Menentukan ukuran Proporsional / Estetika

halaman 1 dari 4

Menentukan ukuran Proporsional / EstetikaPernah merasa ragu menentukan posisi letak dari rumah lampu yang hendak dipasangkan pada plafon rumah? Atau juga saat hendak memasangkan saklar lampu di dinding?

Tindakan pemasangan rumah lampu atau saklar lampu, cenderung didasari alasan kebutuhan. Sehingga, posisi rumah lampu / saklar pun menjadi cenderung mengikuti alasan kebutuhan itu juga. Itulah sebabnya letak rumah lampu / saklar di rumah sering kali berada di posisi menggunakan “ilmu kira-kira“. Tidak ada yang salah untuk itu. Namun, walau efektif, sebagian orang lebih suka untuk menggunakan ukuran yang lebih pasti atau menggunakan ukuran sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Hal apa yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menggunakan ukuran sesuai dengan kaidah yang berlaku? Ada tabel yang terdiri dari beberapa nilai / angka disesuaikan berdasarkan ukuran anggota tubuh manusia pada umumnya. Pembagian ukuran seperti itu dikenal sebagai pembagian ukuran proporsional berdasarkan sistem modular. Tabel tersebut dipublikasikan oleh Le Corbusier dan sering digunakan sebagai acuan dalam menentukan ukuran proporsional, baik untuk penentuan posisi / letak sebuah benda dalam ruangan maupun ukuran dasar fisik perabot. Pemakaian terbesar dari tabel tersebut, cenderung terjadi pada penentuan ukuran dasar (p x l x t) perabot. Seperti : lemari pakaian, meja sudut, nakas dsb.

Tabel Le Corbusier memiliki nilai / angka berdasarkan landasan yang lebih “nyata” dibandingkan “ilmu kira-kira“. Karena menggunakan tinggi tubuh manusia (ukuran tubuh orang Eropa) sebagai dasar untuk menentukan ukuran yang hendak digunakan. Namun, yang menjadi permasalahan terbesar adalah tidak semua orang memiliki kondisi fisik pada umumnya yang sama satu dengan lainnya. Perbedaan ras, usia dan gender (jenis kelamin) merupakan beberapa diantara penyebab nilai ukuran proporsional pada tabel tersebut agak sulit untuk dapat diberlakukan secara umum.
Menentukan ukuran Proporsional / Estetika

Pentingnya ukuran Proporsional

Secara sederhana, fungsi utama dari keberadaan “ukuran proporsional” adalah menghadirkan sebuah keadaan yang bisa diterima dengan baik dan benar sebagaimana kebutuhan satu / sekelompok orang. Cuma itu. Pengertian dari sebuah keadaan yang bisa diterima dengan baik dan benar adalah satu bentuk keadaan yang dapat mengadopsi sebagaimana mestinya bentuk fisik tubuh manusia pada umumnya. Atau lebih dikenal dengan istilah “ergonomis”. Lalu, mengapa hal seperti itu penting untuk diperhatikan?

Banyak pihak menyatakan bahwa kondisi ergonomis akan berpengaruh positif terhadap kondisi kesehatan fisik seseorang. Misalnya, bentuk sebuah kursi yang ergonomis akan berefek positif pada kesehatan tulang punggung tanpa mengganggu kenyamanan seseorang saat dan selama beraktivitas dalam posisi duduk di kursi tersebut. Kondisi ergonomis itu sendiri bersifat luas. Tidak hanya sebatas pada bentuk kursi saja, tetapi juga bentuk benda-benda lain (bahkan bentuk ruang) yang memiliki kecenderungan berinteraksi secara langsung dengan tubuh / keberadaan manusia.

Dari sudut pandang saya, sebuah keadaan yang ergonomis akan mencegah dan menghindari tubuh / fisik kita berada diluar keadaan / posisi yang semestinya. Keadaan yang ergonomis akan membuat kecenderungan semua tindakan terjadi dan dilakukan secara alami dan apa adanya sebagaimana kondisi fisik seseorang. Kondisi yang demikian, akan membuat kita merasa nyaman dengan sendirinya. Secara tidak langsung, tentu akan memengaruhi pada kesehatan mental dan kualitas kemampuan kita dalam berpikir.

Jadi, menerapkan ukuran proporsional dalam lingkungan tempat dimana kita tinggal sehari-hari bukan sebuah tindakan sia-sia atau pun merugikan. Kita tidak akan merasakan langsung dampak yang dihasilkan. Namun, secara pasti, kenyamanan yang diperoleh setiap hari dari keadaan tersebut akan membentuk karakter positif, baik sisi mental maupun sisi fisik pada diri kita.

Ungkapan yang menyatakan, bahwa lingkungan membentuk karakter seseorang adalah memang benar demikian adanya. Lingkungan / kondisi yang baik / benar akan membentuk karakter seseorang menjadi baik / benar. Demikian juga sebaliknya.
Pentingnya ukuran Proporsional

Penerapan ukuran proporsional di lingkungan rumah tinggal

Ukuran proporsional, boleh dibilang, merupakan dasar untuk menjadikan bentuk yang ergonomis. Karena, dengan menggunakan ukuran proporsional inilah dibentuk sebuah keadaan yang seharusnya dijalani oleh seseorang sebagaimana kondisi fisik yang dimilikinya. Dengan kata lain, nilai / ukuran proporsional bisa dijadikan salah satu sarana dalam penataan-ruang. Tujuan dari penataan-ruang itu sendiri adalah menciptakan kondisi dimana interaksi antara fisik manusia, benda dan ruang berlangsung secara harmonis / selaras dan benar. Jadi, nilai yang digunakan sebagai ukuran proporsional bukan sembarang nilai sebagaimana pada umumnya.

Oleh sebab itu, kita tidak dapat meng-arti-kan sebuah ukuran proporsional dengan berdasarkan nilai yang sudah ada, seperti misalnya : 1 meter dari permukaan lantai. Nilai akhir seperti itu bersifat tetap dan tidak menyesuaikan dengan kondisi yang ada di sekitarnya. Penerapan jarak 1 meter dari permukaan lantai memiliki efek berbeda antara orang dewasa dengan anak-anak. Kebenaran rentang jarak dari sebuah ukuran, sangat bergantung dari kondisi dan keadaan fisik seseorang.

Dalam realita sehari-hari di rumah, kesesuaian letak sebuah / beberapa benda dalam ruangan akan berefek pada kenyamanan dari penghuni rumah. Bagi awam, kondisi seperti ini kurang mendapat perhatian karena lebih di dominasi oleh anggapan : “biasanya juga seperti itu“. Misalnya seperti posisi unit saklar lampu di rumah. Banyak kasus peletakan saklar lampu yang di posisikan di tempat yang : “biasanya juga seperti itu“. Padahal, posisi yang relatif mudah di jangkau oleh setiap penghuni rumah, akan memberikan sebuah keadaan yang lebih nyaman bagi para penghuni rumah itu sendiri.

Hal yang sama juga berlaku pada ukuran fisik (besar / kecil) sebuah benda dalam ruangan. Penerapan kesesuaian ukuran fisik sebuah meja dengan ukuran sisa ruang agar tubuh bisa bebas bergerak dalam sebuah ruangan, sering kali di abaikan. Dengan kata lain, anggapan bahwa ukuran sebuah meja “biasanya juga (memiliki ukuran) seperti itu”, bisa memiliki kemampuan untuk mengalahkan logika kondisi ukuran yang sepantasnya harus diterapkan dalam sebuah ruangan.
Penerapan ukuran proporsional di lingkungan rumah tinggal

 

Selanjutnya⇒

Iklan
Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: