Steker, Stopkontak dan Arus Listrik

halaman 2 dari 4

Memasangkan sendiri kabel pada steker

Seandainya, satu saat, anda menghadapi kondisi harus memasang sendiri kabel pada steker berkaki-dua, gunakan pedoman arus listrik yang terdapat pada stop kontak dimana nantinya steker tersebut hendak ditancapkan. Atau, seandainya steker akan terpasang untuk perangkat yang bersifat “mobile” (sering dipindah tempatkan penggunaannya), gunakan tulisan kemampuan hantar arus (mis. 250V~16A) sebagai parameternya.

Misalnya, kita posisikan tulisan 250V~16A yang tercetak pada permukaan casing steker agar dapat dibaca dari arah kiri ke kanan. Maka, kawat berwarna hitam harus terpasang pada kaki sebelah kiri dan kawat berwarna biru pada kaki sebelah kanan dari tulisan 250V~16A tersebut.

Steker berkaki-dua berbentuk pipih, sering digunakan untuk kebutuhan pemakaian arus listrik dalam kapasitas relatif kecil (< 100 Watt). Sehingga, jarang perangkat ini memiliki bagian untuk “menyematkan” kawat arde. Seandainya anda menghendaki untuk juga mengikutsertakan pemasangan kawat arde di dalam steker, harus menggunakan steker berkaki-dua berukuran lebih besar yang berbentuk silinder. Biasanya, ada bagian untuk menyematkan kawat arde di dalam steker berbentuk demikian.

Setelah pengerjaan pemasangan kawat selesai dilakukan dan steker kembali dipasang ke bentuk semula, anda langsung bisa menentukan kaki steker untuk muatan arus listrik positif. Cukup dengan memposisikan tulisan 250V ~ 16A untuk bisa terbaca secara normal dari arah kiri ke kanan. Kemudian pertahankan posisi tersebut saat hendak ditancapkan ke lubang stop kontak.

Sehingga, apa pun bentuk steker ber-kaki dua yang digunakan, akan memiliki kesamaan posisi letak arus listrik pada setiap kaki-kakinya. Cara ini akan membuat anda terhindar dari kesalahan / tertukarnya arus listrik ketika menancapkan steker pada stop kontak.
Memasangkan sendiri kabel steker listrik

Dengan atau tanpa arde?

Gambar : Steker berkaki-dua eceran – berbentuk bulat

Bentuk steker berkaki-dua yang mana lebih baik untuk digunakan jika hendak mengerjakan pemasangan kabel sendiri? Sudah tentu steker yang didalamnya telah dilengkapi untuk menyematkan kawat arde. Dan steker seperti itu, biasanya, berbentuk silinder serta berukuran lebih besar. Jadi, kabel yang digunakan pun sudah pasti harus memiliki spesifikasi 3 kawat di dalamnya.

Seandainya memang harus demikian, mengapa masih banyak perangkat elektronik / listrik yang dilengkapi hanya dengan menggunakan steker berbentuk pipih? Dan, pada kasus seperti apa kita sebaiknya menggunakan kabel berisi dua kawat?

Saya pernah melihat sebuah simbol melambangkan gambar dua kotak bujursangkar, yang tercetak pada permukaan steker berkaki-dua berbentuk pipih bawaan pabrik. Simbol tersebut mengartikan bahwa kabel yang terpasang menggunakan steker tersebut memiliki isolasi ganda. Fungsi dari isolasi ganda disini, mirip seperti kawat arde. Sehingga, walau pun kabel yang digunakan hanya dua kawat saja, tetap memiliki kemampuan layaknya kabel tiga kawat.

Begitulah pemahaman saya dari keterangan mengenai arti simbol bujursangkar dengan gambar dua kotak tersebut. Berdasarkan pemahaman tersebut, saya mengartikannya bahwa dibutuhkan kabel dua kawat dengan spesifikasi tersendiri untuk dipasangkan pada steker berkaki-dua berbentuk pipih. Tujuannya, agar perangkat elektronik / listrik yang dilengkapi dengan steker tersebut menjadi aman dari efek korsleting.

Mungkin memang demikian bagaimana steker berbentuk pipih itu seharusnya digunakan. Meski begitu, saya sendiri lebih merasa aman menggunakan steker berbentuk silinder dengan kabel yang memiliki 3 kawat didalamnya.

Kabel 2 kawat (apapun spesifikasi yang dimilikinya), bagi saya, kepentingan penggunaannya hanya sebatas untuk mengakomodir perangkat listrik / elektronik yang berkapasitas kecil (total < 100 Watt), seperti : lampu dan kipas angin. Disamping itu, bisa juga digunakan untuk kepentingan dalam membuat sambungan saklar tunggal.

Sebenarnya, kabel 2 kawat bisa saja digunakan untuk kebutuhan kapasitas listrik > 100 Watt, atau sesuai dengan kapasitas hantar arus-nya. Selama kita memahami kepentingan dan cara memperlakukan listrik yang mengalir di dalam kabel 2 kawat, tidak ada masalah untuk menggunakannya hingga berapa pun batas kapasitas listrik yang kita kehendaki.


Cara memasang kabel pada steker listrik, dapat anda lihat ulasannya di artikel Memasang Kabel pada Steker Listrik dan Steker Listrik : Biasa atau Ber-saklar?


Pentingnya memasang arde pada steker

Contoh steker kaki dua dengan tulisan kemampuan hantar arus

Di bawah ini adalah gambar steker kaki dua bawaan pabrik dengan cetak tulisan kemampuan hantar arus yang terletak di antara kedua kaki stekter :

Gambar : Steker kaki dua bawaan pabrik dengan cetakan keterangan kemampuan hantar arus-nya

Pada gambar, berbeda dengan contoh yang di deskripsikan di atas, tulisan kemampuan hantar arus terbaca dari kiri ke kanan adalah 6A250V. Tulisan inilah yang saya maksudkan untuk kita jadikan parameter dalam menentukan posisi kaki steker saat hendak ditancapkan ke stop kontak.

Jadi, dalam contoh di gambar ini, kaki steker yang berada tepat di sebelah kiri tulisan 6A250V, merupakan kaki untuk arus listrik bermuatan positif (+). Sedangkan di sebelah kanan tulisan, merupakan kaki untuk arus bermuatan netral (-).

Mudah bukan?
Contoh steker kaki dua dengan tulisan kemampuan hantar arus

 

Selanjutnya⇒

4 tanggapan untuk “Steker, Stopkontak dan Arus Listrik”

    1. Walau cukup banyak menulis artikel tentang listrik, sampai sekarang pun saya masih “keder” ketika harus berurusan dengan listrik. 😀
      Setiap orang memiliki batas kenyamanan tersendiri ketika harus berhadapan dengan listrik dan saya berharap, batas kenyamanan itu dapat bertambah melalui artikel-artikel tentang listrik di blog ini.

      Terima kasih telah berkunjung, sukses selalu untuk “Secangkir narasi alam”!

      Suka

      1. Info yang bermanfaat & sudah saya buktikan pada monitor LCD komputer saya yang sedikit terlihat berkedip kedit pada bagian atas.Setelah saya tukar posisi stekernya masalah berkedip sudah tidak lagi.Terima kasih sudah berbagi ilmu & pengalamannya.

        Suka

Komentar ditutup.

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari Rumah

%d blogger menyukai ini: