halaman 2 dari 4

Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Tunggal

Kode Angka :

  • Gambar : Skema Susunan Sambungan Antar Kabel untuk memasang Lampu Saklar Tunggal.

    1 : Kabel 2 x 1,5 mm² terhubung dengan sumber listrik / steker.

  • 2 : Kabel 2 x 1,5 mm² terhubung dengan saklar tunggal.
  • 3 : Kabel 2 x 1,5 mm² penghubung dengan lampu.
  • 4 : Unit Lampu

Kode Huruf :

  • A : sambungan kawat Netral antara kawat biru kabel no. 1 dengan kawat biru kabel no. 3.
  • B : sambungan kawat Fasa dengan kawat input saklar (Sambungan dari kawat hitam kabel no. 1 ke kawat hitam kabel no. 2).
  • C : sambungan kawat output saklar ke unit lampu no. 4 (Sambungan dari kawat biru kabel no. 2 ke kawat hitam kabel no. 3).

Keterangan :

Foto : Saklar Tunggal dan Susunan Pemasangan Kawat Kabel di Jeroannya.

Ada 3 sambungan antar kabel dari 3 potong kabel terpisah dan yang harus dirangkai untuk membuat jaringan kabel menggunakan saklar tunggal.

Sambungan A adalah sambungan arus Netral dari kabel sumber listrik / steker dengan kabel yang terhubung ke lampu. Jalur kawat Netral (biru) ini, tidak dianjurkan sebagai jalur kawat yang dipasangi saklar. Saklar selalu diposisikan untuk dipasang di jalur kawat Fasa (hitam).

Sambungan B merupakan kawat arus Fasa yang dihubungkan ke kawat input saklar yang disematkan pada tungkai berwarna merah. Output arus Fasa dari saklar, dialirkan melalui kawat biru yang disematkan pada tungkai berwarna putih. Kawat output Fasa ini, dihubungkan (sambungan C) dengan kawat Fasa pada kabel yang terhubung ke lampu no. 4.

Cara Memasang Saklar Tunggal

Gambar : Skema Susunan Kawat Saklar Tunggal.

Cara pemasangan kabel pada saklar tunggal tidaklah sulit. Cukup dengan mengelupaskan kulit pembungkus pada masing-masing ujung kawat, kemudian tancapkan pada salah satu lubang disisi masing-masing tungkai berwarna merah dan putih. Kawat hitam (arus Fasa yang mengalir masuk ke saklar) ditancapkan pada lubang di samping pengungkit berwarna merah, sedangkan kawat biru (arus Fasa yang mengalir keluar dari saklar) ditancapkan pada lubang di samping pengungkit berwarna putih.

Begitu kawat ditekan-masuk hingga “mentok” ke ujung lubang, pengungkit otomatis akan mengunci-nya (menjepit). Sebelum terkunci, maka kawat akan mudah terlepas. Seandainya pengungkit tidak bisa berfungsi menjepit kawat, anda dapat menarik pengungkit “sedikit” ke atas agar kembali pada posisi semula (default).

Jika kawat yang telah tertancap hendak dilepaskan, cukup hanya dengan menekan kedua pengungkit tersebut.

Di bawah ini saya sajikan gambar skema sambungan antar kabel untuk memasang saklar tunggal. Mulai dari jalur steker hingga berakhir di lampu :

Gambar : Skema Lengkap Susunan Kawat Memasang Saklar Tunggal

Skema sambungan kabel untuk pemasangan Saklar Ganda

Kode Angka :

  • Gambar : Skema Susunan Sambungan Antar Kabel untuk memasang Lampu Saklar Ganda.

    1 : Kabel 2 x 1,5 mm² terhubung dengan sumber listrik / steker.

  • 2 : Kabel 3 x 1,5 mm² terhubung dengan saklar ganda.
  • 3 : Kabel 3 x 1,5 mm² penghubung antara saklar dan sumber listrik dengan pecahan dua sambungan kabel.
  • 4 : Kabel 2 x 1,5 mm² penghubung antara kabel 3 dengan lampu.
  • 5 : Kabel 2 x 1,5 mm² penghubung antara kabel 3 dengan lampu.
  • 6 : Unit Lampu.
  • 7 : Unit Lampu.

Kode Huruf :

  • A : sambungan kawat Netral dari 2 kabel berbeda (sambungan kawat biru kabel no. 1 dengan kawat biru kabel no. 3).
  • B : sambungan kawat Fasa dengan kawat input saklar (sambungan kawat hitam kabel no. 1 ke kawat hitam kabel no. 2).
  • C : sambungan kawat output saklar dari switch pertama (sambungan kawat kuning kabel no. 2 ke kawat hitam kabel no. 3).
  • D : sambungan kawat output saklar dari switch kedua (sambungan kawat biru kabel no. 2 ke kawat kuning kabel no. 3).
  • E : sambungan kawat Netral dari 3 kabel berbeda (sambungan kawat biru kabel no. 3 dengan kawat biru kabel no. 4 dan kawat biru kabel no. 5).
  • F : sambungan kawat Fasa dari switch output saklar pertama ke unit lampu no. 6 (sambungan kawat hitam kabel no. 3 ke kawat hitam kabel no. 4).
  • G : sambungan kawat Fasa dari switch output saklar kedua ke unit lampu no. 7 (sambungan kawat kuning kabel no. 3 ke kawat hitam kabel no. 5).

Keterangan :

Ada 7 sambungan antar kabel dari 5 potongan kabel terpisah dan yang harus dirangkai untuk membuat jaringan kabel menggunakan saklar ganda.

Foto : Saklar Ganda/Double dan Susunan Pemasangan Kawat Kabel di Jeroannya.

Sama dengan sambungan A pada saklar tunggal, sambungan A disini adalah sambungan untuk arus Netral (biru) yang diteruskan ke sambungan E.

Pada sambungan E, kawat Netral (biru) dipecah menjadi dua untuk masing-masing lampu. Sehingga, pada sambungan E ini terdapat tiga kawat biru dari kabel no. 3, no. 4 dan no. 5 yang dililit menjadi satu.

Sambungan B adalah sambungan arus Fasa antara kawat hitam dari kabel sumber listrik dengan kawat input saklar ganda. Arus Fasa yang didistribusikan melalui kawat hitam ini akan dipecah dalam saklar ganda menjadi dua output arus Fasa. Kedua output dialirkan melalui kawat kuning dan biru, dimana pendistribusiannya dikendalikan oleh masing-masing switch.

Sambungan C, D, F dan G adalah sambungan antar kabel yang mendistribusikan arus Fasa ke masing-masing lampu.

Cara Memasang Saklar Ganda

Gambar : Skema Susunan Kawat Saklar Ganda.

Teknik cara pemasangan kabel pada saklar ganda, tidak ada bedanya dengan saklar tunggal. Kawat hitam (arus Fasa yang mengalir masuk ke saklar) ditancapkan pada lubang di samping tungkai berwarna merah di switch paling kiri (pertama), sedangkan kawat kuning dan biru yang merupakan arus Fasa yang mengalir keluar dari saklar, ditancapkan pada lubang di samping tungkai berwarna putih di masing-masing switch.

Pada gambar, di bagian tengah antara kedua switch, anda melihat ada sedikit “potongan” kawat kabel (tembaga) yang dipasang terpisah peletakannya. Potongan kawat ini sering diistilahkan dengan sebutan “jumper“. Fungsinya untuk mengalirkan arus listrik dari switch pertama ke switch kedua. Sehingga, arus positif yang berada pada switch pertama (sebelah kiri) turut di distribusikan ke switch kedua (sebelah kanan). Jika potongan kawat tembaga itu tidak disertakan, maka switch kedua menjadi tidak berfungsi (mati) karena tidak memiliki sumber arus listrik.

Cara pemasangannya, cukup dengan memotong kawat kabel sepanjang 3-4 cm. Kelupaskan pembungkusnya, lalu bengkokkan kedua ujung kawat sepanjang kira-kira 1,5 cm, tancapkan pada lubang di samping pengungkit merah.

Sama dengan saklar tunggal, di bawah ini saya sajikan gambar skema sambungan antar kabel untuk memasang saklar ganda. Mulai dari jalur steker hingga berakhir di lampu :

Gambar : Skema Lengkap Susunan Kawat Memasang Saklar Ganda/Double.

Gambar-gambar skema susunan kawat lainnya yang berhubungan dengan pemakaian saklar tunggal dan saklar ganda di  blog ini, memiliki konsep susunan kawat yang sama sebagaimana yang diilustrasikan pada gambar skema pemasangan saklar tunggal dan saklar ganda di atas.

Lalu, bagaimana susunan kawat untuk pemasangan saklar yang memiliki lebih dari 2 (dua) switch?

Patokannya, harus tersedia satu kawat line-input untuk setiap pemasangan saklar. Kemudian tambahkan dengan jumlah switch yang terdapat pada saklar.

Misalnya, untuk memasang saklar dengan 3 (tiga) switch, maka dibutuhkan 1 (satu) kawat line-input dan 3 (tiga) kawat line-output.

Jadi, dibutuhkan kabel yang berisi 4 kawat untuk memasang saklar triple (tiga) switch.

Selanjutnya⇒

One thought on “Skema Sambungan Antar Kabel

Comments are closed.