Question & Answer

Hi,

Selamat datang di Question and Answer (Pertanyaan dan Jawaban) ~ 2016. Halaman ini sedianya khusus disediakan bagi anda yang memiliki pertanyaan / komentar seputar topik dari artikel-artikel yang telah saya publikasikan.

Setelah melewati selang waktu 4 tahun (2012 – 2016), saya menutup kolom komentar halaman ini karena terlampau banyak memiliki pertanyaan / komentar dan jawaban (705).

Agar aktivitas tanya-jawab halaman ini bisa tetap berlanjut, saya sediakan halaman Q & A baru. Anda bisa menuliskan pertanyaan / komentar seputar topik tentang penanganan listrik, air bersih dan sirkulasi udara di rumah di halaman Q & A baru tersebut.

Untuk halaman Q &  A  ini, saya biarkan terbuka agar aktivitas pertanyaan dan jawaban yang pernah terjadi bisa tetap dibaca saat dibutuhkan.

Salam…

705 tanggapan untuk “Question & Answer”

  1. Selamat Siang Pak Omar,
    saya tertarik untuk coba membuat filter air seperti yang bapak buat.
    apakah saya boleh minta alamat email atau no contact bapak untuk bisa berdiskusi lebih detail

    Terimakasi
    Abadi

    Suka

  2. Salam;

    Sy mencoba mempraktekkan pembuatan low pressure filter, cuma ada kendala dalam material “floaf valve”, yaitu kran otomatis yang cukup kecil untuk pasang di pipa ukuran 6″. Mohon infonya float valve yang seperti di foto belinya dimana ya? Terima kasih

    Galih

    Suka

    1. Float valve yg di foto, belinya di Ace Hardware Rp. 500 rb-an. Bisa juga pakai merk Invelco Rp. 72 rb-an, belinya di online shop. Cari aja di Google, kata kuncinya : kran air otomatis.

      Kalau tekanan air PAM-nya kelewat kecil, mesti pakai Ball-Tap Mini (bikin sendiri).

      Salam.

      Suka

  3. Permisi. Mau tanya. Listrik rumah saya cuma 900 watt. Tapi aktualnya, kalu liat di nilai MCB meteran cuma 880 watt.
    Saya rencana mau split jadi dua, yaitu dapur dan ruang depan. Dapur ada dua kulkas, mesin cuci, plus rice cooker. Tapi cuma kulkas yang on terus. Ruang depan ada sound system sama 3 exhauser kecil-kecil
    Saya sudsh coba hitung-hitung berdasar rumus yang Agan kasih, idealnya menurut saya, masing-masing saya pakai MCB 3 Amp.
    Tapi kan susah atau mungkin tidak ada MCB 3 Amp di pasaran.
    Mau pakai yang 2 Amp, kekecilan. Jadi terpaksa saya pakai 4 Amp untuk masing-masing, sama dgn bawaan fi meteran
    Pertanyaanya, kalau nilainya sama, apa ada kemungkinan, yang ‘jatuh’ duluan MCB di meteran kalau ada over di salah satu jalur. Mohon pencerahannya, Gan. Makasih banyak seblumnya

    Suka

    1. Sepertinya, MCB yang beredar di pasaran saat ini (yang ada logo SNI-nya), memiliki besaran kapasitas Ampere lebih kecil dari yang tertera. Juga lebih rendah dari kapasitas Ampere dari MCB milik PLN yang terpasang di meteran.

      Saya pernah pasang MCB 4 Ampere di rumah, dan selalu trip sebelum total pemakaian listrik mencapai 800 Watt. Begitu juga yang 6 Ampere untuk kapasitas 1300VA, tidak pernah mencapai total pemakaian listrik di atas 1200 Watt.

      Dugaan saya, sepertinya sudah ditentukan aturan yang demikian, yaitu total Watt output MCB harus mengikuti nilai Faktor Daya yang hanya sebesar 0,8 dari nilai tertera. Sehingga, kapasitas MCB 900VA hanya akan memiliki batasan hingga 720 Watt (900 x 0,8) saja, termasuk juga MCB lain yang berbeda kapasitas.

      Entah bagaimana MCB di meteran pasti selalu lebih besar kapasitasnya daripada MCB di pasaran. Walaupun nilai kapasitas yang kita lihat tertera dikedua MCB sama besarnya. Mungkin, memang sengaja dibedakan antara produk MCB untuk kebutuhan PLN dengan masyarakat umum.

