Mengefisiensikan Lemari Es / Kulkas

halaman 1 dari 2

Mengefisienkan pemakaian listrik kulkas / lemari es di rumahSatu-satunya perangkat elektronik yang beroperasional dalam waktu 24/7 di rumah kita. Namun demikian, jarang diantara kita memerhatikan hal itu karena keberadaan lemari es lebih difokuskan sebagai tempat untuk menyimpan makanan / bahan makanan agar relatif lebih awet. Lemari es, apa pun bentuk dan kondisinya, akan tetap mengkonsumsi daya listrik tanpa berhenti. Seandainya konsumsi listrik lemari es dapat dikurangi, tentu akan dapat menghemat biaya cukup besar. Namun, bagaimana caranya mengurangi konsumsi listrik lemari es dengan tanpa mengorbankan kualitas / mutu makanan yang tersimpan didalamnya?

Mengefisiensikan Lemari Es / Kulkas

Ukuran Kulkas dan Konsumsi Daya

Dalam keadaan tanpa isi (kosong), semakin besar kapasitas lemari es, semakin besar konsumsi daya listrik yang dibutuhkan. Memang benar demikian adanya. Dalam prakteknya, hal tersebut ditentukan oleh sensor unit thermostat yang terpasang dalam kulkas. Proses pendinginan yang dilakukan oleh kulkas tidak berlangsung terus-menerus setiap saat.

Sensor thermostat berfungsi sebagai parameter batas suhu terendah dan tertinggi yang dibutuhkan untuk memulai dan berhenti melakukan proses pendinginan. Penentuan parameter sensor thermostat ini, dapat diatur oleh kita (pemakai) melalui tombol pengatur level suhu. Biasanya terdapat 4 level suhu yang dapat kita atur, yaitu : off, low, medium dan high. Saat sekarang ini lebih banyak hanya 3 level suhu saja yang dapat diatur, yaitu : low, medium dan high. Dari apa yang saya coba, keempat level suhu tersebut akan mengaktifkan proses pendinginan (kecuali “off”) dalam jeda waktu yang berbeda. Semakin tinggi level suhu yang ditentukan, semakin sering frekuensi proses pendinginan yang dilakukan. Demikian juga sebaliknya.

Melihat keadaan seperti itu, menurut pendapat saya, jumlah konsumsi daya listrik dari ketiga level suhu terakhir (low, medium dan high) adalah sama. Perbedaannya terletak pada waktu dan pengaturan level suhu pada thermostat sebagai pemicu mesin kapan harus memulai dan berhenti beroperasi melakukan proses pendinginan.
Ukuran Kulkas dan Konsumsi Daya

Menghitung konsumsi daya kulkas

Dalam keadaan terpakai (dengan isi), konsumsi daya lemari es dipengaruhi oleh tingkat frekuensi aktivitas keluar-masuk makanan. Walaupun, unit kulkas yang dimiliki dan dipakai persis sama di setiap rumah, konsumsi daya masing-masing kulkas sangat ditentukan oleh cara penggunaan dan kebiasaan penghuni rumah sehari-hari. Inilah salah satu faktor yang menjadikan konsumsi listrik berbeda antara satu rumah dengan lainnya.

Kita tidak dapat menghitung konsumsi daya hanya dengan mengoperasikan kulkas selama selang waktu beberapa jam saja. Faktor besarnya konsumsi daya pada fitur defrost juga harus ikut diperhitungkan. Masalahnya, untuk kulkas berfitur auto-defrost, kita tidak tahu kapan fitur itu diaktifkan dan berapa lama proses itu berlangsung. Karena, semua itu berlangsung secara otomatis mengikuti kondisi interior kulkas. Dengan demikian, untuk mendapatkan konsumsi daya kulkas per jam yang cukup realistis adalah total konsumsi daya dari pemakaian dalam selang waktu 24 jam beroperasi, selama 2 minggu yang dirata-ratakan. Itulah lama waktu paling realistis yang saya ketahui selama ber-eksperimen untuk mendapatkan besar konsumsi daya sebenarnya pada kulkas di rumah.

Bagaimana jika metode perhitungan dilakukan dengan cara mengeluarkan semua isi dalam kulkas terlebih dulu? Jika tindakan itu yang hendak dilakukan, cukup dengan melihat spesifikasi konsumsi daya yang tercantum di badan (bagian belakang) kulkas. Tidak perlu mengeluarkan isinya. Konsumsi daya kulkas yang sebenar-benarnya adalah saat perangkat tersebut dipakai sebagaimana layaknya kita menggunakan perangkat tersebut sehari-hari.

Untuk mengetahui jumlah pemakaian daya “terbesar” yang dikonsumsi kulkas di rumah, kita harus menggunakan parameter konsumsi daya saat kulkas dalam kondisi defrost. Walau pun kulkas tidak selamanya berada dalam kondisi defrost, kita tetap harus mempersiapkan cadangan pemakaian daya untuk kondisi defrost. Jika kita mengabaikannya, bisa terjadi kemungkinan MCB “trip” saat kulkas hendak melakukan proses defrost.

