Low Pressure Filter (LPF)

halaman 3 dari 3

Jadi…

Saat ini, bak penampung air di rumah saya tidak ubahnya dengan produk filter air siap minum berukuran besar. Menggunakan mekanisme proses menyaring kotoran air yang sama, namun disesuaikan cara penanganan pemeliharaan serta perawatannya berdasarkan kapasitas perangkat. Fungsi untuk menghasilkan kepentingan saja yang membedakannya, yaitu : air bersih bukan minum.

Hingga tulisan ini dipublikasikan (Juli 2015), di setiap Tabung-Filter saya hanya memasukkan satu kapas penyaring ke dalam Tabung-Inti sebagai media penyaring kotoran. Air hasil penyaringan, bisa dibilang, jauh lebih bersih dibanding perangkat sebelum modifikasi yang menggunakan dua kapas penyaring di setiap Tabung-Filter tanpa Tabung-Inti. Mungkin, disebabkan kondisi kapas penyaring yang menjadi lebih padat karena dimasukkan ke dalam Tabung-Inti.

Meskipun dengan kondisi media penyaring yang lebih padat, tidak terjadi gangguan / masalah dengan aliran air antar Tabung-Filter. Saya rasa, penerapan teknik membatasi kekuatan tekanan aliran air berdasarkan volume air kotor, benar bisa diandalkan untuk mengatur mekanisme distribusi aliran air antar Tabung-Filter agar keseluruhan perangkat filter bekerja lebih efektif menyaring kotoran. Realisasi nya dapat anda lihat di artikel LPF : Hasil Kinerja Menyaring Air Selama 3 bulan.

Seandainya anda berniat membuat model perangkat LPF ini, hal terpenting dan pertama yang harus dipertimbangkan adalah bahwa perangkat ini memiliki fungsi utama sebagai penyaring kotoran air. Bukan untuk memurnikan air. Jangan terlalu berharap perangkat filter yang dirancang dan dibuat oleh seorang amatir dalam teknik rekayasa air bersih ini, bisa menghasilkan kualitas air setara dengan perangkat sejenis produk pabrikan yang memang sengaja dirancang dan dibuat oleh ahli-nya.

Saya tidak membuat komposisi bahan / media penyaring air, melainkan sarana / perangkat menyaring air dengan mengandalkan teknik mengatur kekuatan tekanan aliran air melalui media penyaring / penjernih air. Disini, saya membuat mekanisme kerja proses menjernihkan air tidak hanya bertumpu pada kekuatan / kemampuan media penyaring, tetapi membaginya dengan pengaturan tekanan aliran air yang dibentuk melalui kinerja perangkat LPF yang terintegrasi. Dengan demikian, konsistensi kerja perangkat menjernihkan air bisa bertahan dalam waktu relatif lebih lama.

Dalam membuat rangkaian perangkat LPF ini, anda sama sekali tidak perlu mengikuti dengan menyesuaikan fisik perangkat seperti yang telah saya buat. Hanya konsep pendistribusian air-nya saja yang benar-benar perlu dipahami. Namun tidak masalah jika hendak membuat yang persis sama. Ada tiga faktor yang harus bekerja secara ber-sinergi dalam membuat model perangkat LPF seperti ini, yaitu : perbedaan ketinggian permukaan air kotor dengan air bersih, pengendalian aliran air kotor yang masuk ke dalam filter, dan besaran volume air kotor untuk menciptakan tekanan aliran air. Cukup hanya itu saja.

Lambatnya proses menyaring air sehingga dibutuhkan wadah penampungan air bersih (setidaknya) ber-volume 1,5 kali dari kebutuhan standar, merupakan karakteristik dari model proses menyaring kotoran yang dimiliki oleh perangkat LPF ini. Apakah hal itu dipandang sebagai satu kekurangan atau bukan, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Bagi saya, besarnya nilai awal untuk membiayai kebutuhan sebuah produk filter air beserta perlengkapannya, masih lebih mudah untuk diterima dan dijalani dibanding besarnya biaya pemeliharaan selama pemakaian.

Penambahan keran-berpelampung dan wadah media penyaring ini, mungkin saja akan menciptakan kemampuan baru pada perangkat LPF diluar kepentingan dari yang direncanakan sebelumnya. Itu semua, hanyalah merupakan satu bentuk ketidaksengajaan yang tidak pernah masuk dalam garis besar tujuan dari rencana modifikasi. Peningkatan kinerja disertai semakin mudah dalam pemeliharaan dan perawatan perangkat LPF secara keseluruhan, saat ini, telah cukup untuk memberi satu kepuasan tersendiri bagi saya. Setidaknya, sebagian besar harapan untuk (akhirnya) bisa menikmati pemakaian air yang lebih jernih dengan biaya relatif murah, telah berhasil saya wujudkan.

Semoga bermanfaat!

 

Artikel Terkait :

 

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

%d bloggers like this: