Question & Answer

icon-bohlam-2016-q-and-aHi,

Selamat datang di Question and Answer (Pertanyaan dan Jawaban) ~ 2016. Halaman ini sedianya khusus disediakan bagi anda yang memiliki pertanyaan / komentar seputar topik dari artikel-artikel yang telah saya publikasikan.

Setelah melewati selang waktu 4 tahun (2012 – 2016), saya menutup kolom komentar halaman ini karena terlampau banyak memiliki pertanyaan / komentar dan jawaban (705).

Agar aktivitas tanya-jawab halaman ini bisa tetap berlanjut, saya sediakan halaman Q & A baru. Anda bisa menuliskan pertanyaan / komentar seputar topik tentang penanganan listrik, air bersih dan sirkulasi udara di rumah di halaman Q & A baru tersebut.

Untuk halaman Q &  A  ini, saya biarkan terbuka agar aktivitas pertanyaan dan jawaban yang pernah terjadi bisa tetap dibaca saat dibutuhkan.

Salam…

705 tanggapan untuk “Question & Answer”

  1. saya mau tanya apakah 4kwh meter dalam satu panel distribusi bisa diback up dengan satu genset jika ke 4 kwh dlm posisi mati lampu..apakah netral yg keluar dari kwh prabayar bisa digabungkan dalam satu terminal..thanks

    Suka

  2. Salam kenal dan mohon bantuan, saya mau tanya solusi utk permasalahan listrik di tempat2 saya yg digunakan utk tempat ibadah sbb :

    1. Pemakaian seluruh Peralatan listrik (4 AC, 2 fan, sound system full band dan lampu2) total 10.000 watt
    2. Voltage sangat rendah, stabil di 180 dan sering turun sampai 160, 140 bahkan beberapa kali 120, sehingga AC tdk dingin, power amp mati, fan berputar pelan dan lampu meredup
    3. Beberapa rekan menyarankan menggunakan stabilizer berkapasitas 20.000 watt
    4. Rekan lain bilang karena cara kerja stabilizer adalah menyimpan di kumparan ketika voltage naik dan memakai ketika voltage turun. Maka jika voltage cenderung turun terus akan mempercepat kerusakan stabilizer.
    5. Selain itu tdk semua stabilizer bisa menstabilkan jk sampai di bawah 160
    6.Sdh disampaikan ke PLN dan blm ada solusi, krn PLN akui kekurangan gardu, berencana menambah namun blm tahu rencana waktunya
    7. Mohon solusi utk case tersebut. Dan saran utk merk serta ukuran stabilizer atau ada alat lain atau solusi yg lbh baik

    Terima kasih. Gbu

    Suka

    1. HaI… salam kenal juga,

      Kasus yang anda hadapi, hanya dapat diselesaikan dengan cara menaikkan nilai voltase dari sumber listrik yang digunakan, dalam hal ini PLN.

      Selama PLN belum bisa memperbaiki permasalahan yang saat ini berlangsung, sebaiknya anda mencari dan menggunakan asupan sumber listrik alternatif yang bisa menghasilkan keluaran listrik dengan nilai voltase minimal 200Volt untuk mengakomodasi pemakaian listrik dari perangkat-perangkat tersebut.

      Saya tidak mengetahui kinerja dari stabilizer hingga sejauh yang rekan-rekan anda nyatakan. Stabilizer, yang saya ketahui, hanya bekerja dengan benar menstabilkan voltase pada rentang nilai antara 200Volt s/d 230Volt. Diluar kedua nilai itu, stabilizer tidak terlalu dapat diandalkan untuk memperbaiki kualitas asupan listrik yang diterimanya.

      Selain sumber listrik alternatif, anda bisa juga memeriksa keberadaan dan kebenaran grounding pada jaringan kabel yang saat ini terpasang. Beberapa kasus voltase listrik, bisa disebabkan karena tidak adanya grounding atau pemasangan kawat arde yang salah.

      Salam… Gbu2…

      Suka

  3. Selamat malam Pak Omar,
    saya ingin bertanya mengenai listrik di rumah saya…
    ada 1 persepsi yang mengganggu pemikiran saya. katanya apabila menggunakan mesin cuci di malam hari, daya yang digunakan oleh mesin cuci tersebut lebih besar di bandingkan di pagi atau siang hari. benarkah hal tersebut?
    ada beberapa hal yang menyebabkan saya harus mencuci di malam hari. saya harus menunggu suami saya pulang kerja baru bisa mencuci pakian kotornya dan saya juga tinggal bersama keluarga yang lainnya, jadi saya selalu terhambat apabila ingin mencuci di pagi harinya.

    Suka

    1. Hai Silvia,

      PLN, membagi dua waktu pemakaian listrik pelanggannya dengan istilah “Waktu Beban Puncak” (WBP) dan “Luar Waktu Beban Puncak” (LWBP). Rentang waktu pemakaian listrik saat WBP (17.00 s/d 22.00) merupakan saat-saat dimana pemakaian listrik oleh pelanggan terjadi secara hampir bersamaan. Dalam kondisi seperti itu, PLN harus memasok daya dalam jumlah sangat besar agar para pelanggannya bisa menikmati listrik di waktu relatif bersamaan di rentang waktu jam-jam tersebut.

      Apakah pemakaian mesin cuci di malam hari yang anda maksud berkaitan dengan saat “Waktu Beban Puncak” (WBP) yang saya ceritakan di atas?

      Jika benar demikian, maka seperti di bawah ini pendapat saya.

      Pemikiran saya tentang perilaku konsumsi daya dari sebuah produk perangkat listrik / elektronik seperti mesin cuci adalah besaran daya yang dikonsumsi hanya bisa dan akan berubah jika voltase listriknya juga berubah. Jadi, ketika voltase turun, maka konsumsi daya (Watt) perangkat akan berkurang. Saat voltase naik, maka konsumsi daya perangkat akan bertambah.

      Di dalam rentang jam awal dan akhir WBP, umumnya, kondisi voltase listrik yang terjadi di beberapa rumah pelanggan PLN adalah cenderung turun (di bawah 220Volt). Saya belum pernah mendapat informasi bahwa voltase listrik memiliki kecenderungan untuk naik (di atas 220Volt) di saat WBP.

      Jadi, hingga saat ini, tidak pernah terlintas dibenak saya bahwa konsumsi daya dari pemakaian sebuah perangkat listrik / elektronik di saat WBP bisa dan akan menjadi bertambah besar dibanding perangkat digunakan di saat LWBP.

      Menurut saya, selama mesin cuci bisa dioperasikan secara normal, berarti voltase listrik di rumah anda pun cenderung normal. Jadi, besaran daya yang dikonsumsi oleh mesin cuci anda pun pasti sama, baik di saat WBP maupun LWBP .

      Selamat mencuci… ☺

      Salam…

      Suka

  4. Salam mas
    Mau tanya listrik dirumah saya berdaya 450 dan saya punya stafolt 500Va
    Apa bisa buat pasang ac ?
    Kalo bisa sebaiknya ac yang watt maksimalnya berapa?

    Balaz……

    Suka

    1. Listrik 450VA nggak bisa buat jalanin AC yang konsumsi listriknya paling kecil sekalipun. Besar listrik minimal buat jalanin AC adalah sebesar 1300VA. Hubungan stavol dengan listrik hanya sebatas menstabilkan voltase. Stavol tidak bisa menambah daya Watt listrik di rumah anda untuk kepentingan menjalankan AC.

      Salam.

      Suka

  5. bang omar mau nanya nih…mohon pencerahannya….
    apa kabel netral pln dari 2 kwh meter dapat digabung dalam ohm saklar 3 pole?

    Suka

  6. bang omar mau tanya… aplikasi yang digunakan untuk mendisain gambar skema listrik di website ini apa namanya ya….!!! kayak bagus

    Suka

      1. oke bang terimakasih banyak. artikelnya banya membantu. semoga berkah….!!! saya mau tanya lagi bang, di tempat kerja saya menggunakan 4 unit komputer dell 3010 + monitor 18.5 inchi+printer canon mx (2unit), apakah cocok dengan menggunkan MCB 6 ampere untuk perangkat tersebut…??

        Suka

      2. Jumlahkan saja konsumsi listrik dari seluruh perangkat, bisa dilihat di keterangan spesifikasi input daya yang tertera di masing-masing perangkat. Kemudian dibagi dengan nilai 220, maka anda akan mendapatkan besaran minimal kapasitas MCB yang dibutuhkan.

        Misalnya, total input daya dari seluruh perangkat = 2850 Watt. Kalau dibagi 220 akan menjadi 2850 ÷ 220 = 12,9545. Maka, minimal kapasitas MCB yang dibutuhkan sebesar 13 Ampere atau di atasnya.

        Nilai daya yang tercantum di spesifikasi setiap perangkat adalah untuk pemakaian maksimum, dalam prakteknya tidak selalu pasti terjadi konsumsi daya dengan nilai sebesar itu. Namun, untuk pemakaian perangkat pintar seperti komputer, sebaiknya batas besar kebutuhan daya sebesar nilai maksimum yang dibutuhkan itu dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, biasanya, akan berefek pada kinerja perangkat secara keseluruhan. Karena kita tidak pernah tahu secara persis kapan waktu perangkat-perangkat tersebut membutuhkan konsumsi listrik sesuai nilai maksimum nya.

        Salam…

        Suka

  7. Mas, mau tanya, di mall en online shopping banyak yg jual alat penghemat listrik, yang katanya bisa menghemat tagihan listrik s/d 40%.
    Mohon pencerahannya Mas Omar.

    Suka

    1. Dalam menilai sebuah produk, saya selalu berpegang pada respon pasar.

      Tidak adanya sikap antusiasme dari pasar terhadap kehadiran dan beredarnya produk tersebut maupun pendahulunya yang sejenis, menurut saya, sudah cukup bisa dijadikan parameter mengenai kebenaran kinerja yang dimiliki dari produk penghemat listrik seperti yang anda tanyakan.

      Salam…

      Suka

  8. Salam mas.
    Saya mau tanya, setahun lalu saya mulai menggunakan listrik prabayar. Awalnya penggunaannya normal, namun seminggu terakhir ini menjadi sangat boros. Lampu tamper kuning terus menyala. Padahal, di rumah tidak ada penambahan alat eletronik. Pernah saya coba matika MCBnya, ternyata pulsanya tetap berkurang. 2 hari yang lalu, petugas PLN datang dan mengganti meteran, tapi tetap tidak ada perubahan. Katanya ada instalasi yg salah. Padahal saya tidak merubah instalasi selama ini. Mohon pencerahannya. Terima kasih

    Suka

    1. Salam kenal Mas Moel,

      Coba anda lihat uraian saya di artikel Tespen, Kawat Hitam dan MCB. Disitu saya sertakan beberapa gambar ilustrasi sambungan kawat yang seharusnya terpasang antara meteran dengan MCB dalam rumah. Mungkin, ada salah satu dari susunan kawat yang terpasang terbalik di meteran anda yang perlu diperbaiki letaknya.

      Silahkan diperiksa terlebih dulu, semoga keterangan beserta gambar yang tersaji di artikel tersebut bisa membantu memberikan gambaran yang lebih baik atas kondisi meteran anda saat ini.

      Salam.

      Suka

  9. Salam kenal mas. Saya Muhammad ALfin dari T. Elektro Undip angkatan 2013. Saya mau tanya beberapa hal mendasar soal konversi energi dan listrik arus kuat mas. Mohon dijawab yaa.

    1. a) alat listrik yg tetep dicolok walau tak kepake itu bakal keitung dayanya gak ya? dan seberapa besar? b) dengan asumsi keitung dayanya, kalau ane nerapin mikrokontroller dengan sensor arus/tegangan/daya di stop kontak (skitar 5V, arusnya gak paham -_-), apakah lebih hemat jatohnya?

    2. tentang pembangkit. Spt yg kita tau trafo tuh buat naikin/nurunin tegangan/arus kan gan. Nah dari sini berarti bisa kita buat sebesar yg kita mau dong? dengan generator 13kV, kita pasang step up bisa jadi 20kV, nah dengan analogi demikian kalau ane punya generator 100V, bisa dong jadi 20kV dengan trafo 0,1k/200k?

    3. tentang transmisi. ada transmisi 150kV, 20kV, hingga saluran distribusi 220V. Nah pertanyaanya, bagaimana keadaan arus masing2? apakah sama? lalu trafo yg dipasang yg sering kita liat di jalanan itu trafo arus/tegangan ya? Selanjutnya yg saya perhatikan, kalau sudah 220V, bnyk pencurian yg asal nyantol ke konduktor. Apa dengan demikian tdk memengaruhi stabilitas voltase dan arusnya?

    segini dulu mas. makasih 🙂

    Suka

    1. Mas Alfin yang baik,

      Yang saya ketahui tentang listrik hanyalah :

      Rupiah = Kilo Watt per Hour = Watt = Voltase x Ampere

      Atau dengan bahasa “pasar”-nya adalah nilai uang yang harus dibayarkan untuk pemakaian listrik per kWh yang merupakan akumulasi dari Watt yang mana merupakan hasil perkalian antara Voltase dengan Ampere.

      Saya sama sekali tidak paham bagaimana Volt dan Watt secara teknik berinteraksi dalam satu kondisi bernama listrik. Meskipun saya bisa mendapatkan gambaran jawaban dari ketiga pertanyaan anda, saya tetap tidak memiliki kapasitas untuk menjawabnya. Saya bukan akademisi di bidang teknik listrik, hanya praktisi listrik amatir yang “terlalu” peduli atas kebenaran sejumlah uang pribadi yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya tagihan pemakaian listrik setiap bulannya.

      Sebaiknya anda mencoba untuk menyampaikan pertanyaan anda di blog / situs yang memang pemiliknya memang memiliki pendidikan formal di bidang teknik listrik.

      Salam.

      Suka

  10. Salam kenal pak Omar,
    Tulisan anda cukup membantu dalam memilih stabilizer Voltage untuk peralatan elektronik saya. terima kasih pak.

    Dan jika berkenan, saya ingin ikut membantu menjawab beberapa pertanyaan sdr Alfinestaa semapu saya, maklum cuma lulus SMA pak..
    pertanyan sdr. Alfinestaa saya bagi dalam beberapa poin agar mudah di cerna, terstruktur dan tertata. dan dapat di lihat hubungan antara pertanyaan satu dengan lainnya. apakah saling berkaitan.(hanya semampu saya ya)

    1/a) alat listrik yg tetep dicolok walau tak kepake itu bakal keitung dayanya gak ya? dan seberapa besar?
    jawab: relatif.
    jika menggunakan trafo penurun tegangan sebagai catu daya dalam perangkat tersebut sebelum saklar “on/Off” maka akan terjadi induksi tegangan dalam trafo yang menghasilkan panas, logikanya pasti mengkonsumsi daya. besarnya berapa? tergantung rangkaian catu daya atau trafo dari rangkaian tersebut.

    b) dengan asumsi keitung dayanya, kalau ane nerapin mikrokontroller dengan sensor arus/tegangan/daya di stop kontak (skitar 5V, arusnya gak paham -_-), apakah lebih hemat jatohnya?
    jawab: relatif.
    dari asumsi tadi, saya yakin sdr.Alfinestaa sdh memahami jawaban 1a, sedangkan hemat atau boros? dengan tolok ukur apa bisa dinyatakan boros atau hemat? jika tidak ada tolok ukur atau batasan maka tidak dapat di katagorikan boros atau hemat .

    2/ tentang pembangkit. Spt yg kita tau trafo tuh buat naikin/nurunin tegangan/arus kan gan. Nah dari sini berarti bisa kita buat sebesar yg kita mau dong? dengan generator 13kV, kita pasang step up bisa jadi 20kV, nah dengan analogi demikian kalau ane punya generator 100V, bisa dong jadi 20kV dengan trafo 0,1k/200k?
    jawab: analogi bisa diterima.
    Namun, sudahkah menghitung rugi-rugi dalam atau panas yang timbul akibat resistansi dalam trafo tersebut? mohon di dalami lagi mengenai elektro mekanis, trafo dan generator. suatu saat anda bisa mendapat ide bagaimana listrik rumah 450w dapat mengisi kebutuhan rumah berdaya 2200w dengan kombinasi motor listrik dan generator listrilk 🙂

    3/. a)tentang transmisi. ada transmisi 150kV, 20kV, hingga saluran distribusi 220V. Nah pertanyaanya, bagaimana keadaan arus masing2? apakah sama?
    Jawab: tentunya berbeda.
    ada transmisi 150kV, 20kV
    ada saluran distribusi 220V
    Arus saluran transmisi tentunya akan berbeda dari distribusi.

    b) lalu trafo yg dipasang yg sering kita liat di jalanan itu trafo arus/tegangan ya?
    jawabnya: ….

    c) Selanjutnya yg saya perhatikan, kalau sudah 220V, bnyk pencurian yg asal nyantol ke konduktor. Apa dengan demikian tdk memengaruhi stabilitas voltase dan arusnya?
    Jawabnya: gangguan pada distribusi, atau kebocoran pada distribusi tentunya akan memepengaruhi stabilitas tegangan dan arus.

    Mohon maaf jika kurang berkenan.
    terimakasih pak Omar.

    Suka

  11. Salam HUT Kemerdekaan RI ke-70
    Saya ingin menanyakan sesuatu tentang stabilizer kpda bpk Omar nih.
    1. Apakah bisa sebuah stabilizer dengan kapasitar 500va digunakan secara paralel untuk tv, speaker, dekoder dan kipas angin secara bersamaan (1stabilizer dipasang kabel roll dengan 4 colokan )?
    jika tidak bisa, bagaimana cara yang aman untuk memasang peralatan listrik tsb ( tv, speaker, dekoder, dan kipas angin ) jika dalam ruangan tamu hanya tersedia 1 saklar listrik saja? sebagai catatan, kipas angin yang saya gunakan pernah terjadi korsleting namun skrg sudah diperbaiki dan bisa menyala lagi, hanya tetap saja ada kecemasan/ketakukan kipas ini bisa korsleting/rusak lg,

    2. Apakah ada alat yang mencegah jika 1 peralatan listrik mengalami korsleting, tidak menyambar ke sekering utama ataupun mcb? apakah stabilizer bisa melakukan hal tersebut, sebab sepengetahuan saya fungsi stabilizer adalah untuk mengamankan arus listrik dari tegangan rumah ke peralatan listrik, bukan sebalikna dari peralatan listrik ke tegangan rumah.
    Terima kasih atas waktu dan jawabanna yang saya nantikan 🙂

    Suka

    1. Salam Merdeka, teman…

      1. Satu stabilizer bisa untuk digunakan untuk beberapa perangkat elektronik / listrik.

      2. Memang benar, pemanfaatan stabilizer cenderung ditujukan untuk mengamankan voltase listrik rumah ke perangkat elektronik. Tetapi, saat perangkat elektronik yang mengalami masalah, maka stabilizer (hampir selalu) yang akan terkena dampaknya terlebih dulu.

      Dalam logika pemikiran saya : jika korsleting menyebabkan MCB trip, maka stabilizer (yang terpasang di antara MCB dan perangkat elektronik) akan terkena dampaknya terlebih dulu sebelum korsleting bisa mencapai ke MCB. Seperti itu jadinya, bukan? ☺

      Salam…

      Suka

  12. Salam kenal !
    Saya mau tanya listrik di rumah sistim prabayar dengan merk smartmeter daya 1300.
    Yang saya tanyakan adalah kenapa pada saat listri ngejegleg atau turun kok Mcb di meteran juga ikut turun, padahal sudah di buat Mcb induk dan Mcb anak untuk masing masing ruangan.
    Misalkan di satu ruangan terjadi kelebihan pemakaian beban dan harusnya yang turun adalah Mcb anak saja kan, tapi ini kok turun semua Mcb’nya Mcb anak turun Mcb induk turun dan Mcb di meteran pun juga turun.
    Dan saya sudah cek semua instalasi listrik di ruma dan tidak ada yang bermasalah mulai dari stop kontan, saklar dan fiting juga tidak ada yang bermasalah. Mohon solusinya dong ?

    Suka

    1. Salam kenal Ari,

      Saya juga mengalami masalah yang sama setelah meteran pascabayar lama diganti baru. Merk meteran nya juga sama, Smart Meter. Perbedaannya, susunan kawat yang terpasang antara meteran lama dengan baru adalah ada dan tidaknya jalur kawat arde yang melalui meteran. Tidak ada perubahan apapun dengan jaringan kabel listrik dalam rumah, baik sebelum dan setelah meteran diganti.

      Kalau kondisi susunan kawat yang terpasang di meteran anda saat ini sama dengan yang saya ceritakan, ada kemungkinan penyebab masalah anda saat ini adalah dari kawat arde tersebut. Saya tidak mengetahui sejauh mana kebenaran dugaan atas kemungkinan itu. Karena, PLN tidak memperkenankan pelanggannya untuk meng-akses dan memodifikasi unit meteran listrik yang ada.

      Petugas PLN sendiri menyatakan bahwa terpasang atau tidaknya kawat arde di meteran tidak memengaruhi apa pun dengan aliran listrik pada jaringan kabel dalam rumah. Tapi, kalau di googling, beberapa informasi mengenai cara instalasi meteran Smart Meter menyatakan kawat arde itu seharusnya terpasang.

      Saya belum menemukan solusi yang bisa mengatasi masalah tersebut. Cara yang saya pakai untuk saat ini adalah mengubah perilaku pemakaian listrik di rumah agar MCB tidak sampai trip.

      Salam…

      Suka

  13. Salam kenal pak Omar, berdasarkan rumusan menentukan stabilizer pada rumah dengan daya 2200 adalah (2200 / 0,8 / 0,75 = 3666VA) berarti saya harus memasang stabilizer 4000VA? tolong koreksinya. Terimakasih

    Suka

  14. Salam kenal juga pak omar.!

    Untuk jalur kabel yang masuk ke jalur dalam rumah oleh pln hanya kabel warna biru dan hitam saja yang di hubungkan ke meteran, dan kabel warna kuning strip hijau tidak di konek ke meteran, kedua kabel warna biru dan hitam di konek dari meteran bedanya kabel biru di lewatkan ke Mcb dulu yang ada di meteran sedangkan kabel kuning tidak di hubungkan.

    Kalo menerut anda apa ada yang salahkan Mcb yang saya pasang takutnya amperenya bisa mempengaruhi.

    Ini urutan Mcb di rumah saya.
    1. Mcb yang ada di meteran pln merk schneider CL 6.
    2. Mcb induk merk schneider C6.
    3. Mcb ruangan A merk brocco C6.
    4. Mcb ruangan B merk brocco C6.
    5. Mcb ruangan C merk brocco C6.
    6. Mcb ruangan D merk brocco C6.

    Apa mungkin dari merk tsb bisa pengaruh

    Suka

    1. Yang anda maksud dengan “kabel biru di lewatkan ke MCB dulu” apakah kabel biru yang masuk ke MCB? Bukan kabel hitam? Karena, seharusnya kabel hitam yang masuk dan melalui MCB. Sedangkan kabel biru disematkan ke body meteran. Coba di perhatikan lagi.

      Nah, kabel kuning strip hijau itu yang dimaksud dengan “kawat arde”. Kawat itu semestinya ikut terpasang di meteran seperti layaknya yang berwarna biru (cuma beda posisi). Kondisi inilah yang saya perkirakan sebagai kemungkinan dari MCB meteran ikut trip ketika MCB anak trip.

      Besaran yang sama dari kapasitas MCB induk dan anak yang anda pasang, bisa jadi juga sebagai salah satu kemungkinan tersebut. Karena, umumnya, besaran MCB anak harus lebih kecil dari induknya dan MCB di meteran. Anda bisa mengganti besaran kapasitas MCB anak menjadi lebih kecil dari yang sekarang terpasang. Namun, kapasitas listrik yang bisa anda pakai juga menjadi lebih kecil. Selain itu, tidak ada jaminan tindakan tersebut akan mengatasi MCB meteran tidak trip saat MCB anak trip.

      Karena, dalam kasus yang saya alami, MCB meteran tetap ikut trip meskipun besaran kapasitas MCB anak sudah lebih kecil dari induknya dan MCB di meteran. Jadi, saya cenderung masih menganggap penyebab permasalahannya akibat kawat arde yang tidak terpasang di meteran. Bukan sekedar dari besaran kapasitas MCB yang terpasang.

      Tidak ada masalah perbedaan merk MCB yang anda pakai. Kualitas dan kompatibilitas dari kedua brand itu sudah merajai di dunia perlengkapan listrik.

      Salam…

      Suka

      1. ijin ikut nimbrung ya pak. barusan saya cek instalasi meteran listrik dirumah. dan dirumah saya juga sama pak. kabel biru yg dipasang ke mcb. kabel kuning nya ga dipasang kemana mana. sayangnya disini ga ada fasilitas upload foto. saya sudah fotokan tadi pake hape saya heheheh…

        Suka

  15. Sore bp.omar
    Sy mo tny…jika tanda merah(catu daya) menyala apa yg harus di lakukan? Sy sdh isi pls listrik tp listrik rmh sy ttp tdk nyala. Thx

    Suka

    1. Hai Dwi,

      Mungkin ada yang salah dengan instalasi penyambungan kabelnya atau bisa juga setting system pengoperasian meteran. Saya rasa, anda membutuhkan bantuan pihak PLN untuk menyelesaikannya.

      Salam…

      Suka

  16. Permisi netizen, saya mau tanya mengenai hal listrik, bagaimana sih kalau misalnya tv tidak dinyalakan tetapi colokanya masih tetep menempel, apakah itu volume listriknya sama dengan nyala nya tv itu?

    Suka

    1. Hai Sandi,

      Semua perangkat elektronik, termasuk televisi, akan tetap mengkonsumsi listrik bila dikondisikan demikian. Jumlah listrik yang dikonsumsi tidak sebesar saat perangkat dalam kondisi menyala. Kira-kira berada dikisaran nilai 5 s/d 40 Watt (tergantung perangkat elektronik-nya juga).

      Salam…

      Suka

  17. Salam kenal pak omar….
    … saya sedang membangun rumah kost, terdiri dari 12 kamar, rencananya masing2 kamar memiliki kwh prabayar, yang ingin saya tanyakan apakah bisa kabel ardenya saya pararel terhadap 12 kwh tersebut…
    Trims…

    Suka

    1. Salam kenal juga… menurut saya, cara itu bisa dikerjakan. Namun, dalam prakteknya, petugas PLN belum tentu akan mengijinkan jika kawat arde langsung terpasang di meteran prabayar. Informasi tentang kawat arde harus terpasang atau tidak boleh terpasang di meteran prabayar, masih simpang-siur. Namun dalam pemahaman saya, itu sudah seharusnya terpasang.

      Salam…

      Suka

  18. Salam,
    Pak, rumah saya daya 3500..rmh tsbt sekaligus sbg kantor kecil2an dg 4bh cpu/komputer. Menurut bpk efektif mana untuk memasang stabilizer setelah meteran (untuk satu rmh) , atau untuk tiap2 PC digunakan stabilizer? Atau malah justru keduanya jg perlu?

    Trimakasih

    Suka

    1. Hai Suryo,

      Pilihan paling efektif dan aman adalah memasang stabilizer untuk satu rumah (kapasitas >= 6000VA). Pastikan juga jaringan kabel listrik di rumah telah dilengkapi dengan arde. Ketidakstabilan voltase listrik dan / atau tidak adanya arde memiliki dampak merusak yang mirip dan bersifat “intermittent” (kambuhan) pada perangkat komputer.

      Salam…

      Suka

  19. Pak saya mau tany2 masalah instalasi air lebih ke pemipaan air lt 1 ke lantai 3, apa ad email saya mau kirim gambar perkiraan instalasi saya

    Suka

Komentar ditutup.

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari Rumah

%d blogger menyukai ini: