Sebelum PLN memulai memberlakukan kebijakan instalasi model meteran dengan dua kawat arus listrik (hitam dan biru), kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkan mengenai cara mengatasi kelebihan arus listrik akibat korsleting. Keberadaan kawat arde (kuning) selalu terlihat ada di meteran listrik model lama yang terpasang di setiap rumah tinggal. Kita (sebagai pelanggan) cukup menyambungkan dengan kawat arde / kuning dari jaringan kabel listrik dalam rumah dengan kawat arde pada kabel output meteran. Maka, masalah-masalah yang mengakibatkan kelebihan arus listrik (seperti : korsleting) akan teratasi. Kita pun tidak perlu memikirkan untuk membuat instalasi grounding sendiri.

Namun begitu, tidak berarti selama kawat arde yang terpasang di meteran bisa diandalkan untuk mengatasi semua masalah kelebihan arus listrik. Kadang-kadang, permukaan perangkat listrik / elektronik seperti kulkas / lemari es atau casing CPU, masih menyengat saat kita memegangnya.

Lalu, bagaimana dengan meteran baru yang hanya memiliki dua kawat saja? Jika meteran dengan tiga kawat masih bisa menghasilkan sengatan listrik, apalagi meteran dua kawat?

Sebelum beranjak pada pembahasan lebih jauh, untuk menghindari kerancuan, mari kita samakan terlebih dulu persepsi / pengertian mengenai kata “arde” dan “grounding” pada artikel ini.

Arde, ditujukan sebagai nama salah satu kawat tembaga didalam kabel yang berisi tiga kawat. Kawat merah / hitam dinamakan kawat Api / Positif / Line. Kawat biru dinamakan kawat Nol / Negatif / Netral. Kawat berwarna kuning yang dinamakan sebagai kawat Arde.

Grounding, ditujukan sebagai istilah dari teknik dan bentuk instalasi listrik yang terhubung dengan kawat arde. Bisa dibilang, merupakan “tempat / lokasi” dimana ujung kawat Arde seharusnya dipasang.

Pembicaraan ringan mengenai Grounding…

Pada sebuah kesempatan, saya bertemu dengan rekan-rekan lama yang bekerja dibidang konstruksi rumah tinggal. Banyak hal kami bicarakan saat itu. Salah satunya adalah fungsi kawat arde dan keberadaan grounding. Pengertian secara awam yang saya peroleh dari perbincangan tersebut mengenai fungsi dasar kawat arde adalah sebagai media penyeimbang arus positif dan arus netral. Jika ada kekurangan atau kelebihan dalam salah satu muatan arus listrik, kawat arde berguna untuk menambah atau menguranginya.

Hal yang menarik bagi saya adalah berfungsi menambah kekurangan dari masing-masing arus. Benarkah demikian? Saya tidak tahu maupun meyakini sepenuhnya pernyataan tersebut. Karena selama ini pengetahuan saya mengenai fungsi keberadaan kawat arde adalah sebagai media untuk mengatasi “kelebihan” arus listrik dan mengalirkannya ke grounding. Seandainya dapat menjadi berlaku sebaliknya (menambah kekurangan arus listrik), tentu akan lebih baik.

Hingga saat ini, saya menjadikan cerita tentang fungsi arde tersebut sebagai salah satu pendapat alternatif yang paling mungkin diterima dan dikerjakan, sebelum akhirnya saya mengetahui kebenaran sesungguhnya.

Penjelasan teknis yang dikemukakan oleh salah satu rekan mengenai fungsi grounding pada saat itu, tidaklah membuat saya menjadi lebih pintar dalam memahami grounding secara teknis. Jadi, saya lebih memfokuskan pengertian bagaimana cara arus listrik dalam kawat arde dialirkan ke grounding.

Pemahaman mengenai grounding sebagaimana yang saya simak, kurang-lebih adalah tempat di bawah permukaan tanah yang kondisinya ber-air / basah. Jarak minimal antara permukaan tanah dengan lokasi di bawah permukaan yang mengandung air itu adalah 5 meter. Agar lokasi yang terletak di bawah itu bisa dijangkau dari atas permukaan tanah, digunakan potongan pipa besi / tembaga yang ditanam secara tegak lurus (vertikal).

Bagian potongan pipa besi / tembaga yang timbul di permukaan tanah, dihubungkan dengan ujung kawat Arde. Sehingga setiap terjadi kelebihan arus listrik yang dihantarkan lewat kawat Arde, akan diteruskan ke lokasi ber-air di bawah permukaan tanah lewat potongan pipa besi / tembaga. Begitu kelebihan listrik itu bersentuhan dengan air, maka akan langsung tersebar ke tanah basah disekitarnya.

Jadi, syarat utama membuat grounding adalah tempat berupa tanah lembab / ber-air yang letaknya di bawah permukaan tanah. Namun, sebenarnya, tempat apapun selama bisa membuat bagian ujung media (pipa besi / tembaga) menjadi basah, sudah cukup dijadikan sebagai grounding. Begitulah kira-kira inti cerita mengenai hubungan kawat arde dan grounding yang bisa saya pahami pada saat itu.

Selanjutnya : Cara membuat Grounding ⇒