Menghitung konsumsi daya kulkas

Menghemat listrik dengan memutuskan aliran?

Merupakan tindakan yang salah untuk mengurangi pemakaian daya kulkas dengan cara mematikan / memutuskan aliran listriknya. Walau pun (secara kasat mata) metode tersebut mirip dengan konsep fitur defrost (pencairan bunga es), pemutusan aliran listrik akan mematikan kerja sensor thermostat sebagai penentu tingkat suhu yang beredar dalam kulkas.

Fungsi utama dari kulkas adalah menjaga suhu pada tingkat tertentu agar makanan yang ada di dalamnya relatif lebih awet. Pemutusan aliran listrik dalam beberapa jam akan mempengaruhi kondisi makanan dalam kulkas itu sendiri karena tidak bekerjanya fungsi thermostat.

Tindakan mematikan kulkas secara rutin untuk mengurangi beban biaya rekening listrik bulanan, menurut saya pribadi, lebih banyak sisi merugikan daripada menguntungkan. Selain mengurangi umur ke-awet-an makanan, akan menyebabkan perangkat kulkas bekerja lebih berat saat kembali dinyalakan. Mengapa?

Setiap kali kembali dinyalakan, kulkas akan terus melakukan proses pendinginan hingga mencapai suhu yang ditentukan oleh sensor thermostat. Berapa lama proses itu berlangsung? Tergantung dari kondisi yang ada, salah satunya adalah jumlah makanan yang tersimpan didalamnya. Semakin banyak, semakin lama waktu yang dibutuhkan.

Menghemat listrik dengan memutuskan aliran?

Fitur defrost dan fungsinya

Berkembang biaknya bunga es di bagian freezer kulkas, bukan merupakan hal yang patut dibiarkan. Banyaknya bunga es, secara tidak langsung, memang menandakan kulkas masih berfungsi dengan baik. Namun, keberadaan bunga es yang berlimpah dalam freezer harus diminimalisir agar tidak menutup jalur keluar pendistribusian udara dingin yang dihembuskan oleh mesin.

Disinilah sebenarnya letak kegunaan fitur defrost pada freezer, yaitu mengembalikan (membuka) ruang yang telah dipenuhi bunga es agar kelancaran pendistribusian udara dingin di bagian ini bisa terjaga. Freezer merupakan bagian paling dingin, dimana juga merupakan tempat distribusi udara ter-dingin yang dihasilkan di dalam kulkas. Jika terjadi gangguan di bagian ini, maka bisa dipastikan akan berdampak ke seluruh bagian interior kulkas.

Konsumsi daya kulkas akan menjadi lebih besar ketika fitur defrost diaktifkan. Karena saat berlangsungnya proses pencairan bunga es, mesin juga harus bekerja menjaga suhu di bagian ini agar tetap berada di level yang telah ditentukan. Jadi, ada dua proses dikerjakan pada waktu yang sama.

Air hasil pencairan bunga es dialirkan ke tempat penampungan melalui saluran pembuangan secara bertahap. Dengan demikian, tidak akan ditemukan lempengan es yang membeku di dasar freezer begitu setelah proses defrost selesai dikerjakan.

Itulah bedanya antara mencairkan bunga es menggunakan fitur defrost dibanding mematikan kulkas. Terbentuknya lempengan es di dasar freezer (akibat kulkas dimatikan cukup lama) akan me-rekat makanan di atasnya menjadi sulit dikeluarkan dari dalam freezer. Jangan memaksa memecah lempengan es ini dengan cara / alat apapun selain dengan kembali men-defrost kulkas. Para penggiat kuliner, biasa mengatasinya dengan cara menyiramkan air panas ke dalam freezer. Saya belum dan tidak pernah mau mencoba untuk mengetahui kebenaran cara tersebut.

Walaupun tindakan pencairan bunga es telah dilakukan, posisi peletakkan makanan harus tetap menghindari tertutupnya / terhalangnya lubang jalur distribusi udara dingin yang dihembuskan oleh mesin.

Fitur defrost dan fungsinya

Variasi Fitur Defrost pada Kulkas 

Pada kebanyakan lemari es generasi awal, biasanya, fitur defrost masih harus dikerjakan secara manual (tidak otomatis). Untuk itu, pemakai harus menjalankan sendiri fitur ini secara berkala (biasanya 2 minggu sekali) agar pendistribusian udara dingin tetap maksimal. Berbeda dengan produk lemari es generasi terakhir, yang mana fitur defrost dibuat secara otomatis (auto defrost). Ini memudahkan pemakai untuk tidak perlu mengingat kapan proses defrost harus diaktifkan.

Produk kulkas yang dilengkapi fitur auto-defrost itu sendiri, terbagi menjadi dua : full auto-defrost dan semi auto-defrost.

Keduanya sama-sama mengerjakan proses defrost secara otomatis. Bedanya, pada full auto-defrost (atau lebih dikenal dengan auto-defrost saja) tidak ada air buangan hasil proses pencairan bunga es. Sedangkan yang semi auto-defrost, air buangan hasil pencairan bunga es ditampung di satu wadah. Jika wadah sudah terisi hampir penuh, maka air di dalamnya harus kita buang agar tidak luber. Kebersihan wadah harus tetap terawat supaya tidak ber-bau.