      Jadi, menurut saya, meskipun kapasitas MCB dalam rumah yang anda pasang berkapasitas sama dengan yang di meteran, total pemakaian listrik akan dibatasi (jatuh terlebih dulu) oleh MCB dalam rumah. Karena kapasitasnya yang lebih rendah dari MCB di meteran.

      Salam.

      Suka

  4. Pak Omar,
    Terima kasih atas tulisan bagusnya mengenai kelistrikan di rumah. Sebagai tambahan saja, pemasangan MCB yg sesuai dengan standar internasional IEC adalah, fasa listrik masuk dari atas dan keluar ke bawah.
    Walaupun pemasangan terbalik seperti yg ditulis di blog, mcb akan tetap bekerja normal.

    Suka

    1. Terima kasih sangat teramat banyak atas informasinya, Mas Bimo… Saya memang membutuhkan tambahan informasi seperti yang anda sampaikan, karena yang menjadi acuan selama ini hanya berdasarkan apa yang saya lihat dan temukan di lingkungan sekitar saja.

      Baiklah…, secara bertahap akan saya perbaiki semua gambar terkait dengan pemasangan MCB agar tersaji sesuai aturan yang semestinya.

      Terima kasih banyak telah sengaja meluangkan waktu menyampaikan informasi berharga ini.

      Salam… ☺

      Suka

  5. Salam kenal pak Omar, artikelnya bagus sekali menambah wawasan.
    saya mau tanya kalo pasang klep tusen tambahan selain di pipa hisap apakah bisa pak? saya rencana mau pasang pada pipa buang dari pompa air (sebelum ke tandon air).

    Suka

    1. Salam kenal juga dan terimakasih atas apresiasi nya…

      Mengenai memasang tusen klep di jalur pipa antara pompa ke tandon, sudah pasti bisa. Saran saya, untuk ketinggian tandon diatas 2 meter, lebih baik menggunakan klep satu arah (check valve / klep tabok). Kerja pompa menjadi lebih ringan dan tandon lebih cepat terisi penuh, karena penahan air pada klep tabok tidak menggunakan pegas seperti yang terdapat pada tusen klep.

      Salam…

      Suka

  6. thanks pak Omar,
    setelah membaca pengalaman di link tsb sampai ada percikan api saya jd agak2 ngeri yah..
    ohiya..dari pekerja pensiunan PLN yg sblmnya sy ceritakan, mereka memasang semacam kawat dari box meteran PLN dililitkan ke tombak dan ditanam dibawah tanah.. saya lupa itu disebut arde atau grounding.. apakah itu sudah bisa dikatakan aman secara umum pak?

    OK seperti nya saya akan cari stabilizer yg servo motor dan bergaransi yah pak.
    thanks pak.

    Salam..

    Suka

    1. Nah, tidak tertutup kemungkinan lampu indikator di meteran yang masih suka menyala itu disebabkan buruknya kualitas listrik PLN yang anda terima. Bukan dikarenakan instalasi jaringan kabel listrik yang terpasang di rumah saat ini.

      Abaikan saja… karena itu sudah di antisipasi dengan instalasi Grounding yang di buat si pensiunan PLN.

      Saya mengistilahkan tombak yang ditanam itu dengan sebutan Instalasi Grounding. Sedangkan sebutan Arde adalah sebagai penamaan dari kawat yang melilit dan tersambung dengan Grounding.

      Menurut saya, pekerjaan membuat Grounding yang dilakukan pensiunan PLN itu sudah benar dan sangat baik untuk mengamankan jaringan kabel listrik di rumah anda. Itu juga merupakan tindakan legal terbaik yang bisa dikerjakannya untuk memperbaiki kualitas listrik yang didistribusikan dari PLN ke rumah anda.

      Semoga stabilizer yang nantinya anda pasang, dapat lebih memperbaiki kualitas listrik yang ada di rumah anda saat ini.

      Salam…

      Suka

  7. Siang Pak, maaf saya mengganggu waktunya, gini pak saya mau nanya kok biasa ketika hendak melakukan tambah daya dari 900 ke 1300 W..kok susah sekali yah terlayani malah diopskan ke listrik prabayar..padahal sy mintax ke listrik pasca bayar..Trims

    Suka

    1. Hai Wandi,

      Kebijakan yang terlihat berlaku di lapangan adalah tergantung dari pihak mana yang memiliki inisiatif terlebih dulu untuk mengganti meteran lama menjadi baru. Jika inisiatifnya berasal dari pihak PLN (contohnya : dalam rangka peremajaan meteran listrik), maka jenis meteran baru yang dipasang akan disamakan dengan yang lama. Kalau inisiatifnya berasal dari pelanggan (contohnya : menambah daya / memasang instalasi listrik baru), maka PLN akan menyamaratakan dengan menggunakan meteran prabayar. Tidak peduli dengan jenis meteran yang sebelumnya digunakan pelanggan.

