Arsip Tag: Instalasi Listrik

Memasang Kabel Rumah Lampu

memasang lampu listrik yg benarMungkin, sama dengan anda yang juga awam mengenai listrik saat pertama kali hendak memasang tambahan titik rumah lampu baru di rumah :

“Pokoknya lampu-nya udah bisa nyala.”

Begitu kira-kira pedoman saat itu yang saya gunakan.

Seiring waktu berjalan, pengalaman pun kian bertambah dan melengkapi pemahaman mengenai cara yang menurut saya paling aman diterapkan dalam memasang rumah lampu.

Aturan yang dulu saya gunakan pun berubah. Faktor yang kini menjadi parameter utama adalah situasi paling aman saat nantinya lampu hendak dipasang-lepaskan dari rumahnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Listrik : Batas Tanggung Jawab PLN dan Pelanggannya

Listrik : Batas Tanggung Jawab PLN dan Pelanggannya
Di bawah ini adalah “potongan” cuplikan pernyataan resmi pihak PLN mengenai batas tanggung jawab antara PLN dengan kita, sebagai pelanggannya.

Saya hanya mengambil bagian yang sekiranya penting untuk kita ketahui sebagai pelanggan PLN saja :

….
Sesuai UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, tak semua proses penyambungan baru listrik menjadi tanggung jawab PLN. Ada yang menjadi tanggung jawab pelanggan, tanggung jawab instalatur listrik, dan tanggung jawab lembaga pemeriksa instalasi.

Batas kewenangan PLN dalam proses penyambungan baru listrik di mulai dari pemasangan jaringan tegangan rendah, sambungan rumah, sampai dengan alat pembatas dan pengukur (kWh Meter & MCB). Meski demikian, penyambungan baru bisa dilakukan setelah pelanggan memiliki sertifikat laik operasi dari lembaga pemeriksa instalasi, membayar biaya pemasangan, dan masih ditambah dengan uang jaminan berlangganan bagi pelanggan meter pasca bayar serta menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PLN.

Selanjutnya, pelanggan bertanggung jawab atas instalasi rumah/bangunan. Dalam memasang instalasi, pelanggan dapat menghubungi instalatur dan, untuk kepengurusan sertifikat laik operasi, pelanggan dapat berhubungan langsung dengan lembaga pemeriksa instalasi.

UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan Pasal 15-17 dan PP No 62/2012 mengatur usaha penunjang tenaga listrik, di mana instalatur listrik, yang tergabung dalam asosiasi AKLI, Alkindo, Paklina, Aklinas, Askonas, dan lain-lain, bertugas membuat gambar dan memasang instalasi di rumah/bangunan pelanggan.

Berdasarkan UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan Pasal 44, Peraturan Pemerintah No 14/2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 5/2014 tentang Tata Cara Akreditasi dan Sertifikasi Ketenagalistrikan, serta sesuai hasil putusan Mahkamah konstitusi atas perkara Nomor 58/PUU-XII/2014 pada 22 September 2015, Menteri ESDM dapa menunjuk Konsuil dan PPILLN untuk menerbitkan sertifikat laik operasi bagi pengguna listrik. Untuk diketahui, setiap instalasi listrik memang wajib memiliki sertifikat laik operasi.

Lembaga pemeriksa instalasi (Konsuil, PPILN) bertugas memeriksa kelaikan operasi instalasi listrik tegangan rendah yang sudah dipasang oleh instalatur listrik dan mengeluarkan sertifikat laik operasi. Isinya menyatakn bahwa instalasi dalam rumah/bangunan pelanggan aman dan memenuhi standar instalasi.

ARIES DWIANTO
Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi, PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.

Demikian bunyi dari potongan cuplikan yang saya peroleh dari kolom surat pembaca, harian Kompas, Jumat 15 Januari 2015.

Baca lebih lanjut