Arsip Tag: R1-1300VA

Tarif Tenaga Listrik (TTL) periode Agustus 2014

Bagaimana perkembangan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) hingga bulan Agustus 2014 ini? Berikut adalah lampiran dua tagihan rekening TTL (paskabayar) di rumah saya. Lampiran pertama adalah tagihan pemakaian daya bulan Juni 2014 yang harus dibayar di bulan Juli 2014, dan lampiran kedua adalah pemakaian daya bulan Agustus 2014 yang harus dibayar di bulan September 2014. Struk bulan Juni 2014 (sebelum terjadi kenaikan tarif) Juni.2014Keterangan :

  • Total tagihan sebelum pajak : (Rp. 214.733,- – Rp. 6.000,-) / 1,03 = Rp. 208.733,- / 1,03 = 202.653,39
  • Total pemakaian daya : 39869 – 39662 = 207
  • Harga Listrik per kwh untuk bulan Juni 2014 adalah Rp. 202.653,39,- / 207 = Rp. 979,- atau Rp. 979,- x 1,03 = Rp. 1.008,37,- setelah pajak.

Struk bulan Agustus 2014 (setelah terjadi kenaikan tarif) Agustus.2014Keterangan :

  • Total tagihan sebelum pajak : (Rp. 276.733,- –  Rp. 6.000,-) / 1.03 = Rp. 270.733,- / 1,03 = Rp. 262.847,57,-
  • Total pemakaian daya : 40323 – 40083 = 240
  • Harga Listrik per kwh untuk bulan Agustus 2014 adalah Rp. 262.847,57,- / 240 = Rp. 1.095,19,- atau Rp. 1.095,19,- x 1,03 = Rp. 1.128,05,- setelah pajak.

Lanjutkan membaca Tarif Tenaga Listrik (TTL) periode Agustus 2014

Iklan

(Kenaikan) Tarif Listrik mulai 1 Juli 2014.

Tarif Listrik Dikeluhkan“… begitu judul artikel yang saya baca di harian Kompas halaman 15 edisi Jumat, 13 Juni 2014. Dalam artikel tersebut, diceritakan rangkuman bagaimana tanggapan beberapa warga tentang isu kenaikkan harga tarif listrik serta nilai prosentase kenaikkan tarif tenaga listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga (R-1) 1300 VA dan 2200 VA yang mulai berlaku mulai 1 Juli 2014. Lanjutkan membaca (Kenaikan) Tarif Listrik mulai 1 Juli 2014.

Tarif listrik R1 – 1300VA per Agustus 2013…

Berapa kenaikan tarif listrik golongan R1 – 1300VA (pasca bayar) hingga bulan Agustus 2013?

Saya memiliki struk pembayaran rekening listrik pada bulan Desember 2012 dan Agustus 2013, dengan garis besar perincian sbb. :

Desember 2012
Pemakaian : 242 kwh (awal : 03577100 – akhir : 03601300)
Jumlah tagihan : Rp. 196.915,-
Harga per kwh : 196.915 / 242 = Rp. 813,7,-

Agustus 2013
Pemakaian : 204 kwh (awal : 03762800 – akhir : 03783200)
Jumlah tagihan : Rp. 194.638,-
Harga per kwh : 194.638 / 204 = Rp. 954,1,-

Prosentase kenaikan :

= ((954,1 – 813,7) / 813,7) x 100%

= (140,4 /  813,7) x 100%

= 0.1725451640653804 x 100%

= 17,25% atau Rp. 140,4,- per kwh

Berapa besar daya yang harus dikurangi agar total jumlah biaya listrik sama dengan tahun lalu?
Misalnya : seperti pemakaian daya pada Desember 2012 di atas sebesar 242 kwh. Jika saya hendak tetap membayar biaya rekening bulanan bulan September 2013 dengan jumlah yang sama, maka saya harus mengurangi pemakaian perangkat elektronik apa pun di rumah hingga sebesar :

= 242 – (196.915 / 954.1)

= 242 – 206,4

= 35,6 dibulatkan ke atas menjadi 36 kwh per bulan

atau sama dengan 36 / 30 = 1,2 kwh per hari

atau sama dengan (1,2 x 1000) / 24 = 1200 / 24 = 50 Watt per jam.

Seandainya untuk selanjutnya anda berniat untuk mengurangi pemakaian daya hingga 50 Watt per jam (1,2 kwh per hari), lebih baik anda mulai memikirkan untuk menukar perangkat elektronik yang saat ini dipakai dengan perangkat elektronik baru berdaya listrik lebih kecil. Atau bisa juga dengan cara mengefektifkan perlakuan menggunakan beberapa perangkat elektronik / listrik di rumah, seperti lampu penerangan, pompa air, lemari es / kulkas dan mesin cuci.

Apa pun keputusan dari tindakan yang hendak dijalankan nanti, sebaiknya, turut diperhitungkan juga dampaknya terhadap faktor kenyamanan sehari-hari di rumah. Karena, pada akhirnya, rumah merupakan satu-satunya tempat untuk beristirahat dan menghilangkan ketidaknyamanan yang telah kita alami selama berada di tempat bekerja.

Saya menulis garis besar dinamika tarif listrik pada artikel Memahami Perhitungan Tarif Listrik yang membahas mengenai perkembangan tarif listrik hingga saat ini. Semoga apa yang telah saya ceritakan disitu dapat membuat anda mengerti bagaimana cara terakhir PLN membebani tarif listrik kepada pelanggannya.

Salam…