      Salam…

      Suka

  8. Selamat Sore mas Omar

    Saya mau tanya mas sy msh binggung dgn hitungan tarif listrik..
    sya tinggal di sebuah kontrakan dengan daya 2200 volt dgn 7 pintu setiap pintu di kasih Meteran Kwh untuk mengetahui setiap pemakaiannya..agar penghuni dpt menghitung tarif sendirinya…yg sy tnyakan bagaimana cara menghitungnya….makasih

    Suka

    1. Hai Daniel,

      Para penghuni kontrakan harus memiliki catatan nilai yang tertera di meteran sebelum dan setelah pemakaian listrik selama satu periode. Selisih antara nilai akhir dengan nilai awal adalah nilai pemakaian listrik yang mereka gunakan selama satu periode tersebut.

      Salam…

      Suka

  9. Salam kenal pak omar..
    Mau tanya dikit boleh yaa…
    Sy tinggal di kontrakan yg daya listriknya 1300..pascabayar..
    Penghuni kontrakan sblmnya tiap bayar listrik kurang lebih 350rbuan tiap bulan, dia pake ac, mesin cuci, kulkas dan elektronik lainnya..
    Nah pas sy tempatin kontrakannya skrg sy bayar listrik msh 300rbuan kok yaa???
    Pdhal sy ga pake ac, mesin cuci dan elektronik yg daya listriknya besar..
    Kenapa msh sama ya pak pembayaran listriknya???
    Mksh sblmnya..

    Suka

    1. Hai Egiy,

      Salam kenal juga…

      Menurut saya, anda tidak bisa membandingkan secara apa adanya (istilah kerennya : “apple to apple”… hehehehe…), karena perilaku pemakaian listrik setiap orang berbeda-beda. Apalagi membandingkan pemakaian listrik dalam skala satu rumah. Terdapat beberapa orang penghuni yang masing-masing memiliki perilaku pemakaian listrik pasti berbeda satu dengan lainnya.

      Faktor lain, seperti (misal) penggunaan perangkat elektronik hemat energi, hanyalah “pendukung” dari masalah perbedaan pemakaian listrik. Karena, pada akhirnya, faktor yang paling berperan untuk menentukan besaran jumlah pemakaian energi listrik, akan tetap mengacu pada tingkat kenyamanan seseorang dalam menggunakan perangkat elektronik. Dan itu, sifatnya personal (individual) serta tidak memiliki pembanding yang bisa dijadikan sebagai tolok ukur.

      Salam…

      Suka

  10. Salam kenal pak omar , mau tanya, kalo nyalain ac di bawah jam 10 malam itu narik pulsa lebih banyak(lebih mahal) ? Dibanding nyalain jam 10 keatas ? Apakah ada pengaruh nya waktu dengan penarikan listrik?

    Suka

    1. Salam kenal juga, Bril…

      Sulit untuk dibuktikan kebenaran teori adanya hubungan antara waktu dengan penarikan listrik sebagaimana yang anda tanyakan. Secara pribadi, sebenarnya, saya juga setuju dengan teori tersebut .

      Ada korelasi sangat erat dimana perangkat elektronik akan mengkonsumsi Watt secara berlebih saat Voltase turun. Voltase listrik di masa Waktu Beban Puncak (WBP) antara pukul 17.00 s/d 22.00 dan 05.00 s/d 07.00, memiliki kecenderungan turun akibat tingginya pemakaian listrik oleh pelanggan PLN. Sehingga, pemakaian perangkat elektronik seperti AC di kedua jeda WBP tersebut, memiliki kemungkinan akan mengkonsumsi listrik jauh lebih banyak dibanding saat di Luar Waktu Beban Puncak (LWBP).

      Namun, sekali lagi, hal itu sulit untuk dibuktikan kebenarannya.

      Salam…

      Suka

  11. Minta pencehannya … saya punya kulkas dengan daya 140 watt dengan kapasitas listrik 450 watt … tp gak bisa nyala saat saya colokikulkasnya padahal semua barang elektronik sdh saya matikan … kira2 bagaimana solusinya ??
    Apa memang gak bisa narik kulkasnya dgn kapasitas listrik 450watt ??
    Mohon pencerahannya om

    Suka

  12. Saya baru beli kulkas dgn daya 140watt …
    Tapi saat saya nyalakan listrik dirmh saya mati padahal semua peralatan sdh dimatikan semua…
    Daya listrik drmh saya 450 watt,, kalo dihitung2 bisa kalo menyalakan kulkas dgn kapasitas daya 140watt … tp ini gak bisa …
    Mohon informasinya …
    Apakah kulkasnya yg bermasalah atau memang daya listrik tdk mendukung ??