Jadi, pada kulkas ber-fitur semi auto-defrost, kondisinya mirip dengan kulkas generasi awal yang ditambahkan otomatisasi waktu pencairan bunga es saja. Sisa pekerjaan menangani air buangan hasil proses defrost, harus ditangani sendiri layaknya produk kulkas dengan defrost manual.

Fitur defrost dan fungsinya

Efek perawatan isi kulkas dan konsumsi daya

Pengaturan posisi makanan pada kulkas, tidak hanya berlaku untuk di bagian freezer semata. Melainkan juga dibagian lainnya dalam kulkas, seperti : chiller dan fresh case (kecuali tempat sayur segar). Terdapat lubang pendistribusian udara dingin tersendiri untuk bagian-bagian tersebut. Malahan, sekarang ini, bagian pintu kulkaspun dibuat sedemikian rupa agar pendistribusian udara dingin lebih cepat merata ke seluruh bagian kulkas. Menghindari terhalangnya lubang-lubang jalur distribusi udara dingin ini dari makanan akan membuat kerja mesin lebih efektif.

Efek yang sama terhadap kinerja mesin adalah tindakan membersihkan / membuang makanan yang tidak diperlukan / kadaluwarsa secara berkala. Dengan demikian, kerja proses pendinginan akan terbatas hanya pada makanan yang memiliki kondisi layak dikonsumsi saja.

Selain tidak terhalangnya lubang distribusi udara dingin, kondisi interior yang tidak sesak akan menambah proses pendistribusian udara dingin relatif bertambah cepat. Situasi ini akan berefek semakin sedikit waktu kerja mesin dalam menghasilkan udara dingin guna didistribusikan di dalam area kulkas. Ketika “makanan baru” dimasukkan, kerja mesin akan terbantu dengan situasi interior yang tidak sesak dan lancarnya pendistribusian udara dingin.

Menggunakan cara seperti ini, tidak memerlukan pengaturan suhu kulkas pada posisi maksimum (high). Cukup di posisi medium. Konsumsi daya pada posisi medium, lebih kecil 1/3 – 1/4 dari high dikarenakan jeda waktu melakukan proses pendinginan yang relatif lebih lama. Menciptakan kondisi kulkas seperti ini, akan memaksimalkan efisiensi listrik yang dikonsumsi kulkas.

Menurut saya, spesifikasi daya yang tercantum di bagian belakang (punggung) kulkas merupakan keterangan standar konsumsi daya kulkas. Saat suhu ruangan dalam kulkas telah stabil, daya yang dikonsumsi adalah sebesar yang tercantum di punggungnya.

Faktor terbesar yang menyebabkan suhu interior kulkas tidak stabil adalah seberapa sering tindakan yang kita kerjakan untuk menaruh dan mengambil makanan dalam kulkas. Sulit untuk mensiasati agar para penghuni di rumah dapat memiliki kesadaran untuk bertindak tidak terlalu sering menaruh dan mengambil makanan dalam kulkas.

Cara terbaik yang dapat diterima dengan tanpa mengganggu kenyamanan para penghuni rumah adalah dengan mengatur peletakkan dan isi makanan di dalam kulkas. Setidaknya, tindakan tersebut akan mempercepat kestabilan suhu interior kulkas dan mempersingkat waktu kerja mesin dalam melakukan proses pendinginan.
Efek perawatan isi kulkas dan konsumsi daya

 

Selanjutnya⇒

Iklan

5 thoughts on “Mengefisiensikan Lemari Es / Kulkas”

  1. jmpa lgi en nnya lgi pak om…sya kan pembuat/pedagang es batu.prtnyaan sya; gmna cara (ngisi & ngluarin/perlakuan) ke freezer yg bnar.mengingat stiap hri isi freezer slu di kluarin & di gnti dgn isi yg bru scra keseluruhan.tq

    Suka

    1. Saya belum pernah melakukan eksperimen dari kondisi tersebut terhadap dua kulkas yang sama. Tetapi, saya memiliki sedikit teori mengenai keadaan yang anda tanyakan.
      Kalau menurut saya, ada sedikit perbedaan dalam konsumsi energi listrik dari kedua kulkas. Namun tidaklah terlalu besar. Makanan akan selalu mengalami proses fermentasi selama tidak dalam kondisi beku (es). Proses fermentasi akan menghasilkan “sedikit” hawa hangat dan kondisi ini akan menjadikan terjadinya perubahan terhadap suhu ruang dalam kulkas.

      Sedangkan makanan yang diletakkan pada tempat / container kedap udara, kemudian dimasukkan ke dalam kulkas, suhu ruang dalam kulkas menjadi relatif lebih stabil. Ini dikarenakan proses fermentasi akan berjalan lebih lambat dalam kondisi kedap udara dengan suhu ruang yang dingin.

      Salam.

      Suka

Komentar ditutup.

Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: