halaman 4 dari 4

Mengganti Unit Stop kontak + Steker dengan MCB

Teknik menyambung aliran listrik menggunakan unit stop kontak GANDA / DOUBLE + steker untuk menghubungkan 2 skenario jaringan kabel listrik diatas, dapat diganti menggunakan unit MCB (2 unit) + box MCB dengan besaran daya (ampere) yang disesuaikan untuk kebutuhan setiap area / ruangan. Dengan menggunakan MCB, meski membutuhkan pengerjaan “sedikit” lebih rumit dan mahal, hasil akhir yang tampak akan terlihat lebih profesional.

Selain itu, disamping sangat ampuh untuk membatasi pemakaian listrik di setiap area / ruangan, tingkat keamanan dalam mengendalikan perilaku arus listrik akan jauh lebih terjamin. Seandainya skema model jaringan kabel yang telah saya deskripsikan hendak diterapkan pada rumah berkapasitas listrik terpasang mulai 2200VA ke atas, pastikan untuk “harus” menggunakan MCB sebagai titik sambungan antar jaringan kabel ke setiap area / ruangan. Atau, gunakan cara dengan menyambung langsung antar jaringan kabel listrik.

Kekuatan sambungan antar jaringan kabel listrik berkapasitas mulai 2200VA ke atas, tidak bisa dengan mengandalkan kemampuan dan daya tahan dari stop kontak + steker. Kedua perangkat listrik tersebut tidak di rancang untuk terpasang dalam jangka waktu lama menahan dinamika beban lalu-lintas daya listrik berkapasitas besar.

Hubungan pendek = penyebab kebakaran?

Apakah kondisi stop kontak / steker yang kepanasan dapat menyebabkan kebakaran? Saya rasa tidak juga. Plastik yang menjadi bahan baku stop kontak / steker baru akan meleleh jika memang dengan sengaja dibakar menggunakan nyala api yang berkesinambungan (mis. di atas kompor). Biasanya, begitu terjadi percikan bunga api akibat hubungan pendek, switch MCB (jika tidak rusak) akan langsung “trip”. Walau pun terjadi nyala api, hanya berlangsung beberapa detik saja dan akan mati dengan sendirinya. Jadi, selama tidak disertai dengan percikan bunga api yang berkesinambungan, hampir tidak ada kemungkinan api menyala semakin membesar. Karena bahan baku dari perangkat listrik itu sendiri pada dasarnya sudah tahan panas.

Penyebab kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik cenderung dikarenakan tidak adanya kawat arde + MCB sebagai pembatas hantaran arus (mis. mencuri listrik langsung dari jalur kabel listrik di luar rumah), disertai / dan / atau, beban listrik yang melebihi kemampuan hantaran arus kabel. Oleh sebab itu, dengan kondisi susunan kawat kabel dari meteran PLN sudah sesuai jalur masuknya ke MCB pada box MCB dalam rumah, sangat kecil kemungkinan untuk terjadi peristiwa kebakaran jika kabel yang digunakan memiliki kapasitas hantaran diatas kapasitas MCB meteran PLN.

Dari tiga peristiwa perangkat listrik meledak dan disertai dengan percikan api (travel adaptor, meteran PLN, dan box MCB) yang saya alami, selalu diakhiri dengan “trip”-nya switch MCB. Tidak ada nyala api berkesinambungan keluar dari kabel / stop kontak / steker, hanya sekali percikan bunga api saja yang keluar dari ketiga unit (travel adaptor, meteran PLN, dan box MCB) tersebut.

Inbow atau Outbow?

Semua tata cara menyambung kabel pada instalasi kabel yang telah digambarkan di atas, disusun berdasarkan pengalaman saya saat menangani penggantian / penambahan kabel di rumah dengan teknik out bow. Secara konsep pengerjaan sambungan kabel, menurut saya, tidak ada bedanya antara out bow dengan in bow.

Demikian juga dengan konsep memasangkan kawat pada perangkat out bow / in bow untuk stop kontak dan saklar lampu. Hanya caranya yang sedikit berbeda.

Parameternya, untuk stop kontak, warna pembungkus kawat cenderung digunakan sebagai panduan untuk mewakili indentitas muatan arus listrik yang mengalir dalam kawat. Akan selalu ada terpasang tiga kawat pada stop kontak yang berfungsi sebagai jalan dari muatan listrik fasa, netral dan kelebihan arus (arde).

Sedangkan untuk saklar, warna pembungkus kawat cenderung digunakan sebagai panduan arah jalur masuk – keluar arus fasa ke – dari dalam saklar. Karena, berapapun jumlah kawat yang terpasang dan apapun warna pembungkusnya, semua akan selalu bermuatan listrik fasa.

Untuk perangkat listrik yang memiliki gabungan kedua fungsi (stop kontak + saklar), kita perlu mengetahui terlebih dulu tujuan perangkat itu dipasang. Baru kemudian dapat diketahui skema susunan kawat yang semestinya terpasang di dalam unit tersebut.

Semoga bermanfaat…!

Artikel terkait :

One thought on “Skema Sambungan Antar Kabel

Comments are closed.