    Suka

  13. Sya dadan mau tanya arti tanda indikator tangan pada layar meteran prabayar itu artinya apa? Dan lampu kuning selalu nyala apa artinya?

    Suka

    1. Saya kurang ngerti juga yah… Ada yang bilang itu artinya “ada yang tidak beres di instalasi jaringan kabel listrik dalam rumah”. Maksud dan seperti apa kondisi dari “ada yang tidak beres” itu, tidak pernah benar-benar bisa diketahui pokok permasalahannya.

      Lampu indikator yang menyala seperti itu, juga terjadi pada meteran pascabayar di rumah saya selama hampir setahun. Beberapa bulan lalu, saya pasang stabilizer. Nah, sejak saat stabilizer di pasang hingga sekarang, nyala lampu indikator di meteran padam. Tetapi, ada beberapa kejadian waktu pemasangan stabilizer dikerjakan. Ceritanya bisa di baca di artikel Lampu Indikator Meteran, Stabilizer dan Grounding.

      Mungkin, anda memiliki kesimpulan sendiri mengenai lampu indikator yang menyala setelah membaca cerita saya di artikel tersebut. Kalau menurut saya… benahi saja jaringan kabel listrik di rumah menggunakan kabel yang sesuai dengan kapasitas listrik terpasang di rumah anda, kemudian buat grounding dan pasang stabilizer. Setidaknya, semua tindakan itu bisa membuat listrik di rumah anda aman untuk digunakan. Jika lampu indikator di meteran masih tetap menyala, abaikan saja.

      Salam…

      Suka

  14. Dengan pemakaiañ daya yg sama, apakah ada perbedaan pembayaran rekening listrik sebelum dan sesudah dipasangn stabilizer (stavol) dirumah daya 1300va ? Jika ada perbedaan sekitar brp % naik/turunnya. Mhn penjelasan. Trmksh.

    Suka

  15. Keinginan memasang stabilizer sdh lama tp baru kali ini sangat jelas sekali manfaatnya, al. arus listrik yg stabil shg alat elektronik terpelihara disamping itu tagihan rekening tiap bln dpt berkurang.
    Smg sy sgr dpt merealisasikannya. Trmksh

    Suka

  16. Halo mas Omar,

    saya mau tanya, kalo listrik di rumah pake nya MCB 450VA bisakah saya menggunakan alat dengan daya 700 Watt ??
    terima kasih

    Suka

    1. Halo juga Atharizz,

      Sayangnya tidak bisa, yaa… Kalau perangkat 700 Watt itu digunakan / menyala bersamaan dengan perangkat elektronik lainnya (mis. tv, lampu, kipas angin dll), maka minimal instalasi listrik yang harus terpasang di rumah anda adalah sebesar 1300VA. Pasang yang 900VA juga bisa, tapi MCB dimeteran-nya rentan nge-“jepret”.

      Salam…

      Suka

  17. salam kenal pa Omar..

    Pada bulan September 2015, rumah kami memasang sambungan baru (PSB) listrik menggunakan meteran listrik prabayar (pulsa) sebesar 2.200 VA dan sudah terpasang. Beberapa waktu lalu ramai di media tentang meteran listrik yang dikemukakan oleh Menteri Rizal Ramli, bahwa pelanggan bisa dibebaskan oleh pilihan mau pasang meteran listrik prabayar atau pasca bayar.
    Pertanyaannya :
    1. Apakah ada aturan yg bisa dijadikan konsumen sebagai rujukan untuk bisa memilih meteran listrik pascabayar (khusus rumah tinggal), sehingga meteran listrik prabayar bisa diubah ke meteran pascabayar. Hal ini perlu untuk hak konsumen dalam memilih layanan listrik, sehingga tidak perlu melulu harus pasang meteran prabayar, dan bisa dijadikan acuan jika ada perdebatan dengan petugas PLN…

    2. Hal2 apa saja yg harus dipersiapkan oleh konsumen untuk mengubah meteran listrik prabayar menjadi pascabayar ?

    3. Apa dan berapa kira2 biaya yg harus dikeluarkan (sesuai peraturan) utk ubah meteran listrik prabayar ke pasca bayar.

    Atas saran dan pencerahannya, diucapkan terimakasih.

    Wassalam….

    Suka

    1. Salam kenal juga…

      Sampai hari ini, saya belum mendapatkan informasi resmi adanya aturan tertulis yang menyatakan mengenai kebebasan masyarakat bisa memilih antara menjadi pelanggan PLN prabayar atau pun pascabayar. Dan… sampai hari ini juga, saya tidak pernah mendapatkan isu bahwa pernyataan tersebut akan benar terwujud dan direalisasikan menjadi sebuah aturan resmi.

      Seandainya ada pihak yang menyatakan niat anda mengganti meteran seperti itu benar bisa dikerjakan, saya hanya bisa menyarankan untuk anda bersikap waspada dan teliti sebelum memutuskan untuk menyetujui persyaratannya. Saya meyakini, pihak PLN tidak pernah mengeluarkan kebijakan resmi terkait penggantian meteran prabayar menjadi pascabayar.

      Salam…

      Suka

  18. Salam kenal Pak Omar…

    Saya sangat tertarik dengan saran bapak untuk memasang stabilizer di rumah karena banyak manfaat dan keuntungannya. Di rumah saya saat ini listrik PLN yang terpasang masih 900 VA dan tegangan selalu drop ke 140 volt. Bolehkan saya memasang stabilizer 3000 VA sebelum saya menaikkan daya ke 1300 VA terealisasi. Menurut penjelasan toko penjual stabilizer jika hal tersebut dilakukan maka MCM meter akan jatuh/off karena kapasitas stabilizer yg terlalu besar. Apakah hal itu benar. Terima kasih atas penjelasannya.

    Suka

    1. Hai Tari,

      Salam kenal juga …

      Terlebih dulu saya ceritakan mengenai kemampuan Stabilizer untuk mengangkat voltase yaaa…
      Stabilizer pada umumnya, hanya mampu mengangkat voltase 10% s/d 20% dari voltase yang diterimanya. Jika nilai voltase yang menjadi input Stabilizer hanya 140 Volt, maka nilai output Stabilizer berada dikisaran 180 160 Volt s/d 190 180 Volt saja. Salah satu cara agar nilai 140 Volt itu bisa sedikit naik, dapat diusahakan dengan membuat Grounding di rumah. Keberadaan Grounding akan menaikkan nilai voltase listrik hingga di level 180 Volt s/d 200 Volt. Dengan demikian, jika ditambah dengan memasang Stabilizer, nilai output voltase listrik yang akan anda peroleh berada dikisaran 210 Volt s/d 220 Volt.

      Selanjutnya, mengenai bisa-tidaknya Stabilizer 3000VA dipasang di instalasi listrik rumah 900VA…
      Saya sudah mengerjakan seperti itu di rumah saya yang di Jakarta. Semuanya berjalan baik-baik saja dan tidak ada masalah dengan perbedaan nilai kapasitas yang cukup besar antara Stabilizer 3000VA dengan instalasi listrik 900VA. Malahan, hasilnya jauh lebih baik daripada saat sebelumnya saya menggunakan dua unit Stabilizer 500VA dan satu unit Stabilizer 1000VA.

      Namun, saya sarankan untuk terlebih dulu anda membuat Grounding. Karena, tanpa atau dengan memasang Stabilizer, keberadaan Grounding di sebuah rumah tetap dibutuhkan. Lebih baik rumah dengan Grounding tanpa Stabilizer daripada rumah dengan Stabilizer tanpa Grounding.

      Salam…

      Suka

  19. sy mau tnya tentang tarif listrik, d rmh sy pakai listrik pusaan yg 450 watt, klo seumpama sy naikkan sndri mnjd 1300 d mcb aj tanpa mengganti mesin kira” tarif brp yg akan sy byar tiap hrx ? ap msh 450 atw yg 1300, mksdx di luar pln

    Suka

  20. Pak omar ramlee, saya mau tanya,saya pny 30 kamar kost.karena membengkaknya tagian listrik saya berniat membatasi penggunaan listrik tiap kamar max cuma bisa memakai 50/100 watt saja,selebihnya saya berniat mengenakan biaya tambahan.mohon pencerahaannya,terima kasih

    Suka

    1. Hai Ozora,

      Cara terbaik yang saya ketahui dapat memenuhi kepentingan anda adalah dengan memasang meteran prabayar di setiap pintu kamar kost. Anda perlu menanyakan langsung ke PLN untuk hal itu. Saya tidak menemukan cara lain yang lebih mudah untuk bisa membuat pengaturan pemakaian listrik sebagaimana yang anda harapkan. 🙂

      Salam…

      Suka

Komentar ditutup.

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari Rumah

%d blogger menyukai ini: