halaman 2 dari 2

Menentukan kebenaran mutu sebuah produk stabilizer

Sebagaimana telah dinyatakan sebelumnya, cara manual tercepat dan termudah untuk mengetahui kualitas stabilizer antara satu merk dengan merk lainnya adalah dengan membandingkan berat fisik stabilizer dari masing-masing merk tersebut yang memiliki kapasitas sama.

Untuk stabilizer dengan standar produk pabrikan asli, kita dapat menggunakan “internet search engine” (Google, Yahoo, Bing dsb) untuk menemukan nilai bobot berat dari satu / beberapa produk stabilizer yang beredar dipasaran. Disini, kita langsung dapat membandingkan nilai bobot berat antara satu unit dengan lainnya tanpa perlu mengunjungi tempat penjualan. Cara ini jauh lebih efektif dalam hal efisiensi waktu.

Permasalahan selanjutnya adalah bagaimana kita mengetahui kebenaran standar kualitas dari sebuah stabilizer yang telah dibeli? Apakah hanya dengan bobot lebih berat sebuah stabilizer dapat dinyatakan telah memenuhi standar kualitasnya?

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui secara lebih dekat kebenaran standar kualitas tersebut adalah dengan menimbang fisik stabilizer. Biasanya, pada kardus kemasan atau manual pengoperasian stabilizer disertakan berat bobot dari fisik unit stabilizer.

Jika nilai berat hasil menimbang fisik stabilizer “berbeda jauh” (lebih besar / kecil) dari nilai berat bobot yang tertera pada kardus kemasan / manual pengoperasian, maka ada kemungkinan mutu stabilizer tidak sesuai standar kualitas yang diharuskan atau produk hasil rakitan. Jika nilai berat hasil menimbang “sedikit” lebih besar / kecil atau sama dengan nilai berat yang tertera pada kardus kemasan, maka tidak ada masalah dengan standar kualitas stabilizer tersebut.

Nilai berat pada kemasan = produk pabrikan asli?

Meniru berat unit sebuah produk perangkat elektronik seperti stabilizer, bukanlah hal mudah. Berdasarkan apa yang saya ketahui, terdapat perbedaan berat dari mutu kawat tembaga. Semakin baik kualitas satu kawat tembaga, berat fisiknya semakin tinggi. Harganya pun mengikuti aturan kualitas yang dimiliki. Sehingga, sebuah produk stabilizer tiruan berharga lebih murah namun memiliki berat fisik yang sama dengan produk pabrikan asli adalah (hampir) mustahil.

Kecuali memang sudah ada pihak yang berniat untuk menduplikasinya secara massal. Tindakan ini akan menduplikasi semua kelengkapan produk (termasuk kardus kemasan dan lembar manual pengoperasian) namun dengan spesifikasi yang berbeda dengan aslinya. Sehingga dipasaran terdapat satu produk dengan spesifikasi teknis dan harga berbeda, namun memiliki merk dan tipe yang sama.

Jika tindakan duplikasi tersebut hendak diterapkan untuk satu / dua unit saja akan menjadikan harga per unit produk duplikasi jauh lebih mahal daripada harga unit produk pabrikan aslinya. Oleh sebab itu, para pelaku duplikasi produk seperti ini, lebih berfokus mengerjakan duplikasi untuk produk merk terkenal. Atau bisa juga menduplikasi produk ber-merk biasa saja, namun suku cadang yang ditanamkan adalah suku cadang bekas. Tujuan utamanya hanya satu, mendapatkan keuntungan dari ketidaktahuan konsumen.

Seandainya ada keunggulan yang tidak dimiliki produk aslinya, sebuah produk duplikasi tetap saja merupakan duplikasi. Sebuah produk dengan kualitas kemampuan dan performa tidak sebaik produk yang ditirunya.

Memastikan adanya fasilitas garansi purna jual (after sales)

Secermat apapun tindakan preventif / pencegahan yang kita kerjakan agar tidak tertipu dengan membeli produk aspal, cara menimbang berat fisik dan mengetahui kinerja sebenarnya dari sebuah stabilizer hanya dapat dikerjakan di rumah setelah kita membelinya.

Jadi, bagaimana pun juga, garansi after sales dari pihak penjual tetap perlu dipertanyakan sebelum akhirnya kita memutuskan untuk membayar harga stabilizer yang hendak dibeli. Karena, itu adalah satu-satunya kesempatan bagi kita / konsumen (termasuk saya) untuk bisa mendapatkan kepastian bahwa unit stabilizer yang dibeli merupakan produk pabrikan asli.

Menimbang dan membandingkan berat bobot stabilizer, tidak dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai cara pasti untuk menentukan kualitas teknik dari sebuah stabilizer. Hingga saat ini, cara tersebut merupakan satu-satunya solusi manual yang dapat saya definisikan untuk mendapatkan produk stabilizer standar pabrikan.

Memastikan adanya garansi purnal jual, tetap merupakan pelindung terbaik untuk mempertahankan hak kita sebagai konsumen.

Semoga bermanfaat…! 🙂

One thought on “Stabilizer : Merk & Kualitas

  1. saya mau tny ttg stabiliser lebih mendetail..saya punya stabiliser 3000N..pada awal bisa digunakan untuk AC..tp setelah 1 bln..ac jd ngedrop lg..dan bentar naik jadi dingin..bentar hanya spt kipas..sy sgt butuh bantuan bpk..tlg email ke saya, mengenai solusi pak..thx

Leave a Reply

Your email address will not be published.