

Prosedur mencuci dengan pemutih

Mencuci dengan cairan pemutih untuk pakaian yang digunakan / dipakai secara umum sehari-hari, prosedur mencuci menggunakan mesin cuci dapat dilakukan dengan cara :


Langkah 1 cuci dengan detergen & pemutih
Langkah 2 bilas
Langkah 3 cuci dengan detergen & pemutih (kurangi setengah takaran)
Langkah 4 bilas
Langkah 5 cuci dengan cairan pelembut
Langkah 6 bilas
Langkah 7 keringkan

Lama setiap tahap proses mencuci adalah 9 – 10 menit. Sedangkan lama proses merendam, cukup 20 menit saja. Untuk mengingatkan lama waktu proses merendam, gunakan fitur “countdown timer” pada handphone atau gunakan “cooking timer” yang biasa digunakan untuk pengingat saat proses memasak.

Untuk mencuci bahan pakaian / kain yang kondisinya sangat kotor, saya sarankan untuk menambahkan frekuensi pekerjaan mencuci dengan menggunakan takaran yang sama. Sebaiknya, jangan menambahkan takaran pemutih lebih dari 15 ml : 7 – 10 potong pakaian karena tingginya konsentrasi pemutih yang menempel pada pakaian setelah dikeringkan akan melemahkan daya tahan kain.
Prosedur mencuci dengan pemutih

Efek menggunakan cairan pemutih

Saya telah menggunakan tehnik mencuci ini selama > 1 tahun dengan frekuensi mencuci 2 kali seminggu. Penggunaan cairan pemutih dengan takaran seperti di atas, hampir tidak mempengaruhi kondisi warna pada pakaian. Boleh di bilang, nyaris tidak berefek. Efek negatif yang terlihat adalah daya tahan serat kain berkurang setelah 6 bulan untuk pakaian yang dicuci setiap kali pekerjaan mencuci dilakukan. Terutama pada bahan kain seperti jeans (celana pendek / panjang atau jaket). Kondisinya, mirip seperti kondisi pakaian yang disikat setiap kali mencuci pakaian secara manual walaupun saya tidak pernah melakukan hal itu setiap saat mencuci. Untuk pakaian berbahan kain jenis katun atau nylon, dapat bertahan lebih lama. Dengan demikian, jika kondisi pakaian tidak terlalu kotor, takaran cairan pemutih dapat dikurangi dengan perbandingan 15 ml cairan pemutih : 15 – 20 potong pakaian.

Efek positifnya adalah proses pengeringan pakaian dapat dikerjakan tanpa harus diletakkan pada area yang terkena sinar matahari (dalam ruangan). Uniknya, pakaian pun tidak ber-bau “apek” setelah kering. Sehingga, kita tidak perlu khawatir warna pakaian menjadi kusam karena terlalu sering / lama terkena sinar matahari. Perbandingan waktu pengeringan pakaian di dalam ruangan yang dicuci dengan dan tanpa pemutih adalah 1 : 2. Satu hari untuk pakaian yang dicuci dengan pemutih dan 2 hari untuk pakaian yang dicuci tanpa pemutih.

Dalam pemakaian jumlah detergen saat mencuci menggunakan cairan pemutih, kuantitas detergen saya kurangi hingga 1/3 hingga 1/2 dari jumlah yang biasa diaplikasikan untuk mencuci tanpa menggunakan pemutih. Tingkat kebersihan hasil cucian yang diperoleh, menurut saya, relatif sama. Intinya, noda dan bau yang menempel pada pakaian dapat dihilangkan dengan baik dengan mudah dan murah.
Efek menggunakan cairan pemutih

Parameter / ukuran tingkat kebersihan

Dengan takaran pemutih yang benar, akan memperkuat efek detergen saat melakukan pekerjaan mencuci pakaian. Baik dengan maupun tanpa menggunakan mesin cuci. Cara ini akan mengurangi banyak pengeluaran biaya pemakaian air dan listrik, serta waktu pengerjaan mencuci pun menjadi relatif lebih cepat dengan hasil yang maksimal. Jika anda khawatir bahan kain dari pakaian yang dicuci akan cepat berkurang daya tahannya, takaran cairan pemutih dapat dikurangi perbandingannya dengan jumlah pakaian yang hendak dicuci.

Perlu untuk mencobanya guna mendapatkan ukuran takaran cairan pemutih yang tepat sesuai dengan kebutuhan anda dalam mencuci pakaian. Menurut saya, setiap orang memiliki parameter tersendiri dalam menilai / menentukan tingkat kebersihan dari hasil proses mencuci. Takaran cairan pemutih yang saya biasa gunakan sebagaimana disebutkan di atas, cukup layak (menurut kategori saya pribadi) untuk mendapatkan hasil cucian yang bersih tanpa menimbulkan efek negatif berlebih pada pakaian.

Semoga bermanfaat…!Parameter / ukuran tingkat kebersihan