Kipas Angin : Ceiling Fan

halaman 1 dari 3

Fungsi dan manfaat kipas angin di rumah Kipas angin merupakan salah satu perangkat listrik tidak asing lagi bagi kita. Walau pun kini sudah banyak tergantikan posisi-nya oleh AC (Air Conditioner), kipas angin tetap merupakan perangkat listrik favorit yang cenderung diusahakan keberadaannya di setiap rumah. Di saat musim panas, kipas angin merupakan perangkat penyejuk alternatif dengan konsumsi listrik relatif kecil dibandingkan AC.

Namun, berbeda halnya dengan AC, kipas angin tidak dapat difungsikan untuk menurunkan suhu ruangan. Kipas angin hanya dapat berfungsi sebagai penggerak udara agar tercipta pergerakan udara dalam ruangan. Bergeraknya udara dengan benar ke seluruh sudut ruangan, akan menghasilkan “sensasi” (rasa) sejuk di tubuh saat kondisi suhu udara sedang panas.

Prinsip kerja kipas angin sangat sederhana, yaitu mengalihkan udara di sekitarnya agar terhembus ke satu tempat / area. Penggunaannya pun sama, sangat sederhana. Kita tinggal menekan switch / tombol pada posisi “ON”, maka kipas langsung menyala. Satu kondisi yang menjadi syarat utama dari pemakaian kipas angin adalah akses langsung dengan ruang terbuka di luar rumah (pintu / jendela / lubang angin). Tanpa keberadaan kondisi tersebut, kipas angin tidak akan berfungsi maksimal.
Kipas Angin : Ceiling Fan

Model kipas angin

Banyak model kipas angin dijual di pasaran saat ini. Namun, konsep dasarnya hanya ada beberapa, antara lain : kipas angin meja (desk fan), kipas angin duduk , kipas angin berdiri (stand fan), kipas angin dinding (exhaust fan) dan kipas angin langit-langit (ceiling fan).

1. Kipas angin meja (Desk Fan)

Merupakan model kipas angin paling populer dan banyak di produksi dengan beragam bentuk fisik. Sebuah kipas dikategorikan desk fan dengan melihat dari diameter bentangan daun kipas yang, umumnya, berukuran < 14″. Sehingga pantas diletakkan di atas permukaan meja dengan hasil hembusan udara / angin tidak terlampau kencang. Biasanya, desk fan memiliki leher pendek (± < 0,5  meter) dengan kaki penampang cukup lebar di bagian bawah.

2. Kipas angin duduk (box fan)

Kipas angin duduk adalah model kedua terpopuler setelah kipas meja. Ada dua model kipas duduk yang saat ini cukup mendominasi di pasaran, yaitu terbungkus box berbahan plastik keras dan terbungkus kawat kerangkeng. Model kipas duduk terbungkus box plastik keras lebih dulu di produksi, sehingga banyak orang menamakan kipas duduk sebagai box fan.

Sedangkan model kipas terbungkus kawat kerangkeng, baru belakangan saja di produksi dan dipopulerkan. Model fisik kipas berbungkus box, biasanya, dilengkapi dengan fitur “jalusi” (kisi-kisi kecil) berputar (360 derajat) atau berpaling (samping kiri dan kanan) di bagian depan kipas. Fokus hembusan udara yang dihasilkan berpindah-pindah mengikuti arah gerak jalusi. Gerakan jalusi dapat dihentikan atau diaktifkan sesuai keinginan pemakainya.

Berbeda dengan saudaranya yang lebih muda, kipas angin terbungkus kerangkeng memiliki tipe hembusan udara “monoton” (tidak berubah arah). Tetapi, karena tidak terbungkus dalam box, hembusan udara dari kipas model ini tidak terlalu ter-fokus. Sehingga, penyebaran hembusan udara yang dihasilkan menjadi lebih luas.

Bentangan diameter daun kipas berkisar antara 14″ s/d 20″ untuk model berbungkus kotak (box). Sedangkan kipas berbungkus kawat kerangkeng, pernah saya temukan, hingga hampir 30″ (75 mm). Namun, kipas tersebut (standarnya) memiliki maksimal kecepatan putaran motor tidak sekencang model kotak.

3. Kipas angin berdiri (stand fan)

Modelnya mirip dengan kipas duduk berbungkus kawat kerangkeng (kandang), hanya saja dilengkapi tangkai leher yang panjang (> 1 meter). Posisi tangkai leher kipas (umumnya) bisa diatur ketinggiannya. Fitur ini sangat  membantu untuk menghasilkan posisi hembusan udara sesuai dengan kebutuhan pemakainya. Selain itu, kipas ini juga dilengkapi dengan fitur bergerak “berpaling” (samping kiri dan kanan). Sehingga arah angin yang dihasilkan menjadi lebih bervariasi.

4. Kipas Dinding (exhaust fan)

Model kipas ini berbentuk kotak / empat persegi, biasanya diletakkan diletakkan permanen di dinding tepat dibawah langit-langit (plafon) rumah atau di plafon rumah itu sendiri. Exhaust fan, umumnya, dapat bekerja menghembuskan angin dua arah, yaitu masuk dan keluar ruangan. Untuk exhaust fan yang dipasang di langit-langit rumah, cenderung memiliki satu arah hembusan udara saja. Tujuannya untuk membuang udara yang berada di bawah plafon. Perangkat ini, lebih banyak dipasang di bagian rumah area dapur atau kamar mandi / mck.

5. Kipas langit-langit (ceiling fan)

Seperti sebutannya, model kipas ini cenderung dipasang permanen menggantung / menempel di plafon rumah. Kipas ini tidak pernah dilengkapi dengan box atau rumah kipas. Daun kipas berputar tanpa ada pelindung apa pun. Karena diposisikan tergantung dengan hasil hembusan udara mengarah ke bawah (lantai), sebaran angin kipas model ini paling luas di antara seluruh model kipas yang ada.

Model kipas angin

Konsumsi daya kipas angin

Tidak semua kipas angin memiliki konsumsi daya yang sama. Hal itu sangat ditentukan oleh ukuran fisik, model, kualitas motor penggerak dan pabrikan pembuatnya.

Besar daya konsumsi kipas angin tidak besar, rata-rata hanya 15 Watt s/d 60 Watt per jam (0,015 kWh s/d 0,06 kWh). Nilai konsumsi daya yang tertera pada sebuah kipas diartikan untuk putaran kipas dalam kondisi maksimal. Misalnya, kipas angin di rumah anda memiliki tiga pengatur putaran kipas ~ konsumi daya 45 Watt. Berarti, kipas tersebut akan meng-konsumsi daya sebesar 45 Watt saat pengatur kecepatan diposisikan pada nomor 3.

Saya belum pernah mengukur dan menggunakan jalan pintas dalam menentukan nilai konsumsi daya dari sebuah kipas yang memiliki pengatur kecepatan, yaitu membagi total konsumsi daya dengan jumlah pengatur kecepatan. Misalnya, box fan memiliki tiga pengatur kecepatan dengan konsumsi daya 45 Watt. Maka, nilai konsumsi daya dari pengatur kecepatan pertama adalah :

= (45 / 3) x 1
= 15 x 1
= 15 Watt.

Selanjutnya tinggal mengubah angka 1 dengan pengatur kecepatan yang dikenakan pada kipas saat digunakan untuk mengetahui kisaran rata-rata konsumsi daya pemakaian kipas..

Walau pun rata-rata konsumsi daya kipas angin tidak besar, pemakaiannya cenderung memakan waktu lama dengan konsumsi daya listrik tetap. Daya yang di konsumsi ini akan terakumulasi (menumpuk) sampai kipas akhirnya dimatikan. Pada praktek sehari-hari, begitu setelah kipas angin dinyalakan, sering kali kita terlena dan melupakan kipas masih dalam kondisi menyala. Terlebih lagi jika kita menggunakan kipas angin secara rutin setiap hari. Inilah faktor / penyebab utama yang membuat konsumsi daya kipas angin menjadi besar.

Saya mencoba mengatasi sikap ke-alpa-an dari pemakaian kipas angin seperti itu dengan menggunakan timer harian (daily timer). Seandainya kita rutin menggunakan kipas angin setiap hari, maka kita akan dapat memperkirakan pada waktu kapan kipas harus menyala dan mati. Dengan steker kipas angin terhubung pada timer harian, saya dapat men-set / mengatur berapa kali kipas harus menyala, lama waktu kipas menyala / mati dan pada waktu kapan kipas saja harus menyala / mati secara otomatis dalam sehari.
Konsumsi daya kipas angin

Perawatan dan kerusakan kipas angin

Perawatan kipas angin sangat mudah. Bersihkan debu yang menempel pada body perangkat serta bilah daun kipas secara rutin. Kemudian semprotkan minyak pelumas cair pada bagian motornya. Cuma itu saja.

Kipas angin, termasuk perangkat listrik dalam kategori “bandel” dan panjang umur. Diluar faktor akibat benturan atau terjatuh, sulit untuk sebuah unit kipas angin menjadi rusak. Hanya dua penyebab yang saya ketahui dapat membuatnya rusak tanpa unsur kesengajaan di banting ke permukaan lantai, yaitu : kualitas perangkat yang memang benar-benar buruk atau akibat korsleting listrik.

Kerusakan kipas angin akibat korsleting listrik, bisa diartikan bahwa kondisi asupan listrik yang dikonsumsinya memang benar-benar sudah diluar batas normal. Kalau hanya sekadar voltase listrik yang tidak stabil, tidak akan membuat kipas angin menyerah (rusak). Hanya korsleting yang bisa membuat kipas angin mati total. Apakah korsleting yang disebabkan dari luar atau dari dalam kipas angin itu sendiri, pasti akan berdampak. Melambatnya putaran kipas secara permanen, merupakan dampak korsleting paling ringan.

Jika sudah rusak karena korsleting, saya cenderung membuang dan menggantinya dengan unit baru. Saya tidak pernah mau menggunakan perangkat yang telah diperbaiki dari kerusakan akibat korsleting. Kecuali memang tersedia suku cadang pengganti mesin, merupakan tindakan sia-sia memperbaiki mesin motor akibat korsleting. Karena, sangat jarang mesin dapat bertahan lama setelah perbaikan akibat kasus korsleting.
Perawatan dan kerusakan kipas angin

 

Selanjutnya⇒

Iklan
Iklan

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: